
Saat itu Mateo hendak masuk ke gerbang mansion milik Julian dan hendak berpamitan pada Alexa. Namun, dia melihat Alexa berlari dan langsung masuk kedalam mobil dan mengendarai mobil dengan kecepatan penuh meninggalkan mansion milik Julian . Mateo mengumpat kasar, dia bisa melihat Alexa menangis, meski Alexa menundukkan kepalanya agar tidak di lihat. Hati Mateo begitu sakit melihat Alexa seperti itu.
Mateo pun langsung menginjak gas dan menambah kecepatannya untuk mengikuti mobil Alexa dari belakang dia takut jika nantinya terjadi sesuatu pada Alexa jika mengendarai mobil dengan kecepatan penuh seperti itu. "Sebenarnya apa yang sudah terjadi, Alexa? Kenapa kau membawa mobil dengan kecepatan penuh seperti itu" gumam Mateo seorang diri.
Dan dari arah yang berlawanan sebuah truk kontainer yang hilang kendali tiba- tiba langsung menabrak mobil Alexa hingga mobil Alexa terpental dan rusak parah.
Sedangkan Mateo yang melihat kejadian itu masih terkejut dan tidak bergeming dari tempatnya. Hingga beberapa saat kemudian Mateo keluar dari mobilnya dan langsung berlari ke arah mobil Alexa. Saat sampai di mobil Alexa, Mateo langsung menolong Alexa dan melihat kondisi Alexa yang sudah mengeluarkan banyak darah. Dan Mateo pun langsung membawa Alexa kerumah sakit.
Saat tiba di rumah sakit, para petugas medis langsung membawa brankar. Mateo memindahkan tubuh Alexa. Raut wajah Mateo terlihat begitu panik dan ketakutan. Kini Mateo pun berlari mengikuti petugas medis, menuju ruang unit gawat darurat.
"Tuan, maaf anda tidak bisa masuk kedalam." sang perawat mencegah Mateo yang ingin ikut masuk kedalam ruang unit gawat. Tidak ada pilihan lain Mateo pun menunggu di luar ruang unit gawat darurat.
...***...
"Tuan Julian..." Kenzo berlari masuk kedalam ruang kerja Julian. Ya, dia langsung menerobos masuk kedalam ruang kerja Julian tanpa mengetuk pintu terlebih dulu.
"Ada apa Kenzo?" Julian melayangkan tatapan dingin ketika Kenzo menerobos masuk ke ruang kerjanya. Padahal Julian sebelumnya sudah berpesan pada para pelayan yang ada di rumahnya agar tidak ada yang menggangunya.
"T- Tuan, saya ingin melaporkan tentang Nyonya Alexa," Kenzo berkata dengan gugup. Terlihat jelas wajah Kenzo yang begitu takut. Terlebih kini dia mendapatkan tatapan tajam dari Julian.
"Ada apa dengan istriku, Ken?" seru Julian.
"Tuan, Nyonya Alexa kecelakaan. Sekarang Nyonya Alexa sedang berada di rumah sakit. Saya mendapatkan kabar dari Tuan Mateo, sejak tadi Tuan Mateo sudah menghubungi Tuan, namun Tuan tidak menjawabnya." jelas Kenzo yang masih gugup.
"Maksudmu apa, Kenzo? Bicara yang jelas!" Seru Julian dengan tatapan yang menghunus tajam dan penuh kemarahan.
"S- saya tidak tahu pasti kejadiannya, Tuan. Karena saya hanya mendapatkan telepon dari Tuan Mateo, jika Nyonya Alexa kecelakaan." jawab Kenzo.
"****!" Umpat Julian.
Julian langsung menyambar kunci mobilnya, dia hendak berlari ke ruang kerjanya. Namun, suara dering ponsel yang tak kunjung berhenti membuat Julian mau tidak mau harus melihat ponselnya. Sesaat Julian mengumpat melihat nomor Samudera muncul di sana. Julian hendak menolak panggilan itu, tapi dia mengurungkan niatnya dan memilih untuk menjawabnya.
"Jangan menggangguku!" Seru Julian saat panggilan terhubung.
"Sialan kau Julian Dominic! Kau pikir aku mau menghubungimu. Kau pasti sudah tahu bukan, jika Alexa kecelakaan."
"Bagaimana kau bisa tahu?"
"Karena sebelum kecelakaan Alexa menghubungiku untuk membawanya pergi dari negara M. Sebenarnya apa yang sudah kau lakukan pada adikku, Dominic! Hingga membuat dia berkata seperti itu!"
__ADS_1
"Lebih baik kau tidak usah ikut campur, Samudera!" Seru Julian
"Jika sesuatu terjadi pada adikku! Aku bersumpah akan membunuhmu Dominic!" Seru Samudera dengan penuh menggelegar dari sebrang telepon.
"Aku juga tidak pernah tahu jika akan terjadi kecelakaan seperti ini, sialan! Kau pikir aku tidak khawatir dengan kondisi istriku! " Seru Julian menegaskan.
Tanpa lagi menjawab Julian langsung menutup panggilannya itu. Dan berlari menuju parkiran mobil bersamaan dengan Kenzo yang mengikutinya.
...***...
Sedangkan Mateo masih menunggu di depan ruangan UGD. Mateo menyugar rambutnya kasar. Sudah sejak tadi dia menunggu, tapi belum juga mendapatkan kabar tentang keadaan Alexa.
Ceklek.
Suara ruang unit gawat darurat terbuka. Mateo pun langsung berlari saat dokter keluar dan berdiri di depan ruang unit gawat darurat.
"Dokter, bagaimana keadaan Alexa?" Mateo bertanya pada dokter yang berdiri di hadapannya dengan raut wajah yang begitu panik dan cemas
Sang dokter pun melepaskan maskernya. Raut wajahnya pun tampak begitu muram. "Maaf, apa anda suami dari Nona Alexa?" tanya sang dokter.
"Bukan. Aku Mateo, temannya. Bagaimana keadaan Alexa?" Mateo balik bertanya. Dia terlihat semakin cemas dan mengkhawatirkan keadaan Alexa.
"Keputusan apa maksud anda, dokter?" Mateo mendesak sang dokter untuk segera menjelaskan padanya.
"Mateo?" Julian dan Kenzo berlari menghampiri Mateo yang tengah berbicara dengan dokter.
Mateo mengalihkan pandangannya dia bernapas lega melihat Julian dan Kenzo kini menghampirinya.
"Bagaimana keadaan istriku?" tanya Julian dengan panik.
"Tuan, usia kandungan istri anda masih baru menginjak dua minggu. Dan Istri anda juga mengeluarkan banyak darah, bukan hanya pada luka di kepalanya saja. Kondisi ini sangat membahayakan untuk janin dan ibunya." jelas sang dokter yang membuat Julian dan Mateo terkejut.
Bagai terkena hantaman batu keras, tubuh Julian terasa mati. Wajahnya kian memucat dan menatap sang dokter tak percaya.
"H- hamil? Apa tadi kau bilang? Istriku hamil?" seru Julian yang kembali menuntut sang dokter untuk menjelaskan padanya.
"Maaf Tuan, apa anda tidak tahu jika istri anda sedang hamil?" sang dokter kembali bertanya.
Julian tidak lagi menjawab, kakinya terasa begitu lemas. Kepalanya begitu memberat. Air mata tidak sanggup lagi tertahan olehnya.
__ADS_1
"B-bagaimna keadaan istriku?" Julian bertanya seraya memejamkan mata sesaat. Dia mengepalkan tangannya kuat. Dia terus mengumpat merutuki dirinya sendiri yang begitu bodoh.
"Nyonya Alexa harus segera di lakukan tindakan operasi, tapi Nyonya Alexa kehilangan banyak darah dan membutuhkan transfusi darah segera. Tapi kami minta maaf, kami tidak memiliki stok golongan darah O rhesus negatif. Apa ada yang bisa mendonorkan darahnya?" sang dokter berujar dengan suara yang cemas.
Julian menatap tajam dengan apa yang di katakan oleh sang dokter. "Bagaimana mungkin, kalian tidak memiliki stok darah!" Serunya meninggikan suaranya.
Julian meremas rambutnya dengan kuat. Pikirannya tidak henti memikirkan keadaan Alexa. "Berapa banyak waktu yang di butuhkan?" tanyanya dengan wajah yang kian cemas pada sang dokter.
"Jika di lihat dari keadaannya kurang dari satu jam, Tuan. Tapi itu juga tidak bisa menjamin keselamatan Nyonya Alexa. Karena luka di kepalanya cukup parah."
Julian langsung menarik kerah baju sang dokter dengan kasar, "Apa maksudmu? Aku membayarmu mahal bukan untuk mengatakan bahwa istriku tidak bisa di selamatkan! Istri dan anakku ada di dalam sana sialan! Jika sampai terjadi sesuatu pada mereka aku bersumpah akan menghabisimu!"
"Tuan, tenangkan diri anda." Kenzo menarik lengan Julian, dia tahu jika tidak di pisahkan emosi Tuan mudanya itu akan semakin meledak.
"Kenzo! Cari seseorang yang bergolongan darah O negatif!" Seru Julian dengan wajah yang frustasi.
"Tuan, golongan darah O rhesus negatif tidak mudah. Saya yakin, saya membutuhkan waktu beberapa hari untuk bisa menemukan golongan darah itu." ucap Kenzo, kemudian menundukkan kepalanya tidak berani menatap Julian.
Julian mengusap wajahnya dengan kasar. Dia pun tampak begitu putus asa. "Kenzo! Apa kau tahu keberadaan orang tua Alexa atau adiknya Alexa yang bernama Kaylan itu? Apakah mereka sudah di negara M?"
"Tuan besar Raymond, masih berada di negara A. Jarak negara A ke negara M sangat jauh. Kemungkinan besar Tuan besar Raymond akan datang dalam waktu satu hari. Sedangkan Tuan muda Kaylan masih berada di Negara T untuk menyelesaikan pendidikannya. Hal yang memungkinkan hanya meminta bantuan dari Tuan muda Samudera akan datang ke negara M dengan secepatnya." jawab Kenzo.
"Maaf Tuan. Sebelumnya saya harus menyampaikan ini. Kami tidak mungkin bisa menunggu jauh lebih lama. Saya tidak bisa memastikan Nyonya Alexa dan kandungannya bisa bertahan lebih dari satu jam. Jika tidak segera di lakukan operasi dan pendonoran darah segera." ujar sang dokter yang terpaksa memberitahu lagi.
"Sialan! Apa fungsi dirimu, jika kau hanya bisa mengatakan hal itu! Aku tidak peduli kau harus menyelamatkan istriku!" Julian berteriak begitu menggelegar.
"Aku di sini." Teriak suara perempuan membuat Julian, Kenzo dan Mateo mengalihkan pandangan mereka. Seketika raut wajah Julian berubah ketika menatap perempuan yang memakai selendang untuk menutupi wajahnya berjalan ke arah mereka.
...***...
Hay... hay! Kalian yang sudah baca Bab ini jangan lupa kasih likenya dong untuk author.D
Kalau ada yang mau ngasih 🌷atau ☕ juga boleh kok hehehe. Seperti biasa author juga mau mengingatkan pada para reader ku. Yuk, kasih sajen votenya untuk author. Komentarnya juga jangan sampai lupa yah~
Author selalu menunggu komenan dari kalian loh😁
Makasih...
Bersambung....
__ADS_1
Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.