
Alexa mengulum senyumannya. Dia langsung membenamkan wajahnya di leher suaminya. Dan berkata, "Iya sayang, jangan marah lagi yah. Karena kau seperti anak kecil saat sedang cemburu begitu."
"Alexa!" Tegur Julian kesal, saat Alexa menyebut dirinya seperti anak kecil.
Alexa terkekeh geli, "Iya, sayang. Aku hanya bercanda, kenapa kau sensitif sekali. Padahal yang sedang hamil itu aku. Apa ini termasuk hormon kehamilan dari istrimu?"
Mendengar ucapan dari istrinya itu Julian masih diam. Ya, dia sendiri pun tidak mengerti kenapa dirinya itu mudah sekali cemburu. Padahal dulu, dirinya bukanlah seorang pria yang pencemburu berlebihan.
"Apa kau ingin sesuatu, sayang?" tanya Julian mencoba mengalihkan pembicaraan karena dia tidak ingin mendengar jika istrinya itu akan meledeknya lagi.
Kemudian tangannya mengusap dengan lembut rambut Alexa.
"Aku ingin makan manisan buah salak," jawabnya dengan nada suara yang tenang.
Sedangkan Julian yang mendengar jawaban dari istrinya mengerutkan keningnya. "Manisan buah salak?" tanya Julian lagi berusaha untuk memastikan.
Alexa langsung menganggukkan kepalanya. Entah kenapa dia sangat ingin makan manisan buah salak itu. Tapi, ia benar-benar sangat ingin memakannya sambil bersandar di dada bidang suaminya.
Julian yang melihat tatapan Alexa terdiam sejenak. Otaknya sebisa mungkin berpikir, bagaimana bentuk dari manisan buah salak itu karena ia baru pertama kali mendengarnya.
"Ehkmm.., sayang. Kalau boleh tahu, itu makanan yang seperti apa?" tanya Julian polos.
Alexa yang mendengar pertanyaan dari suaminya sontak saja langsung menjauhkan kepalanya. Matanya menatap Julian dengan lebar.
"Kau... kau tidak tahu?" tanya Alexa.
"Iya, aku tidak tahu jenis manisan buah salak itu?" jawabnya sedikit kikuk. Bahkan ia sampai menggaruk tengkuknya karena merasa malu.
Alexa yang sadar betul akan ketidak tahuan dari suaminya pun hanya terdiam. Ya, bagaimana mungkin dia meminta makanan yang murah pada suaminya yang terlahir dari keluarga yang kaya raya sejak dia lahir. Dan di negara M buah salak itu juga jarang bisa di temukan. Pantas saja jika suaminya itu tidak tahu.
"Kalau begitu tidak usah membelikan manisan buah salak." ucap Alexa pada akhirnya karena dia tidak ingin menyusahkan suaminya.
Mendengar ucapan dari istrinya Julian pun langsung melebarkan matanya. Ya, dia begitu terkejut ketika istrinya itu tiba-tiba mengatakan hal seperti itu. Padahal, ia mengetahui betul, saat Alexa sedang berada dalam fase ngidam dia pastinya tidak akan pernah menyia-nyiakan kesempatan itu. Ia juga tidak mau melewati proses menjadi seorang Ayah.
"Tidak, aku akan tetap mencarikannya, sayang. Apapun untukmu akan aku lakukan untuk mendapatkannya. Kau tunggu sebentar, aku akan menelepon Kenzo untuk mencarikannya." ucap Julian. Meskipun Julian masih belum tahu bentuk dari manisan buah salak itu, tapi ia akan tetap berusaha untuk mencarinya walaupun yang akan mencarinya itu Asistennya.
Sedangkan Alexa tersenyum, melihat tingkah dari suaminya yang terlihat begitu kebingungan saat mencari ponselnya. Dan tak berapa lama kemudian terdengar suara ponselnya milik Julian. Julian pun mengerutkan keningnya saat melihat panggilan masuk dari Kenzo. Dan tanpa menunggu lebih lama lagi, ia langsung menggeser tombol hijau untuk mengangkat panggilan telepon itu.
"Tuan Kenzo, saya ingin-"
"Kenzo, aku ingin kau segera membelikan manisan buah salak, sekarang juga. Karena istriku sedang ngidam makanan yang seperti itu?" ucap Julian langsung memotong ucapan dari Kenzo dari sebrang telepon.
__ADS_1
Mendengar ucapan dari Julian yang tiba-tiba membuat Kenzo sedikit bingung, dan memastikan jika dia tidak salah mendengar ucapan dari Bosnya yang menginginkan manisan buah salak.
"Hei Ken! Kau tidak tuli, kan? Kau mendengar apa yang aku katakan tadi, kan?" tanya Julian memastikan dari sebrang telepon.
Kenzo pun tersadar dari lamunannya dan langsung berdehem kemudian memberikan jawabannya. "Baik Tuan. Akan segera saya carikan. Apa anda memerlukan jenis manisan buah yang lain juga? Atau Nyonya ingin makan sesuatu yang lain?" tanya Kenzo dari sebrang telepon.
Kemudian Julian langsung mengalihkan pandangannya ke arah istrinya yang masih menatapnya dengan tatapan yang lucu.
"Sayang, kau ingin makan apa lagi selain manisan buah salak?" tanya Julian pada Alexa, sambil menjauhkan sedikit ponselnya.
"Tidak ada, sayang. Aku hanya ingin makan manisan buah salak saja." jawab Alexa. Dan Julian pun menganggukkan kepalanya sebagai respon dari jawaban istrinya.
"Hei Ken, kau sudah dengarkan, jika istriku hanya menginginkan manisan buah salak saja." ucap Julian memberitahu dari sebrang telepon.
"Baik Tuan. Segera saya carikan manisan buahnya." jawab Kenzo patuh.
"Hm, kau benar - benar Asistenku yang bisa aku andalkan. Nanti kita bicara lagi setelah kau berhasil menemukan manis buah salak itu."
"Baik Tuan." ucap Kenzo. Kemudian panggilan teleponnya terputus.
***
Satu jam kemudian Kenzo baru sampai di penthouse milik Julian dengan membawakan manisan yang di pesan oleh Bosnya tadi.
"Kenapa kau lama sekali, Ken. Padahal kau itu hanya ku suruh untuk mencarikan manisan buah salak saja?" seru Julian saat melihat Kenzo sudah berdiri di hadapannya.
"Maafkan saya, Tuan. Karena mencari manisan buah salak itu sangatlah sulit. Dan di negara kita itu tidak terdapat buah salak. Beruntunglah, akhirnya saya bisa menemukan manisan yang di inginkan nyonya di supermarket Asia." jawab Kenzo memberikan alasannya.
Mendengar jawaban dari Kenzo tentunya Julian tidak bisa marah lagi pada Asistennya
Sedangkan Alexa tersenyum senang melihat makanan yang di inginkannya akhirnya sudah sampai. "Terima kasih, Ken." ucap Alexa.
"Sama - sama, Nyonya muda."
"Jika ada yang kau ingin bahas sesuatu denganku, kita bahas pekerjaan yang akan kau sampaikan besok pagi saja. Karena ini sudah cukup malam, kau boleh pergi, Ken." kata Julian
"Baik Tuan, kalau begitu saya permisi." ucap Kenzo sambil menundukkan kepalanya dan pamit undur diri dari hadapan Julian dan Alexa.
***
"Makanlah, sayang." ucap Julian saat pelayan sudah membawakan manisan buah kedalam mangkuk.
__ADS_1
"Julian, apa kau tidak ingin mencobanya?" tawar Alexa.
"Tidak Alexa, aku tidak menyukainya." tolak Julian.
"Tapi kau belum mencobanya, sayang!" Ucap Alexa sambil merajuk dan mengerutkan bibirnya agar suaminya itu mau mencoba juga rasanya manisan buah salak tersebut.
Julian pun membuang napas kasar, dan dengan terpaksa Julian langsung membuka mulutnya dan langsung memakan manisan buah salak itu.
"Rasanya ternyata cukup enak." ucap Julian di dalam hati.
"Bagaimana? Rasanya pasti enak kan?" kata Alexa sambil menikmati manisan buah salak tersebut.
"Rasanya aneh..." jawab Julian.
"CK! Di lihat dari wajahmu saja aku bisa tahu kalau sebenarnya kau itu menikmatinya. Jangan berbohong padaku, Julian!"
"Lebih baik kau makan saja, jangan berisik!" balas Julian.
Alexa tidak membalas ucapan dari Julian kemudian dia melanjutkan makannya untuk menikmati makanan manisan buah itu.
***
"Kita tidur sekarang? Ini sudah malam." ucap Julian.
Ya, setelah Alexa selesai makan Julian mengajak Alexa untuk tidur. Karena waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Dia tidak ingin jika istrinya itu tidur terlalu larut malam. Mengingat usia kandungan dari sang istri masih terlalu muda.
Alexa mengangguk patuh. Kemudian Alexa dan Julian berjalan ke arah kamar mereka. Malam semakin larut, dan Alexa pun menguap beberapa kali. Hal yang pertama Alexa lakukan ketika dirinya dan sang suami sudah berbaring di atas ranjang adalah Alexa harus tidur dalam dekapan Julian. Bukan hanya itu, Alexa juga selalu meminta pada Julian untuk mengusap perutnya. Entah kenapa Alexa sangat menyukai tangan Julian yang mengelus perutnya dengan lembut. Ya, Alexa merasa nyaman ketika Julian melakukan hal seperti itu.
******
Hay... hay! Kalian yang sudah baca Bab ini jangan lupa kasih likenya dong untuk author.D
Kalau ada yang mau ngasih 🌷atau ☕ juga boleh kok hehehe. Seperti biasa author juga mau mengingatkan pada para reader ku. Yuk, kasih sajen votenya untuk author. Komentarnya juga jangan sampai lupa yah~
Author selalu menunggu komenan dari kalian loh😁
Makasih...
Bersambung....
Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote dan juga hadiahnya.