
"Memang apaan sih Debby, hadiahnya. Ko kamu sampai bilang kalau Denis akan menyukai hadiah pemberian kamu itu. Tapi kenapa harus aku yang pakai, kenapa tidak Denis saja yang pakai hadiahnya." Jawab Devi.
Debby pun diam seketika, dan langsung tertawa terbahak-bahak. Mendengar perkataannya Devi, Debby tertawa geli sekali sampai mengeluarkan air matanya.
Flashback of..
Devi menceritakan ke Denis, Denis pun juga penasaran dengan perkataan yang istrinya sampai kan.
"Begitu Denis, yang di katakan Debby. Aku penasaran apa yang di berikan kembaran kamu itu untuk aku.?"
"Yasudah kita cari hadiahnya yang dari Debby, dan melihat isi pemberian dari Debby. Aku penasaran apa yang dia berikan untuk kamu, yang kata nya pasti aku akan menyukainya." Devi pun mengangguk.
Devi mencari kado pemberian Debby, dan akhirnya ketemu hadiahnya. Devi pun tersenyum." Denis, ketemu. " Denis pun turut tersenyum.
Ada selembar kertas yang di tuliskan Debby.
Untuk dua kakak ku: Denis dan Devi.
Aku mempunya hadiah untuk kalian, spesial dari aku untuk kalian. Tetapi hadiahnya harus Devi yang menggunakannya. Ku harap kalian suka ya,wajib di pakai sekarang ya, Oke....
Itulah isi tulisan Debby yang membuat Denis penasaran sekaligus merasa kesal.
CK... Apa si isinya, mengganggu saja. Apa yang spesial nya.. Gumam Denis dalam hatinya.
Devi melihat Denis. "Kita buka ya apa isi yang di berikan Debby.?" Denis pun mengangguk.
Devi dengan semangat nya membuka bungkusan kertas kado dari Hadiahnya. Saat di buka ternyata di dalamnya masih ada bungkusan kado lagi.
"Apaan si Debby ini, niat gak sih kasih kado nya.." Dumel Denis yang sudah terlanjur kesal. Karena tertunda melakukan pemanasan di awal.
__ADS_1
"Kita buka lagi ya, kali aja di dalam nya sudah hadiahnya.?"
"Yasudah kamu buka aja, aku malas membukanya. Dia selalu saja bikin kesal, liat liat sikon ke ini di malam pengantin kita. Masih saja ngerjain orang, nyebelin banget. Liat saja nanti, saat dia menikah akan ku beri pelajaran dia sama suaminya nanti.." gerutu Denis lagi, membuat Devi jadi serba salah harus melakukan apa.
Devi hanya memandang heran Denis. Sikap Denis ada sedikit sisi garangnya seperti kakaknya. Devi tidak meladeni gerutunya si Denis, Devi pun melanjutkan membuka hadiah dari Debby.
Street.. Sssssrrrreeeettt... Saat terlihat isi dari Hadiahnya, Denis pun penasaran ingin melihatnya. Devi membuka plastiknya dan ternyata ada beberapa bahan yang berwarna terang. Devi mengambil 1 lembar bahan tipis berwarna hitam. Dan saat di lihat bentuk dari bahan yang Devi pegang, mata Devi pun terbelalak sempurna. Bukan hanya Devi, Denis pun juga ikut terbelalak matanya, saat melihat apa yang Devi pegang.
Mulut Devi menganga, mata Devi pun terbelalak. Saat melihat dua lembar pakaian dengan bahan tipis, dan transparan. Saat di lihat satu persatu, Devi lebih di kejutkan, dengan pakaian yang hanya menggunakan tali kecil dengan pita kecil sebagai penghias pakaian yang sangat tipis itu.. Bukan hanya itu, ternyata ada bahan berbentuk segitiga kecil, dengan di hiasi tiga tali yang sangat tipis, di beri sedikit renda, di bagian tali nya.
Denis dan Devi saling memandang. Dan Devi segera melempar pakaian itu ke wajah Denis.
"Aaaa... Denis itu apa, ko seperti itu. Itu juga tali untuk mengikat apa, kenapa bentuknya seperti itu sih.?"
Denis berusaha keras menahan tawanya, saat melihat wajah Devi yang begitu terkejut melihat pakaian itu.
"Aku gak tau sayang, apalagi aku yang seorang pria mana tau aku pakaian seperti ini..?" Denis pura pura tak tau, sebenarnya Denis tau apa nama pakaian itu.
Denis sebenarnya ingin tertawa terbahak bahak, saat melihat nya. Namun Denis berusaha menahannya, agar Devi tidak marah. Seketika ide jahilnya Denis pun datang.
"Terus bagaimana jadinya, itu kan pemberian dari Debby. Dan kamu juga di suruh pakai kan pemberian nya. Terus sekarang apa kamu ingin pakai gak.?"
"Eeemm... Tapi itu transparan Denis, lihat saja terlihat sangat tipis. Aku melihatnya sedikit takut, heran kenapa Debby membelikan pakaian seperti itu sih. Kalau dulu waktu aku kecil, teman temanku suka membuat saringan untuk mencari jentik untuk memberi makan ikan ******. Kenapa bisa di jadikan pakaian seperti ini sih, astaga..." Denis sekuat tenaga menahan tawa, dengan ucapan Devi.
"Kamu mau mengikuti saran ku gak.?"
"Saran kamu apa.?"
"Saran aku, kamu coba pakai satu ini. Untuk menghargai pemberian Debby. Kan kamu pakai nya hanya di dalam kamar, dan hanya untuk aku. Lagian aku kan sekarang sudah menjadi suami kamu, dan kamu sudah menjadi istri aku. Jadi SAH SAH saja kamu memakai itu untuk suami kamu."
__ADS_1
"Ta... Tapi aku malu Denis, aku gak pernah memakai pakaian seperti ini.?"
"Hanya di awal saja kamu malu. Gimana kamu mau pakai tidak.?" Devi nampak berpikir,dengan ucapan Denis.
"Eeemmmm...... Yasudah aku coba pakai, demi menghargai pemberian Debby. Tapi kamu janji ya jangan macam-macam setelah aku pakai ini...?"
"Iya aku janji gak akan macam macam ko sayang." Dengan tersenyum, dan menunjukan dua jari telunjuk dan jari tengahnya seperti huruf V.
"Ya sudah sini,aku pakai." Devi mengambil pakaian itu, lalu di bawa nya ke dalam kamar mandi.
Saat Devi sudah masuk ke dalam kamar mandi dan mengunci pintu. Denis barulah tertawa cekikikan.
" Khikhikhik.... Astaga Debby Debby kamu itu bisa bisanya memberikan hadiah ini untuk Devi. Sudah tau temannya itu anak tomboi, di belikan pakaian seperti ini. Mana dia tau pakaian apa ini, lucu banget si.. Tapi pinter juga ide Debby itu, gadis seperti Devi, yang tidak peka sama keadaan. Harus di pancing agar kena umpannya. Hihihi...."
Sementara Devi di dalam kamar mandi, sedang bercermin saat menggunakan pakaian itu...
" Astaga pakaian apa ini, hanya jaring jaring untuk menjala ikan. Memang tidak ada bahan lagi apa ya, ya ampun bagusan juga piyama Doraemon ku ini. Dari pada pakaian tidur dari Debby, melihat nya saja sudah meremang kulit ku... Apa yang spesial nya, yang ada serem iya..." Gerutu Devi di kamar mandi.
Sedangkan Denis di tempat tidur, masih senyum senyum mengamati pakaian pemberian dari kembaran nya itu.
Otak Denis pun sudah mulai koslet, Denis merasa seperti orang yang kurang waras tersenyum Sendirian di kamar.
Cekla....Pintu kamar mandi pun terbuka,dan terlihat Devi yang keluar dari kamar mandi. Devi berjalan mendekat ke arah Denis, dengan menyilang kan tangannya di bagian depan. Dengan rambut yang lurus, dengan wajah yang menunduk nampak malu malu.
Semakin dekat, Devi semakin terlihat sempurna bagi Denis. Denis sendiri terpesona melihat kecantikan Devi, apalagi dengan menggunakan pakaian pemberian dari Debby.
Otak Denis sudah mulai terkontaminasi dengan hal hal yang li*r. Yang membuat aliran darah Denis berdesir, jantung Denis pun kini berdebar sangat cepat Nafasnya semakin terasa sesak, dan suhu udara di kamar pun, tiba-tiba menjadi panas.
Denis menatap Devi seakan terpaku akan kecantikannya, tenggorokan nya pun tercekat, karena terasa kering. Denis menatap Devi, seakan merasa dirinya sedang berada di gurun pasir, yang begitu panas, dan terasa haus.
__ADS_1
bersambung