Cintaku Terhalang Tahtamu

Cintaku Terhalang Tahtamu
46. Tentang Keluarga Willyam. Bagian 2


__ADS_3

Alarick Willyam.


Kehampaan dalam keluarga yang minus kasih sayang


terasa mencekik jiwa putra bungsu Willyam itu, terlebih ketika sang ibunda, Laura Dewi meninggal


dunia, tak ada lagi sandaran jiwa yang bisa di dapatkannya, tak ada lagi pangkuan kasih yang rela menopang kegelisahannya.


Alarick menjadi pribadi yang tak betah berdiam di Mansion mewah keluarganya, ia sering keluar, berpindah dari tempat teman yang satu menuju tempat teman yang satunya. Sebagai putra orang kaya raya, Alarick cukup banyak memiliki teman yang tak menolak ketika Alarick berkenan singgah bahkan bermalam. karna pemuda tuju belas tahun itu tak pernah merugikan, apalagi dari segi materi. Siapa diantara temannya yang kebagian jadwal Alarick bermalam, bisa dipastikan kalau keluarganya akan sangat merasa senang, karna Alarick selalu meninggalkan jejak sebelum pulang. berupa hadiah dan segepok uang.


Ruitinitas itu terus dilakoninya sebagai sedikit penawar kehampaan jiwa, hingga lalu kehampaan itu menemukan muaranya. Kanaya, adik kelasnya yang berperawakan cantik nan jelita, hadir dalam hidup Alarick yang sudah tuna makna. Mengubah segala kesuraman menjadi cahaya, dan mengubah kemurungan menjadi ceria.


Tak hanya itu, bersama keluarga Kanaya pula, Alarick


menemukan kehangatan yang selama ini didambakannya. Walhasil Alarick dan Kanaya menjadi dua pribadi yang sulit dipisahkan, hingga euforia cinta anak muda itu menggiring mereka pada kenikmatan yang memabukkan, tapi berakhir dengan cerita memilukan.


Kanaya hamil. Dan dengah gagah beraninya, Alarick yang masih tuju belas tahun itu bersedia bertanggung jawab, dengan artian dia siap menjadi seorang ayah dalam usia yang sangat muda.


Bahkan dengan sangat gentle, ia membawa Kanaya menemui sang ayah, memohon restu untuk menikah.


Willyam bergeming mendengar permohonan sang putra bungsu yang masih duduk di bangku kelas sebelas itu untuk menikah. Pandangannya menelisik pada sosok Kanaya yang duduk di samping Alarick dengan muka pucat dan tertunduk dalam.


"Sudah berapa lama kalian memiliki hubungan?"


ia bertanya dengan suara serak, namun terdengar santai, sepertinya drama percintaan putra bungsunya yang berakhir dengan sang pacar hamil, bukan sesuatu yang menggelisahkan.


"Sekitar empat bulan, Ayah," jawab Alarick dengan jujur.


"Berapa umur kalian, sekarang?"


Alarick dan Kanaya saling pandang sebelum sama-sama menyebutkan umurnya yang memang masih sangat muda untuk melaju ke jenjang pernikahan.


Willyam terdiam untuk waktu sekian lama, dalam hati ia merasa salut dengan keberanian putranya menyatakan untuk bertanggung jawab atas kesalahan yang telah dilakukannya, tapi untuk menikah?


Willyam berdecak dalam hati.


"Namamu, Kanaya?" Willyam mengarahkan pertanyaan


hanya pada Kanaya.


"I-Iya Om," gadis itu menjawab dengan gugup dan tak berani mendongak.


"Beritau aku dimana alamatmu, dan siapa nama kedua orang tuamu!"


Kanaya terlebih dulu menatap Alarick, setelah mendapat anggukan dari kekasihnya itu, Kanaya segera menyebutkan alamat rumahnya dan berikut nama kedua orang tuanya. Yang didapati oleh Willyam


kalau orang tua Kanaya tidak terdapat dalam jajaran nama orang-orang berpengaruh yang dikenalnya. Yang artinya Kanaya bukan berasal dari keluarga yang pantas masuk dalam circle keluarga Willyam.


Ayah Kanaya adalah seorang pegawai negeri sipil yang bekerja di kantor pemerintahan, sedangkan ibunya mengelola rumah makan sederhana yang berlokasi tak jauh dari tempat sekolah Alarick, dan menjadi rumah makan favourite bagi siswa-siswi sekolah yang tak memiliki uang saku setebal Alarick.


"Alarick, bawa pacarmu itu pulang!" titah Willyam.


"Tapi ayah-"


"Masalah kalian ini, akan di urus oleh pak Jaya."


Willyam segera bangkit dari duduknya dan berlalu keluar.


Meski tak puas dengan pembicaraan itu dimana sang ayah tak memberikan keputusan, namun Alarick menurut juga untuk mengantar Kanaya pulang.


Sepanjang perjalanan Kanaya tak hentinya bertetes air mata. Ada kegelisahan yang mendalam direlung jiwanya, seakan dirinya dan Alarick akan terpisah untuk waktu yang lama.


Tapi Alarick berhasil mendamaikan perasaan Kanaya dan menegaskan bahwa apapun yang terjadi, dirinya akan tetap menikahi Kanaya sekalipun Willyam Pramudya tak akan merestui.


Nyatanya selama dua hari Alarick menunggu keputusan sang ayah, tak ada hal apapun yang ia dapat.


Willyam tetap dengan kesibukannya, begitupun dengan saudaranya yang lain. Alarick juga menemui pak Jaya sekretaris Willyam untuk menanyakan perihal tersebut, pak Jaya hanya memberikan jawaban, kalau semuanya sedang diurus, hingga pada malam harinya,


Alarick dengan jelas mendengar pembicaraan Willyam dengan Pak Jaya tentang semua persiapan yang sudah matang atas kepindahan Alarick sekolah asrama di luar negeri. Tinggal memberangkatkan putra bungsu Willyam itu ke negara yang sudah ditentukan dalam dua hari ke depan.


Jadi ini keputusan Wilyam terkait permohonan ijin putranya untuk menikah. Willyam hendak memisahkan Kanaya dan Alarick sejauh-jauhnya. Menyadari hal tersebut, Alarick mengambil langkah seribu, ia kabur dari mansion untuk menemui sang kekasih hati.


Tapi pelariannya tak berjalan mulus, karna segera diketahui oleh pengawal yang memang ditugaskan untuk mengawasi gerak-gerik Alarick.

__ADS_1


Pemuda tampan itu di paksa pulang sebelum berhasil sampai di rumah Kanaya, Ia kemudian dikurung dalam penjagaan ketat selama dua hari hingga waktu keberangkatannya tiba.


Di dalam sekolah asrama yang memiliki penjagaan sangat ketat itu, Alarick tidak punya akses komunikasi sama sekali dengan dunia luar bahkan termasuk untuk menghubungi keluarganya sendiri, apalagi untuk mengetahui kabar Kanaya yang harus menanggung sendirian dosa yang telah mereka lakukan bersama atas nama cinta. Hidup Alarick seakan tahanan yang berkedok sebagai pelajar.


Tahun pertama dijalani Alarick dengan berbagai pemberontakan, hingga ia menjadi sasaran sangsi dan hukuman peraturan asrama. Hingga lalu ia tiba pada titik pasrah dan mengikuti semuanya dengan harapan


bila pendidikannya segera tuntas ia akan dapat segera pulang ke Indonesia dan menemui Kanaya.


Harapnya dalam hati, semoga gadis itu baik-baik saja.


Tapi harapan tak seindah kenyataan, ketika Alarick kembali ke indonesia, empat tahun kemudian, Kanaya beserta keluarganya tak ditemui lagi di alamat rumahnya. Rumah yang ditinggali oleh keluarga yang penuh kehangatan itu telah berpindah kepemilikan pada orang lain, dan tak ada satupun orang yang ditemuinya dari teman-temannya dulu yang dapat memberikan informasi tentang Kanaya dan keluarganya, kecuali satu info bahwa Kanaya berhenti dari sekolah selang satu bulan setelah Alarick pindah ke luar negeri.


Akhirnya setelah melalui perjuangan melelahkan dalam pencarian jejak Kanaya, Alarick mendapatkan titik terang kalau gadisnya itu beserta keluarga telah pindah ke kota Malang, Jawa Timur. Dari orang kepercayaannya, Alarick mendapatkan alamat rumah mereka di kota itu. Tapi sayang ketika Alarick tiba di sana, tak ada satupun dari keluarga mereka yang sudi menerima kehadiran Alarick, bahkan melabuhkan tatapan kebencian pada pemuda tampan itu, seakan Alarick yang telah menjadi penyebab tragedi dalam keluarga mereka terjadi. Alarick harus kembali dengan tangan hampa, tanpa bisa menemui sosok Kanaya yang namanya masih terpatri indah di palung jiwa.


Rupanya nasib baik masih berpihak pada Alarick, ketika


kakak ipar Kanaya tiba-tiba menghubunginya dan meminta bertemu. Dari laki-laki bernama Rendi suami kakak Kanaya itu, Alarick mendapatkan informasi yang selama ini di carinya. Bahwa ayah Kanaya di pecat tanpa sebab dari pekerjaannya sekitar seminggu setelah Alarick pergi. Dan rumah makan yang dikelola ibu kanaya juga terbakar habis tak bersisa. Seminggu setelah kejadian, keluarga itu didatangi lima orang tak dikenal yang memerintahkan mereka untuk pindah ke luar kota kalau ingin selamat.


Tragedi yang tiba-tiba saja menimpa keluarganya membuat goncangan hebat dalam diri ayah Kanaya, belum lagi fakta kalau ternyata Kanaya telah berbadan dua, membuat lelaki itu terkena serangan jantung yang terlambat mendapat pertolongan hingga berakhir di pemakaman.


Apakah Alarick masih perlu bertanya siapakah dalang di balik semua kehancuran keluarga Kanaya itu terjadi?


Bahkan para pembaca juga sudah bisa menebaknya,kan?


Yang semakin membuat batin Alarick hancur, adalah ternyata Kanaya juga meregang nyawa di saat berjuang untuk melahirkan bayinya. Iya, Kanaya telah tiada, dia telah kembali ke haribaan ilahi.


Bak singa yang kelaparan, Alarick mendatangi Willyam di kantor Pramudya Corp dan melabraknya, kemarahannya yang membuncah hingga ke ubun-ubun membuatnya tak perduli kalau saat itu ayahnya sedang ada pertemuan dengan beberapa rekan bisnis. Wilyam yang murka atas sikap sang putra yang dianggap tidak punya tatakrama, segera mengancam akan mencoret nama Alarick dari daftar ahli warisnya.


Ancaman sang ayah segera dijawab oleh Alarick dengan keputusan tegas, bahwa mulai saat itu ia menyatakan diri memutus ikatan darah dengan keluarga Willyam, dirinya bukan lagi bagian dari keluarga Willyam, Alarick melepas semua atribut keluarga dan pergi membawa dirinya sejauh mungkin.


Dan keputusan itu disambut oleh Willyam, dengan angkuhnya ia menghapus nama putra bungsunya dari jajaran keluarga Willyam dan menganggap Alarick Willyam mulai saat itu, telah mati.


Flashback off


Waktu seakan berhenti, Kaivan mendengarkan semua rentetan kisah itu dengan berkali-kali memperdengarkan helaan napas berat.


Damaresh pun diam dengan sepasang alis yang saling bertaut dan kening yang berkerut. Satu hal yang paling tak disukainya adalah membuka lembaran kisah keluarganya yang kelam dan tragis.


Kisah tragis yang harus mereka alami karna jatuh cinta pada orang yang salah, menurut versi keluarga.


"Aku mengerti, Tante Claudya sudah menyiapkan jodoh untukmu, maka akan sangat buruk akibatnya, jika dia tau hubunganmu dengan Aura,"


Kaivan bangkit dari duduknya dan berdiri di samping Damaresh dengan tangan bersedekap. "Tapi apa jatuh cinta itu bisa diarahkan, Resh? kan tidak. Keluargamu telah membuat aturan yang mengingkari hati nurani."


lanjut Kaivan.


"Hmm," Damaresh hanya memperdengarkan dengungan menanggapi Kaivan.


"Tapi sampai kapan, kau akan menyembunyikan Aura dari keluargamu?"


"Sampai aku tau, bagaimana sebenarnya perasaanku terhadap Arra, atau sampai Arra tidak sanggup lagi untuk terus bersamaku yang punya kehidupan rumit ini," tegas Damaresh.


"Jadi kau belum tau, apa sebenarnya perasaanmu pada Aura?" Kaivan kembali duduk di depan Damaresh dengan sedikit mencondongkan tubuhnya dan menatap sahabatnya itu dengan seksama


"Iya."


"Tapi kalau kulihat, sepertinya kau sudah mulai jatuh cinta pada Aura,"


"Aku tidak yakin," sanggah Damaresh.


"Kau sangat menghawatirkannya kan, kau juga melindunginya sedemikian rupa--"


"Aura terikat pernikahan denganku, karna kesalahanku. Sekarang karna ikatan itu, dia berada dalam bahaya, wajar jika aku ingin menyelamatkannya kan? karna dia tanggung jawabku."


Damaresh segera menjawab sebelum Kaivan menun- taskan ucapannya.


"Wahh payah!" Kaivan memukul pundak Damaresh.


"Kau kaya raya dan punya segalanya Aresh, tapi kau miskin pemahaman tentang cinta!" ejeknya kemudian.


yang hanya ditanggapi Damaresh dengan dengusan.


"Apa aku perlu memberikanmu kuliah terkait ini?"

__ADS_1


"Kau sendiri juga jomblo sejati," jawab Damaresh dengan mencibir.


"Siapa bilang? kau saja yang tak tau berapa jumblah mantanku," ucap Kaivan sesumbar.


"Mantan satu malam?"


Kaivan terkekeh mendengarnya.


"Nikah, Kai! kebiasaan serabutan-mu itu bisa berbahaya!" Damaresh memberi nasehat.


"Aku selalu pakai pengaman," Kaivan berkilah.


"Tetap saja itu bukan kebiasaan yang baik," ucap Damaresh. Pasti banyak yang heran jika tau fakta ini tentang Damaresh Wilyam. CEO Pramudya Corp itu bukan seorang yang suka bermain perempuan, apalagi sampai berkelana dari ranjang yang satu ke ranjang yang lain


dengan bergonta-ganti pasangan. Damaresh tipekal orang yang menganut paham hanya akan menyentuh wanita yang ia cintai saja, tapi faktanya ia menolak jatuh cinta karna kerumitan keluarganya.


Bisa jadi tokoh utama kita ini akan berstatus perjaka seumur hidupnya.


Yukk bantu doa teman-teman, agar hal itu tak terjadi.


"Lalu bagaimana selanjutnya?" Kaivan mengalihkan pertanyaan.


"Apanya?"


"Kau dan Aura, semisal kemudian ternyata kalian saling jatuh cinta, apa kau akan tetap bermain kucing-kucingan begitu dengan keluargamu?"


Damaresh tak memberikan jawaban.


"Apa kau akan melakukan seperti Anthoni Willyam, atau seperti Edgard Willyam?" lanjut Kaivan.


Anthoni Willyam juga menolak perjodohannya dan memilih memperkenalkan wanita yang menjadi pilihannya. Dan ketika pilihannya ditolak, Anthoni tak lantas putus asa, ia dan kekasihnya berjuang untuk mendapatkan hati keluarga Willyam. Nyonya Christhine terlihat sudah luluh dan membuka pintu, tapi pemangku keputusan adalah tuan Willyam Pramudya yang tetap tak memberi restu. Akhirnya Anthoni dan kekasihnya mundur teratur melepas hubungan mereka.


Tapi itu menurut semua orang yang tak tau kebenaran yang sesungguhnya. Faktanya adalah, Anthoni tetap berhubungan dengan Friska, kekasihnya itu. Bahkan kini keduanya diam-diam telah menikah dan karuniai seorang putri. Sedangkan secara umumnya, Anthoni adalah seorang single begitupula bagi seluruh keluarga. Friska rela menjadi istri diam-diam Anthoni dari pada berpisah dengan lelaki pilihan hatinya.


Tapi sebenarnya Christhine tau hal tersebut, bahkan diam-diam ia menyokong sang putra dan melindungi rahasianya habis-habisan dari jangkauan keluarga.


Christhine tentu tak mau tragedi yang terjadi pada Alan Willyam akan terulang pada Anthoni putranya.


Walaupun ia tau akan berakibat buruk jika tuan Willyam tau perihal Anthoni dan Christhine yang sebenarnya.


Lain pula Edgard Willyam, ia justru menerima dijodohkan dengan Nola dan menikah tanpa dasar cinta, tapi membuat kesepakatan dengan istrinya untuk tak saling mengekang dan mencari kesenangan diluar rumah, serta tampil manis dan romantis dihadapan keluarganya selayaknya rumah tangga yang bahagia, damai sentosa. Edgard memang satu-satunya laki-laki dalam keluarga Willyam yang tak mudah setia pada satu hati, hingga mudah saja baginya untuk melakukan hal tersebut.


"Aku tak akan memilih jalan seperti mereka, tidak Anthoni ataupun Edgard, itu sama sekali bukan diriku."


sahut Damaresh dengan tegas.


"Lalu apa yang akan kau lakukan nanti?"


"Aku akan tau setelah saat itu tiba."


"Tapi perlu adanya rencana, Resh." usul Kaivan.


Damaresh menggeleng.


Author: Kaivan ingat ya. Damaresh itu adalah aktor disini yang jalan hidupnya sudah aku tentukan, begitupun denganmu. Jadi gak usah ada rencana-rencana. Aku adalah penentu takdir kalian semua yang ada dalam cerita


CINTAKU TERHALANG TAHTA-MU ini. Ingat!


hehe (ketawa angkuh).


Kaivan tercenung untuk waktu yang sekian lama


hingga Damaresh menegurnya.


"Apa yang kau pikir?"


"Aku memikirkan Aura," jawab Kaivan.


"Sudah ada aku, Kai, yang akan menjaga dan mengawasi Arra. Dia gak butuh orang lain." tandas Damaresh.


"Ha Ha" Kaivan langsung tergelak kencang.


"Begitu saja kau cemburu, Resh. Masih mau mengingkari kalau kau sudah jatuh cinta pada istrimu?"

__ADS_1


Kaivan melanjutkan tawanya tanpa dosa, mengabaikan Damaresh yang menatapnya dengan pandangan tak suka.


__ADS_2