Derita Istri CEO

Derita Istri CEO
Perkelahian Samudera Dan Julian


__ADS_3

Alexa memuntahkan semua isi perutnya. Sarapan yang baru saja dia makan, harus di muntahkan saat dia merasakan mual yang luar biasa. Vanya yang melihat keadaaan Alexa, dia langsung memijat pelan tengkuk leher adiknya itu.


"Alexa? Apa perutmu masih mual? Apa sakit sekali? Apa aku harus memanggilkan dokter?" tanya Vanya cemas.


Alexa memutar keran, kemudian membasuh mulutnya dengan air yang bersih. "Tidak apa - apa, Kak. Dokter bilang ini biasa di alami oleh wanita yang sedang hamil muda."


"Ah, begitu? Tapi wajahmu terlihat sangat pucat.Aku takut terjadi sesuatu hal yang buruk padamu, Alexa." Vanya berucap dengan nada yang begitu khawatir. Pasalnya dia tidak tahu bagaimana menghadapi wanita yang sedang hamil.Dia hanya takut jika hal buruk akan terjadi sesuatu pada adiknya. Seperti pagi ini, lagi - lagi Alexa memuntahkan semua sarapan yang baru saja di makannya.


"Aku tidak apa-apa, Kak. Aku akan meminum obat mual. Setelah itu aku ingin pergi ke taman. Dokter bilang sinar matahari pagi sangat baik untuk ibu hamil."


Vanya menganggukkan kepalanya, "Baiklah, aku akan membantumu minum obat. Aku masih mengingat kebiasaanmu yang tidak bisa untuk minum obat. Kau harus menggunakan pisang."


Alexa terdiam saat Vanya mengatakan akan membantunya untuk meminum obat. Ingatannya tertuju pada Julian yang waktu itu pernah membantunya untuk meminum obat. Namun dengan cepat Alexa menepis pikirannya saat dia membayangkan tentang Julian.


Kini Vanya membawa Alexa keluar, dia memberikan obat serta mengupaskan pisang untuk adiknya. Alexa pun menerima obat dan pisang yang di berikan oleh Kakaknya, lalu meminumnya perlahan.


Setelah minum obat, Alexa dan Vanya melangkah keluar menuju taman halaman belakang rumah mereka. Alexa ingin bersantai dengan udara pagi yang sejuk. Setidaknya itu akan mengurangi rasa pusing dan mualnya.


"Morning Papah, Mamah.... Kak Samudera." Vanya menyapa dengan riang kedua orang tuanya dan Samudera yang tengah berada di taman


"Morning, sayang." Raymond dan Arabella tersenyum melihat kedua putri mereka.


"Alexa, apa kau baik-baik saja?" tanya Samudera cemas.


"Aku baik-baik saja, Kak. Kau tenang saja." jawab Alexa dengan senyuman di wajahnya.


"Kak, hari ini kau tidak ke kantor." tanya Vanya seraya menatap Samudera.


"Aku bekerja di rumah. Aku sudah meminta Marvel untuk menggantikanku meeting. Kaylan juga sudah berada di perusahaan. Sebelum dia kembali ke negara T, aku meminta Marvel untuk mengajari Kaylan tentang perusahaan." jawab Samudera datar.


Vanya menganggukkan kepalanya. "Bocah kecil itu, aku merindukannya.".


Alexa tersenyum samar "Aku juga merindukan bocah kecil itu, Kak."

__ADS_1


"Tuan Raymond.... Tuan Samudera...." seorang pengawal berlari ke arah Raymond dan Samudera dengan terburu - buru dan raut wajah yang tampak panik.


"Ada apa?" tanya Samudera. Raymond yang berdiri tidak jauh dari Samudera, dia menatap pengawalnya yang tampak begitu panik.


"Tuan, di depan ada Tuan Julian Dominic. D- Dia menghajar para penjaga yang menghalanginya untuk masuk," jawab pengawal itu gugup dan takut.


Seluruh orang yang ada di sana terkejut mendengar perkataan pengawal itu.


Rahang Samudera mengeras, kilat matanya begitu tajam. Tangannya terkepal begitu kuat. "Pria sialan itu ternyata mengantarkan sendiri kematiannya!"


Tanpa berkata apapun Samudera langsung berjalan meninggalkan keluarganya.


"Samudera tunggu!" Arabella berteriak dengan begitu keras dan cemas melihat kemarahan, di wajah putranya itu.


"Kalian tunggu di sini," Raymond berucap tegas, kemudian melangkahkan kakinya untuk menemui Julian.


Arabella menghembuskan nafas pelan. "Alexa, ikut Mamah sekarang dan temui suamimu. Hanya kau yang bisa menghentikan semua ini." ucapnya tegas.


Wajah Alexa tampak ragu. Tapi di detik selanjutnya Alexa lebih memilih untuk menurut. Dia mengikuti Arabella untuk menyusul Kakak dan Ayahnya. Begitupun dengan Vanya yang selalu menemani Alexa.


***


"Salahkan saja para anak buahmu yang sudah berani menghalangi langkahku untuk bertemu dengan istriku! Lagi pula aku hanya membuat anak buahmu pingsan dan bukannya mati. Jadi kau tidak perlu meluapkan amarahmu seperti itu, Samudera." jawab Julian seraya membalas tatapan tajam Samudera.


"Aku sudah pernah mengatakan padamu, bukan? Untuk jangan pernah kau muncul di hadapan keluargaku!" Seru Samudera meninggikan suaranya.


"Tapi aku datang untuk menemui istriku!" Julian menjawab dengan tegas.


"Alright, hadapi aku dulu jika kau ingin bertemu dengan adikku." Samudera menyeringai mengejek Julian.


Julian tersenyum sinis dan berkata, "Aku tidak mungkin untuk menolak tantanganmu, bukan? Jika dengan melewatimu bisa mempertemukan aku dengan istriku maka aku akan melakukannya dengan senang hati."


Tanpa lagi berucap, Samudera lebih dulu maju menyerang Julian. Dia melayangkan pukulan di pelipis Julian. Namun dengan sigap Julian langsung menepis pukulan dari Samudera. Dan tidak hanya diam, Julian juga berusaha untuk membalas pukulan dari Samudera. Perkelahian sengit keduanya berhasil menghindar dari pukulan.

__ADS_1


BUGH


Samudera memukul pelipis Julian dengan kencang. Namun pukulan dari Samudera tidak membuat Julian tumbang. Pria itu hanya mengumpat kasar seraya menyentuh pelipisnya yang mengeluarkan sedikit darah.


Sedangkan Raymond, sejak tadi dia hanya berdiri diam dan melihat Samudera yang sedang melawan Julian. Dan dia hanya mengisyaratkan para pengawalnya agar untuk tidak ikut campur. Tepat di saat Julian membalas pukulan dari Samudera, Arabella bersamaan dengan Alexa dan Vanya datang. Arabella menjerit saat Julian berhasil membalas pukulan dari Samudera. Begitupun dengan Alexa dan Vanya yang berteriak melihat Julian dan Samudera berkelahi.Ketika Arabella hendak melerai dan dengan tegas Raymond meminta Arabella dan kedua putrinya untuk tidak ikut campur.


"Raymond, apa kau ini sudah gila! Julian dan Samudera bisa terluka parah akibat perkelahian ini!" Seru Arabella dengan tatapan yang tajam.


"Jika dia memang pantas menjadi menantuku, maka dia tidak akan pernah kalah, bukan? Dan Samudera, aku ingin melihat sebatas mana kemampuannya untuk menjaga adiknya," jawab Raymond dengan suaranya yang begitu dingin.


"Pah...."


"Diam Alexa!" Raymond langsung memotong ucapan Alexa. Kini raut wajah Alexa dan Vanya tampak begitu cemas dan ketakutan.


BUGH


Julian kembali berhasil memukul rahang Samudera dengan begitu keras. Samudera mengumpat kasar, saat darah keluar dari rahangnya. Samudera menggeram kemarahan dalam dirinya memuncak. Kini Samudera menerjang Julian, dia membalas pukulan pria itu. Tidak hanya diam, Julian pun menepis semua pukulan dari Samudera dan berusaha kembali untuk melawannya.


BUGH


Samudera menendang Julian, begitupun dengan Julian yang memukul keras pelipis Samudera.Keduanya tersungkur di lantai dengan darah yang mengalir di wajah mereka. Arabella berteriak dengan keras saat Samudera dan Julian tersungkur. Tepat di saat Arabella ingin mendekat Raymond langsung memeluk istrinya tidak membiarkan istrinya untuk ikut campur.


*******


Hay... hay! Kalian yang sudah baca Bab ini jangan lupa kasih likenya dong untuk author.D


Kalau ada yang mau ngasih 🌷atau ☕ juga boleh kok hehehe. Seperti biasa author juga mau mengingatkan pada para reader ku. Yuk, kasih sajen votenya untuk author. Komentarnya juga jangan sampai lupa yah~


Author selalu menunggu komenan dari kalian loh😁


Makasih...


Bersambung....

__ADS_1


Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.


__ADS_2