Cinta Masa Kecil Naila

Cinta Masa Kecil Naila
Datang nya Emiil


__ADS_3

Kini makanan yang mereka pesan pun sudah datang. Mereka bertiga pun menyantapnya dengan nikmat, karena memang mereka sudah lapar. Khususnya Devi, anak kost itu belum sempat makan tadi. Devi hanya memakan cemilan, semenjak Naila pindah, Devi merasa kesepian. Apalagi saat makan pun tidak ada Naila rasanya malas untuk makan.


Saat sedang asik makan,dan diselingi obrolan. Tiba tiba ada yang memanggil nama Naila.


" Naila.."


Dan otomatis Naila Debby dan Devi pun menoleh ke suara tersebut. Ternyata yang memanggil Naila itu adalah Emiil yang kini sedang berdiri di belakang Debby dengan senyuman nya.


"Emiil... " Kata Naila dan Devi.


Naila dan Devi saling menatap wajah seakan mereka saling memberikan isyarat. Sedangkan Debby hanya memperhatikan kedua sahabatnya dan juga pria yang bernama Emiil itu


"Kalian di sini, hai Devi apa kabar. Lama juga kita gak ketemu.?" Sapa Emil bersalaman dengan Devi.


"Baik Emiil, bagaimana kabar kamu juga.?" Sapa balik Devi.


"Alhamdulillah baik Dev, kamu selama ini sama Naila yaa..?" Devi mengangguk.


" Tau begitu aku hubungi kamu aja ya, jadi aku gak perlu repot-repot nyari nyari Naila."


Mata Emil menatap Naila, yang kini merasa tidak nyaman dengan adanya Emiil. Lalu Emiil melihat ke arah Debby, lalu tersenyum. Debby pun membalas senyuman, karena menghargai teman Devi dan Naila. Sebenarnya Debby malah bersapa ria dengan orang asing.


"Emiil kenalkan ini Debby, dia teman kita." Emiil pun mengangguk dan berkenalan dengan Debby.


Sedangkan Naila hanya diam tanpa bicara apapun. Emiil melihat ke arah Naila, yang hanya menundukkan kepalanya.


Emiil tersenyum lalu berjalan mendekati Naila.


"Hai. Naila bagaimana kabar kamu sekarang, kamu berbeda ya. Kamu terlihat lebih cantik sekarang.?"


"Terimakasih Emiil. kabar aku baik, bagaimana kabar kamu.?"


"Kabar aku kurang baik, selama tidak ada kamu." Dan itu membuat Naila merasa tidak nyaman. Devi melihat Debby dengan menunjukkan tidak suka


Ya Debby mendengar Emiil bicara seperti itu merasa kesal, dan tidak mengerti ada hubungan apa antara pria itu dengan Naila.


Naila merasa tidak enak dengan Debby yang berada di dekatnya.


"Emiil..." Panggil Devi dengan nada tidak suka nya.

__ADS_1


"Emiil jangan bicara seperti itu di sini. Aku dan kamu tidak memiliki hubungan apapun."


"Aku ingin bicara sama kamu berdua boleh .? Aku ingin bicara empat mata aja sama kamu Nai.?" Emiil tidak mendengarkan ucapannya Naila.


Naila pun mengangguk kan kepalanya, dan Emiil pun Tersenyum mendengar nya.


Debby pun nampak heran dengan sikap Naila yang berubah.


Aku yakin, pria itu pernah memiliki hubungan dengan Naila.


Akhirnya Debby dan Devi mengangguk kan kepalanya saat Naila melihat ke arah 2 sahabatnya itu.


Dan akhirnya Naila dan Emiil pindah duduk sedikit menjauh dari Devi dan Debby. Naila tidak diijinkan jauh tanpa pengawasan Devi dan Debby.


Kini Naila dan Emiil duduk berdua di kursi sedikit menjauh dari Debby dan Devi. Emiil tersenyum menatap Naila, dan mengeluarkan sesuatu untuk Naila.


"Selamat ulang tahun ya Naila. Semoga kebahagiaan dan kesehatan selalu ada pada dirimu. Ini untuk kamu, tadi aku sebenarnya melihat kamu saat awal masuk. Dan aku langsung membeli ini untuk kamu." Sebuah kotak kecil panjang dengan terbungkus kado berwarna biru.


"Terimakasih Emiil, kamu tidak perlu repot-repot memberikan ini."


"Ko begitu si Nai, aku berniat baik untuk kasih hadiah sama kamu. Masa kamu gak mau menerimanya Nai.?" Ada rasa kecewa yang Emiil rasakan.


Emiil pun mengangguk dan tersenyum.


"Nai, apa aku boleh tanya sama kamu.?" Naila mengangguk." Apa benar kamu mempunyai hubungan dengan pria yang waktu itu menghajar ku.?" Naila menundukkan kepalanya." Jawab saja Nai, biar lebih jelas.?"


Naila mengangguk kan kepalanya, dan Emiil pun tersenyum kecut mendengar nya.


"Kami memang memiliki hubungan, dan bukan hanya itu. Bahkan kami saat ini sudah menikah. Dia adalah suami aku sekarang." Naila mengatakan nya dengan tegas.


Saat ini Emiil merasa hatinya bagai tertusuk duri. Amat sakit mendengar kejujuran yang Naila ucapkan. Emiil merasa saat ini dadanya sakit, untuk bernafas saja rasanya sulit.


"Maaf Emiil, aku harus menyakiti kamu dengan seperti ini. Aku juga tidak mau kalau hubungan rumah tanggaku nanti akan terganggu." Naila menyentuh tangan Emiil."


"Kenapa kamu melakukan itu, kenapa kamu menyakiti aku dengan jawaban yang kamu berikan itu." Emill menggenggam erat tangan Naila.


Dan di saat itu juga Debby melihatnya sangat kesal. Debby ingin menghampiri Naila, namun di tahan oleh Devi.


"Apa yang di lakukan pria itu ke Naila. Memang dia gak tau Naila sudah punya suami. Kami juga Dev bantuin Naila cepat." Ucap Debby dengan perasaan geram.

__ADS_1


"Jangan biarkan mereka menyelesaikan masalah nya dulu. Aku akan ceritakan ke kamu tentang mereka berdua. Kalau Emiil berani nekat atau macam macam dengan Naila baru aku akan bertindak. " Debby pun mengangguk .


Devi menceritakan tentang Naila dan Emiil. Dengan pandangan nya masih fokus menatap Naila dan Emiil.


Ada rasa tak tega saat mendengar tentang Naila, ingin sekali Debby membawa Naila dari pria di hadapannya itu.


Next ke Naila


"Lepaskan tangan kamu Emiil aku mohon aku gak mau sampai ada orang yang mengenalku dan mengadukan ku ke suamiku."


"Biar kan, kamu masih ada aku Nai. Kamu tidak perlu takut jika suamimu tidak menginginkan kamu, Aku masih mencintai kamu Nai."


"Emiil aku mohon lepaskan aku. Emiil gak segampang itu, aku mencintai dia. Selain dia banyak hati yang harus aku jaga Mil.."


Tangan Naila terlepas karena pegangan tangan Emiil berkurang kekuatan nya.


"Aku harus pergi Emiil maaf."


Saat Naila hendak meninggalkan Emiil.


" Naila kenapa kamu tega sama aku Nai. Aku berusaha keras untuk sembuh, agar bisa mencari kamu. Dan aku ingin memperbaiki semuanya hubungan kita Nai, semua hubungan kita yang pernah kita jalani. Sekarang kamu tega meninggalkan aku di saat aku berjuang untuk sembuh dan bisa kembali lagi sama kamu. Naila jangan takut, aku masih ada untukmu. Naila kembali lah kepada ku, kita mulai hubungan kita kembali seperti awal hubungan kita."


Naila merasa sangat sakit mendengar Emiil mengatakan itu. Naila juga merasa kesal dengan kata kata Emiil. Seakan akan dia lah yang menjadi korban atas pengkhianatan yang Naila lakukan..


Naila berbalik menatap Emiil.


Ppplllaaaakk.... Naila menampar pipi Emiil dengan cukup keras.


"Kamu mengatakan itu seolah-olah aku yang salah. Kamu mengatakan itu, seakan akan aku mengkhianati kamu. Padahal kamu yang sudah membuat hatiku sakit Emiil. Aku yang ingin mempertahankan hubungan kita, kamu menolak dan kekeh ingin hubungan kita berakhir. Dan meminta ku untuk menjauh dari kamu kan." Di situ Emiil menundukkan wajahnya, merasa bersalah." Kamu tidak tau Emiil, aku sampai di sini harus menerima sakit yang bertubi-tubi yang aku rasakan. Kamu tidak tau , kalau aku hampir di jual bibi ke pria lain. Dan bukan hanya itu, Aku harus rela di buang dari keluarga ku yang hanya satu satunya aku miliki yaitu paman. Dan bukan hanya itu Emiil, aku menikah dengan mas Brian. Karena dia adalah teman kecil ku, dan Debby gadis yang bersama ku dan Devi dia adik dari suamiku. Bukan hanya itu, pernikahan ku semuanya itu adalah permintaan terakhir dari kedua orang tua ku. Dan mertua ku, begitu amat menyayangi ku. Jadi untuk apa aku harus meninggalkan suami yang mencintai aku. Dan keluarga yang begitu menyayangi aku. Maafkan aku Emiil, aku harus mengatakan ini. Aku harap kamu mengerti. Permisi aku harus kembali."


Naila akhirnya meninggalkan Emiil yang masih duduk termenung dengan apa yang Naila ucapkan padanya. Emiil sangat menyesal dengan segala ucapannya dan perbuatannya kepada Naila.


Devi dan Debby mengejar-ngejar Naila dengan membawa bingkisan mereka.


Naila merasa kesal dengan ucapan Emiil. Naila berdiri


Bersambung.....


...Jangan lupa Like ya, agar author semangat. Trimakasih sudah membaca cerita author..🙏🙏🙏👍...

__ADS_1


__ADS_2