Derita Istri CEO

Derita Istri CEO
Pelaku Kebakaran


__ADS_3

"Oh, jadi menurutmu aku ini terlihat kejam?" Julian mencubit pelan pipi Alexa yang sedikit berisi itu.


"Iya, dan kau tahu, kau juga sangat menyebalkan sekali." ucap Alexa sambil mengulum senyumannya.


"Jadi menurutmu begitu ya?" ucap Julian kemudian mengecupi kedua pipi istrinya secara bertubi-tubi.


"Hentikan, sayang. Aku geli. Bagaimana kalau kita langsung tidur saja?" ucap Alexa saat Julian tidak berhenti mengecupi pipinya.


"Baiklah kita tidur." Julian berucap dan mengecup singkat bibir istrinya.


Alexa mengangguk dan terus tersenyum.Kini Julian dan Alexa membaringkan tubuh mereka di ranjang.


***


Di sisi lain ada sebuah mobil sport yang berwarna biru terparkir cukup jauh dari penthouse di tempat dimana Julian dan Alexa tinggal. Dan di dalam mobil sport biru itu ada dua orang pria yang tak lepas menatap sebuah penthouse yang sangat mewah yang berada di hadapannya.


"Apa rencanamu selanjutnya? Apakah kau masih belum puas juga sudah menghancurkan pabrik wine dan anggur milik Julian? Aku juga heran, kenapa kau masih menaruh dendam pada Julian Dominic setelah apa yang sudah kau perbuat pada pabriknya?" tanya salah satu seorang pria yang ada di dalam mobil.


"Ya, aku masih belum puas. Dan aku masih tidak terima saat dia mempermalukan aku di depan umum. Dan gara - gara dia juga ada beberapa Paparazi yang mengambil gambarku dan mereka menerbitkan artikel jika aku sudah di kalahkan oleh Julian Dominic." jawab pria yang di sebelahnya dengan penuh kemarahan.


"Kau saja yang bodoh, kenapa kau bisa sampai kalah dengan Julian Dominic? Aku rasa, sudah cukup kau bermain - main dengannya. Apakah kau tidak tahu, jika dia itu menantu dari keluarga Jhonson. Dan Julian Dominic juga pria yang sangat berkuasa di negara M. Lebih baik kita mundur saja dan jangan berbuat terlalu berlebihan lagi. Apalagi kebakaran pabrik itu mengakibatkan banyak sekali korban jiwa."


"Aku tidak peduli! Lebih baik kau diam saja!" Seru pria yang satunya dengan penuh kemarahan.


"Dengarkan aku, balas dendamu itu sudah cukup. Jangan lagi di teruskan karena aku tidak ingin ikut campur semakin dalam. Apalagi wanita yang kita ganggu itu adalah putri dari keluarga Jhonson."


"Aku tidak akan mundur sebelum melihat kehancuran dari Julian Dominic. Aku juga tahu, kau juga pasti menyukai putri dari keluarga Jhonson, bukan?" jawab pria yang di sebelahnya sambil menyeringai.


"Aku rasa hanya pria bodoh yang tidak menyukai dua wanita cantik dari keluarga Jhonson. Tetapi aku juga tidak ingin mencari masalah yang lebih dalam lagi. Bagiku, sudah cukup kekacauan yang kau perbuat kemarin."


"Tetapi aku masih sangat menginginkan wanita yang mabuk dan berdansa dengan kita kemarin." ucap pria yang di sebelahnya dengan tersenyum misterius.


"Sudah hentikan balas dendammu itu. Sebenarnya aku juga sangat menginginkan istri dari Julian Dominic, tetapi aku tidak akan berani menganggunya karena aku masih sayang dengan nyawaku. Kau tahu sendiri kan bagaimana hebatnya Samudera Jhonson, Kakak dari istrinya Julian."

__ADS_1


"CK! Kau ini sangat pengecut dan terlalu bodoh. Aku memang menginginkannya tetapi tidak sampai harus menjadikan dia istri. Karena ada cara lain yang bisa aku lakukan untuk mendapatkannya." pria itu berucap dengan senyuman liciknya.


***


"Julian, hari ini aku dan Adel akan bertemu dengan Kak Vanya. Apa kau mengizinkan aku untuk bertemu dengan Kakakku?" tanya Alexa sambil membantu suaminya memasangkan dasi. Sebenarnya Alexa juga merasa tidak enak, pasalnya sang suami sedang mengalami masalah dan tidak enak jika dia harus bersenang-senang saat keluar.


"Sayang, kau boleh bertemu dengan Kakakmu. Aku tahu, kau juga pasti merasa bosan jika hanya berada di dalam penthouse saja. Jadi, kau tidak perlu mencemaskan apapun dan bersenang-senanglah dengan Kakak dan sepupumu itu." ucap Julian sambil menundukkan kepalanya dan mengecup sekilas bibir istrinya.


" Tapi Julian, bisakah aku juga membantu masalahmu. Sebenarnya aku juga tidak tenang melihatmu yang berusaha mengatasi masalahmu sendiri." tanya Alexa.


"Dengan kau selalu berada di sisiku, kau sudah membantuku, sayang." jawab Julian sambil mengelus dengan lembut pipi istrinya itu.


"Tapi aku sangat takut terjadi sesuatu padamu. Dan entah kenapa aku memiliki firasat yang buruk setelah kejadian kebakaran pabrik kemarin." ucap Alexa mengkhawatirkan suaminya.


"Tidak ada yang perlu kau cemaskan, sayang. Ya sudah, aku harus berangkat sekarang. Dan ingat, kau jangan menungguku dan tidurlah duluan. Mungkin saja, malam ini aku akan pulang terlambat karena ada banyak sekali yang harus aku urus."


Alexa mengangguk. "Ya sudah, kalau begitu saat kau sudah sampai ke kantor, kau harus menghubungiku dan selalu memberikanku kabar. Aku tidak ingin seperti kemarin, kau tidak ada kabar sama sekali dan membuatku sangat khawatir." pinta Alexa pada suaminya itu.


Setelah suaminya sudah pergi untuk ke kantor. Tiba - tiba saja Handphone Alexa berbunyi dan menatap ke layar dan tertera nama Adel yang menghubunginya. Kemudian, Alexa pun langsung menggeser tombol hijau untuk menerima panggilan telepon tersebut dan meletakkan di telinganya.


"Ya, Adel? Ada apa?" jawab Alexa saat panggilannya terhubung.


"Alexa, kita nanti berangkat bersama saja. Karena aku sudah hampir sampai ke penthouse mu." ujar Adel dari sebrang teleponnya.


"Baiklah, tetapi kalau sudah sampai. Kau tunggu aku sebentar ya. Karena aku ingin berendam dulu." jawab Adel dari sebrang telepon.


Mendengar ucapan dari Alexa. Adel pun berdecak kesal. "Kenapa dari tadi kau belum bersiap - siap, Alexa! Kau tahu, kalau aku menunggumu terlalu lama aku pastikan akan langsung meninggalkanmu!" Seru Adel dari sebrang telepon.


"Karena aku harus menyiapkan segala keperluan suamiku lebih dulu, sebelum dia berangkat bekerja. Kalau kau tidak mau menungguku aku juga bisa kesana sendirian. Tidak usah berisik seperti tadi!"


"Oke, oke aku mengerti. Dan maafkan aku."


Dan tanpa lagi menjawab Alexa langsung memutuskan panggilan dari Adel. Karena sepupunya itu sangat berisik.Kemudian Alexa langsung menuju ke arah kamar mandi untuk berendam.

__ADS_1


***


Di perusahaan Julian sedang duduk di kursi kebesarannya. Dan tiba-tiba saja terdengar suara ketukan pintu, kemudian Julian menginterupsinya untuk masuk kedalam ruangannya.


"Ada apa, Ken?" tanya Julian, saat melihat Kenzo masuk kedalam ruangannya.


"Saya ingin melaporkan tentang pelaku kebakaran pabrik, Tuan." jawab Kenzo.


Mendengar ucapan dari Kenzo. Julian pun langsung terkejut dan amarah di dalam dirinya membendung, seolah sebentar lagi akan meledak.


"Kau sudah menemukannya? Dan siapa pelaku dari pembakaran pabrik milikku?" tanyanya dengan tatapan yang menatap tajam ke arah Kenzo.


"Maaf Tuan, apa sebelumnya anda pernah bekerja sama dengan Galaxy Group?" tanya Kenzo dengan hati - hati.


"Kenapa kau tiba - tiba bertanya tentang Galaxy Group? Aku juga tidak pernah bekerja sama dengan Galaxy Group? " tanya Julian sambil mengerutkan keningnya.


"Kalau begitu, apa Tuan Julian tahu tentang Tuan Kenan Galaxy. Karena Tuan Kenan, adalah orang yang terakhir yang tertangkap kamera saat berada di sekitar pabrik wine dan anggur sebelum terjadinya kebakaran hebat itu, Tuan."


Julian terdiam sejenak. Raut wajahnya berubah dan terlihat sangat marah saat mendengar laporan dari asistennya. "Kalau begitu tunjukkan wajah Kenan Galaxy itu. Aku ingin melihat orang yang sudah berani bermain-main denganku."


*******


Hay... hay! Kalian yang sudah baca Bab ini jangan lupa kasih likenya dong untuk author.D


Kalau ada yang mau ngasih 🌷atau ☕ juga boleh kok hehehe. Seperti biasa author juga mau mengingatkan pada para reader ku. Yuk, kasih sajen votenya untuk author. Komentarnya juga jangan sampai lupa yah~


Author selalu menunggu komenan dari kalian loh😁


Makasih...


Bersambung....


Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.

__ADS_1


__ADS_2