Derita Istri CEO

Derita Istri CEO
Siapa Wanita Itu?


__ADS_3

Hujan turun begitu deras membasahi negara M. Suara kilatan petir yang cukup keras membuat Alexa terbangun dari tidurnya. Alexa mengerjapkan matanya beberapa kali. Kini tatapan Alexa teralih melihat jendela yang terbuka. Dia langsung beranjak dari ranjang dan melangkah menuju ke arah jendela kamar yang terbuka itu. Seketika Alexa terdiam, kala dia melihat tempat parkir mobil milik Julian masih kosong. Itu artinya Julian masih belum pulang.


Alexa segera menepis pikirannya ketika memikirkan Julian. Dia memilih untuk kembali membaringkan tubuhnya di ranjang. Namun, rasa haus di tenggorokan Alexa membuatnya berbalik dan mengambil gelas yang ada di atas meja. Alexa mengumpat pelan, ia melihat teko yang berada di atas meja sudah kosong. Tidak ada pilihan lain, dia lebih memilih sendiri untuk mengambil minumannya yang ada di dapur. Bisa saja Alexa meminta pada pelayan, tapi dia lebih memilih untuk mengambilnya sendiri.


Namun, saat Alexa hendak menuju ke arah dapur langkahnya terhenti melihat sebuah ruangan yang tidak tertutup rapat. Kening Alexa berkerut melihat ruangan yang tidak tertutup itu. Dia terlihat tampak berpikir. Seketika Alexa mengingat, ruangan itu adalah ruangan yang di larangnya untuk masuk. Wajah Alexa terlihat ragu, tapi dia tidak bisa lagi menutupi rasa penasarannya.


"Aku harus masuk, aku harus melihat apa yang di sembunyikan oleh pria itu. Hingga waktu itu Julian sangat marah padaku." tukas Alexa seraya mengedarkan pandangannya ke sekelilingnya memastikan tidak ada pelayan yang berada di sekitar dirinya. Kini Alexa memberanikan diri berjalan masuk kedalam ruangan itu.


"Kamar siapa ini?" gumam Alexa saat memasuki kamar yang bernuansa merah muda itu. Tentu saja kamar itu bukanlah kamar milik Julian. Tapi siapa pemilik kamar ini? Bahkan Julian tidak memiliki seorang adik. Alexa terus melangkah dia menyentuh setiap sudut meja yang bernuansa berwarna merah muda.


"Foto siapa ini?" tatapan Alexa teralih pada sebuah bingkai foto yang terletak di atas meja. Dia pun langsung mengambil bingkai dan menatapnya. Saat Alexa melihat foto itu, dia pun langsung terdiam. Tatapannya berubah menjadi dingin dan tidak bersahabat melihat foto itu. Ya, di foto itu terlihat seorang wanita yang cantik berambut hitam mencium pipi Julian. Mereka layaknya pasangan yang sangat serasi dan sempurna.


"Siapa wanita yang ada di dalam foto ini?" Alexa berusaha untuk mengenali wajah dari wanita yang berfoto bersama Julian. Tapi, dia sama sekali tidak mengenali wanita itu. Alexa hendak melangkahkan kakinya itu menuju ke arah walk in closet yang ada di dalam kamar itu. Tiba - tiba Alexa mendengar suara dari luar. Dengan cepat Alexa mengeluarkan ponselnya dia langsung mengambil gambar di bingkai foto itu. Kemudian dia berjalan meninggalkan kamar itu kembali ke kamarnya.


...***...


"Alexa? Kau darimana saja?" Julian menegur Alexa yang hendak masuk ke dalam kamar.


"Ah, Julian kau sudah pulang?" Alexa mengalihkan pandangannya, dia tersenyum kaku ke arah Julian.


"Ini sudah tengah malam," Julian menjeda, dia melangkahkan kakinya mendekat ke arah Alexa. "Kenapa kau belum tidur?" tanyanya dengan nada yang dingin dan raut wajah yang datar.


"Aku habis minum," jawab Alexa yang sedikit canggung. Entah kenapa jantung Alexa berdegup dengan kencang ketika Julian semakin melangkah mendekat padanya.


"Kenapa kau harus sendiri yang mengambil minum untukmu? Kenapa kau tidak meminta pelayan?" Julian kembali bertanya dengan tatapan yang curiga.


"Aku bosan di kamar. Itu kenapa aku mengambil minumanku sendiri," jawab Alexa seraya mengangkat sedikit kepalanya. "Ya sudah, aku ingin tidur. Aku sangat mengantuk, Julian." lanjutnya lagi, namun langkah Alexa terhenti saat tangan Julian menahan lengannya.

__ADS_1


"Ada apa, Julian? Aku ingin tidur?" tukas Alexa yang mulai kesal.


"Apa ada yang kau sembunyikan dariku?" sudah sejak tadi Julian merasa ada yang berbeda dari Alexa. Terutama mata Alexa yang seperti tengah menyembunyikan sesuatu.


Alexa mendesah pelan. "Tidak Julian, tidak ada yang aku sembunyikan."


"Benarkah? Kau tahu kan jika berbohong kau akan di hukum?"


"Sudahlah, aku ingin tidur. Ini sudah malam."


"Alexa, tunggu?"


"Apalagi Julian?"


"Aku hanya ingin mengatakan, mulai besok aku mengizinkanmu untuk pergi keluar kemanapun yang kau mau. Tapi aku tidak pernah mengizinkanmu untuk pulang ke negara R jika sampai kau mencoba kabur dariku, aku pastikan akan mengurungmu di mansion ini." peringat Julian.


Julian melepaskan tangannya yang tadi menahan lengan Alexa. Kini Alexa melangkahkan kakinya masuk kedalam kamar. Tepat di saat Alexa sudah masuk kedalam kamarnya, Julian pun masuk kedalam kamarnya.


...***...


Alexa membuang napasnya kasar, dia berusaha untuk tidak dulu untuk memikirkan tentang kamar itu. Kini Alexa sedang mencari nomor kontak Adel, karena Alexa sudah mendapatkan izin dari Julian untuk bisa keluar dari mansion ini dan setelah menemukan kontak milik Adel, Alexa langsung menghubungi sepupunya itu.


"Adel?" panggil Alexa saat panggilannya terhubung.


"Alexa, apa kau tidak bisa menghubungiku di pagi hari saja? Aku masih sangat mengantuk!" Ucap Adel dengan nada kesal saat panggilannya terhubung.


"Besok pagi aku ingin bertemu denganmu. Aku akan menunggumu jam sepuluh di kafe yang waktu itu kita pernah datangi. Kau masih ingat, bukan?"

__ADS_1


"Eh tunggu. Kenapa kau mendadak sekali? Besok pagi aku memiliki meeting."


"Kau bisa meminta asistenmu untuk menggantikanmu, Adel."


"Tapi-"


"Aku tidak ingin mendengar alasanmu, besok pagi kita harus bertemu. Ada hal yang ingin aku katakan padamu."


"Kenapa tidak sekarang saja, jika ada hal yang ingin kau sampaikan itu, Alexa?"


"Tidak bisa Adel. Aku mohon... ini sangat penting."


Helaan nafas berat Adel terdengar dari sebrang telepon. "Ya, ya. Baiklah."


Tanpa lagi berkata, Alexa langsung menutup panggilan itu. Dia hendak meletakkan ponselnya ke tempat semula. Namun, dia mengurungkan niatnya. Lagi dan lagi, Alexa kembali melihat foto Julian yang bersama dengan seorang wanita.


"Sebenarnya apa yang kau sembunyikan, Julian? Kenapa banyak hal yang kau tutupi?" batin Alexa yang tak lepas menatap foto itu.


...*********...


Hay... hay! Kalian yang sudah baca Bab ini jangan lupa kasih likenya dong untuk author.D


Kalau ada yang mau ngasih 🌷atau ☕ juga boleh kok hehehe. Seperti biasa author juga mau mengingatkan pada para reader ku. Yuk, kasih sajen votenya untuk author. Komentarnya juga jangan sampai lupa yah~


Author selalu menunggu komenan dari kalian loh😁


Makasih...

__ADS_1


Bersambung....


Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.


__ADS_2