Derita Istri CEO

Derita Istri CEO
Hukuman Untuk Alexa Lagi


__ADS_3

Entah kenapa, Julian malah terpaku dengan wanita itu. Kakinya seakan tidak ingin beranjak dari sana. Dia terus saja memandangi dengan lama wajah wanita yang tertidur dengan tenang itu.


Julian meneguk salivanya dengan susah payah. Perasaan yang sulit di artikan tiba - tiba mendesak dirinya. "Apa yang terjadi denganku? Kenapa aku bisa seperti ini hanya karena wanita ini?" gumam Julian seorang


diri.


...***...


Hari sudah semakin larut, Alexa merasa tenggorokannya sangat kering. Dia pun akhirnya bangun dan ingin minum.


"A...apa yang terjadi?" gumam Alexa. Gadis itu membuka selimut yang menutupi tubuhnya dan ia juga mendelik saat melihat kancing piyamanya yang sudah terbuka. Alexa memejamkan matanya yang sangat kesal luar biasa. Apalagi saat melihat Julian yang tidur di sampingnya tidak memakai baju atasan dan hanya bertelanjang dada saja. Kemudian Alexa pun mulai merapikan kancing bajunya itu.


"Kau sudah bangun tikus, kecil?" suara laki-laki itu dengan suara khas baru bangun tidur yang serak.


Alexa menatap Julian yang masih menutup matanya dan mengeratkan pelukannya pada Alexa.


"A- apa yang terjadi? Kemana bajumu?" tanya Alexa bingung dengan menunjukkan wajah paniknya.


Julian membuka matanya dan dia menatap Alexa dengan sorot mata tajamnya.


"Panggil namaku, kau bukan pelayananku. Kamu juga bukan gadis biasa di sini." seru Julian.


Alexa mengerjapkan matanya. "Lalu aku harus memanggilmu apa?" tanya Alexa bingung.


Julian menghela nafasnya dan menatap Alexa sembari senyum - senyum, tangannya mengusap bibir Alexa yang mungil menurut laki - laki itu.


"Bagaimana kalau sayang, honey, atau my king?" ujar Julian.


Alexa menggeleng-gelengkan kepalanya. "Aku tidak mau!"


"Kenapa?"


"Kau sedang mabuk, Julian! Sadarlah!" Jawab Alexa, karena dia mencium bau alkohol dari mulut Julian.


"Aku tidak mabuk, sayang," ujar Julian sambil tersenyum smirk, dia langsung menarik tubuh Alexa dan dia pindahkan posisi gadis itu agar lebih mendekat dengannya.


"A- apa yang kamu lakukan! Aku tidak mau seperti ini, Julian! Lepaskan aku!" Seru Alexa memukuli dada bidang laki - laki itu.


Julian hanya terkekeh dan kedua tangannya menahan kuat pinggang dan tubuh Alexa agar tetap pada posisinya.

__ADS_1


"Diamlah Alexa. Kau tidak ingin kan, kalau kakimu yang masih terluka itu aku rantai lagi. Jadi menurutlah dan jangan membuatku marah!" Desis Julian mencengkram erat pinggang Alexa hingga membuat Alexa memejamkan matanya.


Alexa lelah juga memberontak tanpa hasil yang maksimal karena Julian juga tidak akan melepaskannya.


Alexa meletakkan kepalanya di atas dada bidang Julian. Ia mendengar detak jantung Julian yang begitu keras."


"Kamu mendengarnya, sayang?" tanya Julian yang mengusap lembut rambut Alexa.


"Tidak, aku tidak mendengarkan apapun. Sekarang lepaskan aku! Sadarlah Julian Kau ini sedang mabuk!" Pekik Alexa memukul Julian.


"Kau benar - benar cari mati Alexa!" Laki - laki itu kini mengusap pipi Alexa lembut sebelum berubah menjadi cengkraman yang keras di dagunya.


"Lepas! Sakit...." lirih Alexa memejamkan matanya kesakitan.


Alexa menangis dan menggelengkan kepalanya saat Julian mencengkram erat-erat dagunya.


"Jangan berani - beraninya melawanku atau aku akan menghabisi nyawamu tanpa ampun!" Teriak Julian murka.


"Sa- sakit, aku mohon bibirku sakit. Hiks." Alexa menangis saat sudut bibirnya itu terasa perih karena cengkraman Julian sangat erat di dagunya.


"Jangan menangis, asal kau menurut padaku. Aku tidak akan sekasar ini padamu! Tapi kenapa kau selalu ingin membuat aku untuk menghukummu lagi, Alexa!" Kecam Julian mengusap sudut bibir Alexa yang luka hingga gadis itu merintih sakit sekali pastinya


"Ampun, ampuni aku Julian. Hiks...hiks. Sakit!" Tangis Alexa pecah saat Julian mengusap pipinya kini berubah mencengkram erat dagunya.


Laki - laki itu keluar dari dalam kamar itu meninggalkan Alexa yang sedang menangis.


Alexa merasa sia - sia hidup selama ini, dunia pun tidak peduli padanya.


Alexa menatap kearah pintu saat melihat Julian datang dengan membawa sebuah rantai panjang.


Alexa langsung menggelengkan kepalanya, saat ia tahu apa yang akan di lakukan Julian kepadanya.


"Ma.. mau apa? Aku mohon ja-jangan hiks. Jangan....! Sadar Julian, kau ini sedang mabuk!" Tangis Alexa sangat keras, dan ia menatap kilatan marah dari sorot mata Julian Dominic.


Julian mengambil satu tangan Alexa dan ia ikat dan lilitkan pada rantai. Alexa merentangkan kedua tangannya saat kedua rantai tali itu terikat pada tiang yang berada di sisi kanan dan kiri ranjang.


Alexa menangis saat Julian memperlakukannya seperti budak yang akan di hukum mati.


"Bunuh saja aku! Jangan perlakukan aku seperti ini lagi, aku lebih baik mati!" Tangis Alexa sangat menyayat hati siapapun yang mendengarnya saat ini.

__ADS_1


Bukan hanya tangan, bahkan kedua kaki juga sama Julian ikat saat ini. Alexa merasakan sakit pada lengannya, tali rantai yang melilit itu begitu menyakitkan dan menyiksa.


Julian mendekat ke arah Alexa. "Aku sangat puas melihatmu seperti ini, kau tidak bisa berlari kemanapun, dan sekarang giliran diriku yang harus memberikan hukuman untukmu lagi." ujar Julian berdecak marah pada Alexa tangannya membuka satu persatu kancing piyama biru yang di kenakan oleh Alexa. Hingga tubuh bagian atas gadis itu benar-benar terlihat indah dengan kulit putihnya yang sangat halus dan menggiurkan di matanya saat ini


"Arrrghhh! Ja- jangan, Julian! Aku mohon jangan!" Teriak Alexa frustasi.


"Kau yang memulainya, maka aku yang akan mengakhirinya Alexa! Bukankah sudah kukatakan kau jangan membantah perintahku!" bisik Julian.


Julian hendak menyentuh tubuh Alexa, namun tangan Julian merasa berat untuk menyentuh tubuh Alexa dan apalagi melihatnya menangis kuat dan menjerit-jerit saat ini.


"Baiklah, untuk sekarang aku harus bersabar lagi untuk tidak merusakmu, Alexa!" Kemudian Julian membuka tali rantai di tangan dan kaki gadis itu dengan cepat.


...***...


Julian saat ini tampak sangat resah dan gundah yang di rasakan, pasalnya ia semalam tidak bisa tidur. Niatnya ingin melucuti pakaian Alexa semalam gagal karena gadis itu menjerit menangis memohon dan Julian sedikit tidak tega melihatnya, hal seram apa yang membuat Julian tidak tega dengan tangisan Alexa. Apalagi semalam dirinya masih dalam pengaruhnya alkohol hingga membuatnya kembali menyakiti Alexa.


Julian kini berdiri menatap dirinya pada cermin besar di kamarnya. Kemeja putih dan dasi hitam, celana bahan hitam, sepatu pantofel mengkilap juga aksesoris mahal yang menjadikan tampilannya menawan, jangan tanyakan wajah Julian yang terpahat dengan sempurna. Pesonanya tidak bisa di tolak oleh siapapun.


Julian keluar dari dalam kamarnya, di luar sudah ada Novi yang sudah menunggunya.


"Apa Alexa sudah bangun?" tanya Julian dan Novi menggelengkan kepalanya


"Belum Tuan. Setelah dokter Arsen mengobati lukanya, Nyonya muda masih tidur."


"Rawat dia dengan baik. Dan pastikan dia untuk makan dan meminum obatnya." ucap Julian.


"Baik Tuan muda,"


Kemudian Julian melangkah pergi dan berangkat untuk ke kantor karena Kenzo sudah menunggunya di depan.


...*********...


Hay... hay! Kalian yang sudah baca Bab ini jangan lupa kasih likenya dong untuk author.D


Kalau ada yang mau ngasih 🌷atau ☕ juga boleh kok hehehe. Seperti biasa author juga mau mengingatkan pada para reader ku. Yuk, kasih sajen votenya untuk author. Komentarnya juga jangan sampai lupa yah~


Author selalu menunggu komenan dari kalian loh😁


Makasih...

__ADS_1


Bersambung....


Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.


__ADS_2