Derita Istri CEO

Derita Istri CEO
Saran Kenzo Dan Penolakan Julian


__ADS_3

"Baik Tuan." jawab Kenzo patuh. Dia langsung membuka folder pada iPad yang ada di tangannya. Lalu memberikannya pada Julian. Dan Julian pun terdiam sejenak saat melihat wajah seorang pria yang bernama Kenan Galaxy itu. Ya, saat melihat fotonya, Julian sepertinya pernah bertemu dengan Kenan Galaxy dan mengenali wajah pria itu tapi dia tidak mengingat dimana dia pernah bertemu dengan pria itu.


"Tuan, saya juga sudah menyelediki tentang latar belakang keluarga Kenan Galaxy, ternyata Kenan Galaxy adalah sepupu dari Jacob Webber. Saya juga tidak bisa menuduh jika dia yang menjadi pelaku utama dari pembakaran pabrik karena hingga detik ini semua bukti belum semuanya terkumpul untuk membuatnya menjadi tersangka utama kebakaran pabrik. Sebenarnya saya juga masih ragu jika Kenan Galaxy yang melakukan kebakaran di pabrik itu, di karenakan dendam Jacob Webber pada Tuan. Tetapi hal itu mungkin saja di lakukan oleh Tuan Kenan mengingat Tuan Julian sudah menghancurkan perusahaan milik sepupunya. Jika bukan karena hal itu, mungkinkah adakah motif yang lain yang membuat Tuan Kenan Galaxy melakukan hal tersebut jika memang terbukti dia menjadi dalang pelaku kebakaran pabrik. Tetapi saya juga mendapatkan laporan jika hubungan Jacob dengan Kenan tidak terlalu dekat. Jadi tidak mungk-"


Ucapan Kenzo terpotong. Saat seseorang tiba-tiba masuk kedalam ruangan Julian. Dan dengan santainya langsung duduk di hadapan Julian. "Apa aku sudah menganggu pembicaraan kalian? Kenapa wajah kalian terlihat serius sekali? Memangnya tadi kalian sedang membicarakan apa?" tanya Devan ingin tahu pembicaraan Julian dan Kenzo tadi.


"Kenzo tadi sedang memberikan laporan, jika ada seseorang yang tertangkap kamera CCTV sedang berada di sekitar pabrik anggur sebelum terjadinya kebakaran pabrik. Dan mungkin saja pria itu tersangka pembakaran pabrik milikku." ucapnya dengan nada yang sedikit kesal.


Mendengar ucapan dari Julian. Raut wajah Devan pun berubah menjadi lebih serius " Benarkah? Lalu, apa kau sudah mengetahui identitas seseorang tersebut?" tanyanya ingin tahu.


"Menurut laporan Kenzo tadi, pria itu bernama Kenan Galaxy. Apa kau tahu, dia ternyata sepupu dari Jacob Webber. Tetapi aku juga masih belum tahu apa motif sebenarnya Kenan Galaxy membakar pabrik wine dan anggur milikku. Tapi wajah pria itu tidak asing, dan sepertinya aku pernah bertemu dengan pria yang bernama Kenan Galaxy tersebut."


"Berikan aku fotonya juga. Jika kau merasa pernah melihatnya mungkin saja aku mengenalnya juga." pinta Devan. Dan dengan sigap Kenzo langsung menyerahkan iPadnya pada Devan dan saat Devan melihat foto pria tersebut dia mengerutkan keningnya karena foto pria yang di lihatnya itu memang tidak asing dan dia juga sepertinya pernah bertemu dengan seorang yang bernama Kenan Galaxy tersebut.


"Bagaimana Devan? Apa kau juga mengenalnya?" tanya Julian seraya menautkan alisnya.


"Wajah pria di foto ini memang tidak asing untukku juga. Aku juga sepertinya pernah melihatnya, tetapi aku juga tidak ingat dimana kita pernah bertemu." jawabnya sambil terus berpikir dan mengingat - ingat dimana dia mengenal sosok Kenan Galaxy itu.


"Cobalah untuk mengingatnya lagi, Devan. Karena aku juga sepertinya mengenal pria tersebut tapi aku juga lupa dimana pernah bertemu dengannya."

__ADS_1


"Ah, sekarang aku ingat. Pria itu yang pernah di pukuli olehmu saat berada di klub malam, Julian. Kau juga pasti masih ingat kan, saat Adel dan Alexa di ganggu oleh kedua orang pria di klub malam. Dan salah pria itu bernama Kenan Galaxy."


"Sialan! Jadi salah satu pria yang aku hajar itu adalah Kenan Galaxy dan tujuan dia membakar pabrik wine dan anggur milikku mungkinkah karena kejadian tersebut."


"Ya, dia mungkin saja balas dendam karena hal itu. Terlebih kau sudah menghancurkan perusahaan milik sepupunya."


"Tuan Julian, Tuan Devan. Saya juga mendapatkan laporan tambahan jika sebenarnya penurunan harga wine itu juga di lakukan oleh Galaxy Group. " lapor Kenzo hingga membuat Julian dan Devan begitu terkejut.


"Sialan kau Kenan Galaxy! Ternyata kau berani bermain-main denganku! Akan ku pastikan membalasnya berkali-kali lipat."


"Tenangkan dirimu, Julian. Kita harus menyusun rencana yang bagus agar bisa menghancurkannya."


"Tuan Julian, sebenarnya saya juga sudah mengetahui siapa pemilik saham tertinggi kedua dari Galaxy Group. Dan saya sangat yakin, jika orang itu tidak akan pernah mau menjual kepemilikan sahamnya. Tetapi jika Nyonya Alexa yang membujuknya mungkin saja pria itu akan mau menjual kepemilikan saham nya."


"Kenapa kau membawa nama istriku? Memang siapa pemilik saham itu?" tanya Julian sambil menatap ke arah Kenzo dengan wajahnya yang terpancar kemarahan.


"Karena pemilik saham kedua dari Galaxy Group adalah Tuan Samudera Jhonson. Dan tidak banyak yang tahu, jika Tuan Samudera sering menggunakan nama samaran dari nama belakang keluarga ibunya yaitu Javas, untuk melakukan investasi. Dan satu - satunya cara untuk menghancurkan Galaxy Group adalah dengan meminta bantuan Tuan Samudera. Tetapi saya juga yakin, Tuan Samudera pasti tidak akan mudah menjual saham miliknya makanya saya memberikan saran agar Tuan Julian meminta pada Nyonya Alexa untuk membujuk Tuan Samudera agar mau menjual saham kepemilikan Galaxy Group kepada anda, Tuan. Atau anda bisa meminta langsung kepada Tuan Samudera untuk menjual kepemilikan sahamnya." Kenzo menjelaskan pemilik saham tertinggi Galaxy Group itu dengan nada yang gemetar dan ketakutan.


"Apa kau ini sudah tidak waras?! Bagaimana bisa kau menyuruhku untuk meminta bantuan pada pria menyebalkan itu! Memangnya kau tidak memiliki saran yang lebih bagus lagi, Hah?!" Seru Julian sambil membanting vas bunga yang ada di ruangan kantornya saat mendengar saran yang di ucapkan oleh Kenzo padanya.

__ADS_1


Kenzo menelan salivanya susah payah saat melihat kemarahan Bosnya. Dan Kenzo tidak berani menatap mata Julian yang tampak sedang sangat marah tersebut.


"Julian, lebih baik kau mencoba saran dari Kenzo. Lagipula Samudera Jhonson adalah Kakak Iparmu. Tetapi jika kau merasa gengsi untuk meminta bantuan pada Kakak Iparmu. Bukankah Lebih baik jika istrimu saja yang meminta bantuan padanya. Aku yakin jika istrimu yang memintanya dia pasti akan mau membantumu." ujar Devan dengan nada yang serius.


"Diam kau! Aku tidak ingin melibatkan istriku kedalam masalahku!" Seru Julian dengan tatapan yang begitu tajam ke arah Devan.


*****


Hay... hay! Kalian yang sudah baca Bab ini jangan lupa kasih likenya dong untuk author.D


Kalau ada yang mau ngasih 🌷atau ☕ juga boleh kok hehehe. Seperti biasa author juga mau mengingatkan pada para reader ku. Yuk, kasih sajen votenya untuk author. Komentarnya juga jangan sampai lupa yah~


Author selalu menunggu komenan dari kalian loh😁


Makasih...


Bersambung....


Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.

__ADS_1


__ADS_2