Derita Istri CEO

Derita Istri CEO
Meminta Izin


__ADS_3

"Kenapa kau tertawa sampai seperti itu? Memangnya ada hal yang lucu?" seru Julian dengan tatapan yang tajam saat Devan tidak hentinya menertawakan dirinya.


"Karena kau memiliki banyak sekali mantan kekasih, Julian. Bahkan Berlian, kekasih yang sangat kau cintai itu pun tidak bisa mengatur kehidupanmu. Tapi lihatlah sekarang, hanya Alexa yang ternyata mampu mengendalikanmu, Julian." jawab Devan, kembali tertawa terbahak-bahak sampai menyentuh perutnya sendiri. Karena menurutnya sangat lucu melihat Julian yang patuh pada istrinya.


"Diam kau Devan! Jangan pernah lagi membawa nama wanita itu lagi! Aku tidak ingin mendengarnya!" Tukas Julian dingin sambil menatap Devan dengan penuh peringatan.


Devan mengangkat bahunya tak acuh. "Baiklah, aku tidak akan pernah lagi membahas mantan kekasihmu itu."


Ya, Devan sudah mengetahui semuanya tentang Berlian, termasuk dengan Ibunya Berlian yang ternyata pernah menjadi selingkuhan dari Ayah Julian. Sebenarnya, tujuan Devan menyebutkan nama Berlian hanya ingin mengatakan jika Alexa satu - satunya wanita yang sudah mampu mengendalikan Julian. Karena sejak dulu, tidak ada satupun wanita yang dapat mengatur Julian. Mungkin karena sifat Julian yang sudah terkenal keras, sehingga wanita yang pernah berada di hidup Julian tidak berani untuk mengaturnya.


"Jadi, sekarang kita akan pergi kemana lagi?" tanya Devan.


"Setelah ini, kita akan bertemu dengan Tuan Zain dan salah satu perusahaan dari negara K. Jadi kita harus segera pergi sekarang. Aku tidak ingin pulang terlalu larut malam. Karena Alexa masih membutuhkanku." ucap Julian dengan nada dinginnya.


Mendengar ucapan dari Julian, Devan semakin berdecak kesal. "CK! Kau pikir hanya istrimu saja yang membutuhkanmu! Aku juga membutuhkanmu! Bagaimana jika nantinya ada masalah yang rumit? Dengar ya? Aku tidak mau di pusingkan lagi dengan perusahaanmu! Karena mengurus perusahaanku sendiri sudah sangat sulit." keluh Devan.


"Bukankah kau memiliki otak untuk berpikir? Kalau kau tidak bisa menggunakan dengan baik, lebih baik kau kembali saja ke bangku sekolahmu. Dan cobalah untuk belajar lagi. Agar otakmu bisa berfungsi secara normal." ucap Julian dengan nada dingin dan penuh sindiran terhadap Devan.


Dan setelah mengucapkan kata sindiran seperti itu, Julian langsung berjalan meninggalkan Devan yang masih tidak bergeming dari tempatnya.


"Sialan kau Julian!" Devan mengumpat kesal. "Padahal kita bekerja sama hanya di brand parfum saja." lanjutnya sambil menggerutu pelan.


***

__ADS_1


Malam harinya...


Kini suara dering ponsel terdengar membuat Alexa yang sedang tertidur pulas langsung terbangun. Dan saat melihat ke layar ponselnya, Alexa pun mengerutkan keningnya saat melihat nama Adel, sepupunya yang ternyata menghubunginya. Tetapi, sebelum mengangkat telepon dari Adel, Alexa melihat ke arah jam kamarnya dan waktu sudah menunjukkan pukul dua belas malam. Alexa pun merasa heran, karena tidak biasanya Adel menghubunginya semalam ini. Alexa menghela napas panjang, dan tanpa menunggu lebih lama lagi dia langsung menggeser tombol hijau untuk menerima panggilan telepon tersebut.


"Ya Adel? Ada apa kau menghubungiku malam - malam begini? Tahu kah kamu, sudah menganggu tidur nyenyak ku" jawab Alexa saat panggilan teleponnya terhubung.


"Hallo? Sebelumnya saya meminta maaf karena sudah menggangguku waktu tidur anda, Nona? Tetapi, saya mau bertanya apakah Nona mengenal pemilik ponsel ini?" suara bariton terdengar dari sebrang telepon, sontak saja membuat Alexa terkejut.


"Tentu saja aku mengenal pemilik ponsel ini. Lalu kau siapa? Kenapa ponsel milik sepupuku bisa ada di tanganmu? Dan dimana sepupuku sekarang?" tanya Alexa memberondong berbagi pertanyaan pada seseorang yang sudah menelepon dirinya dengan menggunakan nomor ponsel milik sepupunya itu.


"Tenanglah Nona. Aku ini bartender dari NCT Night club karena pemilik ponsel ini sedang mabuk berat. Aku pun awalnya bingung ingin menghubungi siapa. Dan setelah melihat nomor yang sering di hubungi oleh sepupu Nona, akhirnya saya langsung menghubungi nomor Nona. Untuk itu, apakah Nona bisa menjemput sepupu Nona ini di NCT Night Club." jawab bartender itu sambil menjelaskan keadaan Adel dari sebrang telepon.


"Apa kau bilang? Sepupuku mabuk? Kau sedang tidak bercanda, kan? Bagaimana mungkin sepupuku bisa sampai mabuk berat?"


"Sungguh Nona, saya juga tidak bercanda. Sepupumu Nona memang mabuk di club kami ini."


Beberapa detik kemudian, panggilan teleponnya pun berubah saat bartender itu memberikannya pada Adel. Dan Alexa pun bisa mendengar dengan samar - samar suara rancauan dari Adel bersamaan dengan suara dentuman musik.


"Adel... Hallo?"


"Aku tidak mau menikah." rancau Adel yang terdengar samar-samar oleh Alexa dari sebrang telepon.


Mendengar suara rancauan dari Adel, Alexa pun mendesah kasar. Ia pun yakin, jika Adel tengah mabuk berat. Dan tiba-tiba saja panggilan teleponnya langsung terputus.

__ADS_1


"Adel! Hallo Adel...!" Ucap Alexa saat panggilan telepon itu sudah terputus oleh Adel "Kau ini sangat menyusahkan saja, Adel. Mau tidak mau aku harus menjemputmu. Aku harap kau masih di sana menungguku." lanjutnya sambil menggerutu.


Tanpa menunggu lebih lama, Alexa pun ingin langsung menghubungi anak buah Pamannya. Tetapi Alexa langsung mengurungkan niatnya, karena Alexa sangat tahu, jika Alexa memberitahu kondisi Adel yang sedang mabuk berat, Sepupunya itu pasti akan mendapatkan masalah besar, apalagi jika Paman dan Bibinya sampai mengetahui hal itu. Sungguh, jika Adel bukan sepupu dekatnya, Alexa tidak akan pernah memperdulikannya. Di tambah lagi, malam yang sudah semakin larut dan Julian yang terlihat masih belum kembali. Ya, Alexa pun masih mengingat saat Julian akan pulang terlambat, padahal waktu sudah menjelang dini hari tapi Julian belum juga sampai penthouse.


Alexa memijit pelipisnya pelan, berusaha untuk menenangkan kekesalan yang ada di dalam dirinya. Kemudian dia pun teringat belum menghubungi suaminya. Ya, Alexa takut, jika nantinya Julian akan marah, jika mengetahui dirinya keluar larut malam untuk menjemput Adel yang sedang berada di klub malam, tanpa meminta izin lebih dulu pada Julian.


"Julian?" ucap Alexa saat panggilan teleponnya sudah terhubung dengan suaminya. Dan Alexa pun bernapas dengan lega karena Julian langsung menjawab teleponnya. Karena biasanya Julian akan selalu sibuk jika sudah berurusan dengan kantor.


"Ada apa, sayang? Kenapa kau belum tidur? Padahal sebentar lagi aku akan pulang? Kau tidurlah duluan dan jangan menungguku." jawab Julian dari sebrang telepon.


"Aku mau meminta ijin padamu, karena aku harus menjemput Adel di NCT Night Club yang sedang mabuk di sana. Aku juga tidak mungkin berani memberitahu Paman dan Bibi kalau Adel sedang mabuk."


"Dengar Alexa! Kau itu sedang hamil dan ini sudah sangat malam!" Seru Julian dari sebrang telepon saat mendengar istrinya akan keluar rumah di tengah malam.


"Julian, aku tidak apa-apa. Nanti aku akan keluar memakai jaket supaya tidak kedinginan. Sudah ya..."


"Tapi Alexa-"


Belum sempat menyelesaikan ucapannya, Alexa sudah lebih dulu menutup panggilan teleponnya itu.


*******


Hay... hay! Kalian yang sudah baca Bab ini jangan lupa kasih likenya dong untuk author.D

__ADS_1


Kalau ada yang mau ngasih 🌷atau ☕ juga boleh kok hehehe. Seperti biasa author juga mau mengingatkan pada para reader ku. Yuk, kasih sajen votenya untuk author. Komentarnya juga jangan sampai lupa yah~


Author selalu menunggu komenan dari kalian loh😁


__ADS_2