
Dari sejak keluar gerbang University Of West--salah satu Universitas terbaik di London--lelaki berkulit gelap dengan rambut kribo yang menggunakan skeatboard itu menyalip semua kendaraan yang ada di depannya dengan sangat lincah. meliuk-liuk gesit tak peduli dengan adanya bunyi klakson yang menjerit. Ia menaklukkan jalanan yang sedang panas terik.
Bahkan dua mobil yang sedang mengejarnya tertinggal jauh di belakangnya. ketika ia menyelinap masuk jalanan sempit dan muncul lagi di jalan raya dengan posisi yang sudah lebih jauh di depan sana.
Shift ...
Pengemudi mobil yang mengejarnya hanya bisa mengumpat, terlebih saat si kribo menertawainya dari depan sana, sambil melakukan selebrasi. Arena kejar mengejar itu jadi pemandangan unik tersendiri siang ini. Seperti di sebuah film Aksi, di mana beberapa mobil mengejar seorang lelaki yang hanya naik Skeatboard dan berakhir dengan kekalahan para pengejar, setelah terlibat tabrakan beruntung akibat ulah yang dikejar.
Tapi tidak demikian dengan cerita ini. Tiba masanya 'sang buruan' tak lagi hoki. ketika kondisi jalan tak memberinya kesempatan untuk berlari. Hampir saja 'si pemangsa' mendapati. Bahkan sudah tersisa jarak tak sampai dua meter yang mengikis mereka kini. Tapi, dalam suasana genting ini, sebuah keajaiaban terjadi.
Sebuah mobil Sport merah mengkilap, menerobos masuk arena, menyalip dua mobil yang dinaiki 'si pemangsa' dan, hampir saja menabrak 'sang buruan' tapi lelaki kribo itu justru menjadikan hal tersebut sebuah peluang.
Tangannya segera berpegangan pada mobil yang kecepatannya bagai melayang. Sang buruan pun terselamatkan. menyisakan sumpah serapah dari semua yang mengejar.
"thank you, Sir." Sri kribo berucap sambil mengapit skeatboardnya di ketiak, dan siap melangkah meninggalkan sang dewa penyelamat, yang baru saja keluar dari mobil mewahnya yang mengkilat.
"Alex Gupta."
Lelaki kribo itu menghentikan langkahnya yang sudah melenggang tanpa dosa, begitu penyelamat berwajah tampan itu menyebut nama lengkapnya. Selama ini dia dikenal dengan nama Brian Smith. Hanya orang terdekat saja yang tahu, kalau nama sebenarnya adalah Alex Gupta.
Alex melangkah mundur, lalu bola matanya segera menelisik wajah tampan yang bersandar di mobil mewahnya itu dengan teliti. Seakan tak mau melewatkan barang satu inchi. "Siapa, Anda?"
"Pertanyaan yang salah, Alex." Lelaki itu menarik sudut bibirnya, membentuk senyum sekilas yang bisa diartikan sebagai cibiran juga. "Seharusnya kau bertanya padaku, apa mau Anda?"
"Ok." Alex mengangkat satu tangannya, sedang tangan yang satu setia mengapit skeathboardnya. "Ok. Aku salah. Seharusnya aku paham, kalau tak mungkin kau hanya sekedar ingin menolongku," ucap lelaki itu sambil menyeringai. Mungkin ia sedang menyoraki keteledorannya sendiri.
"Anggap saja, kebetulan aku memergokimu sedang dikejar anak buah Darel, mafia yang paling ditakuti di Negeri ini," ucap pemuda itu yang sekali lagi membuat Alex terhenyak.
__ADS_1
Harus ia sadari sekarang, kalau lelaki berwajah ganteng mengalahi gantengya bintang film itu adalah bukan orang sembarangan. Terbukti dari pertama ia bisa tahu siapa Alex sebenarnya. Dan lelaki itu juga bisa tahu kalau Alex sedang dikejar oleh anak buah Darel, seorang mafia yang paling ditakuti.
"Apa yang kamu inginkan dariku, dan apa yang bisa aku dapat darimu," tandas Alex tanpa perlu basa basi lagi.
Lelaki itu melemparkan kontak mobil yang dipegangnya pada Alex. Meski gerakan itu sangat cepat, Alex berhasil menangkap dengan reflex.
"Pembayaran diawal," ucapnya.
Alex hampir membulatkan matanya, tapi urung ketika ia sadar agar tak terlihat norak di mata calon klien barunya. Tapi tatapannya segera menggerayangi mobil sport terbaru itu, seakan tatapan seorang Casanova kala menemukan mangsa.
"Deal," ucapnya segera tanpa perlu bertanya, apa jenis pekerjaannya.
"Bila kau melanggar kesepakatan ..." Lelaki yang belum diketahui identitasnya oleh Alex itu meraih Iphone dari sakunya, lalu melakukan video call dengan seseorang. Sesaat mereka terlibat percakapan berbahasa asing. Dan segera mengahkhiri video call sekitar satu menit kemudian.
Alex terlihat menelan ludah dengan wajah pias, tapi hanya sepersekian detik saja. Pasalnya ia sekilas melihat siapa lawan bicara lelaki itu di video calnya. Itu adalah Darel. Sang Mafia kelas wahid di London.
Artinya, jika Alex melanggar kerja sama, lelaki tampan itu pasti akan menyerahkannya pada Darel. Dan dapat dipastikan kalau di tangan Darel, Alex akan dijadikan seperti baby guling. Alex bergidik dalam diam.
"Apa yang harus ku kerjakan?" tanya Alex
"Database perusahaanku diretas, cari siapa pelakunya dan lakukan pembalasan pada yang berada dibalik pelakunya itu!"
"Bagaimana bentuk pembalasan yang kau mau?" Alex menatap lekat lelaki di depannya itu.
"Berikan semua datanya padaku, dan aku akan menemuimu kembali untuk memberitahukan apa yang harus kau lakukan!" titah lelaki itu. Dan segera berbalik badan hendak meninggalkan.
"Bagaimana caraku menghubungimu?" tanya Alex cepat.
__ADS_1
"Aku yang akan menghubungimu. Semua data sekarang sudah masuk ke ponselmu." Bersama titik di akhir kalimat dari lelaki itu, terdengar satu notifikasi masuk di ponsel Alex.
"Eh, Tuan. Setidaknya aku ingin tau, aku bekerja pada siapa." Sekali lagi Alex menahan langkah lelaki tampan itu dengan ucapannya.
"Damaresh William." Usai menyebutkan namanya, Lelaki itu segera teruskan langkah. Hanya dalam jarak dua meter saja dari Alex, sebuah mobil mercy berhenti di dekatnya. Dan seorang pengawal membukakan pintu untuk Damaresh. Tubuh gagah berbalut jas hitam itu segera menghilang di balik pintu mobil yang membawanya melaju meninggalkan Alex dengan sebuah mobil baru.
Bisa ditebak, siapa Alex Gupta itu sebenarnya. Ya, Alex adalah seorang hacker, yang kenakalannya sudah membuat beberapa perusahaan gulung tikar, hingga salah satu korbannya memakai jasa seorang mafia untuk menangkap Alex.
Tapi sementara ini, keberuntungan selalu berpihak pada si Kribo berkulit gelap itu. Entah apa yang akan terjadi kemudian padanya, bila sudah masuk dalam lingkaran kerja sama dengan seorang Damaresh William.
Author: Aku hanya mau bilang, hati-hati Alex. Sepertinya saja, kau sudah lepas dari sarang ular, tapi sebenarnya kau telah masuk kandang singa.
Lihat saja, berapa banyak kerutan di dahi Alex, saat melihat data perusahaan kiriman Damaresh di ponselnya. "Siall!" umpat Alex sambil memukul stir mobil yang baru saja berpindah kepemilikan atas namanya.
Kini, Alex ingin menyesali kerjasama tersebut. Tapi apa bisa? Entahlah, Alex pun ragu.
Besok pagi aku minta datanya sudah kau kirim padaku, Alex Gupta.
Itu kalimat pesan dari sebuah Private number, yang sudah bisa dipastikan kalau itu pasti kiriman dari Damaresh William.
Argh. Alex ingin berteriak, karena merasa frustasi.
Data apa sebenarnya yang dikirim oleh Damaresh itu?
Kenapa sampai membuat hacker handal sekelas Alex merasa kesulitan?
*********
__ADS_1
jawabannya besok ya. Next Part. tangannya udah kriting nih. Maaf kalau banyak typo, Auto terburu-buru, kejar waktu biar bisa up hari ini.