Cinta Masa Kecil Naila

Cinta Masa Kecil Naila
Dari bibi menjadi Ibu


__ADS_3

Dan Fandi sekarang sudah bisa melupakan Naila, dan mengikhlaskan nya dengan Brian. Karena kini Fandi sudah mendapatkan gadis yang benar benar baik, menyayangi dia dan keluarganya. Ya Sarah adalah gadis baik, yang mempunyai hati yang baik juga..


Mangkanya, Fandi mempunyai niat baik. Fandi ingin menikahi Sarah dalam waktu beberapa bulan dekat ini. Namun Fandi memikirkan ibunya yang berada di lapas, apalagi kondisi ibu nya yang sakit sakitan karena asma nya.. Mangkanya Fandi mengurung kan niat baik, sampai ibunya benar benar sehat. Apalagi sampai bisa kumpul dengan keluarga, itu yang di nantikan Fandi. Untungnya Sarah mengerti keadaan Fandi saat ini, jadi Sarah tidak ingin memaksakan Fandi untuk menikah..


Karena sekarang ibunya sudah bebas, Fandi ingin melanjutkan niatnya yang ingin menikahi Sarah.


Dan itu nanti akan di kabarkan sama author kapan nikah nya. Hihihi....


Esok harinya


Naila pun sedang bersiap-siap mengemasi barang-barangnya. Setelah mengemas barang, Brian dan Naila sarapan bersama dengan keluarga pak Tommy.


Mereka menikmati sarapan bersama. Selesai sarapan, Naila dan Brian pun mengatakan ingin pamitan.


"Ayah, bibi. Maaf sebelumnya. Naila dan mas brian, ingin kembali kerumah.?"


"Loh kenapa Nai, kalian tidak betah ya.?" Tanya Bu Farida.


"Bukan seperti itu bi. Besok mas Brian sudah mulai masuk kerja. Jadi kami ingin kembali hari ini, agar mas Brian juga bisa istirahat dulu dirumah." Bu Farida dan pak Tommy pun menganggukkan kepalanya.


"Yasudah tidak apa-apa. Yasudah nanti jangan lupa kalian main lagi ya kesini.?"


"Iya Paman. Nanti insyaallah kita main lagi kesini."


"Nai, kalau kamu sudah lahiran. Apa boleh bibi main ke rumah kalian.?"


"Ya boleh dong bibi. Pintu rumah kami terbuka lebar untuk kalian. Kami akan sangat bahagia jika kalian main kerumah kami".


Bu Farida dan pak Tommy pun tersenyum.


"Terimakasih nak, kamu sudah memperbolehkan bibi main kerumah kalian.."


"Bibi itukan keluarga istriku. Berarti keluarga ku juga. Jadi bibi boleh main ke rumah kami, kapan saja. Jika bibi mempunyai niat baik kepada kami.. "


Ucap Brian dengan senyuman." Sudah bibi jangan merasa tidak enak seperti itu."

__ADS_1


"Bibi hanya merasa bersalah, karena bibi pernah berbuat jahat sama Naila. Bibi malu jika harus datang kerumah kalian, terutama jika bertemu dengan keluarga kalian." Kata bibi dengan menundukkan kepalanya .


"Bi, yang berlalu biarlah berlalu. Bibi yang sekarang sudah menjadi bibi yang baik kepada Naila. Jadi Naila minta bibi jangan mengatakan seperti itu ya.? Jika bibi ingin datang kerumah, pintu kami akan selalu terbuka buat bibi".


Bu Farida menganggukkan kepalanya. Begitupun pak Tommy yang tersenyum mendengar keponakannya sangat bijak sekali.


Fandi, Melly dan Sarah pun juga tersenyum mendengar Naila mengatakan seperti itu..


Tepat jam 10 Naila dan Brian pamitan, dari rumah pak Tommy.


"Naila..


"Ya bi."


"Boleh bibi minta sesuatu dari kalian berdua.?"


Pak Tommy menatap heran kepada istri nya. Naila dan Brian pun juga saling menatap, merasa heran apa yang di minta oleh bibinya.


Naila dan Brian pun tersenyum ke arah Bu Farida..


Bu Farida justru tersenyum menatap wajah keponakan nya itu.


"Bolehkah bibi minta sesuatu dari kalian. Bibi ingin minta kalian jangan panggil Ki dengan sebutan bibi lagi.. Aku ingin kalian memang aku dengan sebutan ibu, apa boleh Nai. Aku hanya ingin seperti paman kamu, yang di panggil ayah oleh kamu. Jadi kalian begitu akrab dengan panggilan ayah, begitupun aku. Ingin sekali kalian memanggil dengan panggilan ibu."


Naila pun tersenyum, dengan apa yang di katakan bibinya.. Naila menitikan air matanya saat bibi Farida memintanya untuk di panggil ibu. Dulu mana pernah seperti itu.


Flashback...


Enam bulan setelah kedua orang tua Naila meninggal. Pak Tommy begitu perhatian, dan amat menyayangi Naila seperti putri nya. Pak Tommy meminta Naila untuk memanggil dirinya ayah. Naila pun sangat bahagia karena paman nya meminta memanggilnya dengan panggilan ayah.. Dan paman pun juga menyuruh Naila untuk memanggil bibi dengan panggilan ibu. Dan Naila pun akhirnya mencoba memanggil paman nya dengan panggilan ayah, dan ibu..


Dan saat ada pak Tommy Bu Farida baik, dan mau di panggil ibu. Ketika pak Tommy berangkat kerja, Bu Farida memarahi Naila untuk tidak memanggilnya ibu..


"Hei anak pembawa Si*l. Ku peringatkan kamu, untuk tidak memanggil suami ku dengan panggilan ayah. Ayah mu sudah Ma*i, dan satu lagi jangan panggil aku dengan panggilan ibu. Aku tak Sudi aku di panggil ibu oleh kamu, mengerti kamu.." Lalu Bu Farida menarik telinga Naila, sampai Naila menangis kesakitan.


Aaaaaaa... Teriak Naila kesakitan, dan wajahnya di penuhi air mata.

__ADS_1


"Ampun Bu, Naila minta maaf.."


"Terus kamu panggil aku ibu, aku pastikan kuping kamu akan putus..Aku tidak sudi kamu memanggil ibu, karena kamu di sini numpang. Kamu mengerti tidak, jangan panggil aku ibu, dan suamiku ayah. Panggil aku bibi, dan paman untuk suamiku. Mengerti tidak, haaahh...."


Aaaaa... Hiks hiks hiks... Sambil duduk di lantai, Naila menangis menahan sakit .


"Iya Bi... Naila janji akan tidak akan memanggil paman, dengan panggilan ayah. Dan tidak akan memanggil bibi dengan panggilan ibu lagi. Maafkan Naila bi, maafkan Naila." Isak tangis Naila..


Bu Farida tersenyum menyeringai ke arah Naila.. Lalu melepaskan tangannya dari telinga Naila.


"Bagus, awas kamu kalau aku mendengar kamu memanggil dengan panggilan seperti itu lagi..." Ancam Bu Farida dan Naila mengangguk ketakutan.


Dan dari sanalah, Naila takut jika harus memanggil pamannya dengan panggilan ayah. Dan memanggil bibi nya dengan panggilan ibu...


Flashback of....


Naila pun terharu, dan mengangguk kan kepalanya.


"Ibu...." Bu Farida pun tersenyum, lalu memeluk Naila dengan erat.


"Terimakasih Naila. Kamu mau memanggil bibi menjadi ibu... "Ucap Bu Farida disertai Isak tangis."Maafkan ibu ya selama ini sering jahat dengan mu. Ibu menyesal nak, maaf kan ibu Nai..."


"Iya Bu, maafkan Naila juga yang sering membuat ibu kesal... Trimakasih ya Bu, sekarang Naila jadi mempunya ayah dan ibu lagi. Setelah kedua orang tuaku tiada."


Bu Farida mengangguk, lalu menghapus air matanya Naila.


"Sudah jangan menangis. Ibu tidak ingin nanti cucu ibu sedih juga di dalam perut." Naila mengangguk kan kepalanya.


Setelah pamitan,Naila dan Brian berada di dalam mobil. Dan Brian mengendarai mobilnya menuju rumahnya.


Next kini usia kehamilan Naila sudah memasuki usia 36 Minggu. Yang di mana saat itu Brian menjadi peran suami siap, siaga.


Yang di mana, barang barang untuk menyambut kedatangan baby B. Semua sudah di siapkan oleh Brian dan Naila. Dari tempat tidur, ayunan dan semua khususnya perlengkapan baby. Semua sudah lengkap, di kamar mereka.


Ya Naila ingin baby nya kelak harus satu kamar dengan mereka. Naila tidak ingin jauh dari anak nya, apalagi sampai berbeda kamar dengan anaknya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2