Derita Istri CEO

Derita Istri CEO
Mengambil Alih Galaxy Group


__ADS_3

Javas Group, Negara D.


Di sebuah ruangan kantor yang luas itu. Samudera kini sedang duduk di kursi kebesarannya. Dia mengetuk pelan jari tangannya ke atas meja. Sesaat seringai di wajahnya pun muncul saat mengingat kembali perkataan yang di lontarkan oleh Julian untuknya. Ya, adik iparnya itu meminta dirinya untuk menjual saham kepemilikannya yang ada di Galaxy Group. Dan itu, adalah hal yang tidak pernah Samudera lakukan. Pantang bagi Samudera Jhonson untuk menjual kepemilikan sahamnya pada orang lain. Meskipun mereka akan menawarkan dengan harga tinggi sekalipun dia akan langsung menolaknya.


"Tuan Samudera." Marvel, asisten Samudera melangkah masuk kedalam ruang kerja Samudera yang kini sudah berdiri di hadapan Samudera.


"Aku akan memberikan waktu untukmu hanya dalam waktu satu jam saja Dan tidak boleh lebih dari itu. Kemudian belilah kepemilikan saham Galaxy Group lagi. Karena aku masih butuh sepuluh persen kepemilikan saham di Galaxy Group agar aku bisa ambil alih Galaxy Group." tukas Samudera dingin dengan sorot mata tegas dan arrogantnya.


"Baik, Tuan. Tapi maaf, Apa anda akan kembali ke negara M, Tuan?" tanya Marvel hati - hati.


"Tidak. Karena masih banyak yang harus aku urus di sini. Kau tentunya juga tahu, jika perusahaan ibuku ada di sini dan harus aku yang menanganinya langsung.Untuk itu, aku belum bisa kembali ke negara M. Mungkin untuk beberapa waktu ini, aku masih berada di negara D."


Marvel mengangguk patuh dan membalas ucapan dari Julian "Baik, Tuan. Akan saya kerjakan secepat mungkin."


"Dan satu lagi, aku ingin kau memastikan apa yang di lakukan oleh Kenan Galaxy. Jika memang benar, dia yang membakar pabrik wine dan perkebunan anggur milik Julian, segera temukan buktinya secepat mungkin. Dan buat Kenan Galaxy itu mendapatkan apa yang telah dia lakukan pada pabrik yang Julian miliki." Samudera berkata dengan nada yang tersirat menahan amarahnya. "Apa kau juga sudah tahu tentang kabar adikku dan sepupuku yang ada di negara M?" tanyanya ingin tahu.


"Terakhir, saya sudah mendapatkan informasi, jika pada hari ini Nona Alexa, Nona Adel mereka berdua akan bertemu dengan Nona Vanya. Karena, dokumen kepindahan Nona Vanya ke negara L sudah selesai di urus semuanya. Ya, mungkin saja tidak akan lama lagi Nona Vanya akan menetap di negara L. Itu salah satu alasan kenapa Nona Vanya akhirnya bertemu dengan Nona Alexa dan Nona Adel," ujar Marvel memberitahu.


Samudera menghembuskan nafas kasar, mendengar apa yang di katakan oleh asistennya itu. Sebelumnya dia sudah mengetahui tentang kepindahan dari Vanya ke negara L. Itu kenapa, dia sudah tidak lagi merasa terkejut.


"Kau boleh pergi sekarang. Dan selesaikan apa yang aku minta. Jangan sampai, ada yang tahu tentang hal ini. Ingat, aku tidak ingin pekerjaanmu sampai di ketahui oleh Kenan Galaxy." perintah Samudera dengan nada yang datar dan dingin.

__ADS_1


"Baik, Tuan. Saya mengerti. Kalau begitu saya permisi." ucap Marvel, kemudian menundukkan kepalanya dan Marvel pun pamit undur diri dari hadapan Samudera.


Setelah Marvel, asistennya itu pergi. Kini Samudera langsung mengambil gelas sloki yang berisi wine dan menyesapnya perlahan. Ya, kini Samudera memilih menetap sementara waktu di negara D dulu, hingga semuanya bisa berjalan dengan lebih baik. Meski sebenarnya, dia ingin sekali datang ke negara M, untuk memastikan keadaan kedua adik perempuannya itu baik - baik saja, tetapi dia terpaksa melakukan semua hal itu dari kejauhan.


***


Di Perusahaan Dominic Group.


"Tuan Julian, maaf menganggu waktu anda. Saya ingin menyampaikan laporan yang penting, Tuan." ucap Kenzo, dia pun langsung menerobos masuk kedalam ruang kerja milik Julian dengan tergesa-gesa. Padahal, baru beberapa waktu lalu dia baru saja meninggalkan ruangan Julian. Kini dia kembali lagi kedalam ruangan Julian untuk menyampaikan laporan yang menurutnya sangat penting.


"Memangnya kau ingin melaporkan apalagi, hingga berlari tergesa-gesa seperti tadi?" tanya Julian dingin yang kini sedang menatap ke arah Kenzo yang sedang berdiri di hadapannya.


Di samping itu, Julian pun masih tidak tahu untuk berekspresi seperti apa. Saat dia melihat artikel tentang Samudera Jhonson yang sudah berhasil mengambil alih Galaxy Group. Haruskah dia ikut merasa senang atau ingin memberikan umpatan pada Kakak Iparnya itu. Ya, hanya dalam waktu kurang dari setengah jam. Kakak iparnya itu mampu mengambil alih posisi Presdir di perusahaan Galaxy Group. Kemudian dia langsung melempar iPad yang ada di tangannya ke atas meja. Dan raut wajah Julian setelah melihat artikel itu terlihat sedang marah.


"Julian, kenapa ekspresi wajahmu terlihat sedang kesal sekali? Memangnya ada hal apa lagi yang membuatmu mengeluarkan ekspresi kesal seperti itu!" tanya Devan sambil menatap bingung ke arah Julian yang kini terlihat sedang kesal.


Julian tidak menjawab pertanyaan dari Devan. Kemudian, tatapan Devan beralih pada iPad yang tergeletak di atas meja. Setelah itu, Devan pun menjadi ikut penasaran akan isi artikel yang di baca oleh Julian tadi hingga membuat Julian menjadi sangat kesal saat melihatnya.


"Woowww. Ini sungguh berita yang sangat luar biasa. Hanya dalam waktu kurang dari satu jam, Samudera Jhonson ternyata sangat mampu untuk mengambil alih Galaxy Group. Julian, sepertinya kau memilki saingan yang terberat dalam dunia bisnis, yaitu Kakak Iparmu sendiri. Bukankah begitu?" Devan berseru dan berdecak kagum saat dia melihat isi artikel tersebut.


"Diam kau. Jangan membuatku semakin kesal." Ucap Julian dengan nada kesal.

__ADS_1


"Ah, andaikan saja aku memiliki seorang adik perempuan. Maka aku akan menyuruhnya untuk mendekati Samudera. Kau tahu, Julian? Kemampuan Kakak Iparmu itu sangat hebat di dalam dunia bisnis."


"Kenzo, Aku ingin kau mencari tahu, apa yang akan Samudera lakukan setelah berhasil mengambil alih Galaxy Group." perintah Julian pada asistennya itu dan mengabaikan ucapan dari Devan yang sedari tidak berhenti memuja Kakak Iparnya.


"Tuan, tadi sebelum saya datang kesini. Saya sudah mendapatkan informasi jika Tuan Kenan Galaxy belum mengetahui identitas asli pemilik saham tertinggi dengan nama Javas itu adalah Samudera Jhonson. Di karenakan selama Galaxy Group sedang mengadakan meeting, dia selalu meminta direktur perwakilan untuk menggantikannya." jawab Kenzo kemudian menyampaikan informasi yang dia dapatkan.


Sedangkan Julian kini sedang menyandarkan punggungnya di kursi dan menggerakkan gelas sloki yang ada di tangannya dengan berirama. "Aku yakin, setelah Kenan Galaxy mengetahui identitas asli dari Javas yang sudah dengan rapih di sembunyikan oleh Samudera, cepat atau lambat dia mungkin saja akan langsung menyerang ku. Karena dia memiliki berbagai rencana licik untuk melenyapkan aku."


********


Hay... hay! Kalian yang sudah baca Bab ini jangan lupa kasih likenya dong untuk author.D


Kalau ada yang mau ngasih 🌷atau ☕ juga boleh kok hehehe. Seperti biasa author juga mau mengingatkan pada para reader ku. Yuk, kasih sajen votenya untuk author. Komentarnya juga jangan sampai lupa yah~


Author selalu menunggu komenan dari kalian loh😁


Makasih...


Bersambung....


Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.

__ADS_1


__ADS_2