
DI KANTOR RAKA.
Waktu menunjukkan pukul 05:00 Sore.
Terlihat Raka yang sedang duduk sambil tersenyum memandangi wajah cantik Alana yang sedang berpose dengan gayanya yang sangat cantik, karena seperti yang kita tau, sekarang ini ia sedang menjalankan pemotretan.
"Iya Ok, Ok, kayak gitu kak.! Senyum sedikit kak.!" Kata seorang fotografer memberikan arahan kepada Alana dalam berpose.
"Satu,,, dua,,, sip, Ok.!!!"
Kata Fotografer tersebut sambil tersenyum, karena ia berhasil mengambil gambar wajah cantik Alana itu.
"Ya udah kak Alana, Ayo.! Sekarang kak Alana ganti baju yang ini kak.!" Kata seorang perias (MUA) yang tadi merias wajah cantik Alana, ia menyuruh Alana untuk ganti baju dengan gaya dan model yang baru.
"Baik kak.!" Kata Alana sambil tersenyum dengan sangat ramah, kemudian ia pun langsung buru-buru masuk kedalam ruang ganti baju.
10 menit kemudian,,,,
Alana pun akhirnya sudah selesai ganti baju, dan sekarang ini, ia pun sudah berdiri di samping Raka dan sudah siap untuk melanjutkan pemotretannya kembali.
"Semangat yah.? Kamu pasti bisa.! Semoga kamu yang terpilih jadi modelnya, yah.?" Kata Raka sambil tersenyum, ia mencoba untuk menyemangati Alana.
"Iya kak, terimakasih yah kak.?" Kata Alana sambil tersenyum.
"Ya udah permisi dulu yah kak, Alana mau lanjutin pemotretan dulu." Kata Alana lagi sopan, sambil buru-buru melangkah kembali menuju tempat pemotretan dan meninggalkan Raka yang masih berdiri itu hanya sendiri.
"Heemmm kayaknya kamu memang ada bakat deh buat jadi model.? Enggak salah aku kasih formulir itu untuk kam,,,,,,," Seketika ucapan Raka terpotong.
"E, e, ehh tunggu dulu.! Itu kayaknya Devano deh.! Iya bener, itu Devano.? Eeeemmm,,, dia terpancing juga untuk kesini ternyata." Kata Raka sambil tersenyum menatap ke arah Devano yang sedang berjalan menghampirinya, sepertinya Raka memang sengaja mengirimkan chat untuk Devano seperti itu, karena ia ingin memancing Devano agar datang ke kantornya, karena ia ingin tau sebenarnya Devano itu perduli atau tidak dengan Alana istrinya itu.
"Raka, sekarang Alana dimana.?" Kata Devano dengan raut wajah marah, tanpa basa-basi ia langsung menanyakan keberadaan Alana kepada Raka.
"Ehhh kamu Dev, itu muka kenapa.? Kok lecek amat.?" Kata Raka sambil tersenyum melihat raut wajah Devano seperti itu.
"Enggak, gw enggak papa.! Alana nya sekarang di mana.?" Kata Devano ketus, lagi-lagi ia mencoba untuk menanyakan keberadaan Alana kepada Raka.
"Loh kenapa sih Dev.? Santai aja kali.! Lagian Alana juga baik-baik aja kok bareng aku." Kata Raka sambil terus tersenyum, kerena lucu melihat tingkah laku Devano seperti itu.
"Raka,, sekarang ini gw lagi enggak mau basa-basi yah.? Gw tanya sama loh, sekarang Alana nya mana.!" Kata Devano dengan sangat tegas, karena ia kesel melihat Raka yang dari tadi seperti tidak serius menjawab pertanyaan darinya.
Melihat Devano marah seperti itu, Alih-alih takut, Raka malah justru tersenyum.
"Heeemmm, ternyata kamu masih perduli juga yah sama istri kamu.? Aku kira, kamu cuma perduli sama pacar kamu aja.?" Kata Raka dengan santainya.
"Maksud kamu.??" Kata Devano bingung, karena ia tidak tau kalau ternyata tadi Raka melihat dirinya dan Laras saat hendak jalan bersama.
"Ya iya,,, bukanya kamu itu enggak pernah perduli sama istri kamu yah.? Dan bukannya sekarang ini harusnya kamu lagi seneng-seneng sama pacar kamu itu tuh, siapa namanya tuh.? La, la, Oh iya,,, Laras.? Tapi kenapa sekarang ini kamu bisa ada di sini.? Kamu takut yah, kalau istri kamu itu sampai di ambil sama orang.??" Kata Raka sambil terus tersenyum, lagi-lagi ia berbicara dengan sangat santai.
"Apa loh bilang.? Gw takut kalau sampai Alana di ambil sama orang.?? Hemmmm, loh salah Raka, gw enggak pernah takut.! Dan gw juga enggak pernah perduli mau Alana berbuat seperti apa juga, dan asal loh tau yah.? Kenapa sekarang ini gw bisa kesini,,, itu bukan karena gw perduli, atau karena gw takut kalau sampai Alana itu di ambil sama orang.!!! Gw kesini, karena gw enggak mau kalau sampai bokap gw tau Alana itu jadi model di kantor loh.! Jadi sekarang juga, gw tanya sama loh, mana Alana.?!!" Kata Devano tegas, ia mencoba untuk berbohong kepada Raka karena ia gengsi untuk mengakuinya, kalau kenyataannya sekarang ini dirinya memang sangat cemburu dan sangat ketakutan kalau sampai Alana di rebut olehnya.
"Heeemmm,,, Devano, Devano, kamu itu lucu banget sih.? Emang aku enggak tau apa, kalau sekarang ini kamu lagi cemburu sama aku." Kata Raka dalam hati sambil tersenyum, ia berbicara seperti itu, karena tanpa sepengetahuan dari kita, tadi Alana sempat ngobrol dengan Raka tentang sikap Devano yang tiba-tiba berubah dan tidak mau menolong Raka saat mobil Raka tadi pagi mogok di jalan, yang terus menuduh Alana kalau sekarang ini Alana dan Raka itu mempunyai sebuah hubungan, bahkan Alana pun tadi sempat berbicara kepada Raka, kalau sikap Devano berubah seperti itu, setelah Devano mendengar alasan Alana ingin menolong Raka karena ia ingin balas budi kepada Raka, karena dulu Raka sempat menolongnya dari jambret, dan sepertinya itu semua membuat Raka berfikir kalau sikap Devano berubah seperti itu karena Devano cemburu, karena sekarang ini Devano sudah tau siapa perempuan cantik yang dulu sempat Raka ceritakan kepada Devano, yang sudah berhasil membuat Raka jatuh cinta yang tak lain adalah Alana.
"Kenapa loh diam.? Sekarang gw tanya sama loh, mana Alan,,,,,,,,,," Seketika ucapan Devano terpotong.
"Alanaaa.?"
Kata Devano kaget, sambil menatap tajam kearah Alana istrinya, yang sekarang ini sedang sibuk melakukan pemotretan dengan pakaiannya yang cukup seksi dan gayanya yang sangat menggoda.
"Apa.?!! Enggak, enggak mungkin.!!! Enggak mungkin Alana memakai pakaian dan bergaya seperti itu di depan banyak orang, apalagi di depan Raka.!!! Alana itu istri gw, dia hanya boleh seperti itu di depan gw, iya,,, dia hanya boleh seperti itu di depan gw.??" Kata Devano dalam hati panik melihat Alana berpakaian dan bergaya seperti itu di depan banyak orang, karena sepertinya tanpa ia sadari, sekarang ini ia benar-benar sangat ketakutan kalau sampai orang-orang akan tergoda melihat tubuh seksi Alana istrinya itu.
"Iya, Ok.! Gayanya sedikit menggoda lagi kak.!" Kata seorang fotografer memberi arahan dalam berpose kepada Alana.
__ADS_1
"Kayak gimana kak.? Kayak gini kak.?" Kata Alana sambil tersenyum dan memperagakan gayanya yang semakin menggoda.
"Apa.?!! Enggak, enggak boleh.!! Alana enggak boleh bergaya lebih menggoda lagi di depan bayak orang.!! Gw harus hentikan semua ini." Kata Devano dalam hati tergesa-gesa dan panik melihat Alana bergaya semakin menggoda seperti itu.
"Heemmm Devanoooo, Devano, dasar munafik.!!" Kata Raka yang dari tadi sedang berdiri di sampingnya, sambil tersenyum menatap wajah Devano yang seperti sangat ketakutan itu.
"Lebih menggoda lagi kak.! Lebih menggoda lagi.!" Kata seorang fotografer yang masih sibuk memberikan arahan kepada Alana.
"Baik kak.! Alana cob,,,,,,,," Seketika ucapan Alana terpotong.
"Alana.!!!" Teriak Devano dengan raut wajah yang sangat marah, kemudian ia pun langsung melangkah untuk menghampirinya.
"M, m, mas Devano.??" Kata Alana gugup dan ketakutan.
"Ngapain kamu disini.? Ayo pulang.!!!" Teriak Devano sambil menarik tangan Alana dengan sangat kuat.
"T, t, tapi mas,,, A, A, Alana belum selesai mas.?!!" Kata Alana gugup, ia mencoba untuk menolak perintah dari Devano suaminya itu.
"Kata mas juga ayo pulang.! Ngapain kamu kerja kayak gini.? Kamu lagi kekurangan duit, hah.?" Kata Devano dengan suara tinggi karena marah melihat Alana istrinya bekerja seperti itu, karena sepertinya ia tidak menyadari kalau selama ini ia tidak pernah memberi Alana uang sepeser pun.
"T, t, tapi mas,,, A, A, Alana harus ganti baju dulu.!!! I, i, ini itu bukan baju Alana mas.? I, i, ini itu baju dari kantor kak Raka." Kata Alana lagi-lagi gugup sambil mencoba untuk menjelaskan kepada Devano.
"Baju ini biar nanti mas yang ganti.!!! Ayo cepetan sekarang juga kita pul,,,,,,," Seketika ucapan Devano terpotong.
"Dev, kamu itu kenapa sih kasar banget sama istri kamu sendiri.?" Kata Raka mencoba untuk menasehati Devano sepupunya itu agar tidak kasar seperti itu kepada Alana.
"Raka,, gw tau loh itu sepupu gw.?? Tapi gw enggak suka yah, loh bawa Alana tanpa izin terlebih dahulu dari gw, ngerti.?!" Kata Devano mencoba untuk mengingatkan Raka, untuk tidak berbuat seperti itu lagi tanpa seizin darinya.
"Mas Devano, mas Devano ini kenapa sih maaaas.?? Mas Devano udah, mas Devano jangan salahin kak Raka.!! Ini semua memang Alana yang mau kok mas." Kata Alana kesal, sambil mencoba untuk menjelaskan kepada Devano suaminya itu kalau semua itu adalah kemauan darinya dan bukan lah kemauan dari Raka.
"Alana, kamu ini sebenarnya istri macam apa sih.?? Kenapa kamu itu kalau mau ngapa-ngapain enggak izin dulu sam,,,,,,,,," Seketika ucapan Devano terpotong.
"Apa Dev,,, tadi kamu ngomong apa.?? Alana itu istri macam apa.?? Enggak salah tuh Dev, yang seharusnya ngomong kayak gitu itu Alana.!!! Loh itu sebenarnya suami macam apa, hah.?? Loh itu udah punya istri Dev, tapi kenapa loh itu malah jalan sama Laras dan ninggalin istri loh sendiri.?? Suami macam apa loh.?? Dan sekarang loh lihat Alana jalan sama laki-laki lain, loh marah-marah kayak gini.?? Loh itu enggak usah plin-plan deh Dev.!!! Loh itu harus pilih salah satu, jangan semuanya loh mau.!!!" Kata Raka dengan suara tinggi karena ia kesal dengan sikap Devano yang menurutnya sangat plin-plan itu.
"Apa loh bilang tadi, gw piln-plan.??" Kata Devano semakin emosi.
"Kurang ajar yah loh.!!!" Kata Devano marah sambil menonjok Raka dengan sangat kuat.
"Awww.!!! Kok loh nonjok gw sih.?? Kurang ajar.!!!" Kata Raka sambil membalas pukulan dari Devano dengan sangat kuat, hingga akhirnya mereka berdua pun saling balas-membalas pukulan sampai mereka berdua pun babak belur, dan ini adalah kali pertama mereka berdua berantem seperti itu.
"Mas Devano, Kak Raka, cukup.!!! Kalian jangan pada berantem.!!!" Teriak Alana tergesa-gesa dan panik melihat Devano dan Raka berantem seperti itu.
"Tolong,,,, tolong.!!!" Teriak Alana meminta tolong dengan suara yang sangat kencang.
Mendengar Alana meminta tolong seperti itu, seketika satpam keamanan di kantor Raka pun langsung datang dan kemudian langsung memisahkan mereka berdua.
"Kak Raka, Alana minta maaf banget yah kak atas semua kejadian ini.?? Dan Alana juga minta maaf banget, kayaknya sekarang ini Alana udah enggak bisa deh ngelanjutin pemotretan di kantor kak Raka lagi, maaf banget yah kak.??" Kata Alana minta maaf, karena ia benar-benar merasa bersalah dengan semua kejadian yang baru saja terjadi.
"Awww, sssttttt aduh-aduh.!! Iya Alana enggak papa, aku ngert,,,,," Seketika ucapan Raka terpotong.
"Alana.!!! Ayo cepetan pulang.!!!" Teriak Devano dari dalam mobil, karena setelah dipisahkan oleh satpam, Devano langsung buru-buru pergi menuju mobilnya.
"Ya udah yah kak Raka, Alana pulang dulu.!! Takutnya mas Devano tambah marah." Kata Alana tergesa-gesa sambil buru-buru melangkah menuju mobil Devano dan meninggalkan Raka hanya sendiri.
"Aduuuuhhh SIAL.!!! Kenapa Devano jadi emosi kayak git,,,,,,,,," Seketika ucapan Raka terpotong, karena ia mendengar ponselnya bergetar Drttttt,,,, Drttttt,,,, Drttttt,,,, karena ada yang menelepon.
"Iya Om ada apa Om.??" Kata Raka mencoba untuk menjawab telepon tersebut.
"Oooohhh,,, iya nih Om.!!! Tadi ada masalah sedikit,,,, awww, ssssttt aduh, aduuuuh.!!!" Kata Raka lagi, sambil menahan rasa sakit.
"Oh enggak usah Om, enggak usah Om.!! Lagian luka Raka ini enggak parah kok.!!" Kata Raka tergesa-gesa, ia mencoba menolak tawaran dari seseorang yang sedang meneleponnya itu, namun entah apa tawaran tersebut dan entah siapa juga yang meneleponnya itu.
"Iya Om beneraan,,, luka Raka ini enggak parah kok.!!! Om tenang aja, yah.??? Yang penting rencana kita berhasil Om." Kata Raka sambil tersenyum karena rencananya berhasil, namum entah rencana apa yang sedang Raka dan Om-om tersebut bicarakan.
DI TEMPAT BERBEDA, DI JALAN.
Terlihat Devano yang sedang duduk terdiam sambil fokus menyetir mobilnya, begitu pun juga dengan Alana, dari sejak ia masuk ke dalam mobil tersebut, ia terus terdiam dan tak bersuara sedikit pun.
__ADS_1
"Kamu kenapa.?? Kok dari tadi diem aja.??" Kata Devano pura-pura tidak tau, padahal sesungguhnya ia sangat tau apa yang menyebabkan Alana bisa terdiam seperti sekarang ini.
"Enggak papa.!!!" Kata Alana ketus tanpa menatap kearah Devano sedikit pun, sepertinya sekarang ini ia sangat kesal kepada Devano dengan kejadian yang baru saja terjadi di kantor Raka.
"Kamu marah yah sama mas.??" Kata Devano pelan dan merasa bersalah.
"Enggak, buat apa marah.?? Enggak ada gunanya.!!!" Kata Alana lagi-lagi ketus tanpa menatap kearah Devano sedikit pun
"Kalau enggak marah, kenapa dong dari tadi kamu diam aja.??" Kata Devano pura-pura bodoh, lagi-lagi ia bertanya seperti itu karena ia ingin melihat Alana istrinya itu cerewet lagi seperti biasanya.
Dan benar saja, mendengar Devano yang lagi-lagi bertanya seperti itu, Alana yang dari tadi hanya terdiam pun langsung mengeluarkan suara.
"Iiiiiiihhhhh,,, mas itu kenapa sih nanya terus.?? Mas pikir aja dong sendiri, Alana marah enggak sama mas.??" Kata Alana dengan suara sedikit tinggi karena kesal mendengar pertanyaan dari Devano itu.
Mendengar Alana mengeluarkan suara, Devano pun langsung tersenyum, kemudian ia pun langsung menghentikan mobilnya.
"Ngapain malah berhenti sih mas.??" Kata Alana semakin kesal sambil menatap tajam wajah Devano.
Melihat Alana marah seperti itu, alih-alih takut, Devano malah justru memasang wajah yang sangat melas dan berasa kalau dia lah yang menjadi korbannya.
"Emang kamu enggak kasihan, ngelihat suaminya babak belur kayak gini.?? Emang kamu enggak mau gitu, ngobatin mas.??" Kata Devano pelan sambil menunjukan luka nya kepada Alana, berharap Alana akan kasihan.
"Enggak, Alana enggak kasihan.!!! Lagian mas Devano itu bukan suami Alana kok.!!" Kata Alana masih ketus.
"Loh, kok kamu ngomong kayak gitu sih.?? Emang selama ini kamu enggak anggap mas ini suami kamu.??" Kata Devano sedikit terpancing emosinya.
"Bukannya mas yang selama ini enggak pernah anggap kalau Alana ini istri mas.??" Kata Alana memcoba untuk membalikkan semua ucapan Devano itu
"Maksudnya.??" Kata Devano bingung, karena sepertinya ia tidak sadar dengan perlakuannya selama ini kepada Alana istrinya itu.
"Ya iya,,, Kalau memang mas anggap Alana ini istri mas, pastinya mas mau dong tidur sama Alana, nah ini mah mas enggak mau kan.??" Kata Alana mencoba untuk menjelaskan sejelas-jelasnya kepada Devano.
Mendengar kata-kata dari Alana, Devano pun langsung tersenyum.
"Oohh,,, jadi kamu pengin tidur bareng sama suami kamu yang ganteng ini.??" Kata Devano dalam hati sambil terus tersenyum.
"Kenapa mas malah senyum sih.??" Kata Alana semakin kesal.
"Harusnya mas itu mikir.!!! Kalau memang Alana ini istri mas, harusnya mas mau dong nurutin perintah Alana, mas jangan pacaran lagi sama kak Laras.!!! Dan harusnya mas juga mau dong tidur sama Alana, mas mau dong duduk dekat-deket sama Alana, mas mau do,,,,,,,,,," Seketika ucapan Alana terpotong, karena tiba-tiba Devano langsung mencium bibirnya yang sangat bawel itu.
"Apa.?!!! I, i, ini serius.?? M, m, mas Devano,,, c, c, cium Alana.??" Kata Alana dalam hati gugup dan tak percaya, kalau Devano itu akan menciumnya.
"Kamu mau ini kan dari mas.??" Kata Devano yang baru saja selesai menciumnya, sambil menatap dalam wajah Alana dengan jarak yang begitu dekat.
"M, m, mas Devano.???"
Kata Alana lagi-lagi gugup, sambil menatap dalam wajah Devano yang juga sedang menatapnya itu.
Melihat Alana gugup seperti itu, Devano pun langsung tersenyum.
"Ya udah, sekarang kita pulang yah.??" Kata Devano pelan sambil mengusap-usap rambut Alana, sepertinya sedikit-sedikit sekarang ini Devano sudah mulai perhatian kepadanya.
"I, i, iya maass,," Kata Alana.
"Iya,,,," Kata Devano pelan, kemudian ia pun langsung buru-buru menyalakan mobilnya kembali untuk pulang.
"Ini beneran kan.?? Tadi mas Devano cium aku.?? Sekarang ini aku enggak lagi mimpi kan.??" Kata Alana dalam hati sambil tersenyum dan memegangi bibirnya, karena sepertinya ia sangat senang akhirnya Devano suaminya itu mau juga menciumnya, karena selama ini ia mengira Devano itu jijik kepadanya.
"Hemmmm lucu banget sih kamu.?? Pasti tadi itu ciuman pertama kamu yah.?? Sampai-sampai di pegangin terus itu bibir." Kata Devano dalam hati sambil tersenyum memandangi wajah cantik Alana dari kaca mobil.
######
Jangan lupa like, coment dan vote.!!!
__ADS_1
Biar Author bisa cepat Up lagi 😍😍