Derita Istri CEO

Derita Istri CEO
Lukisan Kaylan


__ADS_3

"Tuan.... Nyonya...." pelayan menundukkan kepalanya saat melihat Julian dan Alexa yang baru saja tiba di penthouse.


"Dimana adikku?" tanya Alexa langsung yang tak sabar. Kilat mata coklatnya terpancar kebahagiaan. Terlihat jelas jika Alexa ingin sekali bertemu dengan adik laki - lakinya itu.


"Nyonya, Tuan muda sedang berada di perpustakaan," ujar sang pelayan memberitahu.


Alexa tersenyum, kemudian dia memeluk sang suami menuju ke perpustakaan. Julian yang melihat wajah sang istri yang begitu bahagia, dia pun ikut tersenyum.


"Kaylan..." suara Alexa berseru memanggil nama adik laki-lakinya itu saat memasuki ruang perpustakaan.


Kaylan berdiri tegap dia sedang membaca sebuah buku, dan dia sedikit terkejut saat mendengar suara Alexa, Kakak perempuannya. Tiba - tiba Alexa menghamburkan tubuhnya kedalam pelukan Kaylan. Sedangkan Kaylan masih diam dan memasang wajah dingin dan tanpa ekspresi saat Kakaknya memeluknya dengan erat. Dia tidak membalas pelukan itu dan juga tidak menolaknya.


"Aku sangat merindukanmu, Kay - Kay." Alexa semakin mengeratkan pelukannya pada adiknya.


"Jangan memanggilku dengan seperti itu, Kak." ucap Kaylan dengan nada tidak suka jika Kakak perempuannya itu masih memanggilnya dengan nama masa kecilnya.


Alexa terkekeh. "Ya,ya. Tapi aku sangat merindukanmu. Harusnya kau itu lebih sering datang untuk menemuiku."


Raut wajah dingin Kaylan mencair mendengar perkataan Alexa. Kini dia mulai membawa tangannya membalas pelukan dari Alexa seraya berkata datar. "Aku juga merindukanmu, Kak."


"I know." Alexa mendongakkan kepalanya, dia mengecup rahang sang adik. "Kenapa adikku ini semakin tampan sekali? Berapa banyak gadis yang sudah di buat patah hati olehmu, hm?"


Kaylan menghembuskan nafas kasar. "Berhentilah untuk berbicara omong kosong!"


Alexa terkekeh geli. Ya, Alexa tahu, karena sejak dulu adiknya itu tidak pernah memperdulikan para gadis. Padahal dia tahu, banyak sekali para gadis yang berharap pada adik laki-lakinya itu. Bagaimana tidak? Meskipun masih berusia 18 tahun, adiknya itu memiliki wajah yang begitu tampan. Hidung mancung, rahang tegas. Adiknya itu bagaikan wujud dari Dewa Yunani. Sayangnya para gadis banyak yang merasakan patah hati karena Kaylan tampak enggan untuk memilki kekasih. Satu hal point yang luar biasa yang di miliki oleh adik bungsunya itu, yaitu usianya yang masih 18 tahun tapi tubuhnya begitu tinggi dan gagah.


Kaylan terdiam sesaat. Tatapannya kini teralih pada Julian, Kakak iparnya yang berdiri tidak jauh darinya. Mereka saling melayangkan tatapan dingin. Tinggi badan Kaylan dan tinggi badan Julian tidak berbeda jauh. Jika Julian berperawakan gagah dan matang, Kaylan pun berperawakan gagah hanya saja dia masih tampak muda.


"Aku ikut senang akhirnya Kak Julian bisa juga mendapatkan maaf dari Kakakku." Kaylan berkata dengan nada suara yang begitu dingin dan raut wajah yang datar.


Julian tersenyum tipis. Dia melangkah mendekat ke arah Kaylan seraya menepuk pelan bahu adik iparnya itu dan berkata, "Ya, aku sangat beruntung akhirnya bisa mendapatkan maaf darinya."

__ADS_1


"Jaga Kakakku dengan baik dan jangan lukai Kakakku lagi!" Tukas Kaylan dengan penuh peringatan.


"Aku mencintai Kakakmu. Tidak mungkin aku melukai Kakakmu." Julian menjawab dengan suara tegasnya. Dan tatapannya begitu lekat pada Kaylan yang berdiri di hadapannya.


Alexa tersenyum mendengar perkataan dari Julian. Dia langsung mendekat dan memeluk erat lengan sang suami seraya berkata, "Kaylan, kau tenang saja. Julian sudah berjanji tidak akan pernah melukaiku lagi. Jika nantinya dia melukaiku lagi, Kak Samudera pasti akan langsung membawaku pulang."


Julian menghunuskan tatapan dingin dan tajam pada Alexa, saat istrinya itu mengatakan hal yang membuatnya menjadi kesal. Sedangkan Alexa hanya meringis dan tersenyum memperlihatkan gigi putihnya saat mendapatkan tatapan tajam dari sang suami. Ya, Julian akan merasa sensitif jika Alexa mengatakan tentang Samudera yang akan menjemputnya. Mengingat dirinya tidak memilki hubungan yang baik dengan Samudera. Perkelahian terakhir Julian dan Samudera, mereka harus bercucuran darah. Dan perjuangan Julian untuk mendapatkan Alexa kembali tidaklah mudah. Tentu saja, Julian akan menjaga Alexa dengan sepenuh hatinya.


"Baiklah Kak. Apa kau ingin aku lukis sekarang?" tanya Kaylan sambil menatap Alexa.


"Iya, sekarang saja, Kay. Nanti aku akan meminta pelayan untuk membawakan perlengkapan lukismu," jawab Alexa.


Kaylan pun mengangguk. Kemudian Alexa langsung meminta pelayan untuk membawakan peralatan lukis milik Kaylan. Kini Alexa memeluk lengan Kaylan sambil membawanya ke taman. Tempat yang Alexa pilih adalah di taman. Dia ingin mendapatkan nuansa yang alami ketika sedang di lukis oleh Kaylan.


"Kakak, mungkin hasilnya akan lebih bagus jika Kak Alexa duduk di pangkuan Kak Julian. Tepat di belakang kalian ada pajangan guci, itu akan menjadi sangat indah." ujar Kaylan, memberitahu pose terbaik untuk Alexa dan Julian.


Alexa pun menurut. Lalu Julian duduk lebih dulu di kursi. Dan Alexa langsung duduk di pangkuan sang suami. Terlihat Kaylan yang kini sedang fokus untuk melukis wajah Alexa dan Julian.


"Kak Alexa tersenyumlah dan sedikit merapat ke arah Kak Julian," ucap Kaylan yang mengarahkan lagi.


"Apa ada yang sedang kau pikirkan, sayang?" tanya Julian setengah berbisik.


"Tidak ada." Alexa mengeratkan tangannya di leher Julian. "Mungkin aku hanya sedikit gugup karena baru pertama kali di lukis bersama denganmu." ujarnya.


"Rileks, sayang. Aku yakin, hasilnya pasti akan sangat bagus," jawab Julian sembari memberikan kecupan singkat di bibir Alexa.


"Apa kalian berdua sedang meledekku!" Ucap Kaylan dengan nada sedikit kesal.


"Siapa yang sedang meledekmu, Kaylan?" tanya Alexa mengalihkan pandangannya setelah mendengar nada protes dari adiknya.


"Kalian berdua kenapa malah bermesraan di depanku. Bukankah kalian ingin di lukis?"

__ADS_1


"Memang apa salahnya. Lagi pula kita berdua sudah sah menjadi pasangan suami-isteri. Kenapa kau yang marah melihat kemesraan kami. Kalau kamu merasa iri mendingan cari pasangan sana. CK! Ganteng - ganteng kok jomblo. Sayang sekali wajah tampanmu itu jika tidak di manfaatkan dengan baik." ucap Julian sambil meledek adik iparnya itu.


"Kau-"


"Hentikan perdebatan kalian. Kaylan, lebih baik lanjutkan melukisnya." ucap Alexa dengan cepat langsung memotong ucapan Kaylan.


Kaylan mengangguk dia pun melanjutkan kembali untuk melukis Kakak dan Kakak Iparnya. Meskipun dirinya masih sedikit kesal.


Beberapa menit kemudian Kaylan pun telah berhasil menyelesaikan lukisannya.


"Selesai." ucap Kaylan dengan wajah dinginnya.


"Sudah selesai?" tanya Alexa memastikan.


Kaylan pun mengangguk. "Ya, kemarilah, Kak. Hasilnya sangat bagus?"


Alexa tersenyum mendengar itu, kemudian Julian membantu Alexa untuk beranjak berdiri dari pangkuannya. Kini mereka melangkah menghampiri Kaylan yang telah menyelesaikan lukisan mereka.


"Kaylan, ini sangat indah. Kau memang luar biasa hebat." puji Alexa saat melihat hasil lukisan dirinya dengan Julian. "Kau memang adikku yang hebat." lanjutnya sambil memeluk Kaylan.


Kaylan pun tersenyum mendengar pujian dari Kakak perempuannya itu.


******


Hay... hay! Kalian yang sudah baca Bab ini jangan lupa kasih likenya dong untuk author.D


Kalau ada yang mau ngasih 🌷atau ☕ juga boleh kok hehehe. Seperti biasa author juga mau mengingatkan pada para reader ku. Yuk, kasih sajen votenya untuk author. Komentarnya juga jangan sampai lupa yah~


Author selalu menunggu komenan dari kalian loh😁


Makasih...

__ADS_1


Bersambung....


Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.


__ADS_2