
Malam ini, Fandi sedang bermain Futsal. Fandi mengajak Naila untuk menemaninya, entah kenapa jika ada Naila dirinya akan semangat bermain bola.
Sedangkan di suatu tempat sepasang suami istri sedang memikirkan gadis kecil. Yang 11 tahun lalu di tinggal pergi kedua orangtuanya dan juga orang terdekatnya.
"Yah, bagaimana ya kabar Naila sekarang. Jujur bunda rindu dengan anak itu,pasti dia sekarang sudah tumbuh dewasa. Seperti Debby dan Denis,yang sekarang sudah berusia 23 tahun."
"Sama Bun,ayah juga kangen dengan anak itu. Ayah merasa bersalah dengan Fahmi dan Dina yang sudah menitipkan anaknya kepada kita.Haaah..."
Pak Aris membuang nafasnya yang terasa berat karena mengingat pesan Almarhum Fahmi. Sahabatnya yang sudah dia kenal sejak lama, yang tak lain adalah ayah dari Naila.
"Andai saja Naila ikut dengan kita, pasti kita sudah kumpul dengannya. Dan Dina pun pasti bahagia anaknya bersama kita yah. Karena ku yakin Farida tidak akan perduli dengan Naila. Pasti dia sangat membenci Naila, bagaimana pun Farida itu sangat membenci Dina. Bunda jadi khawatir sama Naila ya, berapa kali Dina datang ke mimpi ku. Dia selalu bilang titip anak ku , titip anakku. Persis seperti yang dia ucapkan saat Dina masih ada." Bunda mengingat kembali apa yang di ucapkan ibunya Naila sebelum beliau meninggal.
"Ya kita tau Farida itu sangat membenci Dina,bahkan di saat dia sudah menikah dengan Tommy pun masih saja membencinya. Ayah tau walaupun Farida membenci Naila, tetapi Tommy menyayangi nya. Tommy akan melindungi Naila, dan menyayangi Naila seperti putri nya sendiri."
"Semoga ya yah, entah di mana Tommy itu sekarang. Di di pindahkan kerja,dan memboyong semua keluarganya ,termasuk Naila."
"Entahlah Bun, yang pasti ayah akan selalu mencari Tommy dan Naila. Berdoa saja agar pencarian ayah berhasil."
"Amiin... Yasudah kita tidur yuk,sudah malam. Ayah harus istirahat, agar ayah cepat sehat ." Pah Aris pun mengangguk dan mereka pun menarik selimutnya dan tertidur.
Flashback.
28 tahun lalu di mana Ada tiga orang gadis, yang bekerja di salah satu pabrik pembuatan sepatu di kawasan Tangerang. Tiga gadis itu bernama Dina Rossa dan Farida, di mana mereka selalu bersama.
Di saat mereka sedang membeli makanan untuk makan siang, Dina terserempet oleh sebuah motor. Dan Dina mengalami luka di bagian kakinya. Dan pria itu pun turun dan membantunya, untuk bertanggung jawab ke Dina.
Dan pria itu bernama Tommy dia adalah pekerja baru di tempat Dina bekerja. Tommy ini adalah scurity di tempatnya nya Dina bekerja. Hubungan mereka semakin dekat saat beberapa bulan kemudian, dan mereka menjalin hubungan. Dan di saat itu juga Rossa di dekati oleh pengawas di pabrik di tempat Rossa dan Dina bekerja. Dan akhirnya hubungan mereka berempat sangat dekat karena sering jalan dan makan bareng.
Di sini Farida kah yang tidak mempunyai pasangan. Farida kesal dan iri dengan dua temannya itu, dan bukan hanya itu Farida diam diam juga menaruh hati dengan Tommy. Dan Farida sudah mempunyai niat buruk untuk mengambil Tommy dari Naila.
Dan di suatu hari di mana adalah hari yang tidak di inginkan Dina . Di mana di saat itu dia melihat pengkhianatan yang di lakukan Tommy dan Farida.
__ADS_1
Di saat Tommy sakit, Dina berniat ingin menjenguk Tommy di sebuah kontrakan nya.Dengan membawakan makanan,minuman dan buah-buahan, agar dapat di makan oleh Tommy.
Sehari sebelum Dina menjenguk Tommy. Di saat waktu istirahat Dina hendak mengajak Rossa dan Farida, untuk menjenguk Tommy sehabis pulang kerja.
"Rossa, Farida kalian mau ikut tidak besok. Aku ingin menjenguk Tommy, kasian keluarganya di Jakarta."
"Bagaimana ya,aku ingin ikut . Hanya saja Mas Aris ngajak aku jalan nanti sepulang kerja. Apa aku tolak aja ya Din agar aku bisa nganterin kamu kesana.?"
"Gak usah, nanti yang ada mas Aris mu marah dan cemburu sama aku. Hihihi..." Dina dan Farida terkekeh. Sedangkan Rossa hanya memanyun kan bibirnya.
"Kalau kamu Farida bisa gak besok.?"
"Eeemmm... Gimana ya, sebenarnya besok aku izin tidak masuk kerja Din. Aku ada urusan yang harus aku lakukan, aku jadi ragu kasian kamu kalau jalan sendiri.?" Farida melihat Dina dengan tatapan aneh.
"Yasudah tidak apa,kamu selesaikan urusan kamu. Aku bisa sendirian ke rumah Tommy".
Dan itulah pembicaraan mereka bertiga.
Rossa sudah di tunggu oleh Aris di depan gerbang, dan Rossa dan Dina pun menghampiri Haris.
"Dina, Rossa nya aku pinjam sebentar ya..?"
"Iya mas Aris,bawa aja Rossa nya. Kalau gak di kasih nanti mas Haris ngambek lagi". Goda Dina membuat Rossa dan Aris terkekeh.
"Farida gak masuk ya.?"
"Kan dia izin kemarin.?"
"Astaga iya aku lupa, maklum saking banyaknya karyawan sampai lupa kalau Farida sudah minta izin." Rossa dan Dina hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya." Ow iya Din, titip salam sama Tommy ya. Suruh cepat sembuh,agar cewek nya tidak sendirian.heheheh...." Ledek balik Aris.
"Heheheh... Iya mas,nanti aku salam dari mas Haris. Yasudah aku duluan nya,pas banget ,tuh ada angkot arah kesana."
__ADS_1
"Iya Din, hati hati ya."
"Iya , kalian hati hati juga."
Dina pun menaiki mobil angkot nya, lalu melambaikan tangan nya ke arah Rossa dan Aris.
Saat Dina menuruni angkot Dina menyusuri jalan. Setelah sampai di kontrakan yang berjejer, Dina pun bertanya ke salah satu warga setempat. Untuk menanyakan kontrakan yang Tommy tempati. Dan setelah Dina menemukan kontrakan yang Tommy tempati, dengan membawa bingkisan di tangan nya. Kini Dina sudah sampai di depan pintu kamar Tommy.
Namun perasaan Dina sangat tidak enak,bketika melihat dua sendal yang sangat Dina kenal. Ya Dina tau kalau itu sendal Tommy dan sendal sahabatnya yaitu Farida.
"Loh ini kan sesak Farida, kata nya dia ada urusan. Kenapa dia di sini, apa benar ini kontrakan Tommy. Ko aku deg degan ya, ko perasaan aku gak enak gini ya. Aaahh sudahlah mungkin ini hanya perasaanku aja, mungkin Farida kebetulan lewat dan jenguk Tommy."
Dina membuang pikiran buruknya, lalu Dina mengetuk pintunya.
"Assalamualaikum...Mas Tommy". Dina mengetuk pintu, namun pintu itu tak terkunci.
Tapi hordeng pun tertutup rapat, lalu Dina mendorong pintu itu. Dina pun masuk,tidak ada orang di sana. Terlihat berantakan sekali rumah Tommy, ada kaos Tommy yang berada di lantai. Dina sudah mulai berpikir yang tidak tidak saat ini.
Saat Dina liat di kamar alangkah terkejutnya pandangan yang Dina lihat. Sahabat dan kekasihnya berada di dalam satu selimut yang sama, dalam ke adaan tak berpakaian. Dan mereka berdua pun tertidur bersamaan
Praaak....Bingkisan yang Dina bawa terlepas dari tangan Dina. Tommy pun membuka matanya, saat di lihat Dina yang berada di hadapannya Tommy pun tersenyum.
"Dina". Namun Tommy melihat Dina bukan nya tersenyum melainkan menangis." Sayang kamu kenapa.?"
Saat Tommy hendak bangun, namun tangannya terasa berat. Saat melihat ke samping alangkah terkejutnya saat melihat ada Farida di sebelahnya. Ya Farida yang sedang tertidur tanpa pakaian, hanya menggunakan selimut yang juga di gunakan dengan dirinya. Kini Tommy berada di satu selimut yang sama, dan lengan Tommy sebagai pengganti bantal. Jika Tommy bangun maka selimut yang Farida gunakan akan tertarik bersamaan dengan Tommy.
"Apa yang sudah kalian lakukan. Kenapa bisa ada Farida di sini, dan apa yang kalian lakukan.?" Teriak Dina dan disertai tangisan.
Tommy merasa bingung apa yang sudah terjadi. Seingatnya dia sedang tertidur lalu Farida datang,saat Tommy ingin minum Farida yang mengambilkan minumannya. Setelah itu Tommy tak ingat, yang Tommy tau dirinya sedang bersama Dina dan sedang ber... ci....uman.
Dan dari kejadian itulah Dina memutuskan hubungannya,dan menjauh dari Farida dan Tommy. Dua bulan kemudian Dina pindah kerja di pabrik lain, dari situlah Dina mengenal Fahmi. Dan seiring nya waktu,mereka menjalin hubungan. Dan saling mengenal hanya 6 bulan dan mereka langsung menikah, dan dari situlah Dina tau kalau Tommy kakak iparnya. Dan Fahmi pun mengerti dan dari situ Fahmi mengajak Dina untuk pindah di Daerah Tangerang. Dan di saat itu juga Rossa ikut tinggal bersama di dekat rumah Dina.
__ADS_1
Flashback of