
Mobil yang membawa Julian dan juga Alexa telah memasuki lobby Astro Hotel. Dari jendela Alexa sudah melihat banyaknya wartawan yang ada di area lobby. Alexa mengatur napasnya. Dia berusaha untuk tenang. Ya, ini adalah pertama kalinya Julian membawa dirinya setelah menikah di hadapan publik. Dulu, saat Alexa belum menikah, dia lebih sering menghadiri undangan makan malam dengan Kakaknya, Vanya. Dan sepupunya, Adel.
Julian lebih dulu turun dari mobil. Dia membukakan pintu untuk Alexa. Seraya mengulurkan tangannya membantu Alexa untuk turun. Alexa pun menyambut uluran tangan dari Julian dan turun dari mobil.
"Beraktinglah menjadi istri yang baik di hadapan publik. Tapi ingat, jangan berpikir lebih. Ini semua hanya akting," bisik Julian tajam di telinga Alexa.
Alexa mendengus. "Aku tahu Julian! Menyebalkan sekali. Tidak mungkin aku berpikir lebih!"
Julian tidak lagi menjawab perkataan Alexa. Sebelum masuk kedalam lobby hotel, para wartawan meminta izin untuk mengambil gambar Julian dan juga Alexa. Mereka tampil di depan kamera layaknya pasangan yang begitu serasi. Tak berselang lama Julian langsung membawa Alexa berjalan masuk kedalam lobby dan berjalan menuju ke arah ballroom hotel.
"Julian, kenapa kamu tidak bilang kalau tamu undangannya akan sebanyak ini?" kini Alexa berbisik dengan pelan. Dia sedikit terkejut melihat banyaknya jumlah para tamu undangan yang datang.
"Aku akan bertemu dengan rekan bisnisku. Kau harus ikut dan jangan pergi kemana - mana." Julian mengabaikan ucapan dari Alexa. Sudah sejak tadi Julian melihat Devan, sahabatnya yang tengah menyapa rekan bisnisnya.
"Ya, baiklah." jawab Alexa dengan nada malas.
"Julian Dominic!" Suara bariton memanggil nama Julian. Hingga Julian dan juga Alexa langsung mengalihkan pandangan mereka pada sumber suara itu.
Kini pria itu melangkah mendekat, ke arah Alexa dan juga Julian. Sedangkan Julian hanya menatap dingin Devan yang mendekat ke arahnya. Ya, pria yang memanggil Julian adalah Devan, sahabatnya yang mengundangnya untuk makan malam bersama.
"Kenapa kau hanya sendiri?" tanya Julian dengan nada dingin dan raut wajah datar ketika Devan tiba di hadapannya.
"Kau tenang saja, nanti aku akan mengenalkannya padamu." jawab Devan dengan santai. Kini tatapan Devan teralih pada sosok wanita cantik yang berdiri di samping Julian. "Kau pasti Alexa?" tebaknya yang sangat yakin.
Alexa tersenyum, "Ya, aku Alexa. Senang bertemu denganmu, Tuan."
"Kau bisa memanggilku Devan. Aku adalah sahabat Julian sejak kecil," jawab Devan yang juga tersenyum. "Aku tidak menyangka ternyata wajahmu jauh lebih cantik, daripada foto."
"Terima kasih, Devan." balas Alexa.
"Baiklah, lebih baik kita masuk kedalam." ujar Julian.
Julian mengangguk singkat.
"Julian tunggu," Alexa mencegah Julian untuk masuk kedalam.
__ADS_1
"Ada apa?" tanya Julian seraya menatap Alexa.
"Aku ingin pergi ke toilet sebentar." jawab Alexa setengah berbisik.
"Kau ingin aku antar?" tanya Julian lagi.
"Tidak usah, aku sendiri saja." jawab Alexa.
"Cepatlah." tukas Julian dingin.
Julian mengangguk. Kemudian Alexa berpamitan pada Devan dan berjalan menuju ke arah toilet.
...***...
Alexa membasuh sedikit matanya dengan air bersih. Dia menatap cermin di wastafel dan memastikan make up di wajahnya masih tetap bagus. Kini Alexa mengeluarkan bedak dan lipstik merahnya, dia memoles tipis sedikit bedak di wajahnya serta menambah lipstik merah di bibirnya.
"Perfect." ucap Alexa saat sudah selesai memoles wajahnya. Kini Alexa berjalan keluar dari kamar mandi.
"Alexa Olivia Jhonson." suara bariton memanggil nama Alexa dengan cukup keras. Hingga membuat langkah kaki Alexa terhenti. Alexa langsung mengalihkan pandangannya ke sumber suara itu. Seketika kening Alexa, berkerut, menatap sosok pria yang melangkah mendekat ke arahnya.
"Ya, kita pernah bertemu sebelumnya. Saat perusahaan keluargamu mengadakan grand opening di negara R. Sayangnya, aku melihatmu tapi kau tidak melihatku. Saat itu kau sedang sibuk bersama dengan Kakakmu, Vanya." jawab pria itu dengan senyuman misterius di wajahnya.
"Ah begitu," Alexa mengangguk paham. " Grand opening perusahanku sekitar dua tahun lalu, bagaimana kau masih bisa mengingat wajahku?" tanya Alexa seraya menatap pria itu.
"Well, wanita cantik tentu tidak akan bisa aku lupakan." balas pria itu. "Mateo Anggara. Dan kau bisa memanggilku dengan Mateo."
Alexa tersenyum. "Senang, bisa berkenalan denganmu, Mateo."
"Aku jauh lebih senang lagi bisa bertemu denganmu, Alexa." jawab Mateo. "Alexa, apa sekarang kamu tinggal di negara M?"
"Ya, sekarang aku tinggal di negara M." jawab Alexa. "Apa kau juga tinggal di negara M?"
"Seluruh keluargaku tinggal di negara M." balas Mateo. "Dan lima tahun terakhir aku tinggal di negara J, mengurus bisnisku yang ada di sana. Dan aku baru saja di negara M kemarin. Itu kenapa, aku tidak sempat mengajak teman wanitaku dalam undangan makan malam ini. Tapi, tidak masalah. Aku beruntung, karena tidak membawa pasangan dan bisa bertemu kembali denganmu, Alexa."
Alexa tersenyum kaku. Ada kecanggungan di dalam dirinya saat mendengar perkataan Mateo. "Maaf, sepertinya aku harus masuk kedalam." ujarnya cepat.
__ADS_1
Alexa hendak meninggalkan tempat itu, namun tiba-tiba tangan Mateo menahan lengan Alexa hingga membuat langkah Alexa menghentikan langkahnya.
"Apa kau tidak ingin masuk bersamaku? Mungkin masuk berdua jauh lebih baik daripada sendiri." ajak Mateo dengan nada yang sedikit memaksa.
"Aku-"
"Lepaskan tanganmu! Dia istriku!" Suara bariton berseru dengan nada yang begitu dingin dan tatapan yang penuh peringatan.
"J-Julian?" Alexa langsung menjauh dari Mateo. Dia buru - buru berjalan mendekat ke arah Julian.
"Julian?" Mateo, begitu terkejut melihat Julian yang berdiri di hadapannya. "Kau tadi bilang apa? Alexa istrimu? Bukannya kau sudah bertunangan dengan Vanya dan akan menikah dengannya?"
"Alexa adalah istriku dah bukannya Vanya!" Tukas Julian menekankan.
"Kau pasti bercanda." Mateo tertawa pelan. "Aku tahu, kau hanya tidak ingin jika Alexa akan di ganggu olehku, bukan?"
Alexa melihat ke arah Julian. Tatapan pria itu begitu tajam pada Mateo. Dia hendak bertanya apa hubungan Julian dengan Mateo, namun Alexa lebih memilih untuk mengurungkan niatnya.
"Mateo, kenapa kau ada disini?" Devan yang menyusul Alexa dan juga Julian. Dia terkejut saat melihat Mateo bersama dengan Julian dah Alexa.
"Ada apa ini?" tanya Julian saat tiba di hadapan Mateo. Tatapannya teralih pada wajah Julian yang terlihat begitu marah.
...********...
Hay... hay! Kalian yang sudah baca Bab ini jangan lupa kasih likenya dong untuk author.D
Kalau ada yang mau ngasih 🌷atau ☕ juga boleh kok hehehe. Seperti biasa author juga mau mengingatkan pada para reader ku. Yuk, kasih sajen votenya untuk author. Komentarnya juga jangan sampai lupa yah~
Author selalu menunggu komenan dari kalian loh😁
Makasih...
Bersambung....
Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.
__ADS_1