
"Sialan!" Julian mengumpat kasar saat Alexa memutuskan panggilan teleponnya secara sepihak.
"Julian, kenapa sudah larut malam begini kau ini masih terlihat marah juga? Memangnya ada hal apa lagi hingga membuatmu marah seperti itu?" ucap Devan sambil melonggarkan sedikit dasinya yang terasa mencekik lehernya seharian ini. Ya, Julian dan Devan sudah selesai menyelesaikan meeting dan bersiap akan pulang tapi dia buat kesal lagi oleh temannya yang terlihat sedang marah.
"Aku harus segera pergi ke NCT Night Club sekarang juga?" jawabnya dengan nada suara yang terdengar penuh emosi.
"Kenapa tiba-tiba kau ingin pergi kesana, Julian?" tanya Devan ingin tahu.
"Karena di tengah malam begini istriku itu nekat menjemput sepupunya yang sedang mabuk dan dia pergi ke club malam itu sendirian." jawab Julian dengan kesal.
"Apa? Tunggu Julian? Jangan bilang sepupu Alexa yang kau maksud itu adalah Adel? Bagaimana mana mungkin Adel bisa mabuk? Ah, mungkin saja itu sepupu Alexa yang lain karena tidak mungkin bidadariku akan mendatangi club malam dan minum sampai mabuk." ucap Devan yang sedikit terkejut mendengar perkataan dari Julian.
"Lebih baik kau diam saja, Devan. Karena aku tidak ingin mendengar pertanyaanmu yang membuatku semakin kesal." ucap Julian, kemudian dia langsung mengambil kunci mobilnya dan berlari ke arah mobilnya, dengan tergesa-gesa dia langsung menjalankan mobilnya dan segera meninggalkan tempat parkir.
"Sialan kau Julian! Kenapa kau tidak menungguku! Aku juga ingin memastikan apakah sepupu Alexa itu adalah Adel atau bukan!" Teriak Devan dengan penuh kekesalan saat melihat mobil Julian mulai melaju begitu cepat meninggalkan dirinya. Dan tanpa menunggu lebih lama lagi, Devan pun langsung masuk ke dalam mobilnya dia menghidupkan mesin mobilnya dan menginjak gas dengan kuat untuk menyusul Julian yang sudah lebih dulu meninggalkan dirinya.
Sedangkan Alexa, kini sudah membelokkan mobilnya masuk kedalam NCT Night Club. Ya, sebuah Club malam yang jarang sekali Alexa datangi. Dan mungkin hanya beberapa kali saja Alexa pernah mendatangi Club malam bersama dengan Adel. Setelah Alexa memarkirkan mobilnya, dia langsung masuk kedalam club malam itu untuk mencari keberadaan sepupunya. Setelah mencari ke sekelilingnya dia menemukan tas milik Adel yang berlogo A.J berada di atas meja bartender. Ya, Alexa sangat yakin jika itu tas milik sepupunya meski hanya dengan melihat logo tas nya saja karena insial tas seperti itu hanya di miliki oleh sepupunya. Karena jika Adel akan memesan semua barang brand ternama dunia dia akan menambahkan logo A.J.
Alexa pun langsung melangkah ke arah meja bartender dan dia bertanya pada salah satu bartender yang ada di sana. "Hai, aku Alexa sepupu pemilik tas ini? Apakah kau melihat gadis yang memakai tas ini?"
__ADS_1
"Oh, jadi anda adalah Nona Alexa?" jawab sang bartender dengan ramah.
"Benar, aku adalah Alexa sekaligus sepupu dari pemilik tas ini? Apakah kau melihat dimana sepupuku Adel berada?" tanyanya dengan tidak sabar karena Alexa takut jika sesuatu terjadi pada sepupunya. Terlebih lagi sepupunya itu sedang dalam keadaan mabuk.
"Sepertinya sepupu Nona yang bernama Adel itu sedang berada di lantai dansa karena tadi saya melihat jika sepupu Nona di ajak oleh seorang pria untuk berdansa. Aku juga sudah sempat mencegahnya tapi dia tidak mendengarkan ucapanku." ucap sang bartender itu memberitahu keberadaan Adel.
Setelah mendengar perkataan dari sang bartender, Alexa pun berdecak kesal. Alexa kemudian beralih melihat ke sekitaran lantai dansa, dan betapa terkejutnya Alexa saat dia menemukan keberadaan sepupunya yang tengah di kelilingi oleh dua pria di lantai dansa itu. Yang membuat Alexa semakin kesal dan geram adalah saat melihat kedua pria itu dengan beraninya memegang pinggang sepupunya itu. Kali ini kesabarannya sudah tidak tidak bisa di tahan lagi.
"Kalian berdua, jangan berani menyentuh sepupuku seperti itu! Cepat singkirkan tangan kotor kalian dari pinggang sepupuku!" Teriak Alexa kemudian berusaha untuk menyingkirkan tangan dari kedua pria itu yang sudah sembarangan menyentuh pinggang sepupunya.
"Ah, Alexa? Kenapa kau juga ada di sini, Sepupuku yang cantik ternyata ke club malam juga?" tanya Adel sambil merancau, mungkin itu karena efek dari mabuk. Ya, kini penampilan Adel sudah terlihat acak-acakan, matanya sayu akibat minum terlalu banyak dan tubuhnya sempoyongan. Dan rambutnya yang sudah sedikit acak - acakan. Beruntung, Alexa langsung menahan tubuh Adel agar tidak jatuh.
"Diam kalian. Lebih baik kalian pergi saja dan jangan pernah menganggu kami!" Jawab Alexa dengan sedikit meninggikan nada suaranya dan memberikan tatapan yang dingin pada kedua pria itu.
"Ayolah cantik, jangan terlalu galak begini? Aku hanya memberikan tawaran kencan, karena kalian berdua itu sangat cantik sekali." ucap salah satu seorang pria itu dan hendak menyentuh wajah Alexa.
Plaakk..
Satu tamparan yang sangat keras Alexa berikan pada salah satu lelaki itu. Ya, karena dia berniat kurang ajar padanya. Tatapan Alexa menajam dan terlihat dengan jelas kemarahan di wajah cantik Alexa.
__ADS_1
"Dengar Tuan. Apa pendengaranmu itu sudah bermasalah? Bukankah sudah aku katakan tadi, jangan pernah menganggu ku dan juga sepupuku!" Seru Alexa pada kedua lelaki yang ada di hadapannya itu
Salah satu pria yang tadi di tampar oleh Alexa dia menggeram. Kilat matanya menajam dan penuh kemarahan mendengar ucapan dari Alexa.
"Berani sekali kau menamparku, Nona cantik? Asal kau tahu? Aku bisa saja langsung membawamu merangkak di atas ranjangku!" Seru pria yang di tampar oleh Alexa tadi. Dan dia hendak menyentuh tangan Alexa dan tiba - tiba saja pria tersebut merasakan sebuah tangan yang kokoh menarik kasar pergelangan tangannya.
"Jangan berani kau menyentuh tangan istriku!" Seru Julian sambil melayangkan pukulan pada seorang pria yang hendak menyentuh tangan istrinya. Hingga pria itu tersungkur ke lantai dan Julian langsung memukulnya. Tatapannya begitu tajam pada pria yang kini sudah tersungkur di lantai dan memukulnya bertubi-tubi.
BUGH.... BUGH.... BUGH.
Julian kini melayangkan pukulan untuk kesekian kalinya pada pria yang sudah berani menganggu istrinya. Melihat temannya yang sudah tidak berdaya, si pria yang satunya mencoba memukul Julian namun langsung di tepis oleh Julian. Kini suasana club malam itu berubah menegangkan, hingga membuat semua orang yang berada di lantai dansa club malam menyingkir ketika terjadinya perkelahian.
******
Hay... hay! Kalian yang sudah baca Bab ini jangan lupa kasih likenya dong untuk author.D
Kalau ada yang mau ngasih 🌷atau ☕ juga boleh kok hehehe. Seperti biasa author juga mau mengingatkan pada para reader ku. Yuk, kasih sajen votenya untuk author. Komentarnya juga jangan sampai lupa yah~
Author selalu menunggu komenan dari kalian loh😁
__ADS_1