Derita Istri CEO

Derita Istri CEO
Tidak Bisa Di Hubungi


__ADS_3

Dan Adel kembali mendengus tak suka saat mendengarkan ucapan dari sepupunya. "CK! Kalau sudah tahu ritual mandimu akan lama. Harusnya, kau itu sudah bersiap-siap sebelumnya. Kalau begini kan, aku jadi kasihan pada Vanya. Dia pasti sudah menunggu kita lama. Kenapa kau ini selalu menyebalkan sekali" Seru Adel.


"Lagi pula Kak Vanya itu tidak akan marah. Dan dia pasti mengerti jika kita datang terlambat." ucap Alexa dengan santainya.


Adel berdecak pelan. "Ah, andaikan saja kau sedang tidak hamil. Sudah sejak tadi aku turunkan kamu di pinggir jalan." Adel memberikan sindiran untuk Alexa.


"Kau jangan berisik, Adel." ucap Alexa. "Kau itu baru aku repotkan sedikit saja langsung mengeluh, lalu bagaimana dengan diriku yang sejak dulu sudah kau repotkan, Hah?." lanjutnya dengan nada kesal.


"Dengan Sepupumu sendiri, jangan berhitung seperti itu, Alexa?" Adel memprotes kesal pada Alexa.


"Lihatlah. Sekarang kau memintaku jangan berhitung. Tetapi sejak tadi kau selalu mengeluh, hanya karena kau lama menungguku. Menyebalkan sekali." ucap Alexa dengan nada kesal.


"Oke, aku minta maaf. Kenapa sedari tadi kau pintar sekali membantah setiap ucapanku." ucap Adel kesal.


"Karena keturunan keluarga Jhonson sudah pasti cerdas." ucap Alexa berkata begitu angkuh.


"Hey Nona! Kau pikir kau saja yang berdarah Jhonson. Aku juga berdarah Jhonson!" Seru Adel yang tidak terima.


Mendengar ucapan dari Adel. Alexa terkekeh geli. "Apa kau bilang? Hei Nona cerewet, bukannya kau itu sudah di coret dari keluarga Jhonson. Setahuku, keluarga Jhonson tidak memiliki gen yang secerewet dirimu."ledek Alexa pada Adel.


"Kenapa kau selalu menyebalkan sekali." gerutu Adel.


"Karena-"


Braakkk.


"Akhhhh...." Adel dan Alexa, berteriak secara bersamaan. Saat merasakan mobil mereka di tabrak dari arah belakang, hingga membuat mobil Adel terdorong kedepan. Tetapi, Adel dengan sigap langsung menginjak rem sehingga saat mobil terdorong, di detik selanjutnya mobil milik Adel bisa berhenti.


"Sialan! Siapa yang sudah berani menabrak mobilku." gerutu Adel kesal.


Sedangkan Alexa menghembuskan nafas kasar. "Sudahlah Adel, masalah ini tidak usah di perpanjang. Dan kau tenangkan dirimu. Aku akan menghubungi supir pribadiku untuk menjemput kita." ucap Alexa. Kemudian Alexa mengambil ponselnya yang ada di dalam tas untuk menghubungi supir pribadinya. Namun, tatapan Alexa dan Adel kini mengarah ke dua sosok pria yang menggunakan penutup kepala dan jaket yang berwarna hitam, sedang mendekat ke arah mobil mereka.

__ADS_1


"Alexa, mereka siapa?" tanya Adel yang sudah mulai takut saat melihat kedua pria yang tampak menyeramkan itu mendekat ke arah mobilnya.


"Aku juga tidak tahu, Adel. Lebih baik kita tidak usah turun." jawab Alexa, berusaha untuk tetap tenang.


"Nona Jhonson. Aku akan memberikan pilihan kepada kalian. Kalian ingin turun dari mobil secara sukarela atau kami buka paksa untuk mendobrak pintu mobil kalian." perintah salah satu seorang pria yang memakai penutup kepala pada Alexa dan juga Adel.


Mendengar ucapan dari salah satu seorang pria yang memakai penutup kepala Alexa dan Adel pun mulai ketakutan.


***


Di samping itu, Vanya masih setia menunggu kedatangan adik dan sepupunya. Padahal, sudah setengah jam yang lalu, adiknya memberikan kabar sedang dalam perjalanan dan hampir sampai ke lokasi tujuan. Tetapi, hingga satu jam lebih menunggu belum juga ada tanda-tanda keberadaan adik dan Sepupunya itu akan datang ke lokasi mereka bertemu.


"Kemana Alexa dan Adel? Kenapa belum datang juga?" gerutu Vanya kesal.


Kemudian Vanya pun mengeluarkan ponselnya, dan berusaha untuk menghubungi Adik atau sepupunya itu untuk menanyakan keberadaan mereka berdua. Namun, hingga lima kali dia menghubungi sepupu dan adiknya tidak ada jawaban dari keduanya.


Vanya kembali di buat kesal oleh Adik dan sepupunya itu karena tidak ada jawaban dari mereka berdua. "CK! Kenapa tidak ada yang menjawab teleponku?"


"Hallo, Julian?" sapa Vanya, saat panggilannya terhubung.


"Ada apa, Vanya? Tumben kau menghubungiku?" jawab Julian dari sebrang telepon.


"Julian, apa sebelumnya Alexa sudah meminta izin padamu untuk bertemu denganku?" tanya Vanya dari sebrang telepon.


"Iya, Alexa memang sudah meminta izin padaku. Memangnya ada apa, Vanya?"


"Begini, aku sudah menunggu Alexa dan Adel hampir dua jam. Tapi mereka berdua belum datang ke lokasi kita bertemu. Padahal, setengah jam yang lalu mereka mengatakan hampir sampai di tempat kita bertemu. Dan saat tadi aku mencoba menghubungi Alexa dan Adel mereka berdua tidak ada yang mengangkat panggilan telepon dariku. Sekarang, aku khawatir dengan mereka berdua. Apakah, Alexa menghubungimu?" ucap Vanya memberikan penjelasan pada Julian dari sebrang telepon.


"Apa kau bilang? Alexa tidak bisa di hubungi?" suara Julian terdengar berbeda dari sebrang telepon dan tersirat kecemasan dari suara Julian setelah mendengar ucapan dari Vanya.


"Iya, Julian. Bukan hanya Alexa saja yang tidak bisa hubungi tetapi Adel juga tidak bisa di hubungi." Vanya menjawab dengan helaan nafas yang berat.

__ADS_1


"Tenanglah, Vanya. Setelah ini aku akan mencoba menghubungi Alexa kau juga tetap mencoba menghubungi Adel. Jika sudah mendapatkan kabar dari mereka aku akan memberitahumu."


Tut...


"Halo Julian. Hal..."


Setelah mengucapkan kalimat itu. Julian langsung memutuskan sambungan telepon darinya secara sepihak, padahal dirinya tadi belum selesai berbicara.


Vanya menghela nafas dalam. Kini dia juga mengkhawatirkan keadaan sepupu dan juga Adiknya. "Alexa... Adel. Dimana kalian? Cepatlah datang? Aku harap tidak terjadi sesuatu hal yang buruk pada kalian." gumam Vanya seorang diri.


***


Setelah menutup panggilan telepon dari Vanya. Raut wajah Julian langsung berubah khawatir. Apalagi saat Julian mencoba menghubungi nomor istrinya, tetapi nomornya tidak bisa di hubungi.


"Sial!" Julian langsung mengumpat kasar, saat tidak ada jawaban dari sang istri.


"Kau kenapa lagi, Julian?" tanya Devan yang masih berada di ruangan kerja Julian Dan Devan pun merasa heran melihat raut wajah Julian yang tampak kesal dan marah lagi.


"Kau tahu, tadi Vanya menghubungiku. Dan dia bilang jika Alexa dan Adel belum sampai di lokasi mereka bertemu dengan Vanya. Padahal, setengah jam yang lalu, mereka mengatakan pada Vanya jika mereka hampir sampai. Dan sudah hampir dua jam, Vanya menunggu mereka berdua tapi mereka belum datang juga. Dan nomor Alexa dan juga Adel tidak bisa di hubungi." jawab Julian, sambil mencengkram kuat ponselnya. Rahangnya mengetat dan tatapannya berubah menjadi tajam.


**********


Hay... hay! Kalian yang sudah baca Bab ini jangan lupa kasih likenya dong untuk author.D


Kalau ada yang mau ngasih 🌷atau ☕ juga boleh kok hehehe. Seperti biasa author juga mau mengingatkan pada para reader ku. Yuk, kasih sajen votenya untuk author. Komentarnya juga jangan sampai lupa yah~


Author selalu menunggu komenan dari kalian loh😁


Makasih...


Bersambung....

__ADS_1


Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.


__ADS_2