Derita Istri CEO

Derita Istri CEO
Identitas Penculikan


__ADS_3

Ceklek.


Suara pintu terbuka. Sosok pria tampan yang berperawakan tinggi dan tampan melangkah masuk kedalam gudang itu. Sontak Alexa dan juga Adel mengalihkan pandangan mereka, ke arah pintu gudang yang terbuka itu.


"Kau siapa? Tapi aku merasa tidak asing dengan wajahmu? Kenapa kau menculik kami?" tanya Alexa sambil menyipitkan matanya, dan menatap sosok pria yang ada di hadapannya dengan tatapan tajam dan dingin.


Pria itu malah tersenyum "Yah, aku rasa kau memang mengenalku." ucap pria itu dengan angkuh "Selamat datang para Nona Jhonson di tempat permainanku ini." lanjutnya.


Alexa kemudian mengangkat sedikit wajahnya. Sesaat Alexa terdiam, mengamati sosok pria yang tidak asing itu. Dia seperti pernah melihat wajah pria yang sedang berada di hadapannya itu tapi dia tidak bisa mengingat dimana mereka pernah bertemu.


"Kenapa kau menculikku dan sepupuku? Apa tujuanmu, Hah?!" Seru Alexa dengan tatapan yang menajam dan Alexa pun berusaha menenangkan dirinya dan berusaha agar tidak terlihat panik.


"Kau juga nanti akan tahu alasannya?" pria itu menjeda. Dia hendak membawa tangannya menyentuh pipi Alexa namun Alexa langsung memalingkan wajahnya.


"Dasar pria brengsek jangan menyentuh sepupuku! Lihat saja, dalam hitungan menit, aku pastikan kehancuranmu!" Seru Adel meninggikan suaranya dan menatap tajam ke arah pria itu.


Alexa kemudian menyentuh tangan sepupunya itu agar tidak terbawa emosi. Sebisa mungkin Alexa akan berusaha untuk mengulur waktu karena dia sangat yakin, jika suaminya dan anak buahnya itu pasti akan datang untuk menyelamatkan dirinya dan juga sepupunya.


"Adelia Jhonson." ucap pria itu sambil mendekat ke arah Adel, kemudian menundukkan tubuhnya dan membelai pipi Adel dengan lembut. "Wajahmu sangat cantik." kilat matanya memuja Adel. Dan sontak saja Adel langsung membuang wajahnya, namun pria itu langsung menangkup kasar pipi Adel.


"Lepaskan tangan kotor mu itu, sialan!" Seru Adel dengan penuh kemarahan


"Brengsek. Lepaskan tanganmu itu dari sepupuku!" Seru Alexa sambil menatap tajam ke arah pria itu.


Pria itu tersenyum penuh arti, "Kalian berdua memang memiliki wajah yang sangat cantik. Dan aku harus mengakui jika Tuan putri dari keluarga Jhonson memang di takdirkan untuk memiliki wajah yang cantik.Sayangnya Kakakmu Vanya juga tidak bisa aku bawa kesini. Dan aku merasa sangat sedih karena kalian tidak mengingatku? Jika kalian mengingatku mungkin permainan ini akan semakin seru."


Alexa menggeram. Tatapannya menatap tajam pria yang terus menatap dirinya dan Adel layaknya singa yang sedang kelaparan. Namun, tiba - tiba sekelebat ingatan Alexa muncul saat memperhatikan sosok pria yang ada di hadapannya itu. Dan wajahnya kini berubah menegang. "Kau-" ucap Alexa terhenti dan masih menatap pria itu untuk memastikannya.


"Sepertinya kau sudah mengingat diriku, Nona Jhonson?" pria itu mengalihkan pandangannya ke arah Alexa.

__ADS_1


"Ya sekarang aku ingat. Kau itu adalah pria yang sudah menganggu sepupuku saat aku menjemputnya di klub malam." jawab Alexa.


Mendengar ucapan dari Alexa, sontak Adel di buat terkejut. Sedangkan pria itu mengalihkan pandangannya dan menatap ke arah Alexa. Dan seringai di wajah pria itu terukir saat Alexa dapat mengingat dirinya.


"Good. Ingatanmu ternyata sangat bagus Nona Jhonson. Ah, aku lupa. Seharusnya aku memanggilmu dengan sebutan Nyonya Dominic. Tetapi aku tidak sudi memanggil nama belakang suamimu yang sialan itu."


"Pria yang menjijikan sepertimu, tidak pantas untuk menghina suamiku!" Seru Alexa sambil menatap tajam ke arah pria itu.


Plaakk


Pria itu langsung menampar dengan keras pipi Alexa hingga membuat sudut di bibir Alexa mengeluarkan darah. Sedangkan Adel yang melihat tindakan kasar pria itu pada sepupunya. Dia pun reflek berteriak dengan keras dan sangat terkejut.


"Akh..." Alexa sedikit merintih kesakitan saat merasakan tamparan keras pria itu.


Dan pria itu kemudian menarik rambut Alexa. "Aku baru tahu, wajah yang sangat cantik sepertimu bisa bertingkah seperti singa liar."


"Lepaskan ikatanku, sialan! Bukan hanya sifatmu yang menjijikan tapi kau juga seorang pengecut."


"Dengarkan aku singa liar yang cantik, aku tidak akan pernah sekalipun melepaskan ikatan tanganmu. Jadi kau diam saja. Karena aku akan bermain - main lebih dulu dengan sepupumu yang cantik itu."


Raut wajah Alexa berubah. Dia berusaha mencerna apa yang di maksud oleh pria itu. "Sebenarnya siapa kau? Apa tujuanmu menculik kami karena ada hubungannya dengan kejadian di klub malam itu? Atau jika kau membutuhkan uang aku bisa memberikannya padamu?" tanyanya tegas.


"Aku tidak butuh uangmu! Karena hari ini akan menjadi hari terakhir kalian berdua. Aku akan berbaik hati memperkenalkan diriku, perkenalkan aku Kenan. Dan kau tahu, tujuanku menculik kalian karena aku sangat membenci Samudera Jhonson dan Julian Dominic. Aku pastikan akan membuat Kakak dan suamimu itu menderita karena mereka sudah berani bermain-main denganku."


"Kau? Bagaimana bisa kau mengenal Kakakku!" Seru Alexa sambil menghunuskan tatapan tajam.


"Lebih baik kau diam saja, Nona cantik. Karena aku tidak memilki waktu untuk menjelaskannya padamu. Ah, atau kau ingin melihat apa yang akan aku lakukan pada sepupumu yang cantik itu?" Kenan berdesis dengan penuh ancaman.


"Dengar! Jangan berani kau menyentuh sepupuku!" Bentak Alexa dengan suara yang keras.

__ADS_1


Plaakk


Suara tamparan yang keras kembali melayang ke arah pipi mulus Alexa dan kini sudut bibir kanan dan kiri Alexa sudah mengeluarkan darah.


"Hentikan! Aku mohon jangan lagi kau memukul sepupuku! Dia itu sedang hamil!" Seru Adel, memohon kepada Kenan saat melihat sepupunya di tampar dua kali olehnya.


"Wow, aku tidak menyangka jika di dalam perutmu ada penerus dari Dominic. Tapi kau tunggulah sebentar, nanti akan ada saatnya aku bermain lagi dengan dirimu. Sekarang, aku ingin bermain sepuasnya dulu dengan sepupumu itu." ucap Kenan. Kemudian dia mulai bergeser ke arah Adel


"Apa yang akan lakukan pada sepupuku. Dengar, jika kau berani menyentuh sepupuku aku pastikan akan membunuhmu, sialan!" Seru Alexa, dan sebisa mungkin dia mencoba untuk membuka ikatan di pergelangan tangannya.


"Nanti kau akan segera tahu. Untuk sekarang, jadilah penonton yang baik." ucap pria itu dengan melirik ke arah Adel dengan membentuk seringai di wajahnya.


"Jangan mendekat. Apa yang akan kau lakukan! Lepaskan aku!" Teriak Adel dengan raut wajah yang mulai ketakutan saat Kenan sudah berada dekat dengannya.


"Kurang ajar. Lepaskan sepupuku, sialan!" Bentak Alexa dengan nada suara yang keras. Tetapi Kenan hanya mengabaikan bentakan keras dari Alexa.


***


Hay... hay! Kalian yang sudah baca Bab ini jangan lupa kasih likenya dong untuk author.D


Kalau ada yang mau ngasih 🌷atau ☕ juga boleh kok hehehe. Seperti biasa author juga mau mengingatkan pada para reader ku. Yuk, kasih sajen votenya untuk author. Komentarnya juga jangan sampai lupa yah~


Author selalu menunggu komenan dari kalian loh😁


Makasih...


Bersambung....


Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.

__ADS_1


__ADS_2