Derita Istri CEO

Derita Istri CEO
Pintu Terbuka


__ADS_3

Julian berdecak kesal sekali, pasalnya Alexa semalam mengunci pintu kamarnya. Sedangkan laki - laki itu sangat berharap bisa tidur berdua dengan gadis itu.


Kini Julian duduk di sebuah sofa di lantai satu bersama dengan anjing Samoyed besar dan sangat menyeramkan.


Julian menunggu Alexa dari tadi, tapi gadis itu dari semalam tidak kunjung turun juga.


"Kemana Alexa, kenapa dia lama sekali, CK! Menyebalkan!" Julian tidak mau membuang waktu lagi, laki - laki itu langsung mengambil langkah berjalan ke lantai atas.


"Alexa!"


"Alexa buka! Atau aku akan mendobrak pintu ini, Alexa!" Teriak Julian dengan sangat emosi.


Laki - laki itu benar - benar mendobrak pintu kamar Alexa.


"Arrrghhh....!" Teriak Alexa kaget.


Bukannya Alexa yang kaget, bahkan Julian juga ikutan kaget melihat Alexa berteriak.


Julian tersenyum sinis. "Kau ingin menggodaku?" tanya Julian dengan berjalan mendekati Alexa.


Alexa mundur perlahan, bagaimana ia tidak teriak. Alexa baru keluar dari dalam kamar mandi dan hanya menggunakan handuk saja.


"Ke- keluar dulu!" Pekik Alexa takut.


Julian malah tersenyum gemas, laki - laki itu terkekeh dan ia hendak menyahut tangan Alexa namun Alexa malah terduduk di lantai.


"CK! Jangan menguji kesabaranku, sekarang." ujar Julian.


Alexa menggeleng - gelengkan kepalanya. Tangan kaki - laki itu menarik lengan Alexa hingga Alexa berdiri di hadapannya.


Julian menarik tangan Alexa untuk merapatkan padanya. Jelas saja gadis itu bingung.


"Jangan lihat!" Pekik Alexa menutup Julian saat laki - laki itu menunduk menatap ke arah yang Alexa takuti.


Laki - laki itu menarik tangan Alexa. Ia mendekatkan wajahnya pada wajah Alexa


"Menakjubkan..." bisiknya.


Alexa di buat terbang oleh kata - katanya itu. Julian sangat menyeramkan.


Julian menatapnya selama beberapa detik, sebelum ia menghempaskan tubuh Alexa ke atas ranjang hingga gadis itu kaget sekali.


Julian mencengkal kedua tangan Alexa dan ia cengkram di sisi kepalanya.


"Bagaimana Alexa? bagaimana kalau kita mulai saat ini juga?"

__ADS_1


Alexa menggeleng - gelengkan kepalanya tidak mau.


Julian mendekatkan wajahnya, Alexa menggigit bibir bawahnya takut.


Laki - laki yang ada di atasnya itu hanya terkekeh "Jangan di gigit Alexa. Kamu menggodaku, atau malah memintaku yang menggigit bibirmu itu, hm?" tanya Julian.


Alexa menggelengkan kepalanya. "Aku juga tidak sedang menggodamu, karena aku juga bukan seorang yang menggoda....."


Alexa mencengkam erat sprei putih. Alexa benar-benar di mabuk pesona ketampanan seorang Julian Dominic. Laki - laki itu menerima sentuhan - sentuhan lembut pada bibir Alexa.


Perlahan jemari Julian menarik pelan dagu Alexa, hingga gadis itu menatapnya dengan tatapan kikuk.


Dari sini Julian bisa merasakan perbedaan Vanya dan Alexa.


"Kau ternyata tidak sama dengan Vanya," bisik Julian mengusap pipi halus Alexa dengan ibu jarinya.


"Ya, memang tidak sama...."


"Kau lebih dari Vanya, sangat...." Julian menghentikkan kata - katanya. Laki - laki itu mendekati wajah Alexa semakin dekat.


"Arrrghhh! Julian....!"


Alexa memekik keras saat pipinya di gigit kuat saat itu juga. Laki - laki itu menunjukkan wajah gemas dan geram saat berada di pipi Alexa.


"Kau tahu, huh? Pipi ini sangat tidak baik di sungguhkan di depanku, aku ingin memakannya!" Seru Julian menarik - narik pipi itu setelah menggigitnya.


Alexa melotot saat Julian memiringkan kepalanya dan mengecup bibirnya dengan lembut dan pelan. Jantung Alexa terasa melompat dari tempatnya saat ini.


"Tutup matamu, Alexa." bisik Julian pelan.


Alexa masih mengerjapkan kedua matanya sebelum ia memekik dan terpejamlah netra indahnya, kala Julian semakin menikmati bibir manis Alexa.


Nampaknya Alexa juga pasrah saat Julian mengarahkan kedua tangannya dan di lingkarkan pada leher Alexa. Hingga suara pintu kamar tiba - tiba saja terbuka dan menganggu sentuhan romantis Julian pada Alexa.


"Tuan....."


"Tuan Dominic, oh my gosh! Maafkan saya!"


Suara setengah menjerit itu membuat Alexa langsung mendorong dengan kuat Julian saat itu juga.


Alexa dan Julian sama - sama menoleh ke arah Kenzo yang kini langsung membalikkan badannya.


"Kurang ajar!" Maki Julian pada Kenzo yang sudah mengganggunya.


"Kau juga! Kau juga sama kurang ajarnya!" Teriak Alexa, malah memaki Julian saat ini.

__ADS_1


Kenzo langsung membalikkan badannya lagi. Menatap kembali ke arah Julian dan Alexa. Jujur saja, ia sangat menyukai pemandangan yang ada di hadapannya ini akhirnya ada juga seorang gadis yang mau melawan Julian.


Wajah Julian mendadak sebal, ia menatap Alexa lekat.


"Apa maksudmu, huh?! Aku menyebalkan apanya? Kalau mau berciuman lagi, tenang saja. Nanti malam, aku bisa memberikanmu lebih!" Seru Julian dengan entengnya.


Alexa mendelik seketika, bibirnya menipis dan tangannya langsung terangkat menampar pipi Julian saat itu juga.


"Bukan itu! Kau.... lihat ini!" Alexa menunjukkan pipinya yang terdapat sedikit bekas gigitan. "Kau menggigit pipiku dan kau juga sudah menciumku, menyuruhku untuk menutup mata dan tiba - tiba kau sangat liar dan....."


Julian melotot panik saat itu juga, ia langsung membungkam bibir Alexa dengan geraman.


"Kau ini jangan terlalu polos, Alexa! Kali aku memaafkanmu karena sudah berani menamparku! Tapi tidak lain kali!" Peringat Julian.


Alexa langsung menghela nafasnya berat dan pergi meninggalkan Julian dengan kedua kakinya yang ia hentak - hentakkan dan masuk kedalam kamar mandi.


Alexa merasa lega saat ini juga dan ia bisa tersenyum. "Akhirnya, Tuhan masih melindungiku untuk tidak melakukan hubungan terlarang dengan laki - laki jahat itu." gumam Alexa.


...***...


Sepeninggal Alexa, kini hanya Julian dan Kenzo, nampak jelas guratan senyuman yang terlihat pada salah satu sudut bibirnya.


Kenzo berdehem pelan, hingga kini Julian langsung menoleh dan menatapnya.


"Apa yang kau tertawakan, Ken?" Tanya Julian sambil berjalan melangkah keluar dari kamar Alexa berjalan menuju ke arah ruang kerjanya.


"Tidak ada, Tuan. Hanya.... hanya melihat tingkah Nyonya yang sangat lucu saja." jawab Kenzo.


"Dia memang lucu. Apalagi pipinya. Kau lihat tidak? Tadi pipinya itu? Aku menggigitnya. Seperti melihat sebuah bakpao...."


"Tuan akan terbiasa mencintai Nyonya Alexa dalam waktu dekat." ujar Kenzo seraya berjalan mengikuti Julian menuju ke arah ruang kerja Julian.


"CK! Siapa yang bilang, aku hanya suka pipinya saja," elak Julian masih sempat-sempatnya memasang wajah angkuhnya.


Kenzo hanya menggeleng - gelengkan kepalanya.


...**********...


Hay... hay! Kalian yang sudah baca Bab ini jangan lupa kasih likenya dong untuk author.D


Kalau ada yang mau ngasih 🌷atau ☕ juga boleh kok hehehe. Seperti biasa author juga mau mengingatkan pada para reader ku. Yuk, kasih sajen votenya untuk author. Komentarnya juga jangan sampai lupa yah~


Author selalu menunggu komenan dari kalian loh😁


Makasih...

__ADS_1


Bersambung....


Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.


__ADS_2