DOSEN DINGIN PUJAAN HATIKU

DOSEN DINGIN PUJAAN HATIKU
S 2. Episode 24


__ADS_3

"A, A, Alana,, i, i, itu serius.??? I, i, itu calon suami kamu.??" Kata Siska yang juga gugup dan tak percaya melihat siapa sosok calon suami dari Alana itu, sambil terus menatapnya tanpa berkedip sekalipun.


"Apa.?!! Enggak, enggak mungkin.!!! Ini semua enggak mungkin, ini semua enggak mungkin.!!!" Kata Laras dalam hati sambil menggelengkan kepalanya karena kaget dan tak percaya melihat siapa sosok calon suami dari Alana itu.


"La, la, Laras,,, i, i, ini semua serius.??" Kata Ibu Rika yang juga syok dan tak percaya melihat siapa sosok calon suami dari Alana itu.


"Ja, ja, jadi,,,,, k, k, kak Devano,,, kak Devano itu,,, ca, ca, calon suami aku.???" Kata Alana lagi dalam hati, masih gugup dan tak percaya, sambil terus menatap kearah Devano yang sedang berjalan bersama keluarganya dengan raut wajahnya yang sangat marah.



Karena seperti yang kita tau, ia tidak menginginkan pernikahannya ini.


*Flashback On*


Semalam setelah Alana diantar pulang oleh Raka dari hotelnya, pak Erik langsung buru-buru menyusul Alana ke rumahnya, alasannya karena ia khawatir mendengar kata-kata dari Kiara putri kecilnya itu, kalau sekarang ini Devano sedang jalan dengan perempuan lain selain Alana yaitu Laras, pak Erik bisa sekhawatir itu, karena ia takut kalau sampai Devano putranya itu memiliki hubungan yang lebih serius lagi dengan perempuan tersebut yang tak lain adalah Laras, karena apa.?? Karena ternyata Devano memang sudah lama di jodohkan dengan Alana, itu sebabnya semalam pak Erik langsung buru-buru datang dan berkunjung ke rumah pak Adi yang tak lain adalah ayah dari Alana, untuk membicarakan masalah perjodohan antara anak-anaknya itu, ia meminta pak Adi untuk mempercepat tanggal pernikahan antara anak-anaknya itu, yang seharusnya akan mereka selenggarakan satu bulan lagi, menjadi besok pagi.


Mendengar permintaan dari pak Erik yang sangat mendadak itu, sebenarnya pak Adi sedikit syok dan kaget, karena ia belum mempunyai persiapan apapun, apalagi kita pun sangat tau kalau keluarga pak Adi itu tidaklah sekaya keluarga pak Erik yang pastinya tidak mudah baginya untuk menyiapkan sebuah resepsi pernikahan untuk Alana putrinya itu, namun pak Erik menegaskan kepada pak Adi agar tidak mengkhawatirkan hal tersebut, karena biaya pernikahan Alana dan Devano, ia lah yang akan menanggung semuanya.


Mendengar penegasan dari pak Erik seperti itu, sebenarnya pak Adi pun tidaklah enak dan ia pun masih pikir-pikir, apalagi ia juga belum pernah menceritakan masalah perjodohan tersebut kepada Alana putri tersayangnya itu sebelumnya, akan tetapi karena keadaannya yang sekarang ini sedang sakit-sakitan, ia pun akhirnya menyetujui permintaan dari pak Erik itu, karena ia takut kalau sampai ia tidak sempat melihat Alana putri tersayangnya itu menikah, apalagi ia juga sangat tau seperti apa perlakuan Ibu Rika dan juga Laras saudara tirinya itu kepada Alana, yang apa jadinya jika ia sudah tidak ada, sedangkan Alana belum menikah dan masih tinggal bersama dengan mereka.


Setelah mendengar pak Adi memenuhi permintaan darinya, dengan segera pak Erik pun langsung buru-buru pulang lagi ke hotelnya, sesampainya ia di hotel, ia melihat Dinda dan Kiara yang sudah tertidur dengan sangat pulas di dalam kamar hotel tersebut, kemudian setelah itu, ia pun melihat Devano yang baru saja pulang dan masuk kedalam hotel tersebut, karena seperti yang kita tau Devano baru saja jalan dengan Laras yang sekarang ini sudah resmi menjadi kekasihnya.


"Dari mana aja kamu jam segini baru pulang.?? Muka babak belur kayak gitu.??" Kata pak Erik tegas dengan raut wajah yang sangat marah sambil menatap wajah Devano yang babak belur itu, karena seperti yang kita tau, tadi sore Devano habis berantem dengan preman.


"I, i, itu pah,,, De, De, Devano,,, De, De, Devano habis main ke rumah Diki pah.!!! I, i, iya pah,,, m, m, main ke rumah Diki." Kata Devano gugup dan ketakutan, ia terpaksa berbohong kepada pak Erik Ayahnya, karena tanpa sepengetahuan dari kita, ternyata pak Erik dan Devano sudah mempunyai sebuah kesepakatan, Yaitu,,, Devano boleh pulang dan tinggal di Indonesia lagi, akan tetapi dengan satu syarat, syaratnya adalah, Devano tidak boleh pacaran dulu dengan perempuan mana pun sebelum ia sukses, namun sesungguhnya bukan itu alasan pak Erik melarang Devano putranya itu untuk pacaran, ia melarangnya untuk pacaran, karena seperti yang kita tau Devano itu sudah di jodohkan dengan Alana.


Mendengar kata-kata dari Devano, pak Erik pun langsung tersenyum sinis.


"Hemmm kamu pikir,,, kamu bisa bohongi papah.???" Kata pak Erik dalam hati.


"Oohhhh dari rumah Diki.?? Ya udah sekarang kamu tidur.!!! Takutnya besok kamu kesiangan." Kata pak Erik tegas, ia menyuruh Devano untuk tidur karena ia takut kalau besok Devano putrnaya itu akan kesiangan dihari pernikahannya dengan Alana yang baru saja ia rencanakan dengan pak Adi Ayah dari Alana itu.


"Kesiangan.??? Maksud papah.???" Kata Devano bingung karena ia benar-benar tidak tau apa maksud dari ucapan pak Erik Ayahnya itu, karena sebelumnya pak Erik memang belum pernah menceritakan masalah perjodohan tersebut kepada Devano.


"Iya takut kesiangan, karena besok adalah hari pernikahan kamu." Kata pak Erik serius.


"Apa.?!! Besok hari pernikahan Devano.?? Maksud papah apa.??" Kata Devano dengan suara tinggi karena kaget, namun ia juga masih bingung sebenarnya apa maksud dari ucapan pak Erik Ayahnya, mengapa tiba-tiba berbicara seperti itu.

__ADS_1


"Iya besok itu adalah hari pernikahan kamu, Besok kamu menikah dengan perempuan yang sudah papah dan mamah pilihkan untuk kamu, jadi lebih baik sekarang kamu tidur dan istirahat.!!! Takut besok kamu kesiangan." Kata pak Erik, ia mencoba untuk menjelaskan yang sejelas-jelasnya kepada Devano putranya itu dengan apa maksud dari ucapannya itu.


"Enggak pah, enggak mungkin.!! Enggak mungkin besok adalah hari pernikahan Devano pah.!!! Lagian juga siapa calon istri Devano itu pah.?? Devano enggak mungkin menikah dengan perempuan yang enggak Devano cintai, jangankan cinta, kenal juga enggak Devano sama perempuan pilihan papah itu.???" Kata Devano sambil menggelengkan kepalanya karena ia benar-benar tidak mau menikah dengan perempuan pilihan papahnya itu, apalagi ia juga sudah berjanji kepada Laras kalau secepatnya ia akan melamarnya.


"Papah enggak mau tau apa jawaban dari kamu.?!!! Yang papah mau, kamu harus menuruti keinginan papah untuk menikah dengan perempuan pilihan papah itu.?? Dan yang papah tau besok adalah hari pernikahan kamu, jadi kamu harus siap-siap untuk acara besok." Kata pak Erik dengan sangat tegas.


"T, t, tapi pah,,,,,," Belum sempat Devano menyelesaikan ucapannya namun sudah terpotong.


"Enggak ada tapi-tapian.!!! Pokoknya kamu harus mau menikah dengan perempuan pilihan papah itu besok.!!! Lagian bukannya kamu pernah berjanji sama papah dan mamah, kamu berjani akan bahagiain papah sama mamah sebelum semuanya terlambat.???" Kata pak Erik mencoba untuk mengingatkan janji yang pernah Devano ucapkan kepada dirinya dan Dinda istrinya.


Mendengar kata-kata dari pak Erik Ayahnya, Devano hanya bisa terdiam dengan raut wajah yang sangat pusing, karena ia benar-benar bingung harus bagaimana dengan semua ini.


"Ya udah papah mau tidur, Kamu siapakan diri kamu untuk besok.!!!" Kata pak Erik, lagi-lagi ia menyuruh Devano siap-siap untuk acara besok, kemudian dengan segera ia pun langsung masuk kedalam kamarnya dan meninggalkan Devano yang sedang pusing itu hanya sendiri, setelah itu ia pun langsung buru-buru menelpon orang suruhannya untuk menyiapkan semua keperluan resepsi pernikahan Devano dan Alana besok pagi, dan tak lupa juga, ia pun langsung menelpon pak Edi dan Ibu Sari kedua orangtuanya dan juga pak Irsyad dan Ibu Yuli mertuanya itu untuk datang menghadiri acara pernikahan Devano dan Alana cucunya itu, besok pagi.


Melihat pak Erik masuk kedalam kamar, Devano pun ikut masuk kedalam kamarnya, kemudian ia pun langsung mandi dan ganti baju.


"Aduuuuhhh gw harus gimana ini.?? Gw enggak mungkin mengingkari janji gw ke papah, tapi gw juga enggak mungkin ngecewain hati Laras.?? Ya tuhaaaan,, tunjukkan lah jalan yang terbaik untuk aku ya tuhaaaan.??"



Kata Devano dalam hati, sambil memegangi kepalanya karena pusing harus memilih yang mana, antara orang tua atau pacar.


*Flashback off*



Kata Devano dalam hati yang juga kaget dan tak percaya, sambil menatap kearah Alana yang sedang berdiri di pelaminan dengan gaun pengantin cantik yang sedang ia kenakan.



Sambil di temani oleh teman dan keluarganya, yang tak lain adalah pak Adi, ibu Rika dan juga Laras saudara tirinya itu.


"La, la, Laras.?? Ba, ba, bagaimana mungkin semua ini bisa terjadi.??? G, g, gw harus jelasin apa ke dia tentang semua ini.??" Kata Devano lagi dalam hati panik, sambil menatap kearah Laras yang juga sedang menatap kearahnya dengan raut wajahnya yang sangat marah.


"Gw enggak bisa ngelanjutin pernikahan ini.?? Gw bener-bener enggak bisa.!!! Gw enggak mungkin menyakiti hati perempuan yang sudah menyelamatkan hidup gw, gw benar-benar enggak bisa.!!!" Kata Devano lagi dalam hati sambil menggeleng-gelengkan kepalanya karena ia benar-benar tidak mungkin bisa menikah di depan Laras, seseorang yang menurutnya sudah pernah menolong dirinya itu.


"Pah, Devano mohon pah.?? Tolong gagalkan pernikahan ini pah.?? Tolong pah, tolong.!!! Devano enggak mungkin pah, menikah di depan orang yang Devano sayangi, Devano mohon pah.!! Devano benar-benar mohon.??"

__ADS_1



Kata Devano serius, ia mencoba mohon kepada pak Erik dengan raut wajah yang sangat melas berharap pak Erik Ayahnya itu bersedia mengabulkan permohonan darinya.


"Apa kamu bilang.?? Kamu udah gila kali yah.?? Apa kamu mau mempermalukan keluarga pak Adi di depan tamu undang,,,,,,,," Seketika ucapan pak Erik terpotong.


"Om kita belum telat kan Om.?? Pernikahan Devano belum dimulai kan Om.?? Terus mana Om calon istri Dev,,,,,,,," Seketika ucapan Raka terpotong.


"Apa.?!!! Ja, ja, jadi,,,, ca, ca, calon Istri Devano itu,,, A, A, Alana.?? Pe, pe, perempuan yang baru saja,, a, a, aku ceritakan ke papah, mamah, juga Opa tadi.??" Kata Raka dalam hati gugup, karena ia kaget bukan main melihat sosok calon istri dari Devano yang ternyata adalah Alana.



Iya,,, Alana, perempuan cantik pujaan hatinya, yang baru saja ia ceritakan kepada kedua orangtuanya, Opa dan juga Omanya.


*Flashback On*


Cerita Raka kepada mereka.


"Papah, mamah, Opa sama Oma juga, sekarang kan hari pernikahan Devano.?? Nah kalau entar malam,,, giliran Raka nih yang lamaran, mumpung sekarang ini Opa sama Oma masih di Indonesia, enggak papa kan mah, pah.?? Soalnya Raka pengin cepet-cepet ngelamar perempuan cantik yang semalam sempat Raka ceritain ke papah itu.?? Raka takut perempuan cantik itu keburu dilamar orang pah, mah.???" Kata Raka sambil tersenyum membayangkan wajah cantik Alana, perempuan cantik pujaan hatinya yang sekarang ini sedang duduk di pelaminan menunggu kedatangan laki-laki lain, calon suaminya yang tak lain adalah Devano sepupunya sendiri.


*Flashback off*


"Enggak,, enggak mungkin.!!! Enggak mungkin Devano itu menikah dengan Alana.??" Kata Raka dalam hati masih tak percaya dengan semua ini.


"Ya Allaaah,,, apakah ini yang namanya patah hati.??? Tapi Kenapa rasanya sakit seperti ini ya Allaaah.?? Aku benar-benar enggak kuat dengan semua ini.?? Sakit ya Allah, sakit.???" Kata Raka dalam hati dengan mata yang berkaca-kaca karena sekarang ini ia benar-benar sedang merasakan sakit karena patah hati, dan ini pun adalah kali pertama ia mersakan patah hati.


"Iya Rik, acaranya belum dimulai kan Rik.??" Kata pak Irsyad tergesa-gesa, karena ia, Raka, Arya, Dessy, Ibu Yuli dan juga adik-adik Raka baru saja sampai di tempat pernikahan Devano itu.


"Belum pah, acaranya belum dimulai, dan secepatnya acaranya akan di mul,,,,,,,," Seketika ucapan pak Erik terpotong.


"Devano mohon pah.?? Gagalkan pernikahan ini pah.?? Devano benar-benar mohon sama papah, Devano enggak mungkin menikah dengan perempuan yang enggak Devano cintai pah.???" Kata Devano, lagi-lagi ia memohon kepada pak Erik untuk menggagalkan pernikahannya itu dengan Alana.


#######


Kira-kira apakah jawaban dari pak Erik itu.?? Mungkinkah Devano dan Alana itu jadi menikah, atau mungkin justru malah sebaliknya, GAGAL.??? 🤔🤔🤔


Jangan lupa.!!!

__ADS_1


Like, coment dan vote biar author tambah semangat 💪💪


Maaf untuk episode ini sedikit, karena setiap episode sudah author atur dimana harus bersambungnya 🙏🙏🙏


__ADS_2