Cinta Masa Kecil Naila

Cinta Masa Kecil Naila
Takdir atau hanya kebetulan


__ADS_3

Fandi tersenyum, dan mengingat kembali bagaimana bisa bertemu dengan Sarah waktu pertama kali, dan Sampai sekarang. Dan Fandi bisa membuka hatinya untuk Sarah, dan melupakan perasaan terlarang nya kepada Naila.


Flashback


Sudah hampir satu tahun, Fandi mengenal sarah. Semenjak Fandi di pindahkan tugas ke anak cabang lain. Dan dari sana Fandi mengenal Sarah, dan berteman dengan teman teman baru. Di sana Fandi memang jarang pulang, dan Fandi di sana ngekos di dekat tempat kerjanya. Dan semenjak Naila menolak perasaannya, dan pergi meninggalkan rumahnya.Famdi sendiri pun jarang pulang,sekali nya pulang saat dia sakit. Dan itupun Naila menghubungi nya untuk melupakannya,dan mencari wanita yang baik. Fandi pun semakin merasa Sedih dan saat kerja pun Fandi menjadi tak fokus dengan kerjaan. Lalu Sarah pun sebagai partner kerja nya merasa heran dengan sikap Fandi, Sarah pun mencoba untuk dekat dan mencari tau kenapa Fandi seperti itu. Dan setelah cukup lama mereka saling mengenal, Fandi mulai dekat dengan Sarah, dan mulai bisa saling berbagi cerita. Karena merasa Fandi seperti nya nyaman dengan Sarah, dan ditambah lagi Sarah gadis baik dan ceria. Dan Sarah pun berhasil mengobati luka di hatinya Fandi, dan Fandi berusaha membuka hatinya kembali untuk Sarah. Dan berusaha keras untuk menyatakan perasaannya kepada Sarah. Dan ternyata diam-diam Sarah pun juga mempunyai rasa yang sama seperti Fandi. Dan akhirnya Meraka pun menjalin hubungan, dan Fandi sendiri kini sudah membuang perasaan nya kepada Naila. Dan membuka hatinya untuk Sarah, dan Fandi sendiri pun siap untuk menjalin hubungan untuk tahap yang lebih serius lagi.


Dan Sampai suatu hari Fandi mengajak Sarah kerumahnya, untuk memperkenalkan Sarah kepada ayah dan adik adik nya. Saat bertemu dengan ayah Fandi, yang tak lain paman Tommy. Sarah merasa kalau diri nya ternyata, seperti mengenal wajah pak Tommy.


"Maaf om, saya sepertinya pernah melihat om ya.?"


"Masa si nak. Ow mungkin di jalan kali ya nak.?"


"Tidak om, saya sering melihat om di mana ya.?" Sarah sambil mengingat-ingat.


"Aaaah iya om, apa om pernah datang ke daerah Tangerang , di dekat jalan HOS Cokroaminoto. Yang sekarang itu di dekat situ sudah menjadi kompleks perumahan, dan sudah di bangun halte busway.?" Paman Tommy dan Fandi pun terkejut.


"Iya nak, om pernah ke situ. Itu adalah rumah keponakan om, ayahnya adalah adik om. Tapi sekarang dia sudah tidak di sana semenjak kedua orang tua nya meninggal. Maaf nak Apa kamu pernah tinggal di sana.?" Sarah mengangguk kan kepalanya.


"Iya om, saya pernah tinggal di sana. Maaf sebelumnya siapa nama keponakan om itu, yang om sering datangi itu.?"


"Ow keponakan om bernama Naila Aprilia nak." Sarah terkejut mendengarnya.


"Apa Naila yang di maksud om itu, anaknya ayah Fahmi dan ibu Dina.?" Pak Tommy pun mengangguk kan kepalanya.

__ADS_1


"Ya Allah, benar kan tebakkan saya. Kalau saya pernah mengenal om, jadi om ini pamannya Naila itu kan. Pamannya yang baik dan membawa Naila untuk di rawat sama om kan..? Sempit banget ternyata dunia itu ya. "


Pak Tommy pun tersenyum karena Sarah anak yang lucu, dan mudah akrab dengan seseorang.


Fandi memberikan foto dirinya saat bersama Naila, saat masih kecil.


"Sarah, apa yang kamu maksud Naila teman kamu itu yang ada di foto ini.?"


Sarah mengamati foto dua anak kecil, pria dan wanita. Yang sedang duduk di kursi taman, sambil memegang lollipop dan gulali. Foto itu di ambil saat Naila baru tinggal bersama mereka setelah kedua orang Naila tiada. Dan foto itu di ambil saat paman Tommy mengajak Naila dan Fandi jalan jalan, untuk menghibur Naila yang selalu murung pasca meninggalnya kedua orangtuanya.


"Iya, dia Naila yang aku maksud mas. Nih aku punya foto saat kami masih kecil, dan ini foto di ambil saat salah satu teman kami ulang tahun." Sarah memberi tahu foto dari dalam dompetnya.


Di mana ada tiga anak gadis kecil, dan ada foto satu pria kecil tepat di samping foto Naila.


"Maaf kalau om boleh tau kamu itu siapa memang nya. Kenapa kamu bisa mengenal Naila keponakan om.?"


" Saya teman masa kecil Naila om. Waktu itu setelah Debby dan Denis pindah rumah. Dan aku dengar Naila pun akan ikut sama om. Aku pun kesepian, dan aku pun akhirnya tinggal bersama nenekku di kampung. Sampai aku melanjutkan sekolah ku di sana, dan aku coba kuliah kembali. Dan setelah aku mendapatkan pekerjaan di Jakarta, dengan harapan semoga aku bisa bertemu dengan teman teman masa kecilku. Dan sekarang Allah mengabulkan doa ku,aku bisa bertemu Naila kembali. Ow iya Aku ingin sekali bertemu dengan Naila, apa Naila nya ada.?"


Setelah pak Tommy dan Fandi memberitahu, kalau Naila tidak tinggal bersama lagi. Dan sudah menikah,dan tinggal dengan suaminya, yang tak lain teman kecilnya juga. Dari situ Sarah terus merengek ke Fandi untuk bertemu dengan Naila, namun belum ada kesempatan untuk bertemu. Dan di saat Fandi memberitahu kalau Denis akan menikah, Sarah pun meminta cuti bersama Fandi untuk ikut bertemu dengan Naila. Dan sampai akhirnya Sarah bisa bertemu dengan Naila saat ini.


Flashback of


Brian mendengar cerita nya pun tersenyum. Ternyata pertemuan dan kematian seseorang itu, tuhan sudah menggaris bawahi itu semuanya. Di balik perpisahan seseorang dengan kematian yang membuatnya sedih karena kehilangan. Dan dari situ juga sudah di garis kan akan adanya pertemuan yang nantinya akan membuat kebahagiaan. Dan begitupun sebaliknya, di mana ada pertemuan, di situ ada perpisahan. Di mana ada kehidupan di situ ada kematian.

__ADS_1


Dan Brian pun berpikir, dengan bertemunya antara dirinya dengan Naila.


Apa mungkin itu sudah takdir, atau hanya kebetulan. Apa yang telah aku jalani selama ini, dengan permintaan ibunya Naila kepada ku. Sewaktu aku masih SMA, Bu Dina menitipkan Naila kepada ku dan juga orang tua ku. Dan juga dengan perjodohan yang sudah di buat kedua orang tua kami, sewaktu kami kecil. Yang menjodohkan antara aku dan Naila, dan pertemuan antara aku dengan Naila kembali setelah sekian lamanya. Apa itu semua hanya kebetulan saja. Atau mungkin aku dan Naila ,memang sudah ditakdirkan untuk bersama. Dan melakukan perjodohan itu, karena memang kami sudah ditakdirkan untuk bersama dan mempunyai keluarga bahagia. Ya seperti nya memang antara aku dan Naila ,memang sudah di takdir bersama. Bahkan sudah di garisi saat kita masih kecil.


Brian tersenyum, berpikir dengan apa yang selama ini dirinya dan Naila jalani.


Masa masa kecil, Brian sering memarahi Naila. Setelah sepuluh tahun tidak di pernah bertemu, dan akhirnya mereka di pertemukan kembali. Dan sampai akhirnya Brian tau, kalau dirinya dan Naila sudah di jodohkan dari mereka masih kecil.


Brian bersyukur, karena Naila kini yang menjadi istrinya. Yang sudah tau sifat dirinya seperti apa. Di saat para pria lain ingin mendekati Naila, menyimpan perasaannya ke Naila, menjalin hubungan dengan Naila. Ternyata Brian lah yang berhasil merebut dan memiliki hatinya Naila seutuhnya.


Saat sedang melamun, tiba tiba ada tangan yang memeluk nya dari belakang.


"Mas, ko kamu di luar sendirian sih. Semuanya sudah menunggu kamu didalam untuk makan bersama." Kata Naila dengan manja nya.


" Tadi aku di sini sama Fandi sayang, kemana dia nya sekarang.?"


"Kak Fandi sudah di dalam bersama Sarah dan lainnya. Hanya kamu saja yang belum di sana. Ayo mas, kita makan bareng.."


"Aaah iya sayang , ayo kita masuk ke dalam. Maaf ya, kasian jadi pada menunggu." Brian sambil mengecup kening Naila, lalu berjalan sambil bergandengan tangan.


Brian menggaruk kepala nya yang tak gatal. Karena sedikit kesal dengan Fandi. Karena tadi mereka sedang mengobrol, ternyata Fandi meninggalkan Brian di luar begitu saja. Tanpa pamitan olehnya untuk masuk ke dalam.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2