DOSEN DINGIN PUJAAN HATIKU

DOSEN DINGIN PUJAAN HATIKU
S 2. Episode 30


__ADS_3

DI RUMAH DEVANO.


Waktu menunjukkan pukul 09:00 Malam.


Di kamar Devano, terlihat Alana yang sedang sibuk mengobati luka babak belur diwajah Devano suaminya itu.


"Awww.!!! Ssttttttt aduh, aduh.!!! Pelan-pelan Alana sakiiiit.??" Kata Devano meringis kesakitan sambil memegangi lukanya.


"Iya maaas, ini juga Alana pelan-pelaaan.??" Kata Alana penuh perhatian, sambil terus mengobati luka di wajah Devano suaminya itu.


"Aww.!!! Ssssssttttt aduh, aduh.!!! Enggak mau, enggak mau ahh.!! mas enggak kuat.!!! Sakit.??" Kata Devano lagi-lagi meringis kesakitan, karena luka di wajahnya itu memang benar-benar terasa sangat sakit.


"Iya mas, Alana juga tauuu,,, sakiiiit, periiiih.!!! Tapi mas diem dooong, mas tahan duluuu.!! Mas itu jangan manja deh.!! Lagian kan mas bisa kayak gini juga kan gara-gara mas sendiri, iya kan.??" Kata Alana sedikit kesal melihat tingkah laku Devano suaminya itu yang tidak sesuai dengan kenyataannya, yang katanya jagoan dan ia pun mencoba untuk mengingatkannya kalau luka yang ada di wajahnya itu adalah kesalahannya sendiri.


"Loh kok gara-gara mas sih.?" Kata Devano sedikit kesel mendengar ucapan Alana itu.


"Ya iya dong gara-gara mas, kan mas yang mulai duluaaan.?? Lagian mas itu kenapa sih, jadi orang kok seneeeeeng banget berantem, jadinya kayak gini kan, pada bonyok-bonyok semua kan mukanya, sakit kan.?? Pokoknya Alana enggak mau yah, lihat mas berantem-berantem lagi kayak tadi.?!!" Kata Alana dengan cerewetnya, sepertinya tanpa ia sadari, sekarang ini sedikit-sedikit ia sudah mulai berani melarang-larang Devano suaminya itu.


Mendengar kata-kata dari Alana, Devano pun langsung tersenyum.


"Emang kenapa kalau mas berantem.?? Kamu khawatir yah.?? Kamu takut yah mas kenapa-napa.?? Apa jangan-jangan.!!! Kamu takut lagi kalau wajah ganteng suami kamu ini jadi jelek, kalau bonyok-bonyok semua kayak gini.??" Kata Devano sambil tersenyum menggodanya, sepertinya tanpa ia sadari sekarang ini ia pun sudah mulai berani gombal kepada Alana istrinya itu.


"Iiiiiiihhhhh mas ini apaan sih.?" Kata Alana sambil tersenyum karena malu.


"Tapi emang beneran kan,, kayak gituuu.??" Kata Devano sambil tersenyum dan terus menggodanya.


"Enggaaaak, kata siapa Alana kayak gitu.?? Nih yaaah, Alana kasih tau sama mas.! Mau mas mukanya jadi jelek kek, mau mas mukanya bonyok-bonyok ke, mau mas kenapa kek.!!! Bukan urusan Alana, Alana mah enggak perduli." Kata Alana pura-pura tidak perduli dengan keadaan Devano suaminya itu.


"Eeemmmm yang bener niiiiih.?? Bukannya kamu itu khawatir yah, ngelihat mas mu ini berantem.?? Kamu takut kan, kalau sampai mas mu ini kenapa-napa.??" Kata Devano sambil tersenyum, lagi-lagi ia mencoba untuk menggoda Alana istrinya itu.


"Iiiihhh maaas,,, beneran bukan kayak gitu maksud Alanaaa,, Alana cuma enggak suka aja kalau lihat orang beranteeeem, lagian nih yaaah.?? Alana kasih tau lagi sama mas.!! Enggak harus mas, segala sesuatu itu di selesaikan dengan berantem.??" Kata Alana serius, ia mencoba untuk menasehati Devano suaminya itu.


Mendengar nasihat dari Alana, Alih-alih mendengarkan, Devano malah justru terus menggodanya.


"Kata siapa enggak bisa.??" Kata Devano sambil tersenyum.


"Kan tadi Alana yang ngomong, berati ya kata Alana doooong." Kata Alana mencoba untuk menjelaskan.


"Eeemmmm bohong nihhhh.??" Kata Devano sambil tersenyum dan terus menggodanya.


"Iiiiihhhh beneraaaaan." Kata Alana sambil merengek.


"Bohong ah.!! Mas enggak percaya." Kata Devano pura-pura tidak percaya dengan ucapan Alana, karena sepertinya sekarang ini ia sedang ingin manja-manjaan dengan istrinya itu.


"Iiiihhhhh benernan maaaasss.??" Rengek Alana lagi sedikit manja.


"Bohong.!!!" Kata Devano.


"Beneran.!!!" Kata Alana manja.


"Bohong.!!!" Kata Devano lagi.


"Bener,,,,,,,,"



Seketika ucapan Alana terpotong, karena ia melihat wajah Devano suaminya itu yang perlahan semakin mendekat tepat didepan wajahnya, karena sebenarnya dari tadi Devano memang sedang mengincar-incar bibir seksi Alana itu, dengan cara mengajaknya ngobrol agar Alana tidak menyadarinya.


"M, m, mas Deeev.???" Kata Alana gugup dengan suara nafas yang terdengar sangat ngos-ngosan, sambil menatap dalam wajah Devano yang masih berbeda tepat didepan wajahnya itu.


Melihat Alana gugup seperti itu, perlahan Devano pun mencoba untuk menciumnya.



Hingga akhirnya ia pun berhasil mencium Alana istrinya itu, namun sayang, disaat ia sedang asyik-asyiknya menciumi Alana, tiba-tiba ada pengganggu datang dan masuk ke dalam kamarnya.


"Kiara, jangan di buka dulu sayang pintunya.!!! Jangan di buka dul,,,,,,," Seketika teriakan Dinda terpotong, karena ia melihat Kiara yang justru langsung membuka pintu kamar tersebut dengan begitu kuat JEBREEEEET.!!!


"Kakak Devano, kakak Devano.!!!! Kiara dat,,,,,,,tang."



Seketika teriakan Kiara tersendat, karena ia melihat apa yang sedang Alana dan Devano kakaknya itu lakukan di dalam kamar tersebut.


"Kiara.???" Teriak Dinda dan pak Erik secara bersamaan kaget dan syok, karena melihat apa yang sedang Kiara putri kecilnya itu lihat sekarang ini.


Mendengar teriakkan dari pak Erik dan Dinda, seketika Devano pun langsung menyudahi ciumannya itu dengan Alana.


"M, m, mamah, papaaah.??" Kata Devano gugup dan panik, karena ia juga sangat kaget dan syok, ke geb oleh kedua orangtua dan adiknya yang sedang asyik menciumi Alana istrinya itu.


"M, m, mamaaah.?? P, p, papaaah.??"



Kata Alana yang juga sangat kaget dan syok melihat pak Erik dan Dinda, yang tiba-tiba bisa berada di dalam rumahnya, dan melihat semua apa yang sedang Devano suaminya itu lakukan kepada dirinya.


"I, i, iyaaaa,,," Kata Dinda masih gugup, karena ia benar-benar tidak percaya dengan apa yang baru saja ia lihat.

__ADS_1


"Mamah, mamah, papah.!!! Kok Kakak Devano sama kakak Alana kayak mamah sama papah sih.??" Kata Kiara dengan santainya setelah apa yang baru saja ia lihat, karena ia memang masih sangat polos.


"K, k, kayak mamah sama papaaah.?? M, m, maksudnya.??" Kata Dinda gugup dan bingung dengan apa maksud dari ucapan Kiara putri kecilnya itu.


"Iya, kayak mamah sama papah.?? Kan papah juga kalau di dalam kamar, suka cium-cium mamah terus.?? Kayak kakak Devano sama kakak Alana, iya kan mah, pah.??' Kata Kiara sambil tersenyum dengan sangat polosnya.


"Sayaaaang,,, kamu ini ngomong apa siiiih.??" Kata Dinda panik mendengar ucapan dari Kiara itu.


"Maaass,,, ini Kiara nya iiiiiiihhhhh.??" Kata Dinda merengek sambil menatap kearah pak Erik yang dari tadi sedang berdiri disampingnya.


Mendengar rengekan dari Dinda istri tersayangnya itu, pak Erik pun langsung melangkah untuk menghampiri Kiara dan kemudian langsung menggendongnya.


"Sayaaang,,, kok anak cantik papah ngomongnya kayak gitu sih.?? Kan kalau anak kecil enggak boleh ngomong kayak gituuu, emang anak cantik papah ini lupa yah, hah.???" Kata pak Erik pelan, sambil tersenyum dan mencubit gemas pipi Kiara.


"Tapi kan emang beneeer,,,, papah suka cium-cium mamah teruuus.?? Kayak kakak Devano sama kakak Alana tadiiiii.??" Kata Kiara mencoba untuk menjelaskan, karena sepertinya ia sering melihat pak Erik dan Dinda melakukan apa yang baru saja Devano dan Alana lakukan.


"Eeemmm,,, anak papah ini ngomong apa siiih.??" Kata pak Erik pura-pura bodoh, kemudian ia pun langsung mencoba untuk mengalihkan pembicaraan.


"Oh iya Dev, papah sama mamah nitip Kiara yah.?!! Soalnya dari tadi siang nih Kiara pengin main kesini, pengin nginep disini katanya, mumpung besok libur." Kata pak Erik serius.


"Oh iya bener Dev, Alana juga.!!! Mamah sama papah nitip Kiara yah.?? Soalnya dari tadi siang Kiara udah enggak sabar nih pengin cepat-cepat kesini, pengin nginep di sini katanya." Kata Dinda serius, kalau dari tadi siang Kiara memang sudah tidak sabar ingin cepat-cepat ke rumah Devano kakaknya itu, untuk main dan menginap di rumahnya.


"O, o, ohhh,,, i, i, iya enggak papa mah, pah.!!!" Kata Alana gugup karena ia masih sangat malu dengan kejadian yang baru saja terjadi.


"Iya enggak papa mah, pah.!!! Kalau Kiara mau nginep di sini, nginep aja.!!!" Sambung Devano yang masih duduk di hadapan Alana.


"Horeeee,,, horeeee.!!!! Kiara boleh nginep disini.??" Kata Kiara sambil tersenyum dan penuh semangat karena akhirnya ia di perbolehkan juga menginap di rumah Devano kakaknya itu.


"Iya, boleeeh,,, sini sayang.!!!" Kata Alana sambil tersenyum, dan seperti sangat menyayangi Kiara adik iparnya itu


Mendengar kata-kata dari Alana, dengan segera Kiara pun langsung berlari untuk menghampirinya, kemudian ia pun langsung memeluknya.


"Eeemmm Kiara kangen sama kakak Alanaaa.??" Kata Kiara sambil terus memeluknya karena ia memang benar-benar sangat kangen kepada Alana kakak iparnya itu.


"Eeeemmm sama sayaaaang.??? Kakak Alana juga kangeeeeen banget sama Kiara." Kata Alana sambil tersenyum dan mengeratkan pelukannya ke tubuh Kiara.


Melihat Alana yang seperti sangat menyayangi Kiara adiknya itu, Devano pun tersenyum, kemudian ia pun langsung mengusap-usap rambut Kiara yang masih berbeda dipelukan Alana istrinya itu, begitupun juga dengan pak Erik dan Dinda, melihat perlakuan Alana seperti itu kepada Kiara, mereka pun tersenyum.


"Ya udah yah.?? Papah sama mamah pulang dulu, udah malam nih.??" Kata pak Erik.


"Iya pah, mah.!! Hati-hati yah di jalan.??" Kata Devano dan Alana secara bersamaan.


"Iya,,,," Kata pak Erik singkat.


"Ya udah ayo sayang, kita pulang.!!! Udah malam." Kata pak Erik lagi, sambil merangkul pundak Dinda, kemudian ia pun langsung mengajaknya keluar dari kamar Devano, dan meninggalkan Kiara bersama dengan Devano dan juga Alana di dalam kamar tersebut.


"Besok hari ulang tahun kamu.?? Emang bener.??" Kata Devano penasaran.


"Enggak tau mas.?? Emang iya yah, besok itu hari ulang tahun Alana.???" Kata Alana bingung sambil mengingat-ingat sekarang ini tanggal dan bulan berapa.


"Oh iya bener.!!! Besok itu hari ulang tahun kakak, kok Kiara masih inget sih sayaaang.???" Kata Alana sambil tersenyum dan penuh semangat karena ternyata besok memang benar adalah hari ulang tahunnya.


"Masih doooong,,, kan hari ulang tahun orang-orang yang Kiara sayangi udah di catat di buku diary Kiara, makannyaaaa sekarang Kiara kesini, soalnya besok itu Kiara pengiiiiin banget, temenin kakak Alana ke taman lagi kayak hari ulang tahun kakak Alana tahun lalu.??" Kata Kiara sambil tersenyum, ia berbicara seperti itu karena tanpa sepengetahuan dari kita, dulu ia sempat di ajak oleh Alana ke taman tepat di hari ulang tahun Alana kakak iparnya itu.


"Eeemmmm makasih ya sayaaang.?? Kiara masih ingat hari ulang tahun kakak.??" Kata Alana terharu, sambil tersenyum dan memeluk Kiara dengan begitu eratnya.


Melihat keadaan Alana seperti itu, Devano yang dari tadi sedang duduk dihadapannya pun tersenyum.


"Kayaknya sekarang ini kamu lagi bahagia banget yah.??" Kata Devano dalam hati, sambil terus tersenyum menatap kearah Alana.


"Iya sama-sama kakak Alanaaa." Kata Kiara yang masih berada di pelukannya.


"Oh iya kakak Alana, besok kita ke taman lagi kan kayak dulu.??" Kata Kiara mencoba untuk mengingatkan.


"Pasti doooong besok kita ke taman lagiiii.?? Kan kakak udah janji sama diri kakak sendiri, di setiap hari ulang tahun kakak, kakak harus selalu ke taman." Kata Alana sambil tersenyum dan penuh semangat, ia berbicara seperti itu, karena tanapa sepengetahuan dari kita, sejak ia bertemu dengan kakak-kakak yang dulu pernah menolongnya yang tak lain adalah Devano, ia sudah berjanji kepada dirinya sendiri, ia akan selalu datang ke taman, tempat di mana pertama kali ia dan kakak-kakak tersebut yang tak lain adalah Devano bertemu, di setiap hari ulang tahunnya, alasannya adalah, karena ia ingin selalu mengingat kenangan bersama dengan kakak-kakak tersebut, yang sekarang ini ternyata sedang duduk dihadapannya yang tak lain adalah Devano suaminya sendiri.


"Asyiiiik.!!! Berati besok kita ke taman lagi dong kak kayak dulu.??" Kata Kiara sambil tersenyum dan penuh semangat, karena senang akhirnya besok ia ke taman lagi bersama dengan Alana kakak iparnya itu.


"Iyaaa,, besok kita ke taman.??" Kata Alana sambil tersenyum.


"Oh iya sayang, tapi maaf banget yaaaah.??? Kayaknya besok di taman, kakak cuma bisa terakhir kamu es krim doang deh.!!! Enggak papa yaaah.?? Soalnya kakaknya belum kerja lagiiii, jadi kakaknya enggak punya uang deh.!!!" Kata Alana serius, kalau uang yang ia punya sekarang ini hanya cukup untuk mentraktir Kiara es krim, karena memang sekarang ini ia tidak pegang uang sama sekali kecuali uang tersebut, bagaimana ia akan pegang uang, sejak ia menikah dengan Devano, ia tidak pernah di kasih uang sepeser pun dan ia pun tidak di izinkan kerja olehnya.


Mendengar kata-kata dari Alana, lagi-lagi Devano hanya terdiam.


"Kasihan yah kamu.?? Ternyata kamu ini memang lagi butuh banget uang yah.?? Makanya tadi itu kamu kerja di kantor Raka, kamu tenang aja yah.?!! Mulai hari ini, kamu enggak akan pernah kekurangan uang sepeser pun.!!!" Kata Devano dalam hati, sepertinya sedikit demi sedikit ia sudah mulai sadar akan kewajibannya sebagai seorang suami.


"Yaaahhh,,, berarti besok kita cuma bisa beli es krim doang dong kak, enggak kayak duluuu.??" Kata Kiara sedih sambil cemberut.


"Iya sayaaaang, kakak minta maaf yaaah.?? Besok kita cuma bisa beli es krim doaaang, maaf bang,,,,,,,,,,," Seketika ucapan Alana terpotong.


"Kata siapa besok kalain cuma bisa beli es krim doang.?? Kan besok kakak juga ikut ke tamaaan.??" Kata Devano serius, sambil tersenyum.


"M, m, mas Devanooo.?? M, m, mas besok,,, i, i, ikut ke taman juga.?? M, m, mas serius.??" Kata Alana kaget dan tak percaya, mendengar kata-kata dari Devano itu.


"Iyaaa, besok mas ikut ke taman, jadi kalian tenang aja.!!! Besok kalian boleh beli apaaaa aja.!! Sesuka dan semau kalian.??? Semuanya mas yang akan bayar.!!!" Kata Devano sambil tersenyum, ia mencoba untuk meyakinkan Alana kembali kalau semua ucapannya itu benar.


"M, m, mas beneraan mas.?? M, m, mas besok ikut.??" Kata Alana gugup sambil tersenyum karena saking senangnya mendengar ucapan dari Devano suaminya itu.

__ADS_1


"Iyaaaa,,," Kata Devano sambil tersenyum.


"Kiara, besok kakak Devano ikut ke taman Kiaraaa.!!!" Kata Alana sambil tersenyum karena sangat bahagia.


"Horeeee.!!!! Besok kakak Devano ikut ke taman.?? Horeeee, horeeee.!!!" Teriak Kiara penuh dengan semangat sambil memeluk tubuh Alana dengan begitu eratnya.


Melihat tingkah laku Alana dan Kiara seperti itu, Devano pun tersenyum.


"Udah, udaaah, lebih baik sekarang kita bobo.!!! Udah malam, besok kesiangan lagi kita ke tamannya.??" Kata Devano sambil terus tersenyum, kemudian ia pun langsung mencoba untuk berbaring di samping Alana.


"E, e, ehhhh tunggu dulu mas.!!! E, e, emang mas Devano,,, m, m, mau bobo di sini.??" Kata Alana gugup dan kaget melihat Devano tidur sekamar dengannya dan berbaring tepat disampingnya, karena dari pertama ia menikah dengannya, Devano tidak pernah mau tidur sekamar dengannya, ia selalu menghindar dan selalu tidur di ruang kerja.


"Iyaaa,,," Kata Devano serius sambil tersenyum, kemudian ia pun langsung buru-buru melanjutkan untuk berbaring di samping Alana.


Mendengar kata-kata dari Devano, Alana hanya terdiam.


"I, i, ini beneran.?? M, m, mas Devano,,, m, m, mau tidur sama Alana.?? I, i, ini Alana lagi enggak mimpi kan.?? A, a, apa jangan-jangan.!!! M, m, mas Devano udah mulai suk,,,,,," Seketika ucapan Alana terpotong.


"Alanaaa, kamu kenapa diam aja.?? Ayo cepetan bobo, udah malam.!!!" Kata Devano menyuruh Alana untuk cepat-cepat tidur karena hari memang sudah malam.


"Iya kak Alana, ayo cepetan bobo.!! Takutnya besok kesiangan lagi." Kata Kiara yang sudah berbaring tepat disampingnya, karena posisi Alana sekarang ini ditengah-tengah antara Devano dan Kiara.


"I, i, iyaaa,,," Kata Alana gugup, sambil buru-buru berbaring ditempat tidurnya.


"Aduuuuhhh kamu ini lagi mikiri apa sih Alana.?? Mana mungkin sih mas Devano itu suka sama kamu.?? Mungkin aja mas Devano mau tidur disini, karena sekarang ini ada Kiara.?? Mas Devano takut kalau Kiara sampai kasih tau mamah sama papah, kalau ternyata,,, aku sama mas Devano itu pisah ranjang, iya,,, mas Devano takut." Kata Alana lagi dalam hati sambil terus berbagring ditengah-tengah antara Devano dan Alana, sampai akhirnya mereka bertiga pun ketiduran.


PAGI PUN TIBA,,,,,,


Waktu menunjukkan pukul 09:00 Pagi.


Terlihat Devano dan Kiara yang sedang berdiri didepan rumah, sambil menunggu Alana yang juga belum keluar dari dalam rumah tersebut.


"Kakak Devano, kakak Devano, kakak Alana mana sih.?? Kok lama banget enggak keluar-keluar.??" Kata Kiara yang sudah tidak sabar ingin cepat-cepat pergi ke taman.


"Sabar dong sayaaaang,,, kakak Alana mah emang gitu orangnyaaa, mandinya lama bang,,,,,," Seketika ucapan Devano terpotong.


"Kakak Devano, kakak Devano, lihat tuh kak.!!! Itu kakak Alana udah keluar,,, waaahhh kakak Alana cantik benget yah kak.??" Kata Kiara kaget dan terpesona melihat kecantikan Alana kakak iparnya itu, yang baru saja keluar dari dalam rumah.


"Mana Dek, kakak Alan,,,,,," Seketika ucapan Devano terpotong, ia hanya bisa terdiam sambil tersenyum.



Karena tanpa ia sadari, sepertinya sekarang ini ia pun sangat terpesona melihat kecantikan Alana istrinya itu yang baru saja keluar dari dalam rumahnya.



"Kakak Alana, kakak Alana, sini kak.!!!" Teriak Kiara tergesa-gesa sambil terus menatap kearah Alana.


"Hay sayaaaang,,, maaf yaaah.?? Udah nungguin kakak lama yah.??" Kata Alana sambil berjalan menghampiri Kiara.


"Iyaaaa,, dari tadi Kiara udah nungguin Kakak lamaaa.??" Kata Kiara merengek manja.


"Eeemmmm maaf yaaah.?? Kiara udah nungguin kakak lama yah, hah.??" Kata Alana pelan sambil mencubit gemes pipi Kiara.


Melihat perlakuan Alana yang lagi-lagi seperti sangat menyayangi Kiara adiknya, Devano pun tersenyum.



Kemudian ia pun langsung mengajak mereka berdua untuk cepat-cepat berangkat ke taman.


"Ya udah ayo berangkat.!!! Udah siang nih.??" Kata Devano sambil menatap kearah jam di tangannya.


"Ya udah ayo.!!!" Kata Alana sambil tersenyum dan merangkul pundak Kiara, kemudian ia, Kiara dan Devano pun mencoba untuk melangkah menuju mobilnya, namun belum juga mereka melangkah, tiba-tiba ponsel Devano berderaing karena ada pesan masuk TING.!!!!


"E, e, ehhh entar dulu yah.?? Mas cek dulu pesan dari siapa.??" Kata Devano sambil buru-buru mengambil ponselnya dan kemudian ia pun langsung mencoba untuk mengecek pesan tersebut dari siapa, dan ternyata pesan tersebut dari Laras.


"Kak Devano, sekarang jadi kan antarin Laras beli gaun buat acara nanati malam.?? Sekarang Laras udah siap nih, jemput Laras sekarang yah di rumah.?!! Jangan sampai TELAT.!!!" Isi pesan dari Laras.


"Aduuuuuhhhh.!!! Kok gw bisa lupa yah.??? Kan hari ini gw udah ada janji sama Laras, gimna nih.??? Mana udah siang banget lagi." Kata Devano dalam hati panik, ia berbicara seperti itu, karena tanpa sepengetahuan dari kita, ia dan Laras memang sudah mempunyai janji, kalau hari ini ia akan menemani Laras membeli gaun untuk acara pesta ulang tahun Tania nanti malam.


"Mas Devanooo, mas Devano kenapa.??? Kok dari tadi mas diam aja, kita jadi kan ke taman.??" Kata Alana bingung melihat Devano yang dari tadi terdiam seperti itu setelah membaca pesan dari seseorang.


"Iya kakak, kakak kenapa.?? Kok dari tadi kakak diem aja, kita jadi kan ke taman.??" Kata Kiara yang juga bingung melihat Devano kakaknya terdiam seperti itu.


"Aduuuuhhh.!!! Maaf banget yah Alana, Kiara juga.?? Kayaknya kakak enggak bisa deh.!! Soalnya kakak udah ada janji sama kak Laras, maaf banget yah.?? Kakak harus pergi sekarang." Kata Devano tergesa-gesa sambil buru-buru melangkah menuju mobilnya.


"Mas Devano.!!! Mas Devano mau kemana.??" Teriak Alana kesal dan kecewa melihat Devano yang seperti tidak perduli sama sekali kepada dirinya dan juga Kiara.


Mendengar teriakkan dari Alana, Devano tidak perduli, ia malah justru melangkah lebih cepat lagi menuju mobilnya dan kemudian langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan yang sangat tinggi, karena ia takut kalau sampai Laras akan ngambek.


"Itu Devano mau kemana.??" Kata Raka yang baru saja sampai dan masuk ke dalam rumah Devano.


"K, k, kak Raka.???" Kata Alana gugup.


##########


Untuk semuanya.!!!

__ADS_1


Maaf untuk episode ini author telat up, karena author juga punya kesibukan sendiri di Dunia nyata 😁 dan untuk kalian semua yang dari kemarin sudah menunggu-nunggu author untuk up, tolong yah,,, like, coment dan vote.!!!! Jangan cuma pengin Up nya doang, karena dengan baca coment dari kalian aja author sudah terhibur.!!! Jadi kita gantian, sekarang author hibur kalian dengan up episode baru, tapi habis ini tinggal kalian yang hibur author dengan like, coment dan vote ok.!!! Maaf pemaksaan 😁🙏🙏🙏


__ADS_2