
"Kamu tau sendiri, setelah aku putus dari Kevin.. Karena dia selingkuh di belakang aku, aku sulit untuk dekat dengan pria lain.. Aku hanya dekat dengan 2 pria saja. Selain dokter Alvin, dan kamu.. Dan dokter Alvin itu, aku benci dengannya. Dan sekarang hanya ....." Debby menghentikan perkataan, lalu menutup mulutnya.
Debby menoleh ke arah Raka yang sedang fokus menyetir.
Astaga apa yang di maksud Denis itu Raka. Apa Raka suka sama aku, bukannya dia sudah punya kekasih. Bukannya waktu itu aku melihat dia bergandeng tangan dengan seorang gadis .. Astaga Debby kenapa kamu bo*oh banget. Kenapa kamu ga merasa kalau Raka selama ini selalu baik dan perhatian dengan kamu. Pantas saja Devi dan Denis mengatakan aku tidak peka.. Bodoh".
Debby memukul keningnya sendiri. Raka yabg melihatnya, langsung menghentikan kendaraan di bahu jalan. Lalu Raka menahan tangan Debby..
" Hei... Hei .. Debby kamu kenapa. Kamu ko memukuli kening kamu, kamu pusing.? Kalau kamu pusing ayo kita balik ke rumah sakit, biar kamu di obati."
Untuk saat ini, jarak mereka begitu dekat. Debby dan Raka saling menatap satu sama lain.. Untuk saat ini jantung Debby berdetak begitu cepat. Apalagi saat ini Raka menatap Debby dalam dalam, membuat Deby seakan terpaku dengan tatapan Raka saat ini....
Saat Mereka saling menatap satu sama lain. Tiba-tiba terdengar suara panggilan telpon masuk, di handphone milik Debby...
Dan kini jarak keduanya kembali seperti semula. Raka menjadi salah tingkah, namun Raka berusaha menutupi nya dengan melanjutkan menyetir nya ..
Sedangkan Debby mengalihkan nya dengan menerima panggilan telpon dari temannya..
📞"Oke oke oke.... Aku datang, ya kalian tunggu saja. Iya bawel, bye...."
Tut panggilan pun terputus....
"Raka.. Maaf aku lupa aku sudah punya janji dengan teman temanku. Maaf untuk ajakan kamu nanti malam saja ya...."
Ada wajah kecewa pada Raka, saat Debby membatalkan ajakkan nya.
Raka tersenyum kecut." Santai aja Debby. Bukankah sudah biasa seperti ini...Ya sudah next time aja, kita buat janji lagi. Aku juga mau cek restauran aku..."
Ada perasaan tak enak hati, saat raka mengatakan itu...
"Raka. Kamu marah sama aku, aku minta maaf..."
"Kamu mau di turunkan dimana.?" Tanya Raka yang mengalihkan perkataan Debby..
Debby menatap Raka yang hanya fokus dengan menyetir.. Debby pun sadar kalau Raka kecewa dengan nya ...
"Aku turun di restoran steak di depan itu saja..."Raka pun mengangguk..
Ckit... Mobil berhenti di tempat Debby tuju.. Tatapan Raka masih fokus menatap lurus kedepan...
__ADS_1
Debby memperhatikan raut wajah Raka. Yang terlihat kecewa kepada nya..
"Raka Terimakasih ya...?" Raka hanya mengangguk tanpa suara.
"Aku turun dulu ya, terima kasih Raka.."
Saat Debby turun, dan melihat sekitar. Raka langsung melaju kendaraan, tanpa mengatakan apapun kepada Debby.
Entah kenapa Debby merasa sedih saat Raka mengacuhkan nya .. Debby pun masuk ke sebuah cafe yang di mana letaknya di samping restauran steak..
👀
Next to Debby..
Saat Debby masuk ke sebuah cafe, di mana teman-teman nya sudah menunggunya.. Ya terlihat dari luar hanya sebuah cafe, untuk kongkow-kongkow. Namun jika masuk kedalam di sana tersedia tempat karaoke, yang menyediakan untuk minum minum..
"Kalian ngapain si harus membuat acaranya di sini..? Aku tidak suka jika harus ke tempat ini.. aku mau pulang saja...?" Debby dengan marah.
"Yaelah Debby santai aja, lagian kita di cafe bukan dis*otik." Jawab salah satu teman Debby..
"Tetap saja, aku tidak mau. Aku tau ya, di dalam sana tempat apa. Sekarang aku mau balik.." Saat Debby ingin berbalik badannya, ternyata ada Kevin yang menghalangi Debby. Kevin pun tersenyum sinis kepada Debby.
"Hallo sayang, kita bertemu di sini..?"
"Lebih baik aku pulang, permisi.." Saat Debby ingin melangkah tangan Debby di tarik.
"Mau kemana baby. Kita sudah lama ya gak kumpul. Aku sangat merindukan kamu loh Debby..."
" Basi.. awas aku mau balik.. Lepasin tangan kamu .." Debby ingin melenggang pergi, namun Kevin Semakin erat menggenggam tangan Debby..
"Lepasin aku ga.. Sakit...Aaaw ... Tolongin aku dong, kalian jangan liatin aja...." Debby mencoba berontak..
"Mulai galak ya kamu sekarang Debby. Di mana Debby yang manja, yang selalu membuat aku gemas.. Tapi walaupun kamu galak, aku tetap suka. Kamu terlihat semkin SE*si tau .." Untuk kali Kevin hendak ingin menci*m bibir Debby..
Eemmmm..... Debby berusaha berontak dari dek*pan Kevin tersebut...
Lepaaaas..... Aaaa... Tolong.... Teriak Debby yang sudah amat ketakutan dengan sikap Kevin yang brutal...
Praaangg... Tiba tiba ada sebuah botol mengenai kepalanya Kevin..
__ADS_1
Aaaaahhh..... Teriak Debby dan teman temannya....Kevin menoleh kearah belakang, dan langsung..
Bbbuuuugggghhhh...... Bbbbuuuggghhhh.... Sebuah hantaman yang mengenai wajah, yang di berikan oleh seorang pria.. Kevin tak di berikan kesempatan untuk bangkit atau membalas pukulan tersebut...
Raka.... Ucap Debby dengan bibir bergetar, dan air mata berderai.
Debby amat ketakutan,sampai tak berani dengan kejadian yang sangat menyeramkan baginya. Debby menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan nya..
"Ini balasannya untuk pria yang sudah kurang ajar dengan wanita.. Ku peringat kan kamu, untuk tidak mendekati Debby kembali. Dan ku beritahu kepada mu kalau Debby itu calon istri ku." Debby terkejut dengan apa yang di katakan oleh Raka barusan..." Sampai kamu berani melakukan hal hal yang kurang ajar seperti ini. Aku tak segan segan untuk mematahkan kedua tangan mu, agar tidak bisa berbuat kotor kepada Debby lagi."
Kevin amat ketakutan menatap wajah pria yang ada di hadapannya itu. Ya Raka menatap Kevin dengan tatapan membunuh, dan itu membuat Kevin dan teman teman Debby yang lainnya bergidik ngeri.
"Dan kalian. Bukankah kalian itu teman Debby. Kenapa kalian ingin menjerumuskan Debby ke tempat seperti ini.. Debby buka gadis nakal seperti kalian. Kalau sampai seperti ini terulang lagi kepada Debby, saya tak akan segan-segan menjebloskan kalian semua ke dalam jeruji besi.. paham kalian semua..?" Semuanya pun mengangguk kan kepalanya karena ketakutan...
" Bagus...."
Raka pun menoleh mecari Debby. Setelah Debby terlihat, Raka berjalan menghampiri Debby..
Terlihat mata Debby yang sudah basah kerena menangis..Raka menghapus air mata di wajah Debby, terlihat Debby amat ketakutan, Karena bibir Debby bergetar.
"Kamu tidak apa-apa.?" Debby mengangguk, Lalu mendekapnya." Sekarang kita kembali ke pulang ya...?"
Debby mengangguk, lalu Raka membawa Debby keluar dari tempat itu. Tangan Debby di genggam erat oleh Raka . Sampai mereka berdua jadi bahan tontonan bagi stiap mata yang memandangnya.
Flashback.
Tanpa Debby sadari, Raka memperhatikan Debby saat masuk ke cafe tersebut.. Ya Raka memutar balik mobilnya, melihatnya dari sebrang jalan. Raka memantau Debby, dan melihat kemana Debby pergi..
Tempat ini... Bukankah tempat ini. Astaga Debby mau apa dia kesini. Kalau sampai Brian dan Denis tau, bisa habis di marahi seluruh keluarganya...
Raka pun melaju kendaraan nya dan memutar balik, menuju tempat yang di datangi Debby. Yang di mana tempat Raka menuruni Debby ..
Raka masuk kedalam dan melihat ke sekeliling tempat itu. Yang di mana dari luar hanya tempat cafe biasa, jika masuk kedalam di sana ada tempat tempat yang membuat Raka jijik melihat...
Mata Raka melihat lihat sekeliling, sambil mencari Debby. Saat berhasil melihat Debby, Raka tidak langsung menghampiri Debby. Raka hanya bersembunyi, melihat apa saja yang di lakukan Debby.
Syukur nya Debby berusaha menolak acaranya di tempat itu. Ada senyuman di bibir Raka saat tau Debby menolak. Namun rahang Raka mengeras saat melihat ada pria mendekati Debby. Dan pria itu hampir saja berbuat kurang ajar kepada Debby..
Raka pun mengepalkan kedua tangannya, namun saat Raka sudah tidak bisa menahan amarahnya. Raka langsung menghampiri pria tersebut yang hampir saja mele*ehkan Debby .
__ADS_1
Flashback of.
bersambung.....