Derita Istri CEO

Derita Istri CEO
Kabar Dari Paman Demian


__ADS_3

Suara dering ponsel berbunyi, membuat Alexa yang baru saja melangkah keluar dari kamar mandi langsung mengalihkan pandangannya, pada suara ponselnya yang terus berdering itu. Alexa mendekat lalu mengambil ponselnya dan menatap ke layar. Seketika kening Alexa berkerut melihat nomor Demian, Ayahnya Adel yang menghubungi dirinya. Tidak biasanya Pamannya itu menghubungi dirinya sepagi ini.


"Ada apa ya, Paman Demian menghubungiku sepagi ini?" gumam Alexa.


Tidak ingin menunggu lama, Alexa langsung menggeser tombol hijau untuk menerima panggilan tersebut. Sebelum kemudian meletakkan ke telinganya.


"Hallo Paman?" sapa Alexa saat panggilannya sudah terhubung.


"Alexa, apa Paman sudah menganggumu, sayang?" tanya Demian dari sebrang telepon.


"Tidak Paman. Aku baru saja selesai mandi? Paman apa kabar? Aku sungguh merindukanmu?"


"Paman sangat baik. Kau lihat saja nanti.Sebentar lagi Paman akan pergi ke negara M. Dan kau akan melihat Paman yang akan terlihat tidak pernah menua."


"Eh? Paman mau ke negara M? Bukannya Paman dan Bibi sedang honeymoon?" tanya Alexa sedikit terkejut.


"Itu karena Paman mendapatkan undangan khusus dari suamimu. Anak buah Julian kini sedang menjemput Paman dan Bibi di negara S."


Raut wajah Alexa berubah saat mendengar ucapan dari Demian. Dia tampak terkejut tidak mengerti. Pasalnya, Julian tidak mengatakan apapun padanya.


"Alexa? Apa kau masih di sana?"


"Eh, iya. Paman. Maaf, tadi aku melamun. Paman, apa nanti kau ingin aku jemput di bandara?"


"Tidak perlu, sayang. Sopir sudah menjemput kami. Tapi kau harus ingat, jika Paman sudah ada di negara M. Kau harus datang kerumah. Paman ingin sekali menemui gadis kecil Paman yang sekarang sebentar lagi akan menjadi seorang Ibu."


Senyum di bibir Alexa pun merekah mendengar ucapan dari Pamannya itu. Dia tidak menyangka kabar kehamilannya sudah di dengar oleh Pamannya juga. Padahal selama ini Demian, Paman sering melakukan perjalanan ke luar serta pergi untuk Honeymoon dengan istri tercintanya.


"Jadi, Paman juga sudah tahu jika aku sedang mengandung?"

__ADS_1


"Of course. Itu adalah berita yang sangat besar di negara S pemberitaan dirimu dan juga Julian sudah tersebar di semua media. Kau tahu sendiri bukan, Bella ibu mertuamu itu menguasai seluruh negara S. Tentu saja, hampir semua orang membicarakan tentang dirimu dan juga Julian. Karena sebentar lagi keluarga Dominic akan memilki pewaris.


Alexa menghembuskan nafas pelan. Ya, menjadi istri dari Julian Dominic, Alexa memang harus siap dengan segalanya. Seperti saat ini, ternyata berita kehamilannya sudah beredar di seluruh media di negara S. Ya, tentunya Alexa juga tahu. Kakek dari Julian adalah mantan presiden di negara S. Tidak heran, jika pemberitaan kehamilannya itu begitu besar. Setelah ini, Alexa sangat yakin setelah ia akan pulang nanti ke negara A. Pemberitaannya tidak kalah besar, karena bagaimanapun hidup Alexa sejak kecil sudah menjadi pusat perhatian para media.


"Ya sudah, Paman. Jika Paman sudah tiba di negara M jangan lupa untuk memberikan kabar padaku. Aku dan Julian akan segera datang."


"Iya, sweetheart. Sampai jumpa. Paman juga sangat merindukanmu."


"Aku juga sangat merindukanmu, Paman."


Panggilan pun tertutup dan Alexa langsung meletakkan ponselnya ke atas meja. Saat Alexa tampak berpikir kenapa Julian mengundang Paman dan Bibinya secara tiba-tiba tanpa memberitahu terlebih dulu pada dirinya.


"Sayang, siapa yang tadi menghubungimu?" Julian melangkah masuk kedalam kamar.Karena Julian baru saja menerima telepon dari Kenzo.


"Julian? Kau belum berangkat?" Alexa mengalihkan pandangannya, menatap Julian yang mendekat ke arahnya.


"Hari ini dan besok aku ingin bekerja di rumah." Julian membawa tangannya mengelus dengan lembut pipi Alexa. "Tadi siapa yang menghubungimu?" tanyanya lagi.


"Sembunyikan?" kening Julian berkerut, menatap bingung ke arah Alexa. "Apa maksudmu, sayang?" tanyanya lagi yang tidak mengerti.


"Tadi Paman Demian menghubungiku.Katanya kalau kamu mengundang mereka. Tapi kenapa kamu tidak pernah memberitahuku lebih dulu kalau kau akan mengundang mereka?" tanya Alexa sambil memincingkan matanya, menatap Julian penuh selidik


Julian hanya tersenyum samar saat Alexa mencurigainya. Ya, dia memang tidak sengaja jika dirinya tidak memberitahu Alexa soal dirinya yang sudah mengundang Paman dari istrinya itu. Lebih tepatnya dia itu masih menunggu waktu yang tepat untuk memberitahukan pada sang istri mengenai rencana yang sudah ia buat.


"Julian, kenapa kau hanya diam saja?!" Cebik Alexa kesal. Karena Julian belum menjawab pertanyaannya.


"Maaf." Julian menangkup kedua pipi Alexa, dia memberikan kecupan yang bertubi-tubi di bibir sang istri. "Aku sengaja mengundang Paman dan Bibimu, karena aku sudah membuat kesepakatan dengan Devan." lanjutnya menjelaskan.


"Kesepakatan?" Alis Alexa terangkat. Dia menatap Julian serius. "Kesepakatan apa yang kau maksud?" tanyanya dengan nada yang mendesak agar Julian menjelaskan lebih detail lagi kepadanya.

__ADS_1


"Itu karena saham perusahaanku beberapa Minggu yang lalu mengalami penurunan?" Julian berucap sambil mengelus lembut pipi Alexa.


"Apa sekarang masih ada masalah? Jika perusahaanmu masih ada masalah, aku akan meminta bantuan pada Ayahku, Julian?"


Julian tersenyum samar, dia mencium hidung Alexa gemas. "Ayahmu nanti bukannya membantuku. Tapi aku yakin, jika nantinya dia akan membuangku sebagai menantu jika aku tidak bisa memulihkan kondisi perusahaanku."


"Kau ini sangat menyebalkan sekali! Ayahku itu, tidak akan seperti itu!" Cebik Alexa kesal.Meski sebenarnya apa yang di katakan Julian tidak salah. Pasalnya, Alexa sudah tahu dengan jelas Raymond, Ayahnya tidak suka dengan pria yang tidak mampu mengatasi masalah. Bukan karena tidak ingin membantu, tapi bagi Ayahnya itu, seorang pria itu tidak boleh bodoh dan lemah.


Julian pun langsung mengecup bibir Alexa yang berkerut itu.


"Julian, kau belum menjelaskan secara detail tadi!" Tuntut Alexa sambil memaksa.


"Kondisi perusahaanku sudah pulih. Hanya saja, para pemegang saham di perusahaanku memintaku untuk sering bertemu dengan mereka mengenai masalah penurunan saham yang terjadi waktu itu. Dan aku membutuhkan waktu satu atau dua bulan sebelum meninggalkan negara M dan membawamu untuk pergi Babymoon ke negara A. Jadi, aku meminta Devan untuk menggantikan posisiku jika nantinya aku dan kau berlibur ke negara A dan sebagai imbalannya dia memintaku membuat orang tua Adel untuk datang ke negara M."


Seketika Alexa terkejut mendengar apa yang di jelaskan oleh Julian. Tampaknya dia nyaris tidak mempercayai itu. Dia tidak menyangka jika Julian dan Devan sudah membuat kesepakatan seperti itu.


"Julian, tapi bagaimana bisa kau tidak memberitahuku lebih dulu?!" Seru Alexa dengan tatapan dingin pada suaminya.


******


Hay... hay! Kalian yang sudah baca Bab ini jangan lupa kasih likenya dong untuk author.D


Kalau ada yang mau ngasih 🌷atau ☕ juga boleh kok hehehe. Seperti biasa author juga mau mengingatkan pada para reader ku. Yuk, kasih sajen votenya untuk author. Komentarnya juga jangan sampai lupa yah~


Author selalu menunggu komenan dari kalian loh😁


Makasih...


Bersambung....

__ADS_1


Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.


__ADS_2