Cinta Masa Kecil Naila

Cinta Masa Kecil Naila
Pindah rumah


__ADS_3

Tanpa menunggu aba-aba, dan mendengar jawaban Naila. Brian melanjutkan aksinya dengan permainannya untuk yang ke dua.


Naila pun akhirnya mengalah, dan pasrah apa yang akan di lakukan oleh suaminya saat ini.Memang sudah menjadi kewajiban dan tugasnya Naila saat ini, apa yang menjadi kebutuhan Brian.


Dan terjadilah eng ing eng..pok pok pok jederr....Heheheh....


Dan benar saja setelah melakukan permainannya, Brian mengizinkan Naila untuk membersihkan diri. Dan mereka pun melakukan kewajiban sebagai muslim mereka berdua.


Setelah selesai Naila berkaca di depan cermin,dengan wajah yang cemberut. Sedangkan Brian yang sedang memakai minyak wangi, bibirnya tersenyum senang dan penuh kemenangan.


"Sayang kamu belum rapih sih, kata nya mau keluar. Apa kamu masih betah di kamar sama aku, Hem..." Dengan kedipan matanya seraya menggoda.


"Apaan si mas, Liat nih leher aku mas.." rengek Naila sambil menujuk bagian lehernya.


Dengan mode bibir maju 5 senti., Membuat Brian berusaha menahan tawanya.


"Laah ko banyak banget si Nai, seperti nya aku gak bikin sebanyak ini. Mungkin ini ulah nyamuk kali Nai, lalu memanggil semua pasukannya." Brian masih mode ngeledek Naila.


"Maaasss...~~ " rengek Naila.


"Iya sayang, maaf maaf ya. Habis nya kamu semalam itu gemesin tau gak suara kamu." Di saat itu juga pipi Naila berwarna merah bagaikan tomat. " Kamu diam aja ya, aku cari sesuatu untuk menutupi tanda cinta yang sudah aku buat ini. Muuuaaach.." Brian menci...um pipi Naila.


Lalu Brian meninggalkan Naila yang masih duduk di meja riasnya. Brian masuk kembali membawa sebuah parsel makeup, dan di letakan di depan Naila.


"Buat apa mas kamu bawa ini.?"


" Kamu pakai ya. Gak mungkin aku nanya foundation ke Debby untuk kamu pagi pagi lagi. Ya aku bawain ini, kamu pakai aja di wajah dan utamakan di bagian lehernya agak di tebal kan. Soalnya yang aku baca seperti itu semalam." Kata Brian dengan senyuman tanpa rasa bersalah.


Naila membelalakkan matanya mendengar kejujuran dari suaminya itu.


"Apa... Jadi kamu sudah tau cara menyamarkan nya. Mangkanya kamu buat tanda ini sebanyak-banyaknya, keterlaluan kamu mas... Iiihhh..." Naila sangat gemas dengan suaminya itu

__ADS_1


Sedangkan Brian hanya tertawa melihat istrinya kini sedang kesal. Akhirnya Naila mengikuti apa yang dikatakan Brian, dengan menutup tanda merah nya dengan Foundation, alas bedak.


Brian pun terkekeh melihat Naila yang menggunakannya dengan bibir maju 5 senti. Akhirnya Brian membantu Naila memakaikannya.


"Sini mas bantuin, jangan manyun begitu mau aku serang lagi. Biar terus pinalti, hehehe .." Sebenarnya Naila ingin tertawa namun Naila menahan.


Brian membantu nya menggunakan Foundation, setelah itu Naila tutup menggunakan bedak padat. Naila tersenyum karena noda merahnya tertutup.


Brian dan Naila keluar dari dalam kamarnya, di sana ada bunda dan ayah sedang di ruang makan. Ayah yang sedang meminum kopi, sedangkan bunda sedang membersihkan sayuran.


"Eeh anak bunda sudah bangun.. Bagaimana tidurnya lelap gak, apa Brian mengganggu kamu.?" Ucap bunda Rossa membuat Naila tersipu malu.


"Ya begitulah Bun, mas Brian." Jawab Naila dengan gugup.


"Gak akan aku biarkan buat tidur nyenyak Bun. " Celetuk Brian membuat Naila membelalakkan matanya ke arahnya.


Sedangkan bunda dan ayah pun hanya tersenyum mendengar Brian yang menjahili istrinya itu.


Naila yang kini sedang membuatkan kopi untuk Brian dan juga untuk teman kopi nya. Membuat pemandangan indah bagi Brian, memang inilah yang Brian inginkan melihat seorang wanita yang dia sayangi membuatkan sarapan untuknya.


Datanglah Debby dan Denis, duduk bersama mereka. Brian yang kini sedang menikmati kopi yang di buatkan bunda, serta Debby dengan minum susu yang di buatkan bunda juga.


"Iih para pasutri sudah datang. Gimana Nai pertama kali tidur di rumah ini, udah gitu sama Ka Brian lagi.?"Tanya Debby menaik turun kan alisnya..


"Eehh anak kecil jangan ngeledekin Naila. Nanti giliran kamu di ledikin aja nangis.' goda Denis, yang membela Naila.


"Idih sembarangan ngatain anak kecil, kita seumuran jadi jangan manggil seenaknya aja dong.?" Celetuk Debby yang tak terima di ledek Denis.


Keesokan harinya pagi hari setelah drama antara Naila dan Brian terulang lagi. Masih dengan topik drama pagi hati tentang menyamarkan noda merah di lehernya Naila, yang semakin bertambah menurun di bagian leher kebawah.


Brian semakin senang melihat istrinya itu cemberut, karena Naila yang dia kenal sebelum menikah menjadi pribadi pendiam. Mangkanya Brian ingin mengubah Naila kembali seperti Naila kecil yang cerewet dan menggemaskan.

__ADS_1


Aduh Brian jangan pake di ubah untuk jadi cerewet, pasti para istri akan cerewet pada masa nya. Hihihi tunggu aja, kalau wanita sudah mengeluarkan suara, para rocker, dan rapper pun kalah. Heheheh....


Next...


"Nai, besok kita pindah ya ke tempat rumah baru kita"


"Rumah baru,memang kamu beli rumah baru lagi mas.?"


Brian yang benar benar gemas langsung mengg...igit ujung hidung Naila.


"Aduuh sakit mas.." Naila mengusap usap hidungnya. Brian malah tersenyum.


"Lagi kamu pakai di jelaskan, rumah yang waktu itu aku rebut ci... Uman pertama kamu, hah baru paham. Harus di perjelas ya kamu.?"


" Idih ful...gar banget si ngomong nya.. iya iya aku tau. Memang gak kecepatan mas pindah ke sana. Baru juga kemarin kita nikah udah pindah aja si.?"


"Biar kita bisa berduaan dengan bebas. Kalau di sini ada ada iklan yang lewat. Entah Debby, Denis, ayah dan bunda. Filmnya juga belum mulai udah iklan terus.." Kata Brian dengan ngedumel.


Naila yang mendengarnya hanya tersenyum.


"Yasudah iya mas. Tapi kalau aku kesepian aku boleh kan main ke sini atau ke tempat Devi.?"


" Iya boleh sayang masa gak boleh".


"Terimakasih mas."


"Sama sama istri ku sayang.."


Dan keesokan harinya 3 hari Naila menjadi istri dari Brian. Hari ini Brian memboyong istrinya untuk tinggal di rumah mereka. Sebenarnya bunda dan yang lainnya merasa keberatan. Karena Naila baru saja berkumpul kembali dengan mereka, tapi Brian sudah mengajak Naila pindah. Namun bunda tidak bisa berbuat apa-apa, sekarang Brian sudah mempunyai keluarga sendiri, dan itu hak nya Brian jika ingin pindah kerumah Mereka. Toh juga rumah nya tidak terlalu jauh dari rumah Bunda, hanya 25 menit saja kalau menggunakan motor.


Dan sebenarnya Naila juga tidak ingin pindah, Naila masih ingin kumpul bareng dengan bunda, ayah, Debby dan Denis. Tapi apalah daya, Naila juga harus mengikuti kemanapun suaminya membawa dirinya.

__ADS_1


Kini Naila dan Brian sudah berada di rumah baru mereka. Rumah yang masih terlihat bersih, karena memang Brian menyuruh seseorang untuk membersihkan rumahnya. Walaupun jarang di tempati, tapi masih ada penjaga rumah yang tinggal di belakang rumah Brian.


Kini Naila sedang mengeluarkan pakaian nya dari dalam koper, yang sempat Naila ambil di kontrakan nya. Saat Naila mengambil pakaian, ada buku diary yang terjatuh dari tas. Dan terjatuh tepat nya di hadapan kaki Brian, dan Naila terkejut melihatnya.


__ADS_2