Derita Istri CEO

Derita Istri CEO
Periksa Kandungan


__ADS_3

Alexa mengalihkan pandangannya menatap Julian dan berucap, "Tadi Kakakku bilang, kalau kau melukai aku lagi Kakakku akan membawaku pulang dan tidak akan pernah memaafkanmu."


Julian berdecak tak suka. "Lebih baik Kakakmu itu segera menikah. Dan mencari wanita di hidupnya agar tidak lagi mengusik hidupmu."


Alexa mencebikkan bibirnya. "Kakakku akan tetap peduli padaku jika nanti dia sudah menikah."


"Kau benar. Tapi jika dia memilki istri, mungkin saja otaknya akan berfungsi lebih baik," jawab Julian dingin.


"Kau ini menyebalkan sekali! Kakakku seperti itu karena menyayangiku." Alexa mengerutkan bibirnya.


Julian menghembuskan nafas pelan, "I know, hanya saja Kakakmu selalu berpikir negatif. Aku tidak mungkin melukaimu."


Alexa tersenyum. Dia beranjak dari tempat duduknya dan pindah ke pangkuan Julian seraya mengaitkan tangannya di leher suaminya itu. "Aku tahu kau tidak akan melukaiku lagi. Sekarang kita akan memilki anak. Jika kau melukaiku, bukan hanya keluargaku yang membelaku. Tapi anakku juga pasti membelaku."


"Anak kita, Alexa." koreksi Julian seraya mencubit pelan hidung Alexa.


Alexa terkekeh, "Iya, anak kita."


Julian menarik dagu Alexa, mencium dan ******* dengan lembut bibir istrinya itu. "Aku tidak mungkin melukai wanita yang paling berharga di hidupku."


"Aku percaya padamu," Alexa mendekatkan hidungnya pada hidung Julian, lalu menggeseknya pelan, " Lebih baik kita berangkat sekarang. Setelah dari Dokter kandungan, aku ingin kau menemaniku di suatu tempat."


"Kau ingin kemana?" tanya Julian sembari menatap lekat Alexa.


"Nanti kau akan tahu." jawab Alexa dengan riang.


Julian mengecup kening Alexa dia membantu Alexa untuk berdiri. Kini Julian mengambil kunci mobilnya yang terletak di atas meja. Lalu dia merengkuh bahu sang istri, lalu membawanya keluar dari penthouse mereka, menuju perkiraan mobil.


***


"Julian, hari ini kamu tidak berangkat ke kantor, kan? Hari ini kau akan bersama denganku, kan?" Alexa bertanya memastikan saat mobil Julian telah terparkir di rumah sakit, tempat dimana dia akan memeriksa kandungannya


"Iya," Julian membawa tangannya mengusap dengan lembut kepala Alexa. "Aku sudah meminta Kenzo untuk menggantikan pekerjaanku."

__ADS_1


Alexa tersenyum, " Terima kasih, sayang."


"Kita turun sekarang," ucap Julian sembari mencubit pelan hidung Alexa.


Alexa mengangguk, kemudian dia dan Julian turun dari mobil, memasuki lobby rumah sakit, menuju ke ruangan dokter kandungan. Saat tiba di ruangan dokter, Julian tidak perlu lagi mendaftar ataupun menunggu lama, karena Julian adalah salah satu investor di rumah sakit ini. Dan tentu saja, dia sudah meminta Kenzo untuk mengatur semuanya saat Julian dan Alexa masuk kedalam ruang kerjanya.


"Hi Dokter," jawab Alexa dengan senyuman samar di wajahnya. Sedangkan Julian menjawabnya dengan anggukan singkat di kepalanya.


"Mari Nyonya, kita periksa kandungan anda sekarang," ujar sang dokter.


Alexa menganggukkan kepalanya dan Julian pun langsung membaringkan tubuh istrinya itu di ranjang. Saat Alexa sudah membaringkan tubuhnya, dokter langsung mengoleskan gel ke perut Alexa.


Kini tatapan Julian teralih, menatap ke layar monitor. Sorot mata dingin dan penuh dengan ketegasan seolah mencair saat melihat ke layar monitor. Dia membawa tangannya menyentuh tangan Alexa dengan lembut.


"Nyonya, kandungan anda memasuki minggu ke enam. Kandungan anda sehat dan detak jantung sang janin pun baik. Hanya saja, saya meminta anda agar tidak melupakan vitamin dan obat penguat kandungan," ujar sang dokter mengingatkan.


"Apa aku bisa mengetahui jenis kelamin anakku, apakah laki-laki atau perempuan?" tanya Julian tidak sabar.


"Belum Tuan. Anda bisa mengetahui jenis kelamin anak anda jika kandungan Nyonya Alexa sudah memasuki minggu kedelapan belas," jawab sang dokter lagi.


"Tuan, sebelumnya saya sudah memeriksa dokumen kesehatan Nyonya Alexa. Nyonya Alexa pernah mengalami kecelakaan hingga mengakibatkan luka di bagian kepalanya tapi saya sudah melihat catatan medisnya dan Nyonya Alexa pulih dengan cepat. Dan beberapa hari yang lalu Nyonya Alexa masih terus memeriksa keadaan luka di kepalanya. Saya rasa, jika anda dan Nyonya Alexa ingin berlibur, tidak masalah. Karena kesehatan Nyonya Alexa sudah pulih dan tidak ada masalah dalam kandungan Nyonya Alexa. Saran saya, Nyonya Alexa rajin untuk mengkonsumsi sayuran dan protein. Serta jangan melupakan vitaminnya."


Mendengar perkataan dari sang dokter membuat Alexa langsung tersenyum. Ya, dia tahu kesehatannya itu cepat pulih. Terakhir, Raymond, Ayahnya langsung membawakan tiga dokter terbaik dari negara N, H, dan P. Bukan hanya Raymond, tapi Julian pun sudah memberikan dokter yang terbaik untuk istrinya. Jujur selama masa pemulihan, Alexa harus di pusingkan dengan banyaknya rangkaian pemeriksaan. Baik Ayah dan suaminya begitu overprotektif padanya. Itu kenapa Alexa tidak heran mendengar mengalami pemulihan yang cepat. Karena memang keluarga dan suami yang begitu perhatian padanya.


"Julian, kau dengar, kan? Dokter bilang aku tidak apa-apa." Alexa mengalihkan pandangannya, menatap Julian.


Julian menghembuskan nafas pelan. Meski Dokter mengatakan keadaan istrinya baik - baik saja. Tapi Julian, tidak mungkin untuk mencemaskan keadaan sang istri. Mengingat jarak negara A yang jauh, dan iklim yang berbeda membuat Julian terus mengkhawatirkan keadaan istrinya.


Kini Julian menganggukkan kepalanya sebagai jawaban atas perkataan dari Alexa. Dia membantu Alexa untuk turun dari ranjang. Setelah selesai pemeriksaan, dokter memberikan resep obat yang harus Alexa tebus. Julian pun langsung meminta anak buahnya menebus obat itu.


"Terima kasih, Dokter." ucap Alexa dengan senyumannya.


"Sama - sama Nyonya," jawab sang dokter ramah.

__ADS_1


Kemudian Julian merengkuh bahu istrinya, meninggalkan ruang pemeriksaan menuju ke arah parkiran mobil.


***


"Julian, berikan kunci mobilmu padaku," Alexa mengadahkan tangannya, meminta kunci mobilnya saat sudah berada di area parkiran rumah sakit.


"Untuk apa?" tanya Julian seraya mengerutkan keningnya.


"Hari ini aku akan menyetir mobil," jawab Alexa riang.


"Tidak Alexa, biar aku saja yang menyetir." ucap Julian dengan nada yang tidak suka.


Alexa mencebikkan bibirnya. Melipat tangannya di depan dada dan menatap kesal ke arah Julian. "Sejak aku hamil kau begitu berlebihan, Julian. Aku ini sedang hamil bukan sakit keras."


"Sayang, tapi-"


"Ya sudah kalau kau tidak memperbolehkan aku untuk menyetir, lebih baik aku pulang naik taksi saja!" Alexa membuang wajahnya, merajuk layaknya anak kecil.


Julian berdecak kesal. Dia mengumpat di dalam hati.Dia sudah pernah membaca buku tentang perubahan sifat wanita yang tengah hamil. Sensitivite dan manja. Seperti saat ini Alexa akan bersikap seperti anak - anak jika apa yang di mintanya tidak di turuti.


"Julian," rengek Alexa seraya menghamburkan tubuhnya kedalam pelukan Julian.


Julian menghembuskan nafas kasar, "Aku hanya tidak ingin terjadi apa - apa denganmu, Alexa." ucapnya sambil mengusap lembut rambut istrinya.


***


Hay... hay! Kalian yang sudah baca Bab ini jangan lupa kasih likenya dong untuk author.D


Kalau ada yang mau ngasih 🌷atau ☕ juga boleh kok hehehe. Seperti biasa author juga mau mengingatkan pada para reader ku. Yuk, kasih sajen votenya untuk author. Komentarnya juga jangan sampai lupa yah~


Author selalu menunggu komenan dari kalian loh😁


Makasih...

__ADS_1


Bersambung....


Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.


__ADS_2