Derita Istri CEO

Derita Istri CEO
Di Ajak Jalan - Jalan


__ADS_3

Alexa terbangun dari tidurnya, pagi ini cukup mendung hingga membuatnya malas untuk beranjak. Gadis itu memeluk bantalnya kembali dan memejamkan kedua matanya.


"Permisi Nyonya. Apa Nyonya sudah bangun?" gumam lirih Novi mendekati Alexa.


"Nyonya Alexa...."


Seketika Alexa langsung membuka matanya lebar-lebar dan menatap Novi yang berdiri di sampingnya.


Wanita itu tersenyum manis padanya.


"Saya pikir Nyonya Alexa belum bangun. Itu soalnya Tuan muda meminta saya untuk membangunkan Nyonya," ujar Alexa.


Alexa mengerjapkan kedua matanya.


"Ada apa?" tanya Alexa beringsut menyibakkan selimutnya.


"Nyonya Alexa lebih baik mandi dulu. Nanti baru turun kebawah yah..." bujuk Novi dengan sabar.


Alexa langsung mengangguk - anggukan kepalanya. Ia langsung bangkit dari sana dan berjalan membuka lemari dan mencari pakaiannya.


Beberapa menit berlalu, usai membersihkan tubuhnya dan Alexa juga kini sudah cantik dengan sapuan make up tipis di wajahnya.


Gadis itu langsung berjalan turun ke lantai satu, pelan - pelan melangkahkan kakinya dan menatap ke arah Julian yang terlihat menunggunya.


"Kenapa kau lelet seperti siput?" tanya Julian tanpa menatapnya.


Alexa tersentak seketika, ia langsung mengangkat pandangannya.


"Aku... aku baru saja bangun. Aku lelah sekali." jawab Alexa masih berdiri di sana.


Julian menutup laptopnya yang berada di pangkuannya.


"Kau tidak bernisiatif untuk berjalan kesini, menyapa suamimu? Kemarilah....."


Decakan kecil terdengar dari bibir Alexa saat itu, gadis itu langsung menghembuskan nafasnya pelan dan berjalan mendekati Julian yang menatapnya lekat.


Laki - laki itu bersedekap, ia memperhatikan Alexa yang diam menatapnya dengan kikuk.


"Aku akan mengajakmu jalan - jalan dan membelikanmu barang apapun yang kau sukai, kau mau ikut?" tawar Julian pada Alexa.


Kedua mata Alexa mengerjap, saat itu juga ia tersenyum manis dan mengangguk - anggukan kepalanya.


"Mau, aku mau ikut denganmu?"seru Alexa dengan sangat antusias.


Laki - laki itu tersenyum tipis dan langsung bangkit dari duduknya. Julian langsung meraih mantel hitam tebal miliknya dan memakainya.


Ia menarik lengan Alexa dan menariknya pelan. Alexa mantap tangan laki - laki itu dan ia tersenyum kecil.


"Tidak perlu tersipu, Alexa. Aku mengajakmu jalan - jalan hanya ingin kau merasakan kebebasan sesuai saran dari dokter agar kau juga tidak merasa tertekan lagi berada di mansionku. Aku juga berharap kau tidak sakit lagi."

__ADS_1


"Terima kasih untuk perhatianmu. Tapi aku tidak tersipu sama sekali!" Jawab Alexa dengan sebal.


Mendengar hal itu, Julian hanya tersenyum kecil bersamaan dengan ia yang menggenggam hangat tangan Alexa.


Mereka berdua masuk kedalam mobil dan berangkat saat itu juga.


Sepanjang perjalanan, Alexa terus menatap ke sekitar dan ia tersenyum tipis menikmati pemandangan yang indah luar biasa. Alexa merasa ingin berteriak sekarang, saat ia akhirnya bisa menghirup udara bebas seperti ini.


Mungkin Julian tidak kaget dengan hal itu. Mengingat kalau Alexa yang dulunya di besarkan di Negara R, dan baru kali ini dia kembali ke negara M.


"Kau tidak pernah ke negara M sama sekali?" tanya Julian.


"Heem, aku baru pertama kali kesini dan jalan - jalan ke kota," jawab Alexa.


Julian tersenyum tipis. "Itulah yang menjadi salah satu alasan kenapa aku harus mengurungmu di rumah."


Alexa terkekeh kecil. "Kau takut aku kesasar ya? Terus hilang dan pergi darimu?"


Julian meliriknya dan mengangguknya kecil, siapa sangka kalau gadis kecil di sampingnya ini lebih membuatnya tenang di bandingkan dengan Vanya yang dulu sangat patuh padanya.


Beberapa menit perjalanan, mereka berdua sudah sampai di sebuah toko lukis terbesar yang berada di salah satu spot kota Negara M.


Alexa yang baru saja turun dari mobil, ia mendongak dan kagum akan tempat itu yang luar biasa bagusnya.


Tatapan Alexa tertuju pada Julian yang kini melepaskan mantelnya dan menutupkan pada punggung Alexa.


"Julian...," Alexa menahan tangan laki - laki itu pelan.


"Emmm.... jangan terlalu perhatian denganku, ya." pinta Alexa menatapnya lekat - lekat.


Laki - laki itu mengerutkan keningnya.


"Kenapa? Kau takut jatuh cinta padaku?"


"Tidak. Mana mungkin. Kau saja begitu jahat padaku. Aku terkadang merasa aneh dengan sikapmu Julian, kenapa kau seperti dua orang yang berbeda. Terkadang kau baik padaku tapi tiba - tiba bisa berubah sangat kasar dan jahat padaku."


Mendengar hal itu Julian tersenyum. "Jadi? Kau lebih suka aku menjadi Hyde atau Jekyll." saat itu juga Julian langsung merangkul pinggang Alexa dan mengajaknya ke tempat itu.


"Wahh, tempat ini luar biasa. Lukisannya bagus - bagus, bagiamana caranya bisa melukis sebagus ini?" gumam Alexa.


Julian memperhatikan lukisan yang Alexa lihat. "Aku rasa, kalau hanya lukisan seperti ini kau juga bisa, Alexa. Asal kau harus terus banyak belajar." seru Julian.


Anggukan di berikan oleh Alexa saat itu juga.


"Alexa, ayo lihat yang itu..."


Tangan Julian menarik lengan Alexa dan mengajaknya berkeliling di dalam gedung itu. Tidak jarang Alexa di buat tertawa olehnya dan Julian sendiri tidak mau kaget dengan perbedaan sifat Vanya dan Alexa.


"Alexa..." panggil Julian dengan nada rendah.

__ADS_1


"Heeem..."


"Berjanjilah, jangan pergi dariku. Seperti Vanya yang meninggalkan aku..." ujar Julian tiba-tiba.


Alexa mengerjapkan kedua matanya, lidahnya kelu, dan bingung dia ingin menjawab apa? Yang Alexa tahu bukankah Julian tidak pernah mencintai Kakak perempuanya? Tapi kenapa Julian berkata seperti itu?


Senyuman tipis terlukis di salah satu bibir Alexa saat ini, laki - laki itu mendekati Alexa dan mengecup bibirnya singkat hingga membuatnya terkejut.


"Julian, kau....." Alexa menatapnya kesal.


Laki - laki itu menaikkan sebelah alisnya. "Kenapa? Apa salahnya? Siapa yang mau protes, saat ada seorang suami yang mengecup bibir istrinya sendiri, Hem?"


Alexa mencebikkan bibirnya dan ia langsung menundukkan kepalanya malu.


"Tapi... tapi aku malu."


"Jadi, kau itu malu punya suami seperti aku, begitu maksudmu?" tanya Julian sedikit kesal.


Alexa mengerjapkan kedua matanya dan menggeleng - gelengkan kepalanya cepat.


"Bu- bukan! Bukan begitu! Huh Julian, sudah. aku kesal berbicara denganmu!" Alexa meninggalkan laki - laki itu di sana dan ia memilih berkeliling melihat banyak lukisan.


...***...


Hari sudah sore. Kini Julian dan Alexa sudah selesai berbelanja dengan membeli banyak alat lukis dan membeli banyak baju untuk Alexa.


"Alexa, kau jangan pergi kemana-mana. Aku mau pergi ke toilet sebentar. Jika kau tidak patuh aku akan menghukummu!" Perintah Julian, kemudian Julian mulai menjauh dari Alexa.


Alexa menganggukkan kepalanya, dan jujur saja kalau saat ini ia mulai merasa lelah karena seharian ini Julian mengajaknya jalan-jalan. Alexa kemudian melangkahkan kakinya di sebuah toko guci untuk beristirahat sejenak dan menunggu Julian selesai dari toilet.


Alexa menghela nafas beratnya saat ini. Ia duduk di lantai dan mengusap kasar wajahnya. Ia berharap Julian tidak akan lama.


"Apa yang sedang kau lakukan di sini? Mau maling ya?!" Teriak karyawan toko itu.


Pelayan itu menggagetkan Alexa, dan saat Alexa hendak berdiri, Alexa tidak sengaja menyenggol sebuah guci di sebelahnya.


"Ka-kau memecahkannya!" Teriak pelayan toko guci itu. dan menarik lengan Alexa kasar.


"Ayo sini!" Teriak pelayan itu menyeret Alexa dan membawanya di hadapan Bos-nya.


...*********...


Hay... hay! Kalian yang sudah baca Bab ini jangan lupa kasih likenya dong untuk author.D


Kalau ada yang mau ngasih 🌷atau ☕ juga boleh kok hehehe. Seperti biasa author juga mau mengingatkan pada para reader ku. Yuk, kasih sajen votenya untuk author. Komentarnya juga jangan sampai lupa yah~


Author selalu menunggu komenan dari kalian loh😁


Makasih...

__ADS_1


Bersambung....


Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.


__ADS_2