
"Kurang ajar. Lepaskan sepupuku, sialan!" Bentak Alexa dengan nada suara yang keras. Tetapi Kenan hanya mengabaikan bentakan keras dari Alexa.
"Kau itu sangat cantik. Jadi, tidak masalah kan jika aku menikmati tubuhmu lebih dulu sebelum aku beralih menyentuh sepupumu yang sedang hamil itu?" ucap Kenan dan menghiraukan teriakkan keras dari Alexa.
Mendengar ucapan dari Kenan, Adel begitu ketakutan. Dan di dalam ruangan itu hanya terdengar suara teriakan dari Alexa.Hingga kemudian, anak buah Kenan pun langsung menyumpal mulut Alexa dengan sapu tangan.
Dan tanpa menunggu lama, Kenan langsung mendorong tubuh Adel hingga terbaring di lantai dan dengan tarikan dari tangan Kenan, Gaun yang di kenakan oleh Adel pun langsung sobek hingga menampilkan bagian dada atas Adel yang hanya di selimuti oleh bra berwana merah.
"Aku mohon, jangan lakukan." ucap Adel, sambil menangis dan berusaha memberontak terhadap Kenan.
Sedangkan Alexa yang melihat Sepupunya sudah setengah telanjang pun di berusaha untuk melepaskan ikatan tali yang ada di tangannya dan air matanya pun menetes saat melihat keadaan sepupunya. "Hmmmmpttt!" Alexa mencoba untuk berteriak namun suaranya tidak bisa keluar karena ada sumpalan sampu tangan di mulutnya.
Melihat keindahan dada Adel yang tampak begitu menggoda hasratnya, tangan Kenan pun mulai menyentuh dada Adel dan berkata "Wow, kau sangat cantik dan seksi, Adel."
Mendengar ucapan dari Kenan, Adel semakin ketakutan di buatnya apalagi kini tangan Kenan sudah mulai menyentuh dadanya.
"Hei, gadis cantik? Aku ingin tahu, kira - kira sudah berapa banyak pria yang sudah menyentuh bagian dadamu yg sangat indah ini?" tanya Kenan sambil meremas salah satu bagian dada milik Adel.
"Lepaskan aku!" Teriak Adel sambil terisak.
"Tenang, sayang. Aku akan melakukannya dengan pelan," ucap Kenan kemudian dia mulai mengecupi leher jenjang Adel.
Adel semakin menangis dengan keras dia pun berusaha memberontak. Karena dia merasa jijik saat Kenan mulai menyentuh tubuhnya.
Brakkk.
Mendengar suara dobrakan pintu, Kenan pun langsung bangkit. Dan seketika wajah Kenan langsung panik saat melihat Julian dan Devan sudah berdiri di hadapannya.
"Kurang ajar! Apa yang sudah kau lakukan pada Adel?!" Seru Devan, saat melihat kondisi Adel yang terlihat begitu mengenaskan.
__ADS_1
Sedangkan Julian langsung berlari ke arah Alexa. Dan dia pun langsung membuka sapu tangan yang menyumpal di mulut Alexa dan melepaskan tali yang mengikat tangan istrinya.
"Julian...." ucap Alexa langsung menangis dengan kencang melihat kedatangan suaminya.
"Maafkan aku. Karena aku baru bisa menemukanmu." ucap Julian sambil memeluk istrinya dengan erat dan mencium puncak kepalanya. "Sayang, kau tunggu disini dulu. Karena aku ingin menghabisi pria sialan itu."
Alexa pun mengangguk lemah. Kemudian, Julian pun langsung melepaskan jas yang dia kenakan untuk menutupi tubuh istrinya.
"Devan, lebih baik kau bantu Adel. Biar pria sialan ini aku yang akan menghabisinya." ucap Julian penuh dengan kemarahan.
Devan pun mengangguk dan langsung berlari ke arah Adel. Dan dengan cepat, Devan juga langsung membuka jasnya untuk menutupi tubuh Adel yang setengah telanjang itu. Dan tangis Adel semakin keras saat berada di dalam pelukan Devan. Ketakutan yang dialami nya perlahan mulai sirna, saat mengetahui Devan datang untuk menolongnya.
"Tenanglah, Adel. Aku sudah ada di sini. Maafkan aku karena datang terlambat." ucap Devan sambil memeluk tubuh Adel dan berusaha menenangkan Adel.
Sedangkan Julian tidak tanggung - tanggung menghajar Kenan hingga membuat Kenan tersungkur di lantai. Bahkan Julian tidak memberikan cela sedikitpun untuk membuat Kenan melawan dirinya.
BUGH.
BUGH.
"Akh-" Kenan meringis saat Julian sedang menginjak lehernya dengan kuat.
"Berani sekali kau menculik Istriku dan sepupunya!" Desis Julian, penuh dengan kemarahan. "Aku akan pastikan membuatmu menyesal."
Kemudian, tatapan Julian kini teralih pada sebuah pisau yang berada di sebuah meja. Kemudian Julian langsung menarik Kenan ke arah meja tersebut dan langsung menancapkan pisau itu ke arah tangan Kenan. Hingga membuat Kenan berteriak dengan begitu keras.
"Tuan Julian." ucap Kenzo sambil berlari menghampiri Julian. "Biar saya saja yang mengurusnya, Tuan. Akan lebih baik jika anda dan Tuan Devan membawa Nyonya Alexa dan Nona Adel keluar dari gudang ini terlebih dahulu."
Mendengar ucapan dari asistennya itu, Julian pun menghembuskan nafas kasar. Kemudian dia langsung berjalan ke arah istrinya dan membopong tubuh sang istri untuk segera meninggalkan tempat gudang tersebut. Begitu juga dengan Devan, yang membopong tubuh Adel untuk meninggalkan gedung itu. Dan kini terlihat wajah Adel dan Alexa yang terlihat begitu pucat.
__ADS_1
***
Setengah jam kemudian, Devan sudah sampai di mansionnya. Dia kemudian membopong tubuh Adel masuk kedalam kamarnya. Terlihat wajah Adel yang masih begitu pucat dan matanya yang sembab. Apalagi keadaan rambut panjang Adel yang tampak berantakan. Kini Devan membaringkan tubuh Adel di atas ranjang. Sesaat, Devan menghembuskan nafas kesal, saat dia melihat kondisi gaun yang di kenakan oleh Adel sudah robek. Sungguh, Devan tidak bisa membayangkan apa jadinya jika tadi dia datang terlambat untuk menyelamatkan Adel.
Kemudian Adel pun mulai menarik selimut tebal untuk menutupi tubuhnya hingga ke arah leher. Bulir air mata terus menetes hingga membasahi pipinya. Ya, pikiran Adel kini masih terbayang saat Kenan menyentuhnya dan menciumnya. Dia pun mulai merasa jijik dengan tubuhnya.
"Adel, minumlah air hangat ini." ucap Devan sambil duduk di tepi ranjang, dia memberi teh yang baru saja di berikan oleh pelayan. Namun, Adel tidak mau menerima minuman teh hangat itu. Hanya tangisannya yang terdengar mulai kencang.
Devan kemudian meletakkan kembali cangkir teh hangat itu saat melihat tangis Adel yang semakin kencang. Kemudian, Devan pun menyentuh bahu Adel dan berkata, "Adel, tenanglah. Kau sudah aman. Pria brengsek itu sudah mendapatkan hukumannya. Aku jamin, dia tidak akan pernah menganggumu lagi. Sekarang kau sudah aman di mansionku."
"Kau jangan menyentuhku, Devan!" Seru Adel sambil menjauhkan tangan Devan dari bahunya.
"Kenapa, Adel?" tanya Devan bingung.
"Aku sudah kotor!" Ucapnya sambil terisak kembali. Ya, bayangan dimana Kenan merobek gaunnya dan menyentuh dirinya membuat Adel merasa jijik dengan tubuhnya sendiri. Meskipun Adel, selamat dari perbuatan bejat Kenan, namun bayangan itu tetap muncul.
Ya, selama ini Adel tidak pernah melakukan hubungan intim dengan siapapun. Karena Adel di besarkan dengan budaya timur yang kental dari sang ibu. Itu kenapa dia merasa takut saat Kenan akan melakukan hal itu padanya.
"Adel...." ucap Devan pelan dan dia berusaha untuk mendekat. Namun, tangis Adel kembali kencang, membuat Devan terdiam sejenak dan membiarkan Adel menangis dengan keras.
***
Hay... hay! Kalian yang sudah baca Bab ini jangan lupa kasih likenya dong untuk author.D
Kalau ada yang mau ngasih 🌷atau ☕ juga boleh kok hehehe. Seperti biasa author juga mau mengingatkan pada para reader ku. Yuk, kasih sajen votenya untuk author. Komentarnya juga jangan sampai lupa yah~
Author selalu menunggu komenan dari kalian loh😁
Makasih...
__ADS_1
Bersambung....
Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.