Derita Istri CEO

Derita Istri CEO
Rekaman CCTV


__ADS_3

Mendengar ucapan dari Julian, sontak membuat Devan sangat terkejut, dan tidak menunggu lama, Devan pun langsung mengeluarkan ponselnya, dan mencoba untuk menghubungi nomor Adel.


"****!" Umpat Devan, saat Adel tidak mengangkat telepon darinya.


"Julian, bukankah ini aneh? Apa kau tidak mencurigai sesuatu?" tanya Devan dengan cemas dan khawatir.


"Kenzo! Cepat lacak GPS ponsel milik istriku. Jika kau sudah menemukan lokasi titik keberadaannya, segera buka CCTV dimana istriku berada." Julian berkata dengan tegas seraya menggeram penuh dengan kemarahan. Iris mata coklatnya menggelap. Amarahnya membendung seolah akan meledak.


"Baik, Tuan. Segera saya kerjakan." jawab Kenzo patuh.


Tanpa menunggu, Kenzo pun langsung berjalan keluar meninggalkan ruang kerja Julian untuk melaksanakan tugas yang sudah di perintahkan oleh Julian padanya.


"Julian, aku yakin ada sesuatu yang tidak beres?" ucap Devan dengan nada cemas dan panik.


Julian menghembuskan nafas kasar, "Aku juga sudah tahu. Lebih baik kau diam. Aku yakin, ada seseorang yang sedang bermain-main denganku."


Julian memejamkan matanya sesaat. Sejak tadi dia tidak berhenti mengumpat di dalam hati. Pikirannya juga tidak bisa tenang. Dan tanpa Devan bertanya pun Julian sebenarnya sudah tahu, jika ada sesuatu hal yang tidak beres. Mengingat Alexa tidak pernah tidak menjawab telepon darinya.Dan hal yang membuatnya sangat yakin adalah, hilangnya kontak Alexa bersamaan dengan Adel.


Dan tak berselang lama, Kenzo pun berjalan masuk kedalam ruang kerja Julian dengan begitu tergesa-gesa. Raut wajah Kenzo kelihatan begitu panik dan ketakutan saat ingin memberikan hasil laporannya pada Julian.


"Bagaimana? Apa kau sudah menemukan lokasi Istriku?" tanya Julian sambil menatap dingin ke arah Kenzo. Dan tatapannya kini seperti sedang menahan amarahnya.


"Iya, Tuan. Saya sudah menemukan lokasi sinyal GPS milik Nyonya Alexa." jawab Kenzo " Dan kebetulan, posisi sinyal ponsel GPS milik Nyonya berada dekat dengan lokasi titik keberadaan ponsel milik Nona Adel juga." lanjut Kenzo memberikan laporannya.


"Apakah kau sudah melihat CCTV lokasi GPS itu?"


"S- saya juga sudah membuka CCTV di area jalan tol tetapi ada beberapa yang sudah di hapus, Tuan" lanjutnya memberikan laporan.


Julian menggeram. Kilat matanya kian menajam saat mendengar apa yang sudah di laporkan oleh asistennya itu. "Aku tidak ingin mendengar, jika kau tidak bisa menemukan lokasi pasti tentang keberadaan istriku, Ken?;" Seru Julian dengan amarahnya.

__ADS_1


"Tidak. S- saya sudah menemukan titik lokasi keberadaan Nyonya, Tuan." jawab Kenzo, dan memberikan iPad yang ada di tangannya pada Julian untuk melihat rekaman CCTV dari jalan tol yang belum di hilangkan.


Kemudian Julian langsung mengambil iPad itu dan bersamaan dengan itu Devan juga ikut bergabung dengan Julian untuk melihat rekaman CCTV itu. Saat melihat rekaman itu, tiba-tiba saja raut wajah Devan dan Julian seketika berubah. Ya, mereka berdua tampak sangat terkejut, saat melihat kedua orang pria yang bertubuh besar membawa paksa istri dan sepupunya. Dan terlihat jelas wajah Alexa yang mengarah ke kamera CCTV seakan dia sedang memberikan isyarat jika keadaannya baik - baik saja.


"Brengsek. Berani sekali para bajingan itu menculik istriku!" Seru Julian. "Kenzo, segera kau lacak mobil yang sudah berani menculik istriku dan sepupunya." lanjut Julian memberikan perintah.


Tidak hanya Julian saja yang merasa geram dan marah, tetapi Devan juga. Saat melihat rekaman CCTV tadi.


"Saya juga sudah mengecek lokasi mobil dimana mereka membawa Nyonya Alexa dan Nona Adel, Tuan" Kenzo menjawab dengan


cepat.


"Kerja bagus. Segera kau kirimkan lokasinya padaku."


Setelah mendengar ucapan dari Kenzo, Julian langsung menyambar kunci mobilnya, dia hendak melangkah keluar dari ruang kerjanya. Tiba - tiba saja ponsel miliknya berdering. Sesaat Julian mengumpat di dalam hati saat melihat di layar ponselnya tertera nama Samudera yang menghubunginya. Julian pun mulai menggeser tombol hijau itu untuk menerima panggilan telepon dari Samudera.


"Ada apalagi? Aku sedang tidak ingin di ganggu?!" Seru Julian saat panggilannya terhubung


"Katakan, ada apa kau menghubungiku?" tanya Julian langsung dan tidak ingin berbasa-basi.


"Aku mendapatkan laporan dari anak buahku. Jika adik dan sepupuku, mereka di culik. Apakah itu benar?"


"Memang benar jika mereka berdua di culik. Lebih baik kau tidak usah ikut campur. Karena aku mampu untuk menyelamatkan istriku."


"Dengarkan aku, Dominic. Jika sampai terjadi sesuatu pada mereka berdua aku bersumpah akan membunuhmu dengan tanganku sendiri?!" Teriak Samudera begitu menggelegar dari sebrang telepon.


"Sialan! Kau pikir aku juga akan diam saja, jika sesuatu terjadi pada mereka, Hah?!" Seru Julian dengan kekesalannya pada Samudera.


Dan tanpa lagi menjawab ucapan dari Samudera dia langsung menutup teleponnya. Setelah itu, dia langsung berlari keluar menuju ke area parkiran mobil bersamaan dengan Devan yang mengikuti Julian.

__ADS_1


***


Di sisi lain, kini Alexa dan Adel sudah berada di sebuah gudang yang terbengkalai dan terlihat jauh dari pemukiman penduduk. Jika kondisi Adel yang tampak panik, namun berbeda dengan Alexa. Alexa terlihat begitu santai.


"Kenapa kita bisa berada di tempat seperti ini, Alexa?" tanya Adel ketakutan.


Alexa menghela nafas panjang. "Adel, aku juga tidak tahu kenapa mereka membawa kita kesini. Lebih baik kita tunggu saja, sampai orang itu datang. Lalu kita ajah menanyakannya."


"Alexa, kenapa kamu terlihat santai di situasi kita yang sedang seperti ini? Apakah kau tidak takut jika mereka akan berbuat hal buruk kepada kita?" tanya Adel dengan nada ketakutan dan cemas.


"Kita tidak perlu takut, Adel. Aku yakin, jika Julian sudah mengetahui jika kita berdua menghilang dan dia pasti sedang mencari kita dan akan datang untuk menyelamatkan kita."


"Bagaimana kau bisa seyakin itu, jika suamimu tahu, tentang hilangnya kita saat ini?" tanya Adel.


"Kak Vanya. Aku sangat yakin, Kak Vanya pasti sudah memberikan kabar pada suamiku, jika kita berdua belum sampai ke lokasi kita akan bertemu dengan Kak Vanya. Dan satu hal yang selalu aku ingat, saat itu Kak Samudera pernah berulang kali mengatakannya kepadaku, jika dia pasti akan datangi untuk menyelamatkan aku meski dia terlambat, tetap dia akan tetap datang. Untuk itu, kau tidak perlu takut dan cemas lagi. Aku sangat yakin, pasti sudah banyak orang yang sedang mencari kita berdua."


"Alexa, bukannya aku tidak percaya dengan ucapanmu. Tapi kau lihatlah, tangan kita terikat. Bagaimana bisa kita melarikan diri nantinya?"


*****


Hay... hay! Kalian yang sudah baca Bab ini jangan lupa kasih likenya dong untuk author.D


Kalau ada yang mau ngasih 🌷atau ☕ juga boleh kok hehehe. Seperti biasa author juga mau mengingatkan pada para reader ku. Yuk, kasih sajen votenya untuk author. Komentarnya juga jangan sampai lupa yah~


Author selalu menunggu komenan dari kalian loh😁


Makasih...


Bersambung....

__ADS_1


Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.


__ADS_2