Derita Istri CEO

Derita Istri CEO
Menikmati Sarapan


__ADS_3

Kini Alexa sedang duduk di sofa kamar sambil membaca majalah bisnis yang baru di dapatkannya dari pelayan. Seketika senyum d bibir Alexa terukir saat melihat foto Julian yang berada di halaman depan sampul majalah. Alexa merasa sangat beruntung karena memilki suami yang sangat hebat. Lihat saja, meski di foto itu wajah suaminya terlihat dingin, tapi suaminya itu masih tetap sangat tampan. Dengan balutan setelan jas yang berwarna silver, Julian tampak begitu arrogant. Rahang tegas, hidung mancung yang elok melebihi bibir tipisnya. Ya, Alexa pun juga mengakui jika suaminya itu akan selalu menjadi pusat perhatian dari para wanita.


"Alexa...." Julian melangkah masuk kedalam kamar, dia terdiam sesaat saat melihat istrinya itu sedang tersenyum. Kini Julian mendekat dan langsung duduk di samping sang istri. "Kau sedang apa, sayang?" tanya Julian, sontak membuat Alexa menghentikan lamunannya.


"Julian? K- kau sudah selesai bekerja?" Alexa mengalihkan pandangannya, dia tampak terkejut saat Julian sudah berada di sampingnya.


"Iya, karena tadi aku hanya memeriksa email yang masuk dari sekretarisku." Julian pun mengecup kening Alexa. Dan di detik selanjutnya tatapannya teralih pada majalah yang sedang di pegang oleh istrinya. "Kau melihat majalah bisnis suamimu sendiri? Kenapa tidak melihatku secara langsung saja? Bukannya tiap hari kau itu melihatku?" bisiknya di telinga sang istri.


Wajah Alexa langsung merona saat mendengar apa yang di katakan oleh Julian karena dia diam - diam sudah ketahuan mengetahui melihat sampul majalah suaminya sendiri. Kini Alexa mendekat, dia membenamkan wajahnya pada dada bidang sang suami.


"Berapa banyak wanita yang ada di sekelilingmu?" tanya Alexa yang membuat Julian sedikit mengerutkan keningnya.


"Kenapa kau tiba-tiba bertanya seperti itu, sayang?" bukannya menjawab malah Julian yang balik bertanya.


Alexa mengurai pelukannya. Menatap kesal ke arah Julian. "Aku hanya bertanya saja!Cepat jawab!" Cebiknya kesal.


Sedangkan Julian hanya mengulum senyumannya melihat bibir Alexa yang berkerut. "Banyak wanita yang ada di sekelilingku. Tapi mereka adalah rekan bisnisku dan sebagian juga karyawan ku." jawabnya pelan sambil mencubit hidung Alexa.


"Apa rekan bisnismu itu sangat cantik?" tanya Alexa sambil memincingkan matanya menatap ke arah Julian penuh dengan selidik.


"Apa kau cemburu?" alis Julian terangkat, dia tersenyum saat mendengar pertanyaan dari istrinya.


"Lebih baik kau jawab saja, Julian! Kenapa kau itu selalu membalikkan pertanyaanku! Menyebalkan sekali! Sudahlah aku mau tidur saja!" Ucap Alexa kesal, saat Alexa hendak beranjak dari tempat duduknya, Julian pun dengan sigap langsung menarik tangan Alexa, membawa istrinya itu untuk duduk di pangkuannya.


Meski masih dengan raut wajah yang kesal, Alexa tetap mengaitkan tangannya di leher Julian.


"Ya, aku memang harus mengakui rekan bisnisku itu cantik - cantik. Dan aku tidak mungkin berbohong. Tapi sayangannya, mereka tidak sebanding dengan istriku yang sangat cantik ini." Julian menarik dagu Alexa, mencium dan ******* dengan lembut bibir Istrinya. "Percayalah, kau adalah wanita paling cantik yang pernah aku miliki di dalam hidupku." bisiknya di depan bibir Alexa.


Dan pipi Alexa pun langsung merona saat mendengar ucapan pujian dari suaminya. Ucapan dari sang suami tadi benar - benar menyentuh langsung ke hatinya.


"Kau jangan merayuku, Julian?"

__ADS_1


"Tidak, sayang. Aku itu tidak merayumu."


"Kau pasti sedang berbohong, kan?"


"Aku itu berkata yang sebenarnya? Kau itu memang yang paling cantik."


"Aku tidak percaya!"


"Baiklah, kalau seperti itu mungkin rekan bisnisku yang jauh lebih cantik darimu."


"Juliannnn!"


"Kenapa lagi, sayang?"


"Dasar menyebalkan!"


Julian pun tertawa saat Alexa tampak kesal dan terlihat marah kepadanya. Julian pun langsung menangkup pipi Alexa dan memberikan kecupan bertubi-tubi di sana. "Aku hanya menggodamu saja, sayang. Karena tidak ada wanita cantik selain dirimu. Aku hanya akan tetap dan selalu memandangmu. Aku tidak peduli dengan wanita yang lain." bisiknya tepat di depan bibir sang istri.


***


"Sepertinya, pipiku terlihat gemuk." Alexa pun bergumam pelan. Saat menatap wajahnya sendiri dari pantulan cermin. Pipinya itu terlihat tampak lebih berisi tidak seperti sebelumnya.


Alexa pun menghela nafas dalam. Dan perubahan yang terjadi di dalam dirinya itu pasti karena sedang mengandung. Jika mual biasanya bisa terhenti pada trimester kedua. Namun, Alexa harus beruntung karena mualnya sudah mulai berkurang. Mungkin bayinya itu merasa kasih dengan Ibunya yang selalu saja mual.


Suara ketukan pintu berbunyi. Alexa mengalihkan pandangannya, menatap ke arah pintu. Dan tak berselang lama, kini Alexa langsung meminta orang yang mengetuk pintu itu untuk masuk kedalam kamarnya.


"Selamat pagi, Nyonya muda." sang pelayan pun menyapa dengan sopan sambil membawakan nampan yang berisikan sarapan pagi.


Alexa pun tersenyum, "Pagi, letakkan di meja saja."


"Baik, Nyonya." sang pelayan meletakkan sarapan yang sudah dia bawa tadi ke atas meja.

__ADS_1


"Apa kau melihat dimana suamiku?" tanya Alexa pada sang pelayan."Tadi, Tuan Julian sedang menerima telepon." jawab sang pelayan.


"Baiklah, kau boleh kembali bekerja sekarang." balas Alexa.


"Kalau begitu saya permisi, Nyonya." jawab sang pelayan sambil menundukkan kepalanya, lalu langsung pamit undur diri dari hadapan Alexa.


Alexa pun mengangguk singkat. Setelah pelayan pergi, dia langsung duduk di sofa dan mulai menikmati makanannya yang telah terhidangkan di atas meja. Kini Alexa mulai menikmati makanannya perlahan. Perutnya mulai terasa lapar. Ya, sejak hamil dirinya itu memang mudah sekali lapar. Bahkan satu hari saja, Alexa bisa langsung makan empat hingga lima kali.


Ceklek.


Suara pintu kamar terbuka. Dan Alexa yang sedang menikmati sarapannya langsung menatap ke arah pintu. Dan senyum di bibir Alexa pun langsung terukir saat melihat Julian mendekat ke arahnya.


"Julian, kau sudah selesai meneleponnya?" tanya Alexa saat Julian sudah duduk di hadapannya.


"Iya," Julian mengecup kening Alexa. "Setelah selesai sarapan kau gantilah pakaianmu" lanjutnya.


"Memangnya kita akan pergi kemana, Julian?" tanya Alexa ingin tahu.


"Karena kita akan menemui Paman dan Bibimu" jawab Julian dan membuat Alexa tampak begitu terkejut.


"Jadi, Paman dan Bibiku sudah sampai di negara M?" tanya Alexa memastikan dengan ekspresi wajah yang begitu gembira.


*****


Hay... hay! Kalian yang sudah baca Bab ini jangan lupa kasih likenya dong untuk author.D


Kalau ada yang mau ngasih 🌷atau ☕ juga boleh kok hehehe. Seperti biasa author juga mau mengingatkan pada para reader ku. Yuk, kasih sajen votenya untuk author. Komentarnya juga jangan sampai lupa yah~


Author selalu menunggu komenan dari kalian loh😁


Makasih...

__ADS_1


Bersambung....


Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.


__ADS_2