Derita Istri CEO

Derita Istri CEO
Acara Jamuan Makan Malam


__ADS_3

Alexa terkekeh. "Tapi Adel itu tidak suka menjalin hubungan. Dia pernah mengatakan padaku akan menikah di usianya yang ke 30 tahun. Dia ingin fokus pada perusahaan dan bisnisnya."


"Kau tenang saja, Alexa. Adel pasti akan luluh padaku," jawab Devan dengan begitu yakin.


Alexa mengangguk samar dan tersenyum mendengar perkataan dari Devan yang sangat percaya diri itu." Baiklah, nanti aku akan menghubunginya. Aku rasa dia pasti datang karena selama ini dia yang mengurus perusahaan milik keluarganya yang ada di sini."


"Great!" Seru Devan dengan antusias.


Julian membuang napas kasar. "Kenapa kau tidak pergi sendiri saja ke pesta itu?"


Devan berdecak tidak suka. "Kau saja membawa istrimu. Tidak mungkin kan kalau aku hanya sendiri saja. Aku juga sangat yakin, jika rekan bisnis kita yang lainnya pasti akan membawa pasangan."


Julian menggeleng pelan. Dia suda sangat malas menanggapi ucapan dari Devan. Sedangkan Alexa dia terkekeh mendengar perkataan dari Devan. Tidak hanya itu, dia juga tidak habis pikir jika Devan akan bertanya tentang Adel. Padahal dia sangat tahu, sepupunya itu tidak pernah tertarik dengan namanya sebuah hubungan.


Kini Julian sedang melajukkan mobilnya dengan kecepatan sedang, memasuki penthouse tempat dimana Alexa dan Julian tinggal untuk sementara.Setelah memarkirkan mobil Alexa dan Julian turun dari mobil dan melangkah masuk kedalam lobby apartemen.


"Julian, acara jamuan makan malamnya jam berapa?" tanya Alexa sambil memeluk lengan Julian.


"Jam tujuh malam." jawab Julian.


"Kalau begitu, aku harus memilih gaun yang akan aku pakai malam ini," balas Alexa sambil memikirkan gaun apa yang akan di pakainya malam ini.


Julian menganggukkan kepalanya dan berkata, "Nanti aku meminta Gita untuk datang kesini. Sehingga kau bisa memilih gaun yang kau inginkan."


"Terima kasih, sayang."


***


Alexa mematut cermin, dia memoles wajahnya dengan bold make up. Dan tidak lupa dia pun memakai lipstik merah, untuk menyempurnakan penampilannya. Dan malam ini Alexa memilih untuk menggulung rambutnya dan membiarkan leher jenjangnya yang putih mulus itu terlihat begitu indah. Gaun off - shoulder perak yang di kenakannya benar - benar begitu mewah. Pantas saja jika Gita adalah desainer khusus ibu mertuanya.Karena Alexa sungguh puas dengan gaun yang di pilihkan oleh Gita.

__ADS_1


Sedangkan Julian yang sedang mengancingkan kemejanya, dia menatap sang istri dengan tatapan yang kagum. Kemudian, dia melangkah mendekat, lalu mengecup bahu istrinya. "Kau sangat cantik sekali, sayang." bisiknya dengan nada rendah. "Aku rasa, kita itu tidak perlu datang ke acara makan itu? Aku ingin mengurungmu saja di sini."


Alexa mendengus, dia membalikkan badannya, lalu menatap sang suami. "Kau ini sedang bicara apa? Jangan bicara yang tidak - tidak," ucapnya sambil mengambil alih untuk mengancingkan kemeja Julian.


"Julian," panggil Alexa yang kini sedang menatap wajah suaminya.


"Ada apa, sayang?" tanya Julian, sambil menangkup kedua pipi Alexa, dia mengecup bibir istrinya.


"Apa besok kau akan sibuk?"tanya Alexa dengan suara yang pelan.


"Kenapa kau bertanya seperti itu? Apa kau ingin pergi ke suatu tempat?" tanya Julian sambil mengerutkan keningnya.


Alexa mengangguk, "Iya, aku ingin berbelanja.Jika kau besok sibuk, aku akan pergi sendiri saja dan di temani oleh supir."


"Jam berapa kau akan pergi?" tanya Julian.


"Aku besok ada meeting pagi....." Julian menangkup kedua pipi Alexa, memberikan kecupan yang bertubi-tubi. "Tapi, aku akan usahakan pulang cepat dan langsung menyusul mu. Sekitar jam sebelas aku akan menyusulmu. Kau beritahu saja, kau sedang berbelanja dimana? Nanti, aku akan menyusulmu." lanjutnya sambil menempelkan hidungnya pada hidung Alexa dan menggeseknya dengan pelan.


"Ya sudah, lebih baik kita langsung istirahat sekarang." Julian melirik ke arah arlojinya, dan kini sudah pukul jam setengah tujuh malam.


"Ya sudah, lebih baik kita berangkat sekarang." Julian melirik arlojinya, kini sudah pukul setengah tujuh malam.


"Ya," sebelum meninggalkan kamar, Alexa kembali mematut cermin, untuk memastikan penampilannya yang sudah sempurna. Kemudian dia mengambil clucth yang ada di atas meja rias, lalu memeluk lengan Julian berjalan meninggalkan kamar menuju ke arah mobil yang telah menjemput mereka di depan penthouse.


***


Mobil yang membawa Julian dan Alexa sudah memasuki lobby hotel, tempat undang makan malam. Julian pun lebih dulu turun dari mobil, dia membukakan pintu mobil untuk Alexa. Alexa pun menyambut tangan Julian. Kilatan kamera banyak sekali mengambil gambarnya dengan sang suami. Kemudian, Alexa melanjutkan langkahnya masuk kedalam ballroom hotel.


Saat Julian dan Alexa tiba di ballroom hotel, Alexa menatap kagum hiasan yang ada di ballroom hotel itu. Setiap ruangan berhiaskan lily dan kristal swarovski.Sungguh, jika seperti ini Alexa mengingat kembali pernikahannya dulu dengan Julian. Karena nuansa sedikit sama.

__ADS_1


"Alexa.... Julian...." sapa Devan saat melihat Julian dan Alexa sudah datang. "Alexa, malam ini kau sungguh terlihat semakin cantik." lanjutnya sambil memuji dengan tatapan yang kagum.


"Kau sungguh sangat berlebihan, Kak Devan?" balas Alexa. "Kak Devan apakah sudah mendapatkan pendamping untuk datang kesini?" lanjutnya ingin tahu.


"Kau tenang saja, sebentar lagi aku akan memilikinya." jawab Devan dengan nada yang begitu antusias.


Sedangkan Julian hanya diam dan sesekali tersenyum mendengar ucapan dari sahabatnya yang aneh itu.


Dan saat Julian dan Devan sedang mengobrol, melanjutkan pembicaraan tentang bisnis mereka. Tiba - tiba terdengar suara musik yang membuat semua orang berjalan ke arah lantai dansa dan bukannya menuju ke arah meja makan.


"Astaga! Jangan sampai jika Julian mengajakku untuk ikut pergi berdansa. Karena aku tidak terlalu hebat dalam hal berdansa," gumam Alexa dalam hati sambil menatap semua pasangan yang sedang mulai berdansa. Alexa meringis, dia sungguh sangat malu kalau sampai dia akan di ajak berdansa. Ya, bukannya Alexa tidak bisa. Tapi Alexa tidak terlalu hebat dalam hal berdansa.Terutama salsa, Alexa benar - benar merutuki dirinya sendiri, yang tidak hebat dalam hal berdansa.Harusnya dulu itu dia belajar. Jika seperti ini, dia akan membuat malu sang suami.


"Julian, berdansa lah dengan istrimu?" ucap Devan memberikan saran.


"Sepertinya itu bukan ide yang buruk." Julian pun langsung merengkuh bahu Alexa untuk membawa sang istri menuju ke lantai dansa. Alexa pun terkejut saat Julian langsung membawanya menuju ke lantai dansa. Kini Alexa begitu kesal pada sang suami karena tidak mengatakan apapun, dan langsung membawanya. Astaga, kali ini Alexa benar - benar merutuki dirinya yang tidak hebat dalam hal berdansa.


******


Hay... hay! Kalian yang sudah baca Bab ini jangan lupa kasih likenya dong untuk author.D


Kalau ada yang mau ngasih 🌷atau ☕ juga boleh kok hehehe. Seperti biasa author juga mau mengingatkan pada para reader ku. Yuk, kasih sajen votenya untuk author. Komentarnya juga jangan sampai lupa yah~


Author selalu menunggu komenan dari kalian loh😁


Makasih...


Bersambung....


Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.

__ADS_1


__ADS_2