Derita Istri CEO

Derita Istri CEO
Hukuman Untuk Alexa


__ADS_3

Alexa tersentak saat pintu terbuka, gadis itu langsung mendongak dan ia menatap Novi yang kini membawakan makanan untuknya.


"Nyonya muda, mari makan dulu." bujuk Novi, dan Alexa menggeleng - gelengkan kepalanya. Alexa tetap di posisinya, tidur meringkuk.


"Aku tidak lapar, bawa saja nasi itu jauh - jauh dariku." ujar Alexa menatap Novi yang kini hendak mendekatinya dan memberikan makanan itu padanya.


"Ayolah Nyonya. Saya tidak mau kalau Tuan muda Julian marah pada saya," bujuk Novi.


Alexa membuka selimutnya dan ia menatap Novi yang berdiri. Wanita itu tampak terkejut bukan main dengan kondisi Nyonya mudanya alami saat ini.


"Ke- kenapa sampai di rantai seperti ini?" panik, Novi sampai membuat Alexa semakin menangis.


Alexa menendang - nendangkan kakinya berharap kalau rantai itu benar-benar bisa terlepas.


"Tolong aku Novi," pinta Alexa dengan isakan kecilnya.


Novi menggeleng - gelengkan kepalanya. "Maaf Nyonya muda, saya tidak bisa." lirihnya.


"KENAPA KALIAN SEMUA JAHAT!!" Teriak Alexa kembali meringkuk menyembunyikan wajahnya di balik tangannya.


Suara rantai di kakinya sangat membuat Alexa kesal. Alexa mencoba melakukan sesuatu, namun tidak kunjung bisa juga.


"Pergi dari sini Novi. Biarkan aku sendiri," pinta Alexa.


Novi mengangguk - anggukan kepalanya dan wanita itu kini keluar dari kamar itu. Novi membuka pintu dan tubuhnya terkesiap saat dia harus bertatapan dengan wajah Julian. Laki - laki dengan tuxedo hitam itu masuk ke dalam kamar Alexa.


"Pergilah.." usir Julian pada pelayan yang bernama Novi itu.


Novi menganggukkan kepalanya dan ia langsung pergi dari sana.


Julian menutup pintu kamar itu dan berjalan mendekati Alexa yang sama sekali tidak berdaya, hanya suara isakan tangis yang terdengar.


"Kau tahu akibatnya kalau kau penasaran tentang sesuatu hal yang ada di rumah ini!" Seru Julian berdiri dan bersedekap di hadapan Alexa.


Alexa menggeleng - gelengkan kepalanya.


"Aku hanya pergi ke taman belakang dan...."


"Dan apa? kemana kau pergi, Hah?!" Teriak laki - laki itu membuat Alexa menundukkan kepalanya lagi.


Julian terkekeh seketika dan ia menggelengkan kepalanya kali ini.


"Kali ini kau sangat nakal Alexa, kenapa kau mengundangku untuk berbuat kasar padamu!" Sinisnya.


Alexa menangis menatap Julian.


"Aku tidak pernah berbuat apapun padamu Julian! Tapi kenapa kau tega melakukan ini padaku!" Teriak Alexa.



Wajah Julian langsung berubah menjadi dingin dan kaku. Laki - laki itu langsung merangkak ke atas ranjang dan mencengkram erat dagu Alexa dengan sorot marahnya.

__ADS_1



"Berani - beraninya mulutmu ini membentakku, Hah! Kau belum tahu siapa seorang Julian Dominic!"


"Lepaskan aku Julian." pinta Alexa memohon.


Cengkraman erat di tangan Julian perlahan memudar dan tangannya merayap ke area leher dan menarik tengkuknya leher Alexa.


"Apa yang akan kau...."


Alexa merasakan sesak yang luar biasa di dadanya kali ini. Ia memukuli dada bidang Julian dan air matanya deras mengucur keluar.


Sapuan lembut dari bibir Julian itu membuat Alexa lama - lama terbuai dan pukulannya berhenti dan mencengkram erat pundak Julian.


Julian melepaskan tautan bibirnya dan ia menatap wajah gadis itu yang memerah dan nafasnya yang naik turun.



"Jangan membentakku atau aku akan benar - benar mengambil mahkotamu, Alexa." desis Julian mendorong Alexa hingga lagi - lagi gadis itu tersungkur ke atas ranjang.


Julian kemudian bangkit dari duduknya dan ia hendak berjalan keluar dari sana, langkahnya terhenti dan dia menoleh ke belakang dan berjalan lagi mendekati Alexa yang menangis


Julian menarik dasi hitamnya itu dan ia menarik paksa kedua tangan Alexa.


"A... apa yang akan kau lakukan, Julian! Ini sakit Julian! Sakit! Hikss...."


Julian sama sekali tidak perduli dengan tangisan gadis itu, ia tetap mengikat kuat kedua tangan Alexa.


"Lepas!"


"Julian Lepaskan!"


"Bagaimana Alexa, bagaimana kalau kita mulai saat ini juga, ini akan saling menguntungkan jika kau bisa mengandung anakku?" bisik Julian.


"Kau memiliki banyak uang! Jika kau membutuhkan keturunan, kau bayar saja wanita lain untuk mengandung anakmu! Aku tidak mau!" Seru Alexa dengan tatapan menajam. Membayangkannya saja Alexa tidak menginginkannya.


kini Julian menghimpit tubuhnya pada tubuh Alexa, dia mengunci pergerakan wanita itu.


"Lepaskan aku sialan!" Alexa terus berusaha untuk memberontak. Tapi semakin dia memberontak, Julian semakin menekan tubuhnya. Hingga rasanya Alexa benar - benar tidak bernafas.


Julian menangkup pipi kasar Alexa. Iris mata cokelat gelapnya kian menajam kala Alexa semakin berontak. "Bisakah kau diam!" Desisnya dengan penuh peringatan.


"Aku tidak akan pernah bisa diam jika kau tidak melepaskan aku!" Alexa mengangkat wajahnya.


Julian semakin menggeram kala Alexa semakin berontak.


Alexa menggeleng - gelengkan kepalanya tidak mau. Saat melihat Julian mulai membuka satu - persatu kancing bajunya.


"Jangan! Aku tidak mau! Julian Dominic jangan macam-macam, hiks. Aku takut padamu." tangis Alexa sangat takut.


Julian merasakan tubuh Alexa benar - benar gemetar saat ini, dan Alexa memang sangat ketakutan.

__ADS_1


Alexa menggeleng - gelengkan kepalanya tidak mau.


"Jangan menangis, aku akan melepaskanmu kali ini, tapi tidak untuk selanjutnya, Alexa." ujar Julian menarik dagu Alexa dan Julian berjalan keluar dari kamar itu, ia menutup pintu dan menguncinya.


Julian terdiam saat mendengar jeritan Alexa yang membuat hatinya seperti teriris, namun rasa arrogant yang sudah tertanam padanya jauh lebih kuat dari pada rasa iba yang ada di hatinya.


Alexa seolah menggiring dirinya sendiri masuk kedalam neraka, gadis itu menangis sesenggukan.


"Kak, Kak Vanya ada dimana? Cepat kembali, Kak." lirih Alexa menyembunyikan wajahnya. "Laki - laki itu sangat kejam, Kak. Alexa takut."


"Kapan aku bisa bebas, Kak." lirih Alexa meneteskan air matanya.


Setelah menangis sangat lama Alexa pun tertidur.


...***...


Alexa membuka matanya saat sinar matahari menyilaukan matanya.


Gadis itu membuka mata dan ternyata sudah pagi dan dia masih di tempat yang sama. Padahal di dalam hati ia ingin kejadian kemarin malam hanyalah mimpi.


Alexa hendak bangun, namun dengan cepat ia menoleh ke pintu saat pintu di buka oleh seseorang. Ternyata itu adalah Novi, pelayan yang ada di rumah ini sambil membawakan sarapan untuk Alexa.


Sedari tadi Novi terus - terusan membujuk Alexa untuk makan, sampai wanita itu membawa makanan dengan bergonta - ganti menu.


Alexa masih duduk diam dengan kedua tangan dan kakinya yang terikat.


"Apa Julian sudah hilang akal?" tanya Alexa hingga membuat Novi melotot lebar.


"A... apa maksud Nyonya?" tanya Novi panik.


"Kenapa dia mengikatku seperti ini? Mungkin dia benar - benar sudah gila!" Seru Alexa membiarkan air matanya lolos begitu saja.


Novi duduk di sebelah Alexa. "Nyonya harus makan. Bukannya Nyonya ingin Tuan Julian membebaskan Nyonya dari hukuman yang seperti ini?" tanya Novi merayu Alexa.


Alexa menatap wanita itu dan menggangguk - anggukan kepalanya.


"Iya aku mau makan." jawab Alexa


...*******...


Hay... hay! Kalian yang sudah baca Bab ini jangan lupa kasih likenya dong untuk author.D


Kalau ada yang mau ngasih 🌷atau ☕ juga boleh kok hehehe. Seperti biasa author juga mau mengingatkan pada para reader ku. Yuk, kasih sajen votenya untuk author. Komentarnya juga jangan sampai lupa yah~


Author selalu menunggu komenan dari kalian loh😁


Makasih...


Bersambung....


Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.

__ADS_1


__ADS_2