DOSEN DINGIN PUJAAN HATIKU

DOSEN DINGIN PUJAAN HATIKU
S 2. Episode 76 'END'


__ADS_3

Kemudian, ia pun langsusng menghela nafas pelan dan membuangnya kasar.


"C_cincin ini, R_Renata terima mas!" Ucapnya lagi dengan sangat jelas, menjawabnya seperti itu. Kemudian, ia pun langsung tersenyum, menatap kearah Laura, dan juga kedua orangtuanya.


"Terimakasih sayang, terimakasih!" Ucap kedua orang tuanya secara bersamaan, yang juga ikut tersenyum dengan raut wajah yang sangatlah bahagia. Karena akhirnya Renata putrinya itu, mau juga menerima perjodohan tersebut darinya.


"N_nggak Renata! N_nggak!" Ucap Diki dalam hati tak percaya, sambil meneteskan air matanya.


"S_sabar, Dik!" Ucap Devano, yang lagi-lagi mencoba untuk menenangkannya.


"A_apa, sayang?" Ucap Andra dengan sangat gugupnya, karena saking tak percayanya.


"K_kamu, terima cincin ini, dari mas?"


"B_berarti itu artinya! Kamu bersedia menjadi calon istri, mas?" Ucapnya lagi, sambil tersenyum dengan raut wajah yang sangat bahagia.


"I_iya mas! C_cincin ini, Renata terima! Dan mulai dari malam ini, kita resmi tunangan!" Ucapnya lagi, dengan lebih jelas lagi menjawabnya seperti itu, sambil tersenyum dengan raut wajah yang lebih bahagia lagi darinya. Sehingga Andra yang melihatnya pun, seketika langsung memeluknya dengan sangat erat.


"T_terimakasih sayang, terimakasih!" Ucapnya dengan sangat gugupnya, karena saking bahagianya.


"Horeeeee!" Semua para tamu undangan pun langsung teriak sambil bertepuk tangan dengan begitu meriahnya, saat melihat mereka berdua berpelukan. Namun sepertinya, mereka semua tidak tau, kalau dibalik semua kebahagiaan itu, ada satu hati yang sedang tersakiti.


"N_nggak! Nggak mungkin! Semua ini, benar-benar nggak mungkin!" Ucap Diki lagi dalam hati, yang hanya bisa menyesali semua perbuatannya itu dulu. Kemudian, ia pun langsung melangkah pergi meninggalkan mereka semua, karena seking sakit hatinya.


"B_bang Diki, maaf bang! Renata benar-benar udah nggak bisa balik lagi sama Abang! Rasa sakit yang dulu Abang berikan kepada Renata, benar-benar masih terasa dan bahkan masih terus membekas sampai sekarang dan sampai kapanpun!" Ucap Renata dalam hati, yang benar-benar belum bisa move on dari semua rasa sakit, yang dulu pernah Diki berikan untuknya.


"B_bang Diki!" Teriak Anita.


"Abang mau kemana, bang?" Teriaknya lagi, sambil buru-buru lari, untuk mengejarnya.


"Dik! Loh mau kemana Dik?" Teriak Devano, yang juga langsung buru-buru lari, untuk mengejarnya.


"Mommy, mommy! Itu Om ganteng, mau kemana?" Ucap Laura, yang ternyata dari tadi sedang berdiri di antara mereka.


"M_mommy juga nggak tau, sayang!" Ucap Renata, sambil terus menatap kearah Diki, yang sekarang ini sudah keluar dan tidak terlihat lagi di acara pesta pertunangannya itu.


DI DEPAN GEDUNG, PESTA PERTUNANGAN TERSEBUT.

__ADS_1


Terlihat Devano yang baru saja keluar dari dalam pesta pertunangan tersebut, sambil terus mengejar Diki.


"Anita, Diki nya mana?" Ucapnya, yang kehilangan jejaknya.


"A_aku juga nggak tau, Dev!" Ucap Anita, yang dari tadi juga masih terus sibuk, mencari-carinya. Kemudian, ia pun langsung menghela nafas pelan dan membuangnya kasar.


"Aduuuuuh! Bang Diki itu kemana sih, sebenarnya?" Ucapnya dalam hati, kesal.


"Cepet banget sih, perginya!" Ucapnya lagi.


"Y_ya udah yah, Dev! Aku mau cari bang Diki dulu!" Ucapnya lagi, yang langsung saja buru-buru pergi untuk mencarinya kembali.


"Anita! Kabarin gue yah! Kalau ada kabar dari Diki!" Teriak Devano. Kemudian, ia pun langsung melangkah masuk kembali menuju pesta pertunangan tersebut, untuk menemani Alana istrinya, yang dari tadi masih berada di dalam pesta pertunangan tersebut.


"M_mas Devano, Bang Diki nya mana?" Ucap Alana, bingung.


"Nggak tau sayang, mas kehilangan jejak!" Ucap Devano.


"Mommy mommy, kok Om-om temannya Om ganteng, kesini nya nggak sama Om ganteng?" Ucap Laura, yang terlihat sedikit kecewa.


"N_nggak tau, sayang! Mungkin, Om gantengnya lagi ada urusan sebentar, diluar!' Ucap Renata, yang berusaha untuk membuatnya tidak kecewa. Kemudian, ia pun langsung menghela nafas pelan, dan membuangnya kasar.


"Ya udah lah, sayang! Mungkin benar apa kata mommy! Sekarang Om gantengnya, lagi ada urusan di luar!" Sambung Andra, yang juga mencoba untuk membuatnya tidak kecewa. Sehingga Renata yang mendengarnya pun, seketika langsung tersenyum, sambil menatap dalam wajah tampannya.


"Makasih yah mas! Mas udah berusaha membuat Laura, agar tidak kecewa!" Ucapnya dalam hati.


"Maafin Renata, mas! Karena untuk sekarang ini, Renata benar-benar belum bisa jujur sama mas, tentang siapa itu bang Diki sebenarnya!"


"Tapi Renata janji, suatu saat nanti pasti Renata akan jujur sama mas, tentang siapa itu Bang Diki sebenarnya!'


"Dan Renata juga janji, Renata akan memulai hubungan kita ini, dengan terbuka, tanpa ada yang ditutup-tutupi, dan tanpa adanya kebohongan!" Ucapnya lagi dalam hati, sambil terus tersenyum menatap dalam wajah tampannya.


"Ya udah ayo, sayang! Lebih baik sekarang kita sapa tamu-tamu undangan, disana!" Ucap Andra, sambil mengandeng tangan Renata, dan juga Laura.


"Devano, Alana, aku tinggal dulu yah, kesana!" Ucap Renta, sambil menatap kearah mereka berdua. Kemudian, ia pun langsung buru-buru melangkah menuju tamu-tamu undangan tersebut, bersama dengan Andra dan juga Laura.


"Selamat yah!" Ucap para tamu-tamu undangan tersebut.

__ADS_1


"Selamat!"


"Selamat!"


"Selamat!"


"Iya, terimakasih!" Ucap Andra dan Renata, secara bersamaan. Kemudian, mereka semua pun langsung ngobrol-ngobrol menceritakan tentang pesta pertunangan tersebut bersama-sama, sambil tersenyum-senyum, tertawa-tawa, dan bahkan Renata dan Andra pun terlihat benar-benar sangatlah bahagia. Begitu pun juga dengan kedua orang tua Renata dan juga Laura putri semata wayangnya itu. Mereka bertiga pun langsung memeluk Renata dan Andra bersama-sama dengan penuh kebahagiaan.


Dan itulah akhir dari penderitaan, sekaligus awal dari kebahagiaan Renata (Perempuan kuat yang dulu selalu tersakiti dan bahkan dicampakkan begitu saja oleh Diki matan suaminya)


Sedangkan Diki mantan suaminya sekarang ini,,,,,,


"Tambah lagi minumannya, satu botol!" Teriaknya, yang dari tadi ternyata sedang berada didalam club malam, sambil asyik menenggak minuman beralkohol, dengan keadaan yang sudah sangat beler, karena mabuk parah.


"M_maaf mas! Tapi tempat ini, sekarang udah waktunya untuk tutup!" Ucap salah satu pelayan, didalam club tersebut.


"Aaaahhhh! Gue nggak perduli!" Teriak Diki lagi, marah.


"Mau tempat ini tutup apa nggak, gue nggak perduli!"


"Sekarang juga, cepetan ambilin minum buat gue, satu botol!" Teriaknya lagi, yang lagi-lagi menyuruhnya seperti itu. Kemudian, ia pun langsung berdiri dengan sangat sempoyongan, sambil kembali teraik-teriak memanggil Renata.


"Renataaaa! Sayaaaang!" Teriaknya, sambil melentangkan kedua tangannya.


"Sekarang kamu lagi ngapain, sayaaaang?"


"Kamu tega, sayang! Kamu tega, tinggalin Abang, kayak gini!" Teriaknya lagi, yang hanya bisa meratapi kesedihan dan penyesalannya.


"Abang nggak bisa, sayang! Abang benar-benar nggak bisa hidup tanpa kamuuuu!"


"Tolong sayaaaang, tolong kamu kembali lagi sama Abaaaang!" Teriaknya lagi, yang terlihat benar-benar sangatlah frustasi.


##############END##############


Terimakasih buat kalian semua yang sudah berkenan meluangkan waktunya untuk membaca cerita saya ini, sampai selesai 🙏


Jangan lupa, mampir ke Novel baru ku juga yuk guys!

__ADS_1



__ADS_2