
Di tempat yang lainnya ada seorang pria yang berperawakan tinggi dan gagah dia sedang melemparkan barang - barang yang ada di ruangan kerjanya, hingga ruangan itu terlihat sangat berantakan akibat kemarahannya.
"Sialan!" Umpat pria itu dengan penuh kebencian yang mendalam.
Ya, pria itu adalah Kenan Galaxy, dia sangat marah saat melihat berita hari ini yang mengatakan jika Galaxy Group sudah di ambil alih oleh Javas salah satu pemilik saham tertinggi di Galaxy Group sekarang.
"Tenangkan dirimu, Kenan." ucap Zion, sahabatnya. Saat melihat kemarahan Kenan yang sudah membuat ruangan kerja itu tampak berantakan dan kacau.
"Apa kau bilang? Kau memintaku untuk tenang? Mana mungkin aku bisa tenang di saat situasi yang seperti ini? Jika tidak ada yang bisa kau bantu untukku, lebih baik kau pergi saja. " ucapnya dengan nada kesal, dan mengusir sahabatnya.
"Tetapi, jika kau tidak menenangkan amarahmu itu, kau tidak akan bisa untuk menyelesaikan masalahmu, Kenan." ucap Zion, dia masih berusaha membujuk sahabatnya.
"Apakah kau masih tidak mengerti juga jika perusahaanku itu sudah di ambil alih oleh seseorang yang aku sendiri tidak tahu indentitasnya, tetapi kau malah menyuruhku untuk tenang? Dimana letak otakmu itu, Hah!" Seru Kenan berapi - api.
Suara ketukan pintu tiba - tiba terdengar, dan menghentikan perdebatan Kenan dan Zion. Kemudian Kenan menginterupsinya untuk masuk kedalam ruangannya.
"Masuklah!" Ucap Kenan dengan nada suara yang masih kesal.
"Tuan Kenan, Tuan Zion" sapa Virgo saat melangkah masuk kedalam ruangan Kenan dengan begitu tergesa-gesa dan kini sedang berdiri di hadapan Kenan dan Zion.
"Ada apa kau datang kesini, Virgo? Dengarkan aku? Jika kau masih belum bisa mengetahui identitas Javas yang sebenarnya, lebih baik kau pergi dari hadapanku!" Seru Kenan pada asistennya dan memberikan tatapan penuh peringatan pada asistennya itu.
__ADS_1
"Saya datang kesini, karena saya sudah berhasil mengetahui identitas yang sebenarnya dari Javas." jawab Virgo, dan sontak saja langsung membuat Kenan dan Zion begitu terkejut.
"Jadi, siapa sebenarnya pemilik identitas Javas itu? Jangan kau bilang jika Javas itu adalah nama samaran yang di gunakan oleh Julian Dominic untuk mengambil alih perusahaanku?" Kenan lebih dulu menebak dan rahangnya mengetat. Kilat matanya pun menajam dengan tangannya yang terkepal begitu kuat, jika tebakannya itu mungkin saja benar.
Mendengar ucapan dari Kenan, Virgo masih diam dan belum memberikan jawaban pada Kenan. Hingga membuat Zion merasa sangat kesal, karena Virgo hanya diam saja dan tidak memberikan jawaban yang sedang mereka tunggu tentang identitas sebenarnya dari seseorang yang bernama Javas. "Virgo! Kenapa kau malah diam saja? Apakah mungkin, tebakan Kenan itu memang benar? Jika Javas adalah nama samaran yang di gunakan oleh Julian Dominic untuk mengambil alih Galaxy Group?" ucap Zion, yang tidak sabar dan menuntut Virgo agar memberikan jawaban yang sedang mereka tunggu.
Virgo menelan salivanya susah payah. Tampak raut wajahnya menunjukkan ketakutan dan dengan hati - hati dia pun memberanikan diri untuk menjawab pertanyaan dari Kenan dan juga Zion. "Sebenarnya, identitas asli dari Javas bukanlah Tuan Julian. Tetapi Tuan Samudera Jhonson, Tuan." jawab Virgo, menundukkan kepalanya saat memberitahukan indentitas asli Javas yang sebenarnya.
Saat mendengarkan jawaban dari Virgo, sontak saja Kenan dan Zion begitu terkejut, saat mendengar apa yang di katakan oleh Virgo tadi.
"Apa kau bilang? Samudera Jhonson? Kau tidak salah, Virgo?" ucap Kenan memastikan. Dan dia juga masih meragukan identitas dari Javas.
"Itu memang benar. Jika Javas adalah Tuan Samudera Jhonson, Tuan. Dan saya rasa, mungkin saja Tuan Julian Dominic sudah mengetahui penyebab kebakaran pabrik miliknya sehingga dia meminta bantuan kepada Tuan Samudera Jhonson untuk menghancurkan perusahaan anda. Itulah kenapa Tuan Samudera Jhonson akhirnya bisa mengambil alih Galaxy Group."
"Sebenarnya, caramu untuk membalas dendam itu memang sudah kelewatan, Kenan. Dan cukup sampai di sini saja kau melakukan balas dendam pada Julian. Aku mohon, kau jangan lagi mencari masalah dan memperkeruh keadaan. Ingat Kenan, kau itu hanya memiliki masalah dengan Julian dan bukannya dengan Samudera. Jika Samudera sudah ikut campur seperti ini, kau pasti akan di buat semakin hancur, kalau kau masih ingin membalas dendam pada Julian. Terlebih, kita berdua juga sudah bersalah karena telah mengganggu adik dan sepupunya Samudera." ucap Zion, memberikan peringatan serta nasihatnya kepada sahabatnya itu.
Mendengar ucapan dari Zion. Kenan hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya seolah peringatan dan nasehat yang di ucapkan oleh Zion tidak berarti untuknya. "Memang benar tujuan awalku hanya ingin menghancurkan Julian Dominic karena pria itu sejak dulu terlalu sombong. Zion, kau juga pasti tidak lupa bukan? Saat Webber Group milik sepupuku berhasil di ambil alih olehnya. Jadi? selain ingin membalaskan dendamku aku juga sangat ingin melenyapkan kesombongan pria itu. Dan apa yang aku lakukan pada pabrik miliknya itu, tidaklah kelewatan. Apalagi kau juga menginginkan istri dari Julian, bukan?"
"Kenan! Sepupumu itu memang bersalah pada Julian! Jadi tidak heran, jika Julian mengambil alih perusahan milik sepupumu itu. Sudah jangan mencari masalah lagi dengannya. Aku juga tidak ingin terlibat semakin dalam lagi." ucap Zion dengan tegas.
"Lebih baik kau itu diam saja, jika kau tidak ingin ikut campur dan tidak usah banyak bicara." ucap Kenan sambil tersenyum sinis. Kemudian Kenan langsung mengambil kunci mobil yang ada di atas meja dan berjalan meninggalkan ruang kerjanya serta tidak memperdulikan ucapan dari sahabatnya.
__ADS_1
***
Sedangkan di Penthouse milik Julian dan Alexa. Adel kini sedang di buat kesal oleh Alexa. Ya, Adel merasa marah dan kesal karena dirinya sudah sangat lama menunggu Sepupunya yang sedang berendam dan berias. Entah sudah berapa kali Adel menggerutu hanya demi menunggu Sepupunya itu.
"Alexa, lain kali aku tidak mau menunggumu. Sebenarnya kau itu tadi sedang mandi atau tidur. Kenapa hanya untuk mandi saja sampai membutuhkan waktu selama satu jam.Apakah kau tidak memikirkan Kakakmu, Vanya. Dia pasti sudah menunggu kita lama." gerutu Adel, saat sudah masuk kedalam mobil dan mulai melajukkan mobilnya.
"Kenapa kau selalu berisik sekali, Adel. Dengarkan aku, rangakaian mandiku memang panjang, dari luluran, mandi susu dan banyak rangakaian mandiku yang lain. Agar kulitku itu tetap halus dan bersih. Dan asal kau tau, aku juga sangat menyukai jika mandi berlama-lama." Alexa menjawab pertanyaan dari Adel tanpa merasakan rasa bersalah sedikitpun pada Sepupunya.
Dan Adel kembali mendengus tak suka saat mendengarkan ucapan dari sepupunya. "CK! Kalau sudah tahu ritual mandimu akan lama. Harusnya, kau itu sudah bersiap-siap sebelumnya. Kalau begini kan, aku jadi kasihan pada Vanya. Dia pasti sudah menunggu kita lama. Kenapa kau ini selalu menyebalkan sekali" Seru Adel.
**********
Hay... hay! Kalian yang sudah baca Bab ini jangan lupa kasih likenya dong untuk author.D
Kalau ada yang mau ngasih 🌷atau ☕ juga boleh kok hehehe. Seperti biasa author juga mau mengingatkan pada para reader ku. Yuk, kasih sajen votenya untuk author. Komentarnya juga jangan sampai lupa yah~
Author selalu menunggu komenan dari kalian loh😁
Makasih...
Bersambung....
__ADS_1
Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.