Cinta Masa Kecil Naila

Cinta Masa Kecil Naila
Buku harian Naila


__ADS_3

Dan ternyata Tuhan mendengar harapannya, Brian di pertemukan kembali oleh Naila. Dan bukan hanya itu, ternyata kedua orang tua mereka juga sudah menjodohkan Naila dengannya. Dan entah kenapa pula Brian justru senang saat di jodohkan, dan Brian tidak mau menolaknya.


Namun justru Brian di buat terkejut saat tau adiknya itu juga menyukai Naila, dan memiliki rasa kepada Naila. Dan dari sana ada keraguan di benak Brian, namun Brian terkejut saat mendengar jawaban dari Naila. Kalau Naila menerima perjodohannya, dan mau menikah dengan Brian. Padahal pria itu yang semasa kecilnya selalu membuatnya menangis, dan selalu memarahi nya.


Brian tersenyum dan memperhatikan istrinya yang kini sedang tertidur.


"Kamu dalam keadaan tidur saja, kamu masih terlihat cantik sayang." Kata Brian dengan suara pelan nya.


Saat hendak bangun, Brian melihat kotak meja yang di samping tempat tidurnya terbuka. Dan Brian melihat buku milik Naila, yang pernah Brian lihat saat terjatuh dari koper saat pindah. Ya buku itu adalah buku harian milik Naila, Brian melihat Naila yang masih tertidur pulas. Secara perlahan Brian mengambil buku itu dari kotak, dengan sangat hati-hati Brian menutup kotak itu kembali. Setelah dapat Brian bangun dan berdiri, berjalan dengan hati hati menuju sofa di kamar nya itu.


Brian tersenyum saat berhasil mengambil buku itu, sudah sejak lama Brian penasaran dengan tulisan isi buku milik Naila.


" Apa si yang dia tulis, sampai segitu privasinya sampai di umpetin segala. Jadi penasaran aku, maafkan aku ya sayang sudah lancang baca buku kamu.?"


"Gak apa-apa mas.." Brian menjawabnya sendiri.


"Trimakasih ya sayang.. hihihi..." Brian terkekeh sendiri.


( Apa sih mas Brian, dia yang ngomong, dia juga yang jawab sendiri. Mau author ketok pakai remote tv.. Bikes deh.. Hihihi....)


Next...


Brian membuka selembar buku itu, dengan mata yang sedikit sedikit melirik ke arah Naila. Di buku itu bertuliskan.

__ADS_1


5 Juni 2014"


Di hari ini, adalah hari yang paling menyebalkan. Ya hari ini ka Brian menyebalkan sekali, dia memarahiku karena aku terjatuh dari sepeda, dan merusak tanamannya yang untuk di bawa sekolah besok. Untung saja ada Denis yang membantuku, dia temanku yang baik. Di seperti pahlawan yang selalu membantuku. Maaf ya ka, besok akan aku ganti dengan tanaman kesayangan aku.


Ada senyuman di bibir Brian, saat membaca nya. Walaupun di buku itu tertulis Denis seperti pahlawan. Tetap saja bagi Brian itu sangat gemas sekali saat membacanya.


16 Juni 2014


Ka Brian baik, dia menolongku di saat Reka dan teman temannya mendorong ku. Di saat Denis tak ada, dan di saat Andra menyakiti aku, untung saja ada ka Brian. Mereka di marahi Ka Brian, sang langsung lari ketakutan. Bukan hanya itu Ka Brian juga menggendong ku dan mengobati luka di kaki ku. Trimakasih KA Brian, ternyata kakak tidak sejahat yang aku lihat.


Lembar demi lembar Brian membaca isi dari tulisan Naila. Seorang anak kecil, duduk di sekolah dasar. Dia menulis tentang curahan hatinya di sebuah buku, bukankah itu sangat manis.


Memang tak banyak yang setiap Naila tulis di buku itu. Hanya saja Brian suka akan setiap tulisan yang selalu menyebutkan namanya di buku nya itu.


Aku membenci ka Brian, dia jahat banget. Dia dengan teman temannya menjahili aku, mereka memasukan petasan di kantong celanaku. Padahal itu celana baru ku boleh ibu belikan saat ke pasar, tapi ka Brian tega membuat celana ku menjadi rusak. Aku benci, benci, benci... Walaupun ka Brian meminta maaf, aku tetap tidak mau memaafkan kakak, dia nyebelin....


Brian membacanya ada sebagian kata kata yang membuat dirinya merasa bersalah. Ya memang saat itu Brian pun juga menyesal sudah berbuat jahat kepada Naila. Dan Brian saat itu selalu meminta maaf kepada Naila, karena Brian selalu di hantui rasa bersalahnya kepada Naila.


Setiap tulisan Naila ada yang mengandung bawang, ada juga yang membuatnya tergelitik saat membacanya. Sudah cukup banyak yang Brian baca pada buku itu, sesekali Brian tersenyum menatap Naila yang kini sudah menjadi istrinya.


20 April 2016


Hai... Aku menuliskan ini, karena hari ini aku sangat bahagia sekali. Tau gak aku bahagia Kenapa, ya aku bahagia karena hari ini aku ulang tahun. Ibu membuatkan aku cake ulang tahun sepesial untuk ku, hihihi.... Dan ayah ku juga memberikan hadiah spesial, yaitu sepeda yang aku inginkan. Kata ayah agar aku semangat ke sekolah menggunakan sepeda bareng Denis dan Debby. Dan bukan hanya itu saja, bunda Rossa dan ayah Haris juga memberikan ku hadiah. Ya aku mempunyai banyak hadiah dari paman Denis Debby dan ka Brian. Iya ka Brian yang menyebalkan itu. Tapi ka Brian lagi tidak menyebalkan, dia memberikan ku hadiah dua buah boneka. Ya ka Brian memberikan ku dua boneka beruang kecil, berwarna biru dan coklat. Boneka nya lucu, dan aku suka. Boneka ini akan menjadi temanku saat di kamar.. Terimakasih ya ka Brian, ternyata selain kakak garang kakak juga baik dan manis. Terimakasih kasih untuk hadiahnya.

__ADS_1


" Anak itu selalu ada aja kelakuannya. Dan terima kasih kamu sudah menyimpan salah satu boneka itu sampai sekarang."


Brian terus membaca lembar demi lembar. Sampai di mana Brian membaca sebuah tulisan yang membuatnya turut sedih. Dan kembali mengingat akan kejadian 11 tahun lalu, di sebuah pemakaman. Di sana juga Brian merasakan kesedihan yang teramat dalam, karena menyaksikan kejadian saat dua orang yang Naila sayangi pergi untuk selamanya.


10 Juli 2017


Sudah lama aku tidak menuliskan isi hatiku di sini. Rasanya kekuatan aku hilang di bulan ini. Bulan ini bulan yang paling aku benci, di bulan ini aku kehilangan dua sosok orang yang aku sayangi. Ayah dan ibu, mereka sudah tiada untuk selamanya. Dia pergi meninggalkan aku, seorang diri. Aku tidak mempunyai siapapun karena mereka pergi untuk selamanya. Kenapa di hari yang bahagia saat aku akan lulus sekolah, dan akan meninggalkan sekolah ku yang lama. Di mana hari itu adalah hari yang buruk, ya hari itu adalah hari terakhir aku menatap wajah mereka. Hatiku hancur, ya hancur berkeping-keping. Dunia ku runtuh, karena hanya mereka yang aku punya, tapi mereka pun kini meninggalkan aku. Aku ingin ikut mereka, aku ingin ikut mereka. Ayah ibu, aku ingin ikut kalian.


Saat membacanya pun Brian turut menitikan air matanya. Di mana saat itu Naila sangat rapuh. Dan Naila menjadi sosok yang menjadi murung. Masih teringat jelas dalam ingatan Brian masa masa itu.


15 Juli 2017


Trimakasih bunda Rossa, ayah Haris. Kalian baik padaku, kalian memberikan perhatian kalian kepadaku, kasih sayang kalian seperti ibu dan ayahku. Dan terutama ka Brian, dia menjadi sosok yang baik kepadaku. Di sudah tidak marah marah lagi kepadaku, walaupun aku masih berkabung tapi aku sedikit bahagia jika bersama mereka. Jujur aku sayang dengan kalian semua, aku harap aku selalu bisa bersama kalian. Walaupun paman ku menyuruhku untuk ikut dengan nya, tapi aku tidak mau. Aku takut sama bibi Farida, dia kan tidak menyukai aku dan ibuku.


Brian membacanya ada senyuman di bibirnya. Di mana Brian teringat kembali, Brian berjanji pada dirinya sendiri, untuk tidak akan memarahi atau menjahili Naila. Di saat itu Brian selalu berusaha baik, dan mencoba selalu menghibur Naila. Di sana Brian selalu membuat Naila tersenyum dan itu berhasil, walaupun masih ada kesedihan di raut wajahnya namun Brian dapat melihat senyumannya Naila. Dan itu membuat Brian merasakan bahagia saat melihatnya.


25 Juli 2017


Sudah kehilangan ayah ibu untuk selamanya. Kini aku pun harus merasakan kehilangan sahabat sahabatku. Ya bunda dan ayah Haris, mereka pindah. Mereka meninggalkan aku di sini seorang diri. Padahal hanya mereka, aku bisa melupakan sedikit kesedihan ku. Tapi bukan melupakan kesedihan, tapi kini malah bertambah.Ya mereka juga pergi meninggalkan aku. Mereka jahat, katanya akan membawa ku ikut bersama mereka, tapi mereka tidak mengajakku. Dan Justru aku malah ikut tinggal bersama paman Tommy. Ya saat ini hanya paman lah yang aku punya, setelah semuanya pergi menjauh dari aku. Aku pasrah dengan nasib ku kedepannya, hidupku selalu di penuhi dengan awan gelap. Tidak ada cahaya yang dapat menerangi hari hari ku karena semuanya sudah pergi menjauhi ku.


Brian kembali merasakan sesak saat membacanya. Di mana saat itu, dirinya dan kedua adiknya membujuk agar Naila juga ikut dengannya. Namun kata bunda, kalau Naila tidak di perbolehkan ikut oleh pamannya. Dan paman nya sendiri lah yang akan membawa Naila dan merawatnya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2