
Kini Naila dan Brian sudah berada di rumah baru mereka. Rumah yang masih terlihat bersih, karena memang Brian menyuruh seseorang untuk membersihkan rumahnya. Walaupun jarang di tempati, tapi masih ada penjaga rumah yang tinggal di belakang rumah Brian.
Kini Naila sedang mengeluarkan pakaian nya dari dalam koper, yang sempat Naila ambil di kontrakan nya. Saat Naila mengambil pakaian, ada buku diary yang terjatuh dari tas. Dan terjatuh tepat nya di hadapan kaki Brian, dan Naila terkejut melihatnya.
Brian mengambil buku tersebut, dan Naila segera mengambil nya.
"Apa itu, Kenapa kamu langsung merebut nya dari aku.?" Brian menatap Naila dengan tatapan menyelidik.
"Gak kenapa kenapa hanya buku biasa mas." Naila menjawabnya sedikit gugup.
Dan itu membuat Brian semakin yakin kalau di buku itu menyimpan rahasia untuk Naila.
"Coba mas lihat sayang sini mas pinjam." Brian mengadah kan tangan untuk meminta.
"Bukan apa apa ko mas, udah ya jangan aku mohon ini punya aku. Biasa perempuan suka menuliskan curahan isi hatinya melalui buku."
"Yasudah iya. Tapi gak ada yang aneh aneh kan kamu tulis di situ.?"
"Aneh aneh gimana sih mas.. Udah aah gak usah.." Naila pun menyimpan buku itu. Dia akan memindahkan bukunya di tempat lain.
Saat ingin Naila mengeluarkan sesuatu dari koper, dan ternyata itu adalah bingkai foto kedua orang tua Naila.
Naila memandangi foto tersebut dengan mata yang sudah basah.
Dan Brian mendekati istrinya, dan tau apa yang istrinya pandangi. Brian mengusap pundak Naila,agar tenang.
"Kenapa kamu rindu sama ayah dan ibu.?" Naila mengangguk.
"Keinginan ku , ingin sekali mereka bisa menyaksikan menikah aku saat aku besar. Nyatanya mereka pergi dulu meninggalkan aku mas. Hiks hiks hiks..." Kini Naila menangis di pelu..kan sang suami.
Naila mencurahkan isi hati selama ini, Naila yang selalu merasa kesepian. Tertekan karena bibi nya, membuat diri Naila menjadi selalu ketakutan.
Lagi lagi Brian merasakan sakit hati nya ,saat mendengar istrinya di perlakukan kejam oleh bibi nya.
Sore hari Naila sedang berkutat di dapur, ya Naila sedang memasak untuk pertama kali untuk suaminya. Karena selama di rumah bunda Naila tidak di perbolehkan masak, karena sudah ada ART nya untuk memasak.
Brian yang sedang tertidur karena habis pertempuran nya melawan istrinya. Akhirnya Brian tumbang.
Ya Brian saat menenangkan Naila mencoba ngeledek untuk menghiburnya. Namun karena masih suasana pengantin baru, rasanya tidak enak kalau tidak melakukan pertempuran. Sebenarnya Naila juga tadi tumbang bersama Brian tapi Naila terbangun dan segera bersih bersih. Lalu Naila bertempur kembali berkutat di dapur, untuk membuat makanan.
Brian yang sedang tertidur pun mencium bau aroma masakan.
__ADS_1
"Siapa yang masak ya.?" Brian menoleh ke arah samping tidak ada istrinya.
" Pasti Naila yang memasak, sudah di bilang jangan masak. Tinggal pesan online saja, malah masak. Tapi wangi juga masakannya ya". Ada senyuman di bibir Brian.
Brian pun bangun dan membersihkan tubuhnya. Setelah rapih Brian menghampiri istrinya. Brian mendekati Naila di saat Naila sedang memasak, Naila terkejut karena ada tangan yang melingkar di perut nya.
"Aaaah, mas kamu ngagetin aja sih.?"
"Masak apa si kamu sayang, kan udah aku bilang jangan masak. Nakal kamu kalau aku bilangin.." Sambil mencubit pipinya Naila dengan gemas..
"Terus aku harus ngapain di dalam kamar terus, nemenin kamu seharian.?" Brian mengangguk, masih dengan posisi yang sama." Terus kalau aku lapar gimana, mau ya aku mati kelaparan karena nemenin kamu di kamar terus tanpa makan.?"
Celetuk Naila dengan sedikit rasa dongkol.
"Ya gak begitu juga Naila Aprilia. Masa tega istri kesayangan aku mati kelaparan. Lagian gak lucu kan ada berita, pasangan pengantin baru meninggal dunia karena kelaparan. Yang ada di kata terlalu doyan, ckckck kamu itu kalau ngomong sembarangan..." Masih posisinya yang sama, telinga Naila di gi....git oleh Brian.
"Maaaasss...~ aku lagi masak jangan di gangguin dong, iihh...~" Naila dengan mode kesal nya.
"Hihihi ... Iya iya maaf yasudah kamu lanjutin masak nya. Aku harus bantuin apa nih Hem...?"
"Gak usah,kamu duduk aja sana. Kalau kamu bantuin, bukannya bantuin. Malah jadi gangguin aku masak.."
"Khikhikhik.... " Brian cekikikan."Yasudah aku nonton tv aja ya.?" Naila pun mengangguk.
Setelah 30 menit Naila berkutat di dapur dengan masakan nya. Kini masakannya pun sudah matang, dan sudah tertata di atas meja makan.
Kini Brian dan Naila sudah duduk di kursi.
"Wajah.. kamu masak sayur asem sayang..?" Naila mengangguk.
"Kamu masih suka kan sayur asem..?"
"Suka dong sayang, ada sambel tempe goreng, dan lengkap.."
Naila tersenyum.." Iya mas, ini sayur asem ada sambel limo, dan ada cumi asin, ada tempe kalau kamu gak suka cumi ada ayam goreng juga."
"Siapa bilang aku gak suka, aku suka semua. Apalagi istri ku yang masak, iih pasti enak."
Naila mengambilkan nasi di piring untuk Brian. Selanjutnya Brian sendiri yang ingin mengambil lauk nya, tak lupa sayur asem nya pun di pisah di mangkok. Biar Brian menikmati makanannya..
Naila melihat Brian yang kini sudah menjadi suaminya, makan dengan sangat lahap. Naila sangat senang ternyata suaminya menyukai masakan nya.
__ADS_1
Walaupun saat kecil pernah main bersama, tapi Naila tidak tau apa saja yang di sukai dan tidak di sukai suaminya itu.
Naila tersenyum saat melihat suaminya selesai makan wajahnya berkeringat, karena kepedesan.
"Kenapa mas, enak gak masakan aku.?"
"Mantul sayang, enak banget. Kamu liat aku sampe nambah, biasanya aku kalau makan dengan takaran yang normal. Eeh ini aku sampe nambah, hhhhuufffhh haaaa...." Dengan bibir yang memerah karena kepedesan.
Naila terkekeh melihat ekspresi suami nya itu...
Kini Naila sudah seminggu menjadi peran baru sebagai istri dar Brian. Dan hari hari Naila di jalani dengan kebahagiaan..
Kini Brian sudah mulai aktifitas nya kembali seperti biasanya. Karena Naila sudah tidak lagi bekerja, jadi kesibukkan Naila hanya di rumah. Kadang Naila bereksperimen dengan masakan yang telah di buat nya. Dan tentunya hasilnya memuaskan, masakan Naila selalu di acungkan jempol oleh Brian.
Naila hari ini merasa bahagia, karena Devi dan Debby akan datang berkunjung kerumahnya.
Naila yang sedang memasak kerena dua sahabatnya akan datang, agar mereka senang Naila akan membuatkan cake untuk mereka.
Tepat pukul 1 siang, Naila sudah selesai berkutat di dapur untuk membuat cake muffin. Setelah Naila selesai membuat cake Naila membersihkan tubuh dari keringet yang membuat Naila tidak nyaman.
Tidak lama terdengar bel rumah.
Ting tong,, Ting tong.. Naila pun berjalan menuju pintu untuk membukakan pintunya.
Ceklak... Setelah pintu terbuka ada dua sahabatnya sudah tersenyum manis ke arah Naila.
"Hei, kalian sudah sampai masuk yuk.!"
"Hallo kakak ipar, idih pengantin baru seger banget si siang siang gini." Goda Debby.
"Hihihi apaan si Debby, kamu kepo deh. Ya seger lah, aku habis mandi. Batu selesai bikin cupcake muffin, buat kalian.?"
"Seriusan Nai, kamu bikin cupcake muffin. Itu kesukaan aku Nai, mana kue nya. Yu Dev, kita cus kedalam rumah pengantin baru. Hihihihi..." Ajak Debby.
"Yuk yuk udah lama , aku gak cobain kue buatan kamu Nai." Devi sudah tidak sabar nya.
"Sebentar ya, tapi minum nya bikin sendiri aja ya. Hihihi..!"
"Sip itu mah gampang..."
Akhirnya Naila mengambil kan cupcake nya sedangkan Devi membuat minumannya. Sedangkan Debby hanya memperhatikan dua kakak ipar dan calon kakak ipar yang sedang sibuk di dapur itu.
__ADS_1
bersambung.....