
Kini Julian sedang terjebak di dalam situasi yang rumit, dan di samping itu dirinya juga sangat ingin mengambil alih saham kepemilikan Galaxy Group karena Kenan Galaxy sudah berani bermain - main dengannya. Akan tetapi, salah satu pemegang saham kedua tertinggi di Galaxy Group adalah Kakak Iparnya sendiri. Itulah salah satu alasan Julian tidak bisa langsung memberikan pelajaran pada musuhnya. Tetapi, jika Julian meminta bantuan langsung pada Kakak iparnya itu, mungkin saja pria itu akan besar kepala karena dirinya meminta bantuan padanya.
"Sial! Andaikan istriku tidak mempunyai Kakak yang sombong seperti Samudera, mungkin saja aku akan langsung meminta bantuan padanya." ucapnya kesal, ketika mengingat sifat Samudera yang angkuh dan sombong menurutnya.
"Julian, bagaimana keputusanmu? Atau paling tidak, kau itu berusaha dulu untuk membujuk Kakak Iparmu agar dia mau menjual saham kepemilikannya di Galaxy Group. Jika nantinya, Samudera tidak mau menjual saham kepemilikannya kau bisa meminta bantuan istrimu untuk membujuk Samudera, bagaimanapun dia adalah Kakak dari istrimu." ucap Devan dengan nada yang ikut mulai kesal. Ya, sudah sejak tadi Devan mulai menunggu jawaban dari Julian tetapi sahabatnya itu masih diam saja.
"Apa yang di katakan oleh Tuan Devan ada benarnya juga, Tuan. Dan saya yakin, Tuan Samudera pasti mau menyerahkan saham miliknya jika masalah tersebut bersangkutan dengan adik dan sepupunya. Dan pastinya Tuan Samudera tidak akan menyulitkan anda."
Julian berkali-kali mengumpat kasar saat mendengarkan saran dari Kenzo dan Devan. Apalagi ketika mengingat kembali kejadian saat di Club malam, seharusnya dia tidak hanya menghajar Kenan Galaxy dan temannya saja tetapi langsung melenyapkannya saat itu juga. Ya, dan sekarang pun dia tidak akan mungkin diam saat mengetahui siapa musuhnya yang sudah berani membakar pabrik miliknya.
Kemudian Julian tiba - tiba saja langsung mengambil ponselnya dan mencari nomor kontak Samudera tanpa memberitahu terlebih dahulu pada Devan dan juga Kenzo. Ya, dengan terpaksa Julian akan meminta bantuan pada Kakak iparnya. Karena sekarang dia sedang dalam situasi yang rumit dan tidak memiliki pilihan yang lain.
"Halo Samudera?" Ucap Julian saat panggilannya terhubung dengan Samudera.
"Ada apa kau menghubungiku?" jawab Samudera dengan nada dingin dan terdengar tidak suka dari sebrang telepon.
"Aku ingin meminta bantuanmu." ucapnya kesal dari sebrang telepon.
"CK? Tidak biasanya kau bertingkah seperti ini? Memangnya ada hal apa yang membuatmu membutuhkan bantuanku?" tanyanya sambil tersenyum sinis.
"Aku dengar kau pemilik saham tertinggi kedua di Galaxy Group."
"Benar. Dan kenapa kau tiba - tiba membahas masalah saham kepemilikanku di Galaksi Group?"
"Dengar, aku hanya ingin membeli sahammu yang berada di Galaxy Group. Dan kau langsung sebutkan saja nominal yang kau inginkan jika kau akan menyetujuinya. Maka, aku akan meminta Asistenku untuk secepatnya memproses pembelian saham tersebut. Bagaimana?" ucapnya to the point dari sebrang telepon.
"Dengarkan aku juga Julian Dominic. Sejak kapan seorang Jhonson kekurangan uang? Harusnya, kau itu sudah mengetahui dengan siapa saat ini kau sedang berbicara?"
__ADS_1
"Dan aku juga tahu kau itu tidak mungkin kekurangan uang. Hanya saja, aku sangat menginginkan sahammu yang berada di Galaxy Group itu."
"Kenapa tiba-tiba saja kau menginginkan sahamku yang ada di Galaxy Group? Katakan sejujurnya padaku? Siapa tahu saja setelah aku mendengar alasanmu itu, aku akan berubah pikiran?"
Mendengar ucapan dari Samudera. Julian menghembuskan nafas kasar. Ya, sebenarnya dia juga tidak mau menceritakannya pada Samudera, tetapi di tidak memiliki pilihan yang lain, jika dia bisa mendapatkan saham kepemilikan Samudera yang ada di Galaxy Group. Maka dia bisa secepatnya menghancurkan musuhnya.
"Itu semua karena Kenan Galaxy yang sudah berani membakar perkebunan anggur dan wine milikku. Kau juga tentunya sudah mengetahui berita tentang pabrik milikku juga, kan?"
"Ya, aku memang sudah mengetahuinya. Tetapi, apa alasan Kenan Galaxy memilki dendam padamu hingga dia membakar pabrik milikmu itu?" tanyanya ingin tahu dari sebrang telepon.
"Itu karena dia sudah berani menganggu istriku dan Sepupumu saat mereka sedang berada di Club malam. Dan aku menghajar Kenan Galaxy dan temannya saat aku menjemput Alexa, aku memukulnya karena dia dan temannya sudah menganggu istriku dan Sepupumu." jelas Julian dari sebrang telepon.
"Sialan kau Julian! Kenapa kau membiarkan Alexa dan Adel pergi ke Club malam? Kau tau kan kalau adikku itu sedang hamil? Jika terjadi sesuatu yang berbahaya pada adikku, bagaimana, Hah?!" Geram kemarahan Samudera terdengar begitu jelas dari sebrang telepon saat mendengar ucapan dari Julian.
"Kau pikir aku hanya diam saja saat mengetahui istriku pergi ke club malam untuk menjemput sepupunya yang sedang mabuk. Aku juga langsung menjemput istriku dan mengkhawatirkan keadaannya juga!" Jawab Julian dengan nada tegas dan sama sekali tidak ingin di salahkan oleh Samudera.
"Ya, jika Galaxy Group sudah berada di tanganku, maka aku bisa memberikan pelajaran pada seseorang yang sudah berani bermain-main denganku."
"Lebih baik kau diam saja. Karena aku yang mengurus semuanya."
Mendengar ucapan dari Samudera, Julian pun merasa bingung, kemudian berkata "Apa maksudmu, Samudera?"
"Aku pastikan hari ini kau akan tahu, apa yang akan aku lakukan pada Kenan Galaxy. Dan kau harus ingat tentang satu hal, aku itu tidak pernah sekalipun ingin membantumu. Tapi aku akan melakukan ini karena bersangkutan dengan adik dan sepupuku." ucap Samudera, dia berkata dengan begitu tegas dan menekankan kata penting pada kalimat terakhirnya.
Julian tersenyum sinis. "Dengarkan aku, Tuan Samudera Jhonson. Tujuan awal aku meneleponmu juga tidak ingin meminta bantuan padamu. Aku hanya ingin membeli saham kepemilikanmu saja yang ada di Galaxy Group."
"Kau yang seharusnya mendengarkan aku, Tuan Dominic. Seorang Jhonson, pantang untuk menjual saham kepemilikannya pada sebuah perusahaan, apalagi perusahaan milikmu sekalipun. Dan aku tekankan padamu, aku juga tidak pernah kekurangan uang. Jadi, jika tujuanmu hanya untuk membeli saham yang aku miliki aku tentunya akan langsung menolaknya meskipun kau akan menawarkan harga yang sangat tinggi sekalipun."
__ADS_1
Tut....
"Sialan kau Samudera!" Umpat Julian, saat Samudera memutuskan sambungan teleponnya secara sepihak. Julian kemudian langsung melempar ponselnya ke atas meja. Ya, inilah salah satu alasan jika dirinya sangat membenci Samudera Jhonson. Pria itu, selalu merasa yang lebih hebat darinya.
"Kau kenapa lagi, Julian? Apa Samudera menolak untuk menjual sahamnya padamu?" ucap Devan, saat melihat Julian yang sedang di selimuti amarah setelah selesai menelepon dengan Samudera.
"Ya, dia tidak mau menjual saham miliknya." jawab Julian dengan nada suara yang kesal.
"Sebenarnya tanpa kau menjawabnya pun aku itu sudah tahu, kalau dia pasti menolak untuk menjual kepemilikan sahamnya." ucap Devan sambil menyandarkan punggungnya di kursi dan menyilangkan kakinya. "Lalu? Apa yang akan Samudera lakukan? Aku yakin, dia tidak mungkin akan diam saja dengan masalahmu. Bagaimana pun kau adalah adik iparnya, meskipun kau dan Samudera tidak pernah akur sekalipun dia pasti akan membantumu, bukan?"
"Untuk hari ini, aku akan menunggu hasil yang akan di lakukan Samudera pada Kenan Galaxy. Karena aku juga tidak tahu rencana apa yang akan dia lakukan pada Kenan dan perusahannya."
"Well, kalau begitu aku juga akan menantikan kabar kejutan yang mungkin akan menyenangkan dari Kakak Iparmu itu. Karena sangat jarang sekali bisa menghabisi musuh dalam waktu satu hari saja."
*****
Hay... hay! Kalian yang sudah baca Bab ini jangan lupa kasih likenya dong untuk author.D
Kalau ada yang mau ngasih 🌷atau ☕ juga boleh kok hehehe. Seperti biasa author juga mau mengingatkan pada para reader ku. Yuk, kasih sajen votenya untuk author. Komentarnya juga jangan sampai lupa yah~
Author selalu menunggu komenan dari kalian loh😁
Makasih...
Bersambung....
Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.
__ADS_1