Cinta Masa Kecil Naila

Cinta Masa Kecil Naila
Ulang tahun Brian


__ADS_3

Segala macam penjelasan dari dokter yang bernama dokter Sanny pun . Di dengarkan oleh Denis dan Devi. Dokter pun menjelaskan nya dengan santai dan sabar, dan itu yang membuat Devi dan Denis mendengarkan dengan baik.


setelah dari memeriksa kandungan Devi, Mereka pun kembali ke rumah..


Seminggu kemudian Naila sedang sibuk berkutat di dapur bersama Bu Fitri..Naila berniat ingin mengadakan makan makan di rumah, untuk merayakan hari ulang tahun suaminya.. Namun Brian tidak tau, kalau hari ini Naila akan membuat kejutan untuknya..


Tok.tok tok.... Terdengar suara seseorang mengetuk pintu.


"hallo hallo semua nya.." Sapa Debby dari arah ruang tamu, yang menyapa dengan riang..


"Hallo Debby . Kamu kesini sama siapa.?" Tanya Naila yang tangan nya masih sibuk dengan alat-alat dapur .


"Aku dengan calon suami ku. Hihihi..."Jawab Debby dengan tersipu malu.


Naila yang mendengar nya tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Termasuk Bu Fitri yang tersenyum mendengar Debby bicara.


"Lalu di mana Raka nya.?"


"Raka di luar sama pak Dedi."Naila pun mengangguk, lalu Debby berjalan ke arah Naila dan bu Fitri.


"Sudah ngaku calon suami ya mba Debby." Debby tersenyum dan mengangguk.


" Alhamdulillah semoga niat baiknya mba Debby di segerakan ya..?"


"Amiiin... Terimakasih Bu Fitri. Bu Fitri bagaimana keadaan, sehat kan Bu.?"


"Alhamdulillah ibu mah sehat mba Debby..."


"Alhamdulillah kalau begitu Bu..."Ucap Debby seraya memberikan senyumnya. "Naila si incess gemoy ke mana.?"


"Ow itu si Briana lagi bobo di ayunanya, mangkaya aku bis mengerjakan ini.."


"Pintar banget si incess aku Nai. Mamah nya sibuk, dia bobo. Nai, apa yang bisa ku bantu nih.?"


"Kamu baaru sampai Debby, gak istirahat dulu.?"


"Gak lah, aku ingin bantuin biar bisa belajar memasak untuk suami ku. Hihihi...."Debby geli sendiri dengan ucapannya.


"Yasudah kamu bantuin, pecahin telor nya ya. Tapi kmu pisahkan kuning dan putihnya, kamu bisa kan.?"


"Bisa dong kakak ku sahabat ku. Telor nya di mana Nai.?"


"Tuh di samping bu Fitri, kamu ambil dua temoat ya Deb, buat kuning dan putih nya."


"Assiiiaaapp..." Debby pun langsung mengambil di mana sudah tersedia 15butir telor di depan nya. Lalu Debby membantu memecahkan telor dan memisahkan kuning dan putihnya..


Sedangkan Naila sedang menyiapkan bahan-bahan bumbunya untuk masakan yang akan dia masak. Sedangkan bu Fitri lagi memcuci sayuran, daging dan ayam..


Saat sedang sibuk dengan pekerjaan, datanglah Raka.


"Hallo semua nya.."

__ADS_1


"Hallo Raka, duduk ka. kamu mau di buatkan minuman apa.?"


"Santai aja Nai. Oow iya Naila ada yang bisa ku bantu tidak ?"


"Gak usah Raka, kamu istirahat saja."


"Ck.. apaan si Nai, sini aku bantu. "Raka pun mendekati debby yang sedang memecahkan telor." Kamu ngapain yank, buat aoa telor ini.?"


"Naila bilang katanya mau bikin cake untuk kakak.."Raka mengangguk.


"Ini telor mau buat cake.? "Nail mengangguk." Aku bantuin buat cake nya ya.?"


"Kamu bisa Ka.? Takut ngerepotin kamu aaah..."


"Apaan si kamu Nai, apa yang ngerepotin. Semakin banyak yang bantuin, semakin cepat selesai nya.. Aku tau seleranya suami mu si beruang kutub itu. Jadi santai aja, biar aku bantuin. Kalau urusan cake ultah aja mah, gampang."


"Yasudah terimakasih ya Raka."


"Sama sama calon kakak ipar.."


Akhirnya Raka pun membantu Naila untuk membuatkan cake, sedangkan Naila fukus untuk membuat makanan untuk acara makan makan..


Eeeeeyyyyaaaa eeeyyaaaa... Terdengar suara tangisannya baby Briana. Naila pun segera meninggalkan masakan nya, dan meminta bu Fitri membantu mengaduk masakan nya.


Naika segera mencuci tangan dan melepaskan celemek nya. Lalu berjalan menghampiri ayunannya baby Briana...


Iy sayang, aduh duh duh. Haus ya nak haus nak... Cup cup cup...


Naila menggendong Briana kedalam pelukannya....


"Iya Nai santai aja." Jawab Raka.


"Bu tolong itu tinggal di aduk saja ya bu. Sudah pas rasanya, tidak perlu ditambahkan garam lagi ".


"Iya mba Naila..."Naila pun tersenyum, lalu berjalan menuju kamar nya.


Setelah Naila mengurus baby Briana, Naila kembali ke luar. Dan kebetulan di ruangan tamu sudah ada Denis, Devi, ayah Haris dan bunda Rossa.


"Aduh duh duh... Cucu opah sudah datang. Sini sayang sama opah yuk kita main." Ayah Haris pun mengambil baby Briana dari tangan Naila.


"Nai, kamu memasak apa. Sini bunda bantuin yuukk...."


"Aku masak makan biasa aja bun, kesukaan nya mas Brian. Dan untuk kita makan juga. Tadinya aku mau buat cake, tapi katanya biar raka saja yang buatkan..."


"Kamu jangan khawatir Nai kalau Raka yang membuat cake. Dia sngat pintar membuatnya loh.."Timpal Denis..


"Masa si Den, waah enak dong ada yang bantuin. Hihihi... Yasudah aku mau kedapur ya, kasian debby Raka dan bu Fitri."


"Bunda ikut Nai.?"


"Aku juga Nai. Aku mau liat, tapi aku tidak bantuin ya.? Kepala ku lagi pusing banget ini."Ucap Devi yang memang terlihat pucat.

__ADS_1


"Yasudah tidak apa apa,kamu istirahat aja Devi di kamar tamu".


"Gak ah Nai, aku mau liat kamu masak..." Devi dengan wajah memelas.. Naila pun tersenyum melihat ekspresi devi seperti anak kecil ya memohon..


"Yasudah yuk.." ajak Naila.


Kini Naila dan yang lainnya sedang berkutat di dapur.. Sedangkan Devi hanya mejadi juri yang memperhatikan,dan mencicipi hasil makanan..


Saat pukul 4 sore semua makan dan cake pun sudah selesai. Tinggal menyiapkan dan menata makanan di atas meja..


Tepat pukul 5 sore semuanya sudah selesai dan hanya tinggal menunggu Brian datang.


Terdengar suara deru mesin mobilnya Brian yang kini sudah sampai di halaman..


Wajah brian terlihat sangat lelah. Brian keluar dari dalam mobilnya, dan berjalan menghampiri pintu. Saat briaan hendak membukanya, entah kenapa brian merasa susah sekali sat membukanya..


"Masa iya aku lelah, sampai membuka pintu aja susah.. Coba aku buka sekali lagi."


Brian mendorong pintu dengan kuat kuat, saking kuatnya sampai sampai Brian jatuh tersungkur ke lantai.


Bbrraaaakk... Dduuughh... Aaaww....


Duuuaaarrr.... Duuaaarrr.. Sebuah kejutan, yang Brian dapatkan. Membuat Brian ingin kesal pun tidak jadi. Brian Justru tersenyum dan terkekeh mendapatkan kejutan dari keluarga nya ..


Selamat Ulang tahun yeeeaaay....Teriak seluruh keluarga.


"Ya ampun kalian ..."Brian tersenyum lalu bangkit untuk berdiri.


Happy birthday, happy birthday, happy birthday suami ku, happy birthday to you....


Dari dalam Naila menyanyikan sebuah lagu sambil membawa cake ulang tahun yang terpasang api di lilin di atas kue. Nil berjalan menghampiri Brian dengan senyuman manisnya menymbut kedatangan suaminya, untuk di berikan kejutan..


Brian tersenyum melihat kejutan yang di berikan istri dan keluarganya.


"Selamat ulang tahun ya sayang, semoga kamu selalu menjadi suami,dan ayah yang baik. Dan di berikan selalu kesehatan dan pokoknya doa yang terbaik untuk kamu mas.."


"Terimakasih sayang." Brian memberikan kecupan manis di bibir Naila."Terimakasih untuk kalian semua. Aku justru lupa kalau aku ulang tahun hari ini..."Brian terkekeh..


"Tiup lilinnya ka, kasian tuh Naila yang pegang kue nya.."Ucap Debby.


Brian pun tersenyum, Sebelum Brian Memejamkan matanya untuk berdoa. Lalu Brian baru meniup semua lilinnya. Semua nya pun tersenyum, semuanya memberikan selamat untuk Brian.


Brian memotong kue pertamanya. Lalu suapan pertamanya,di berikan kepada Naila, lalu ke bunda.


"Sekarang kita masuk yuk. Brian, istri kamu sudah masak untuk kamu."Kata bunda, membuat Brian menoleh ke arah Naila.


" Sekarang kita makan bersama.."Brian pun mengangguk.


Dan seluruh keluarga pun, semuanya masuk kedalam.


Brian berjalan di samping Naila. Dengan merangkul pinggang Naila.

__ADS_1


"Kamu sangat cantik sayang. Kamu membuatku terpesona dengan penampilan kamu seperti ini. Aku semakin di buat jatuh cinta sama kamu."Naila pun tersenyum mendapatkan pujian dari suaminya.


bersambung....


__ADS_2