Derita Istri CEO

Derita Istri CEO
Seluruh Tubuhmu Adalah Milikku


__ADS_3

"Tenanglah Alexa," lirih Julian.


Tatapan kedua mata Julian membuat tubuh Alexa bergetar, tangisannya tidak lagi terdengar. Ia tahu Julian membenci tangisannya. Laki - laki itu kemudian membopong tubuh Alexa dan melemparkannya ke ranjang. Kemudian Julian mengambil sebuah borgol yang ada laci dan melangkah mendekat ke arah Alexa.


"Masih mau menangis, Alexa?" bisik Julian mengusap pipi Alexa dengan lembut dan intens. Julian mencengkram erat kedua tangannya dan hendak kembali memborgol tangan Alexa.


Alexa menggelengkan kepalanya. "Lepaskan tanganku. Aku...aku tidak akan lari darimu, Julian. Lepaskan...." ucap Alexa. .


Julian melemparkan borgol itu ke lantai hingga berdenting suara besi yang bersentuhan dengan lantai.


"Sudah aku lepaskan, tapi tidak dengan tubuh ini." bisik Julian mendekap tubuh Alexa dengan sangat erat.


Alexa mengerang, saat laki - laki itu menyembunyikan wajahnya pada ceruk lehernya. Kulit putih bak salju, aroma wangi alami, candu dan sangat membuat Julian gila.


"Bercintalah denganku malam ini," ujar Julian sesekali ia memagut lembut bibir Alexa.


Gadis itu menggelengkan kepalanya dan hendak membuang muka, namun, Julian menarik pelan pipinya hingga Alexa kembali menatapnya.


"Kehidupanmu ada di tanganku, Alexa. Jangan banyak bertingkah," bisik Julian.


"Aku lelah tolong..." Alexa memejamkan kedua matanya pelan, isakannya mereda.


Julian mendekapnya, ia menyembunyikan wajah Alexa pada ceruk lehernya dan demikian dengan Julian.


Tangannya bebas menyentuh lekuk tubuh Alexa hingga gadis itu berulang kali menepis tangannya.


"Kenapa kau tidak membunuhku saja, mungkin itu lebih baik," lirih Alexa berbisik.


"Aku butuh pemuas, hanya dirimu wanita itu." Julian melepaskan baju kemeja Alexa dan berhasil melucuti pakaian yang di pakai oleh Alexa.


"Julian stop...." Alexa memanggilnya dengan suara yang lirih.


Julian menyeringai, "Kau menikmatinya, Hem?" tanya Julian dan Alexa menggelengkan kepalanya.


"Tidak!!"

__ADS_1


"Kau masih bisa berbohong Alexa. Tapi tubuhmu menyukainya."


Alexa terdiam dan tangannya mencengkram erat seprai berwarna biru itu saat Julian mulai mengecup kulit tubuhnya dan meninggalkan tanda merah di sana.


"Kau adalah perwujudan Dewi cinta yang di kirim untukku, Alexa. Jangan berharap kau bisa pergi dengan mudah dariku," bisik Julian menatap kedua manik mata Alexa yang sayu.


Alexa menggelengkan kepalanya, "Dan kau adalah kematian untukku, Julian."


Julian menyeringai mendengar apa yang Alexa katakan. "Kematianmu yang akan membawamu ke surga setiap malamnya, Alexa." bisik Julian sebelum ia mengecup bibir Alexa dengan ganas dan kasar. "Malam ini, aku menuntut hakku sebagai suamimu," bisiknya serak,


Alexa memejamkan kedua matanya dan ia menangis lirih. Saat Julian memaksanya untuk memasukinya. Dengan susah payah Alexa mencoba mendorong tubuh Julian saat dia merasakan sakit yang luar biasa. Alexa merasakan sesuatu yang asing yang membuat tubuhnya merasa terbelah dan sakit di bagian inti tubuhnya. Dan Alexa meringis setiap kali Julian menghujam inti tubuhnya berkali - kali


"Sakit.... Julian." jerit Alexa keras.


Julian menggeram, merasakan miliknya yang begitu nikmat di dalam milik Alexa yang masih sempit. Dan Julian menghentakkan miliknya semakin dalam. Dia benar-benar tidak mampu lagi untuk menahan dirinya. Kini Julian menatap Alexa yang berpeluh - berpeluh dan tangisannya yang kesakitan.


"Ssstttt.... nikmatilah malam ini Alexa dan sebut namaku setiap detiknya, Alexa Olivia Jhonson!"


Setiap sentuhan yang ia berikan pada Alexa selalu membuat Julian ingin lebih dan lebih, laki - laki itu bersumpah tidak akan melepaskan Alexa dengan mudahnya.


Ekor mata Alexa meliriknya. "Aku bukan hewan, aku juga tidak sudi punya Tuan sepertimu! Dan siapa wanita itu, Julian? Hingga kau menghukumku seperti ini?" pekik Alexa marah dan mendorong Julian.


Dengan mudahnya, Julian membalikkan tubuh Alexa, kembali mendekapnya dan membawa kembali tubuh kecil itu kedalam selimut yang menutupi tubuh polos mereka berdua dan memeluk pinggangnya erat - erat. Kedua mata Julian menatap wajah memerah ketakutan di depannya.


"Dia Berlian, kekasihku!" Julian menjawab dengan tegas. "Tapi aku dan dengannya tidak mungkin bersama! Perjodohan sialan yang di atur oleh kedua orang tuaku dan orang tuamu sudah membuatku kehilangan dirinya! Sekarang kau telah mengetahuinya, bukan! Jadi, kau harus patuh denganku atau aku akan menyiksamu! Dan aku akan mengikatmu di gudang dan memasung kedua kakimu itu, Hem?"


Alexa menangis menggelengkan kepalanya sebelum gadis itu menyenderkan kepalanya pada dada bidang Julian hingga laki - laki itu semakin erat mendekapnya dan mengecup puncuk kepalanya.


"Di sini aku itu Tuanmu, Alexa!"


"Aku pastikan kau akan di hukum Tuhan, Julian." lirih Alexa terisak.


Senyuman tipis di bibir Julian tersungging, ia menarik dagu Alexa hingga mereka berdua saling bertatapan.


"Itu urusanku, yang aku inginkan hanya dirimu yang menjadi milikku, pemuasku dan satu lagi, tidak akan ada cinta dan kasih sayang di rumah ini, untukmu!"

__ADS_1


...****...


Alexa tertidur hingga pagi menjelang. Bahkan Julian yang sudah lengkap dengan pakaian formalnya, kini duduk di sofa menatap Alexa yang masih tertidur. Laki - laki itu kemudian melangkah mendekati Alexa yang masih tertidur.


"Bangun tukang tidur!" Seru Julian menepuk pipi kiri Alexa hingga Alexa membuka matanya pelan.


Laki - laki itu hendak menarik selimut yang Alexa gunakan menutupi tubuhnya, namun gadis itu semakin mengeratkannya. Alexa sadar akan tubuh atasnya yang polos.


Alexa menepis tangan Julian saat itu juga. "Malam kemarin di saat kau menyentuhku, mengambil kesucian ku dengan cara kejimu, adalah pertama dan terakhir kau menyentuhku, Julian Dominic!"


"Oh ya?" Julian menggelengkan kepalanya. "Tapi seluruh tubuhmu ini adalah milikku! Alexa Olivia Jhonson!" Tegas Julian dengan suara lirihnya.


Laki - laki itu mendekatkan wajahnya perlahan. "Kenapa? Bukannya kau yang berpikir kalau aku tidak ada hak untuk menyentuhmu? Ingat, sekarang kau dan Vanya tidak ada bedanya. Karena kau sudah menggantikan Kakakmu itu, maka semua tugas Vanya, berpindah tangan padamu, termasuk..... memiliki tubuhmu adalah hakku!"


Kedua mata Alexa melebar, ia menggeleng - gelengkan kepalanya.


"Tidak! Aku tidak mau! Aku tidak mencintaimu! Aku tidak...."


Ucapan Alexa terhenti, matanya terbelalak lebar saat bibirnya terkatup dengan lembutnya sambutan bibir Julian perlahan - lahan hingga mendesak kasar dan memaksa.


"Julian! Lepas....!" Pekik Alexa mendorongnya


Julian terkekeh pelan. "Kenapa? Tubuhmu adalah milikku, Alexa. Dan kau adalah istriku saat ini. Ah, tapi lebih tepatnya istri yang tidak pernah aku harapkan!"


...*****...


Hay... hay! Kalian yang sudah baca Bab ini jangan lupa kasih likenya dong untuk author.D


Kalau ada yang mau ngasih 🌷atau ☕ juga boleh kok hehehe. Seperti biasa author juga mau mengingatkan pada para reader ku. Yuk, kasih sajen votenya untuk author. Komentarnya juga jangan sampai lupa yah~


Author selalu menunggu komenan dari kalian loh😁


Makasih...


Bersambung....

__ADS_1


Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.


__ADS_2