Cinta Masa Kecil Naila

Cinta Masa Kecil Naila
Jambret


__ADS_3

"Selamat ya sahabat ku, teman kecilku, dan kakak ipar ku. Sekarang di perut kamu ada baby, calon keponakan ku yang pastinya akan ngegemesin kaya aku. Hihihi...." Debby terkekeh." Jaga kesehatan ya, jangan cape cape... Aku senang aku akan mempunyai keponakan." Ucap Debby


Semua keluarga pun tertawa mendengar Debby bicara. Denis tersenyum dan menatap Naila, lalu menghampirinya.


"Selamat ya kakak ipar ku, sahabat kecilku. Kamu dan kakak akan mendapatkan Brian junior, dan akan memberikan pasukan baru di keluarga kami. Satu pesan ku jaga kesehatan kamu dan baby di kandungan kamu."


"Iya Denis terimakasih, pasti nya aku akan jaga kesehatan ku dan kandungan ku ini.." Naila pun tersenyum, Denis mengacak-acak rambut Naila.


Entah kenapa Devi merasa sesak ya saat Denis memberikan perhatian seperti itu ke Naila. Namun Devi segera menepis pikiran buruknya, dan mencoba tersenyum.


Kini waktu sudah menunjukkan malam hari, Devi pun sudah kembali ke kontrakan nya. Sedangkan Naila dan Denis, kini mereka sedang berada di dalam kamar.


Brian masih menemani Naila asyik dengan handphone nya. Entah kenapa Naila belum bisa tertidur, malam ini Naila asyik menonton film Drama Korea di yukyuk.


Di mana Naila menonton filmnya dengan serius. Ya Naila melihat pemain pemeran utama wanitanya di sukai oleh seorang pria. Yang tak lain pria itu adalah CEO dari pemilik tempat dia bekerja. Wanita itu hidup sebatang kara, dari kecil di asuh oleh bibi nya dan mempunyai seorang putri seusianya. Pria itu menikahi wanita yang di sukai nya, namun setelah menikah bibi nya selalu meminta uang kepada keponakannya itu. Karena keponakan nya itu di nikahi oleh orang kaya, ibarat mesin ATM berjalan.


Gadis itu tinggal dengan mertua, namun ibu mertua nya begitu membencinya. Di setiap suaminya bekerja, gadis itu selalu di hina oleh ibu mertuanya.


Brian mengamati raut wajah Naila saat menonton drama Korea itu. Brian tersenyum saat Naila tertawa, kesal, dan sedih. Bahkan Naila sampai mengeluarkan air mata saat melihat film tersebut. Dan lucunya Brian memberikan tisu kepada Naila untuk menghapus air matanya. Namun ekspresi Brian sambil tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


"Sayang, kalau filmnya bikin kamu sedih jangan dilihat lagi. Malam malam nonton film cengeng, besok pagi mata kamu sembab. Di sangka bunda nanti aku lagi bikin nangis kamu, padahal kamu nonton drama Korea."


" Habis filmnya sedih mas, tega banget ya mereka. Kan ceweknya kasian, udah anak yatim-piatu, bibi nya jahat, di tambah ibu mertuanya jahat pula. Untung saja suami dan keluarga lainnya sayang dengan gadis itu. Kamu lihat kan mas filmnya tadi.?" Kata Naila bertanya ke suaminya.

__ADS_1


Brian pun menganggukkan kepalanya. Sebenarnya Brian tidak melihat filmnya, Brian justru asyik melihat wajah istri nya.Dari pada di tanya Brian diam saja ,lebih baik mengangguk kan kepalanya saja. Kan gampang gak ribet. Jadi gak bikin Maslah semakin panjang.


"Kamu juga lihat kan, tuh bibi nya jahat banget. Padahal itu kan rumah keponakan nya kenapa dia jadi yang nguasain.." Dan Brian di tanya hanya mengangguk kan kepalanya.


"Nasib gadis itu sama seperti aku ya mas.? Tinggal bersama bibi yang jahat, dan yang selalu menghina aku."


Di sana Brian melihat wajah Naila kembali sedih'. Untuk kali ini Brian tidak boleh menjawabnya dengan anggukan saja, kalau Brian sampai mengangguk urusannya Naila pasti ngambek. Karena Naila akan tau kalau suaminya tidak menonton filmnya.


" Ya namanya kehidupan manusia ada yang berbeda-beda dan ada yang sama dengan kehidupan kita sayang. Dan di kisah drama itu memang sebagian ada yang sama dengan kisah kamu. Hanya saja kamu lebih beruntung sayang. Ada paman, Melly,kakak kamu sepupu kamu. Dan ada Devi yang selama ini sayang sama kamu. Di tambah lagi ada keluargaku yang sayang sama kamu. Terutama bunda, bunda itu sayang banget sama kamu. Sampai sampai bunda itu sakit, karena ingin kamu di temui agar bisa kumpul dengan kita. Dan satu lagi sayang, kamu beruntung karena suami kamu ini sayang sayang sayang banget sama kamu. Saking sayangnya aku sampai menaburkan bibit bibit ku di sini..." Menyentuh bagian perut Naila.


A" Agar dapat menghasilkan Brian junior secepatnya."


Naila tersenyum apalagi mendengar di akhir kalimat, yang membuat Naila terkekeh mendengarnya. Bagaimana tidak dengan mengeluarkan kata-kata nya yang gombal dan nyeleneh nya membuat Naila tersipu malu. Dan berhasil membuat Naila tersenyum, dan lupa akan film yang dia lihat di yukyuk itu.


"Apaan sih mas, kamu garing tau gak. Lebay dan gombal lagi, bisa bisa menghibur ku dengan kata kata menaburkan bibit segala."


" Nah sekarang kamu sudah tersenyum gak sedih lagi. Dan sudah malam juga waktunya tidur, Handphone nya di simpan nya sayang. Gak baik ibu hamil tidur malam, kamu harus istirahat yang cukup. Ok Sayang, sini handphone nya.." Tangan Brian berada di depan Naila untuk meminta handphone nya.


Naila memberikan handphone ke suaminya. Dan Naila menuruti ucapan suaminya untuk istirahat, dan mereka pun akhirnya tertidur.


Keesokan harinya....


Naila masih di kediaman Bunda. Sedangkan Brian kini sudah beraktivitas kembali, Brian sudah berangkat dari pagi hari.

__ADS_1


Naila yang sedang berada di taman belakang rumah Bunda. Naila nampak asyik, dengan memberikan ikan makan di kolam belakang. Denis yang berada di kamarnya, sedang memperhatikan Naila tersenyum di balik kaca nya.


Gak nyangka ya, Naila dulu temanku. Yang selalu memanggil ku di saat kalau selalu di jahilin oleh anak anak. Dia masih terlihat manis, cantik dan lucu. Tidak pernah berubah atau hilang dari dirinya, masih penurut, dan perhatian.


Huuuufffhhh.... Sadar Denis sadar, Kini dia sudah menjadi kakak ipar mu. Naila kini sudah menjadi istri dari kak Brian, buang jauh jauh perasaan itu. Ingat ada Devi saat ini, Devi pun juga gadis baik dan manis. Bahkan bisa membuat aku gemas dengan sikap nya dia itu. Tapi kadang jiwa macho nya suka keluar dari dirinya itu, dan itu yang membuat ku semakin merasa gemas oleh Devi.


Flashback...


Di saat Devi dan Denis sedang jalan jalan ke tempat wisata disalah satu di Jakarta. Saat sedang jalan dan bergandengan tangan. Tas Devi di tarik oleh seorang jambret, dan orang itu berlari sangat kencang setelah mengambil tas Devi. Devi yang menyadari tas nya di jambret, langsung mengejar jambret tersebut. Denis yang terkejut karena Devi berlari sambil berteriak jambret.. Denis pun ikut berlari mengejar Devi, yang kini sedang mengejar seorang pria yang tak lain jambret.


"Woy jambret,, balikin tas gue...." Itulah teriakan dari Devi.


Karena Devi berlari sangat cepat, dan akhirnya orang yang membawa tas Devi pun berhasil di sledging kaki nya oleh Devi. Dan akhirnya pria dengan rambut panjang yang di ikat itu pun terjatuh .


"Mau keman Lo, balikin itu tas. Itu bukan punya Lo." Kata Devi dengan nafas yang terengah-engah.


"Mau ini, nih ambil.." kata pria itu.


Saat tas nya ingin Devi Ambi, pria itu menarik nya kembali. Dan Devi segera memberikan Bogeman ke arah jambret itu.


Buuugh... Ciaaaat Ciiiya... Buuugh bugggh... Hap cciiiaaa Buugh...


Dari puku...lan, Ten..Dangan... Devi berikan kepada pria yang membawa tas nya itu. Pria dengan kulit gelap dengan menggunakan masker mulut, pun membalas serangan yang Devi berikan.

__ADS_1


Tepat saat pria itu sedang melawan Devi, Denis dari belakang menend...ang jambret itu.. Dan jambret itu pun tersungkur di tanah. Sedangkan pengunjung tempat itu, sudah ramai menyaksikan adegan perke....lahian antara jambret dan Devi.


Bersambung....


__ADS_2