Derita Istri CEO

Derita Istri CEO
Perintah Julian


__ADS_3

Julian menangkup wajah Alexa dan ia menatap sorot mata gadis yang ketakutan itu.


"Aku akan membunuhmu sekarang juga jika kau masih bersikeras!" Ancam Julian dengan penuh amarah.


Alexa melingkarkan kedua tangannya di pinggang laki - laki itu dan ia menangis kuat - kuat.


"Aku mau pulang."


"Oke, kita akan pulang. Tapi kamu harus nurut sama aku. Kamu jangan berani - berani macam-macam, jangan melanggar satu pun apa yang aku ucapkan." peringat Julian menatap Alexa.


Alexa pun hanya menganggukkan kepalanya.


...***...


Pulang dari rumah sakit yang membuatnya takut, kini Alexa masuk lagi kedalam neraka yang begitu menakutkan.


Julian memeluknya sembari masuk kedalam mansion itu.


"Ingatlah Alexa, turuti semua kemauanku. Jangan menolakku sampai kau sembuh!" Seru Julian dan Alexa hanya diam.


Julian mengangkat dan menggendong tubuh gadis kecil itu.


Alexa merasa tubuhnya sangat lemas. Ia menyandarkan kepalanya di dada bidang laki - laki itu, kedua tangannya mengalung di lehernya.


Julian merebahkan tubuh Alexa di atas ranjang, ia duduk di samping Alexa dan mengusap wajah manis itu dengan penuh kelembutan.


Alexa yang lemah dia tidak bisa melakukan apapun selain hanya diam dan pasrah saja.


"Dingin," lirih Alexa. Padahal tubuhnya sudah di bungkus oleh selimut milik Julian.


"Kenapa sayang?" tanya Julian lembut.


"Dingin, aku merasa dingin sekali, Julian." lirih Alexa yang makin merapatkan tubuhnya pada Julian.


Julian memeluknya dan merapatkan tubuhnya pada Alexa, agar gadis itu tetap hangat


"Aku dingin sekali, tolong..." lirih Alexa menatap sendu Julian.


Julian menggeleng-gelengkan kepalanya bingung, dia langsung bangkit dari tidurnya dan melepaskan kemeja dan mantel yang dia pakai.


Julian memeluk Alexa dalam keadaan shirtless. Ia memakaikan pakaiannya untuk menutupi Alexa dan Julian memeluknya dengan sangat erat.


"Tidur Alexa! Aku akan menghangatkan tubuhmu," ujar Julian mengusap pipi Alexa dan mengecup bibir gadis itu berulang - ulang.


Julian merasakan detak jantung Alexa yang sangat kencang. Ia makin merapatkan pelukannya itu dan Julian ikut terlelap.


...****...


Pagi - pagi Alexa membuka matanya dan ia langsung kaget saat ia tahu ada Julian yang tidur dengan keadaan shirtless seperti saat ini.


"A- apa yang sudah aku lakukan?" Alexa mengusap wajahnya dengan panik sekali.


Alexa menatap wajah tampan laki - laki itu dan dia ingin sekali menyentuh pipi Julian namun ia takut jika akan menarik lagi tangannya.

__ADS_1


"Sentuh saja Alexa," seru Julian yang langsung membalikkan posisi tubuh Alexa menjadi di bawahnya.


Alexa memekik seketika. "Kau berhutang padaku Alexa. Karena semalaman aku telah menghangatkanmu, sekarang gantian aku harus mendapatkan sesuatu darimu." bisik Julian pada Alexa.


"Ka- kamu mau apa?" tanya Alexa takut dengan wajahnya yang pucat pasi.


Julian langsung tersenyum bak devil. "Kecupan darimu, Alexa."


"Aku tidak bisa!" Tolak Alexa dan langsung menutupi bibirnya.


"Bagaimana kalau aku yang memulainya." tawar Julian yang mengusap lembut pipi Alexa dengan pandangan yang penuh gairah.


"Aku tidak bisa emmmphhh ....."


Julian tersenyum dan ia telah berhasil mengecup bibir singkat Alexa hingga gadis itu tersentak.


...***...


Kini Alexa sedang mulai belajar berjalan pelan-pelan untuk proses pemulihan kakinya, dengan mengelilingi mansion milik Julian. Setidaknya Alexa sudah merasa lebih bebas dan tidak memerlukan bantuan dari pelayan lagi. Dan ia mengintip setiap sudut rumah itu bagaikan istana raja milik Julian Dominic.


Alexa kini berjalan keluar, ia menampakki kakinya di taman dan melihat adanya banyak ikan - ikan di dalam kaca akuarium.


"Hei ikan," sapa Alexa memukul kaca akuarium itu dengan kukunya.


"Nasib kita sama yah? Tinggal di rumah yang bagus, tapi jiwa kita di penjara kita tidak bebas seperti manusia pada umumnya. Apa kau sepertiku, ingin pergi dari sini?" tanya Alexa yang menatap ikan - ikan kecil itu.


Alexa memejamkan matanya sedih, saat merasakan air matanya turun.


"Aku ingin pulang, aku mau pergi dari sini." gumam Alexa seorang diri.


...***...


Gadis itu diam - diam membuka pintu dan ia mengintip keluar kamar yang kondisinya ternyata sudah sepi.


Alexa berjalan pelan-pelan ke arah ruang kerja laki - laki menyeramkan itu.


"Kenapa aku ke sini ya?" gumam Alexa.


Julian yang tengah fokus pada layar laptopnya kini merubah fokusnya pada gadis yang berdiri membalikkan badannya di depan pintu ruang kerjanya.


"Kemarilah! Masuklah, Alexa!" Pekik Julian memanggil Alexa.


Alexa menoleh ke belakang dan menggelengkan kepalanya.


"Sekali kau menolak, jangan salahkan aku kalau malam ini tidak ada ampunan untukmu dan kamu...."


"Iya Tunggu!" Alexa langsung berjalan masuk kedalam ruangan itu dan kini berdiri di samping Julian yang sedang duduk.


Laki - laki itu menarik lengan Alexa. Hingga Alexa terhuyung jatuh kepangkuannya.


"Tadi kau tidurkan?" tanya Julian dan Alexa mengangguk - anggukan kepalanya.


Alexa tersentak kaget saat Julian melilitkan kedua lengan kekarnya di perut Alexa.

__ADS_1


"Sekarang kenapa kau bangun? Apa kau ingin aku menidurkan dirimu selamanya?" tanya Julian.


"Aku lapar, aku mau makan. Jadi lepaskan!" ujar Alexa menatap Julian.


Julian hanya terkekeh.


"Lepaskan dulu tanganku, Julian. Kalau tidak....."


"Kalau tidak kenapa?" tanya Julian ingin tahu.


"Tidak. Aku hanya takut padamu." ujar Alexa.


Julian hanya menggeleng - gelengkan kepalanya.


"Aku tidak pernah macam-macam padamu. Kecuali kamu yang ingin membuatku bertindak macam - macam."


"Bagaimana caranya aku melepaskan ini?" kesal, akhirnya Alexa menarik - narik lengan Julian.


Julian hanya terkekeh dan laki-laki itu kini menumpukkan dagunya hanya di pundak Alexa.


"Tidak bisa, sayang. Karena aku tidak bisa melepaskanmu!" Ujar Julian.


Alexa menyerah dan ia menyandarkan kepalanya di dada bidang Julian dan memukulinya.


"Aku menyerah! Terserah apa maumu, Julian!" Ujar Alexa.


Julian terkekeh.


"I want your lips, i want you kiss me." bisik Julian yang langsung membuat Alexa menolehnya dan menatapnya kaget.


"A- apa? Aku tidak bisa melakukannya dan....."


Alexa memekik dan langsung memejamkan matanya, saat Julian dengan spontan menarik tengkuk lehernya dan menyalurkan setiap rasa manis yang ada.


Alexa menancapkan kukunya di pundak Julian, hingga laki - laki itu melepaskan tautannya, dan kini menatap Alexa.


"Bibirmu bergetar, sayang." bisik Julian menyeramkan


"A... aku takut." lirih Alexa. Ia langsung beringsut dan turun dari pangkuan Julian. Entah ada apa dengannya.


"Jangan takut. Aku ingin malam ini kita lebih dari ini. Sekarang, aku ingin meminta hakku sebagai suami. Malam ini berikan tubuhmu padaku Alexa."


"Aku belum siap Julian. Maaf..." jawab Alexa, kemudian dia langsung melangkah keluar dari ruangan kerja Julian, setelah sampai masuk kedalam kamarnya, Alexa pun langsung mengunci pintu kamarnya. Dan berharap Julian tidak mengejarnya sampai kedalam kamar.


...********...


Hay... hay! Kalian yang sudah baca Bab ini jangan lupa kasih likenya dong untuk author.D


Kalau ada yang mau ngasih 🌷atau ☕ juga boleh kok hehehe. Seperti biasa author juga mau mengingatkan pada para reader ku. Yuk, kasih sajen votenya untuk author. Komentarnya juga jangan sampai lupa yah~


Author selalu menunggu komenan dari kalian loh😁


Makasih...

__ADS_1


Bersambung....


Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.


__ADS_2