Derita Istri CEO

Derita Istri CEO
Mengantar Shabrina


__ADS_3

"Julian... kenapa kamu malah mengajakku berdansa?" bisik Alexa pada sang suami ketika sudah tiba di lantai dansa.


"Selama ini aku tidak pernah berdansa denganmu, tidak masalah jika kita harus berdansa." jawab Julian sambil mengecup bibir istrinya. "Aku yakin, kau pasti bisa, sayang...."


Alexa mendengus. "Aku tidak hebat berdansa, Julian." gerutunya kesal.


"Mari kita coba Mrs. Dominic." Julian mengulurkan satu tangannya dan mau tidak mau pun akhirnya Alexa pun menyambut uluran tangan dari Julian. Kemudian Alexa dan Julian pun mulai berdansa. Meski tampak gugup tapi Alexa berusaha untuk mencoba bersikap tenang.


Alunan musik begitu membuat suasana di sana semakin meriah. Seluruh pasangan berdansa salsa. Begitupun dengan Devan yang berdansa dengan pasangannya. Tampak awalnya Alexa yang gugup, kini mulai terlihat tenang, meski cukup kaku tapi Alexa cukup bisa mengimbangi Julian. Nyatanya banyak yang melihat ke arah Julian dan Alexa. Mereka terlihat layaknya pasangan yang sempurna.


"Kau bukannya tidak bisa, tapi kau sudah lama tidak berdansa, sayang. Itu yang membuatmu menjadi kaku. Tapi kau lihat sekarang? Tarian mu di sini membuat para pria yang ada di sini tidak henti melihatmu. Rasanya aku ingin sekali membuat mereka tidak bisa lagi melihat karena sudah berani melihat dirimu seperti itu." tukas Julian seraya melirik pria yang menatap kagum ke arah Alexa.


Alexa terkekeh. "Aku milikmu, sayang... Mereka semua juga tahu jika aku adalah Mrs. Dominic, mereka pasti tidak akan pernah berani mendekatiku..."


"Yes, kau benar sayang...." Julian menarik dagu Alexa, mencium dan ******* dengan lembut bibir Istrinya itu.


Seketika pandangan semua orang tertuju pada seorang wanita yang begitu hebat berdansa salsa bersama dengan pasangannya. Wanita itu kini menjadi pusat perhatian semua orang. Julian dan Alexa pun ikut menghentikan langkah dansa mereka, dan menatap pasangan yang baru menjadi pusat perhatian banyak orang itu.Wanita berambut hitam itu tampak begitu mengagumkan. Setiap gerakan yang di tujukan oleh wanita itu, membuat semua orang yang ada di sana bertepuk tangan. Alexa pun sangat kagum dengan sosok wanita itu yang begitu hebat dalam berdansa.


Namun, tiba-tiba saat wanita itu menghadap ke arah dirinya, membuat Alexa langsung membulatkan matanya, terkejut melihat wanita itu. Kening Alexa berkerut, dia memperhatikan begitu seksama dan dia terlihat tampak begitu ragu. Karena jujur saja, Alexa takut salah mengenali orang.


Tepat di saat wanita berambut hitam itu menghentikan tariannya, dan bersamaan dengan suara tepukan tangan yang cukup riuh terdengar di ruangan itu, kini wanita itu mengalihkan pandangannya ke arah Alexa. Senyuman di bibir wanita itu terukir melihat ke arah Alexa, lalu wanita yang berambut hitam itu berjalan menghampiri Julian dan juga Alexa.


"Hai Alexa? Ternyata kau datang juga di acara jamuan makan malam ini?" sapa wanita itu ketika tiba di hadapan Alexa.


"S-Shabrina? Ini kau kan?" tanya Alexa yang masih tampak ragu.


Shabrina tampak tersenyum. "Yes, ini aku, Alexa. Aku sengaja memotong rambutku dan sengaja membuat kulitku sedikit gelap, jadi kau pasti terkejut melihat diriku yang sekarang."


"Oh astaga, Shabrina kau membuatku tidak mengenalimu." Alexa langsung memeluk Shabrina. "Aku juga tidak pernah menyangka kita akan bertemu lagi di negara M." lanjutnya dengan suara yang bahagia.


Shabrina tersenyum, "Aku juga tidak menyangka kita bisa bertemu di negara M."

__ADS_1


"Julian, kenalkan ini Shabrina sepupuku." tukas Alexa sambil menoleh ke arah Julian.


"Hi, Julian..." sapa Shabrina.


Sedangkan Julian hanya mengangguk singkat sebagai jawaban atas sapaan dari Shabrina itu.


"Shabrina, pria yang tadi berdansa denganmu itu siapa?" tanya Alexa ingin tahu sambil menatap kearah Shabrina.


"Hanya temanku." jawab Shabrina.


Alexa mengangguk. "Baiklah, lebih baik kau bergabung saja denganku. Kita makan bersama."


"Aku tentu tidak akan menolaknya, Alexa." balas Shabrina dengan senyuman yang hangat. "Oh ya, apakah Adel datang di acara jamuan makan malam ini? Aku dengar dia juga diundang?"


"Sepertinya Adel tidak bisa datang ke acara jamuan makan malam ini. Karena dia menghadiri pernikahan sahabatnya." jawab Alexa. Ya, sebelumnya Adel memang sudah mengirimkan pesan pada Alexa jika dia tidak bisa hadir di acara jamuan makan malam ini.


Kemudian Shabrina, Alexa dan juga Julian duduk di kursi yang sama. Terlihat Alexa yang begitu bahagia ketika bisa bertemu lagi dengan Shabrina. Namun, tanpa Alexa sadari jika sudah sejak tadi Shabrina tidak henti menatap ke arah Julian. Tatapan yang begitu dalam dan memancarkan kasih sayang.


***


"Shabrina, kau tinggal di hotel apa?"tanya Alexa sambil menatap ke arah Alexa.


"Four season hotel, Alexa." jawab Shabrina.


Alexa mengangguk. "Sejak tadi kau belum di jemput, apa kau mau pulang bersama denganku dan juga Julian?" tawar Alexa.


"Tapi aku tidak mau merepotkanmu dan suamimu, Alexa." tukas Shabrina yang merasa tidak enak.


Tatapan Alexa kini beralih pada Julian yang sedang berdiri di sampingnya. "Julian, kita tidak apa-apa, kan, jika harus pulang bersama dengan Shabrina?"


"Ya," jawab Julian singkat dengan menunjukkan wajah yang datar.

__ADS_1


Alexa tersenyum lalu dia melihat ke arah Shabrina seraya berkata, "Shabrina, lebih baik kau pulang saja bersama denganku, bagaimana?"


Shabrina mengangguk pelan. "Terima kasih, Alexa."


kini Julian dan Alexa masuk kedalam mobil. Begitupun dengan Shabrina yang ikut masuk kedalam mobil dan duduk di kursi belakang bersama dengan Alexa sedangkan Julian duduk di kursi depan. Dan tidak lama kemudian, mobil yang membawa Julian dan Alexa mulai berjalan meninggalkan hotel tempat jamuan acara makan malam berlangsung tadi.


Sepanjang perjalanan Alexa dan Shabrina tengah asyik berbincang, sedangkan Julian dia tengah fokus pada iPad yang ada di tangannya. Sesekali Alexa melirik ke arah suaminya yang terus fokus pada iPad yang ada di tangannya itu. Dan tentu saja, Alexa sudah tidak terkejut lagi pada sikap sang suami. Sejak dulu, Julian memang selalu bersikap dingin pada siapapun. Bahkan, pada sepupunya Adel pun, dia tetap memasang wajah datar jika bertemu.


"Shabrina, sejak kapan kau mengenal Kak Devan?" tanya Alexa yang sejak tadi penasaran. Pasalnya, dia sedikit bingung karena sepupunya itu sebenarnya tinggal di negara K dan sudah lama meninggalkan negara A. Tapi kenapa saat pertama kali bertemu Devan, Shabrina terlihat begitu akrab dengannya.


"Aku mengenal karena Devan dia memiliki pabrik anggur di negara K." ujar Shabrina. "Dan aku salah satu customer Devan yang selalu mengambil wine dalam jumlah yang besar darinya."


"Aku baru tahu, ternyata Kak Devan memilki pabrik anggur di negara K." balas Alexa.


Shabrina tersenyum. "Ya, pabrik anggur itu miliknya sendiri. Biasanya publik hanya tahu jika dia memimpin perusahaan keluarganya."


Alexa mengangguk-angguk kepalanya. "Oh ya, Shabrina. Tadi kau bilang mengambil wine dalam jumlah besar dari Kak Devan, apa kau memilki klub malam atau restoran?"


"Aku memiliki klub malam di negara S dan negara K. Semua wine yang ada di klub malamku dari Devan." ujar Shabrina. "Bagaimana denganmu, Alexa? Aku dengar Paman Raymond sudah menyerahkan kepemimpinan Jhonson group yang ada di negara R di tanganmu?"


******


Hay... hay! Kalian yang sudah baca Bab ini jangan lupa kasih likenya dong untuk author.D


Kalau ada yang mau ngasih 🌷atau ☕ juga boleh kok hehehe. Seperti biasa author juga mau mengingatkan pada para reader ku. Yuk, kasih sajen votenya untuk author. Komentarnya juga jangan sampai lupa yah~


Author selalu menunggu komenan dari kalian loh😁


Makasih...


Bersambung....

__ADS_1


Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.


__ADS_2