Cinta Masa Kecil Naila

Cinta Masa Kecil Naila
Aku mencintai Naila


__ADS_3

"Sama sayang, paman pun juga kangen sama kamu." Sambil menoel hidung Naila." Bukan hanya paman, tuh Melly pun sangat merindukan kamu nak.?"


Lalu ayah Haris dan bunda Rossa menghampiri pak Tommy. Pak Tommy pun terkejut, ternyata teman lamanya datang . Dan kini berada di hadapannya..


Ayah Haris,bunda Rossa dan paman Tommy pun tersenyum.. Sudah sekian lama, mereka tidak bertemu. Dan kini mereka di pertemukan kembali.


Tommy dan Haris bersalaman dan berpelukan seorang sahabat yang tak pernah berjumpa. Dan dengan bunda Rossa Tommy hanya bersalaman.


"Haris, Rossa. Sudah sekian lama kita tidak berjumpa, bagaimana kabar kalian sekarang.?"


"Baik, Tommy. Bagaimana juga kabar kamu sekarang.?" Tanya pak Haris kembali, dengan senyuman.


" Ya beginilah, Alhamdulillah masih di beri kesehatan sama Allah." Tommy melihat ke arah Brian, Debby dan Denis." Ini anak anak kalian.?" Haris mengangguk.


"Ya Tommy, dia anak anak kami. Teman masa kecil Naila. Dan ini Brian, putra sulung ku. Dia yang akan menikahi Naila keponakan mu".


Brian menc..ium punggung tangan pak Tommy. Pak Tommy pun tersenyum, dan menepuk pundak Brian." Ternyata kamu sudah besar Brian, dan tampan pula. Persis seperti ayah kamu nak. Tidak menyangka Dina dan Fahmi menjodohkan kamu dan Naila. Paman senang mendengarnya."


Pak Tommy menatap wajah Naila yang tersenyum ke arah Brian." Paman titip Naila sama kamu ya Brian. Paman percayakan Naila bersama kamu, sayangi dia, jangan buat Naila bersedih ya.?" Brian mengangguk.


"Insya Allah paman, aku akan menyayangi Naila, dan tidak akan membuatnya bersedih." Jawab Brian dengan wajah Serius.


Pak Tommy pun tersenyum." Paman percaya sama kamu nak."


Lalu pak Tommy melihat ke arah Debby dan Denis." Kalian sahabat kecil Naila kan.?" Denis dan Debby pun tersenyum.


" Kalian sudah besar, cantik dan tampan. Beruntung nya Haris mempunyai kalian semua. Ayo ayo semua masuk, jangan di luar. Aku sampai lupa menyuruh kalian untuk duduk di dalam." Kata pak Tommy yang menyuruh masuk para tamu istimewa nya .


Melly yang mendengar suara Naila dari dalam kamarnya. Langsung keluar kamar dan mengintip apa benar yang datang adalah kakak sepupunya.


Saat di lihatnya benar, kalau yang datang adalah Naila. Melly pun langsung keluar menghampiri kakaknya.


"Kak Naila." Naila pun menoleh ke suara yang memanggilnya.


"Melly." Naila pun menghampiri Melly yang berada di depan pintunya.


"Ya ampun dek kakak kangen banget sama kamu."


Naila menitikan air mata saat Melly mem..eluk nya.


"Melly juga kangen sama kakak. Tau gak, aku kesepian gak ada kakak. Gak ada tempat berbagi cerita ku. Hiks hiks hiks.."

__ADS_1


Mereka pun menyaksikan adegan drama antara Naila dan Melly. Terutama pak Tommy yang tersenyum melihat putrinya bisa ketemu lagi dengan Kaka nya.


" Dia anak bungsu ku, dia memang paling dekat dengan Naila. Hanya Naila yang dekat dengannya, Mangkanya tidak bertemu Naila, sekali nya bertemu ya seperti itu." Paman Tommy menjelaskan.


Dan keluarga Brian pun mengangguk dan tersenyum. Ternyata masih ada yang menyayangi Naila di rumah itu, pikir keluarga Brian.


Naila memperkenalkan keluarga Brian. Terutama Brian, yang di kenalkan sebagai calon suaminya.


"Waaah kakak, ini calon suami kakak.?" Naila mengangguk." Iiihh ganteng banget ka. Mirip artis Billy Davidson tau ka". Bisik Melly, matanya melirik Brian.


Tentunya Brian tersenyum, karena di puji oleh Gadis kecil.


"Yang satunya juga Ka, cute banget si. Mirip artis Maxime Bouttier." Melly berbisik lagi ke Naila.


"Trimakasih adik kecil." Celetuk Denis yang mendengarnya." Kamu juga cantik.?"


"Eeh denger. Hehehehe... Trimakasih kagan ( kakak ganteng)". Melly terkekeh.


Tentunya Semua nya pun tertawa mendengarnya. Dan Melly pun ikut duduk di samping Naila.


Dan di sana, pak Haris menjelaskan niatnya datang ke rumah nya pak Tommy. Untuk melamar Naila menjadi istri Brian, dan tentunya lamaran nya di Terima oleh pak Tommy.


Karena di rumahnya hanya ada pak Tommy dan Melly. Sedangkan Bu Farida dan Jenny sedang keluar, karena mereka tau Naila akan datang . Jadi sengaja mereka berdua keluar untuk tidak melihat adegan yang membuat mereka membencinya. Bu Farida tidak tau kalau yang datang adalah teman lamanya, yang tak lain dari Bu Rossa.


Ya pria itu adalah Fandi,anak sulung dari pak Tommy dan Bu Farida.


"Naila, kamu datang dek.. " Saat melihat bunda Rossa dan pak Haris, Fandi bertanya tanya." Ada tamu ya rupanya, tapi sepertinya saya pernah kenal bapak dan ibu.?"


Bu Rossa dan pak Haris tersenyum.


"Iya nak, kamu pasti pernah mengenal kami. Kami tetangganya Naila dulu, sekaligus teman paman kamu dulu waktu kerja.?"


"Ow iya benar benar, aku ingat. Kalian tetangganya om Fahmi dan tanteh Dina ya. Anak kalian temannya Naila saat kecil.?"


"Benar Nak, ini anak kami". Sambil menujuk ke arah Brian Denis dan Debby.


Karena Fandi mengenal dengan gadis di samping Debby, yang tak lain Devi. Fandi pun memberikan senyuman ramah ke arah empat orang pemuda yang duduk berhadapan dengan Naila.


"Ka, kakak tau gak. Kalau om Haris dan keluarga datang kesini, ingin melamar ka Naila untuk ka Brian." Mendengar itu dari Melly, raut wajah Fandi berubah.


"Apa benar yang di ucapkan Melly yah.?" Pak Tommy pun mengangguk.

__ADS_1


Bagai tersambar petir, Fandi sangat terkejut mendengarnya. Tangan Fandi terkepal, apalagi saat tatapan Brian dan dirinya saling bertemu. Fandi menunjukkan tatapan tajam ke arah Brian.


Raut wajah ramah Fandi berubah menjadi wajah tak suka. Naila dan pak Tommy melihat perubahan wajah Fandi yang berubah sangat tidak ramah.


Brian sendiri melihat jelas perubahan raut wajah pria yang berada di hadapannya ini. Saat mendengar kalau Naila akan di lamar, dan menjadi istri nya.


"Ayah bercanda kan. Naila apa benar mereka datang ingin melamar kamu.?"


"Iya ka, mereka datang untuk melamar aku." Naila berdiri menjelaskan ke Fandi.


"Gak, kamu gak boleh menikah dengan siapapun termasuk pria ini.?" Sambil menujuk ke arah Brian.


Tentunya Brian sangat tidak suka dengan cara Fandi menunjuk nya.


"Apa maksud kamu, Naila milik saya.." Ucap Brian dengan tatapan membunuh.


"Ada apa ini, Tommy apa yang dimaksud putra mu ini. Kenapa putra mu mengatakan itu..?" Ucap pak Haris dengan nada marah.


"Maaf Haris, nanti aku jelaskan ke kamu. Fandi kamu apa apaan, Naila itu akan menikah." Jawab pak Tommy dengan melihat ke arah Fandi.


"Gak yah, ayah tau kalau aku mencintai Naila. Naila kamu sendiri sudah tau kalau aku cinta sama kamu, kenapa kamu melakukan ini sama aku.?" Tangan Fandi menggenggam tangan Naila.


"Apa apaan ini, Naila milik saya. Lepaskan tangan kamu dari Naila". Brian memegang tangan Naila satu.


"Bukan, Naila bukan milik kamu. Naila milik saya, dari kecil kami bersama-sama hidup dirumah ini."


"Ya tapi kamu kakaknya Naila." Timpal Denis yang sudah sangat geram." Lepaskan tangan Naila." Bentak Denis.


"Diam kamu, saya sangat mencintai Naila.."


"Ka benar kata Denis, aku menganggap kakak sebagai kakak aku, gak lebih. "


"Gak, aku gak mau kamu menjadi milik orang lain. Aku tersiksa tidak ada kamu di sini Naila."


Saat itu juga Fandi melihat ada sebuah gunting kecil berujung runcing di atas mejanya. Fandi pun mengambilnya dari atas meja,dan di arahkan ke leher Naila.


Dan Semuanya pun terkejut melihat Fandi melakukan itu ke Naila. Terutama Brian yang sangat takut terjadi sesuatu kepada Naila .


"Fandi..." Bentak pak Tommy." Apa yang kamu lakukan ke Naila, dia itu adikmu.?"


"Menjauh dari ku, aku menganggap Naila lebih dari kata adik. Ayah aku mohon jangan halangi aku, ayah tega aku mencintai Naila tapi ayah malah menerima lamaran Naila. Lebih baik Naila aku bawa dari sini, ayo Naila ikut kakak."

__ADS_1


Mata Fandi di tutupi rasa cintanya ke Naila. Bukan cinta yang mungkin Fandi rasakan saat ini, lebih tepatnya Fandi terobsesi kepada Naila. Mangkanya Fandi kekeh ingin memiliki Naila, Fandi menghapus kata adik untuk Naila. Baginya Naila itu wanita yang telah membuatnya jatuh cinta, dan rasa ingin memilikinya begitu besar.


Bersambung.....


__ADS_2