
Namun disaat Devano sedang memandangi foto yang berada di dalam liontin tersebut, tiba-tiba ponselnya bergetar karena ada yang menelepon Drttttt,,, drttttt,, drtttt,,,,,
"Ya ampun gw sampai lupa.!!! Kan tadi Rasya mau jemput gw yah.??? Pasti ini Rasya deh yang telepon gw, aduuuuuhhhh bisa-bisa marah nih anak." Kata Devano kaget karena ia baru Ingat kalau ternyata tadi ia sedang janjian ketemu dengan Rasya, karena seperti yang kita tau malam ini Devano berniat akan menginap dirumahnya, kemudian dengan segera ia pun langsung menyimpan liontin tersebut kedalam sakunya, lalu mengambil ponselnya dan mengecek siapa yang menelepon, dan ternyata memang benar, Rasya lah yang meneleponnya, bahkan bukan hanya kali ini saja Rasya menelfonnya, melainkan sudah berkali-kali, namun karena betapa meneganggkannya kejadian tadi saat Devano menolong gadis kecil tersebut, ia jadi tak mendengar jika ada yang menelepon, kemudian dengan segera Devano pun langsung mengangkat telepon tersebut.
*Obrolan Devano dan Rasya Via telepon.*
"Akhirnya loh angkat telepon dari gw juga Dev.??? Gila dari tadi gw nungguin loh angkat telpon dari gw tau enggak.?? Soalnya ada yang mau gw omongin nih sam,,,,,,,," Seketika ucapan Rasya terpotong.
"Ya ampun sorry banget broo, loh pasti dari tadi nyariin gw yah di tempat kita janjian.??? Tadi itu gw lagi ada masalah sedikit." Kata Devano tergesa-gesa dan merasa bersalah, karena ia sangat yakin pasti dari tadi Rasya sudah mencari-carinya.
"Eemmm bukan gitu juga sih Dev, sebenarnyaaa,,, Eemmm gimana yaaah.??? Eeemmm gw enggak enak nih Dev mau ngomongnya sama loh.???" Kata Rasya bingung, entah apa yang akan ia ucapkan mengapa ia bisa sebingung itu.
"Loh enggak enak mau ngomong sama gw, Maksudnya.???" Kata Devano, ia pun ikut bingung karena ia benar-benar tidak tau apa maksud dari ucapan Rasya.
"Eeemmm gimana yah,,, Oh iya gini Dev, gw minta ma'aaaaf banget yah sama loh.??? Kayaknya malam ini gw enggak bisa jemput loh deh, dan malam ini juga,,, kayaknya loh enggak bisa nginep di rumah gw, soalnya tiba-tiba om sama tante gw nginep disini, dan terus di rumah gw sekarang ini rameee banget Dev, gw juga enggak ngerti kenapa mereka tiba-tiba pada nginep disini, gw minta maaf banget yah sama loh,, enggak papa kan Dev.???" Kata Rasya mencoba untuk menjelaskan.
"Ooohhh sekarang di rumah loh lagi rame Ras.??? Ya udah enggak papa kalau gitu loh enggak usah jemput gw, biar nanti gw telepon Tania aja suruh jemput gw disini." Kata Devano.
"Ja, ja, jangan Dev.!!!! L,o lo, loh jangan suruh Tania jemput loh sekarang, kan ini udah malam, emang loh enggak kasihan apa.???Tania kan cewek, entar Dia kenapa-napa lagi, lagian loh tenang aja Dev.!!! Tadi gw udah telepon Diki suruh jemput loh, dan kayaknya sebentar lagi juga Dia nyampe, loh tungguin aja disitu.!!!" Kata Rasya gugup, ia berbicara seperti itu karena memang tadi ia sudah menelepon Diki untuk menjemput Devano, namun yang menjadi tanda tanya, mengapa tiba-tiba Rasya bisa segugup itu saat Devano menyebut nama Tania.???
"Oh iya bener juga sih kata loh, kasihan juga Tania kalau malam-malam kayak gini harus jemput gw disini.??? Lagian juga dari tadi gw hubungi dia susah banget enggak bisa-bisa, no nya enggak aktif." Kata Devano, ia berbicara seperti itu karena memang benar dari tadi sore ia sudah mencoba untuk menghubungi Tania, namun no nya tidak aktif dan tidak bisa tersambung.
"Ooohh gitu Dev, tumben banget itu Tania no nya enggak aktif, emang Tania kemana.??" Kata Rasya.
"Gw juga enggak tau sih, kayaknya dia ngambek deh gara-gara gw enggak jadi beliin dia tas, soalnya dari dia pulang sekolah dia enggak ada kab,,,,,," Seketika ucapan Devano terpotong.
"Ehhh bro, bro, udah dulu yah.??? Itu kayaknya motor Diki deh." Kata Devano sambil menatap motor yang baru saja berhenti di pinggir jalan.
"Oh iya bener itu motor Diki, Diki udah nyampe tuh, udah dulu yah.???" Kata Devano lagi, sambil buru-buru memutuskan sambungan teleponnya, kemudian langsung berjalan menghampiri Diki.
"Hay bro.???" Teriak Devano.
"Wahhhhh gila loh.!!!! Gw udah muter-muter dari tadi nyariin loh, tau-taunya loh ada disini.??? Ya udah ayo cepetan pulang ah, udah malam nih.???" Kata Diki sambil buru-buru menyalakan motornya.
"Eh Dik, tunggu dulu.!!! Tapi malam ini gw nginep di mana yah.???" Kata Devano bingung.
"Kalau loh mau, malam ini loh nginep di rumah gw aja.!!!" Kata Diki serius, ia mencoba untuk menawarkan Devano nginep dirumahnya.
"Apa Dik, malam ini gw boleh nginep di rumah loh.???" Kata Devano dengan suara tinggi karena kaget.
__ADS_1
"Iya malam ini loh nginep di rumah gw, tapi itu juga kalau loh mau sihhhhh.??? Kalau loh enggak mau juga enggak papa, solanya kan loh tau sendiri kalau di rumah gw itu berisik sama adik-adik gw, takutnya loh enggak bisa istirahat lagi karena suara adik-adik gw itu." Kata Diki serius, karena seperti yang kita tau Diki itu memang mempunyai banyak adik.
"Waaahh serius loh Dik.??? Enggak papa nih malam ini gw nginep di rumah loh.?? Nyokap sama bokap loh ngizinin nih.???" Kata Devano dengan suara tinggi karena tak percaya, sambil tersenyum senang karena akhirnya malam ini ada juga tempat tidur untuknya.
"Gila loh.!!! Ya pasti ngizinin lah nyokap sama bokap gw, lagian nyokap sama bokap gw mana tega sih ngeliat temen anaknya sengsara kaya gini.???" Kata Diki sambil tersenyum menggoda Devano.
"Sial loh.!!!!" Kata Devano bercanda
Mendengar kata-kata dari Devano, Diki pun tersenyum.
"Oh iya gw lupa, tapi kira-kira loh betah enggak nih nginep di rumah gw.??? Kan rumah gw kecil, sama kamar loh aja gedean kamar loh, udah gitu panas lagi enggak ada AC, gimana loh betah enggak nih.???" Kata Diki serius, karena memang keadaan rumahnya sangat kecil, bahkan saking kecilnya, jika dibandingkan dengan rumah pak Erik, rumah Diki 20 kali lipat kecilnya dari rumah pak Erik yang memang sangat Megah dan mewah itu.
"Loh ngomong apa sih bro.??? Udah loh santai aja.!!! Gw betah kok nginep di rumah loh." Kata Devano mencoba untuk meyakinkan Diki.
"Oh iya, tapi sebelum kerumah loh, anter gw ke rumah Tania dulu yah.??? Soalnya gw pengin ngomong sebentar nih sama dia." Kata Devano meminta Diki untuk mengantarkannya ke rumah Tania, karena ia penasaran mengapa dari tadi sore no Tania tidak bisa dihubungi.
"Kenapa emang.??? Ngambek lagi cewek loh gara-gara loh enggak jadi beliin dia tas.???" Kata Diki kesal, karena ia sangat tau kalau Tania itu sangatlah matre dan sering sekali ngambek jika keinginannya tidak bisa dituruti oleh Devano.
"Ya gitu deh kayaknya,,, kayak loh enggak tau aja cewek gw itu kaya gimana.???" Kata Devano.
"Ya udah ayo jalan ah.!!! Keburu Tania nya tidur lagi." Kata Devano lagi, sambil menaiki motor Diki, kemudian mereka pun jalan menuju rumah Tania
Waktu menunjukkan pukul 11:45 malam.
Akhirnya Devano dan Diki pun sudah sampai dan duduk di teras depan rumah Tania, dan terlihat bi Inah asisten rumah tangga Tania, yang sedang berjalan keluar sambil membawakan minuman untuk Devano dan Diki.
"Oh iya bi, non Tania dari jam berapa yah keluarnya.??? Soalnya dari tadi sore Handphone nya enggak bisa dihubungi, aku cuma takut aja dia Kenapa-napa.???" Kata Devano khawatir, ia berbicara seperti itu karena tanpa sepengetahuan dari kita, tadi saat Devano dan Diki baru sampai di rumah Tania, bi Inah memberi tahu Devano kalau sekarang ini Tania sendang berada diluar.
"Dari tadi sore sih Den, kalau enggak salah sih non Tania keluar jam 7 an deh, bibi kira non Tania malah jalan bareng den Devano.??? Soalnya kata non Tania, dia mau keluar sama pacarnya." Kata bi Inah serius, karena tadi saat Tania pergi, ia meminta izin kepadanya dengan alasan seperti itu.
"Sama pacarnya.??? Enggak kok, dari tadi aku enggak jalan bareng Tania bi.???" Kata Devano bingung.
"Kalau enggak bareng den Devano, terus non Tania keluar bareng siapa dong den.??? Aduuuuh gawat nih den, bisa-bisa bibi dimarahin sama nyonya, mana udah malam banget kaya gini lagi non Tania belum pulang.??? Aduuuhh non Tania kemana sih non.???" Kata bi Inah panik dan takut kalau sampai Tania kenapa-napa, karena orang tua Tania sudah menitipkan Tania sepenuhnya kepada bi Inah untuk menjaganya.
"Tunggu dulu deh Dev.!!! Kata bibi kan, Tania lagi jalan sama pacarnya.??? Apa jangan-jangan, Tania itu,,,,,,," Kata Diki mencoba untuk menebaknya.
"Apa jangan-jangan Tania itu apa.??? Loh enggak usah ngaco deh.!!! Mana mungkin sih Tania itu selingkuh di belakang gw.???" Kata Devano tak percaya, karena ia sangat yakin kalau Tania itu tidak akan mungkin selingkuh darinya.
"Tapi ini semua patut di curigai loh Dev.??? Coba loh bayangkan.!!! Jam segini loh Dev, Tania belum pulang.??? Terus kata bibi, Tania jalan bareng pacarnya, sedangkan pacar Tania kan loh.??? Terus kalau enggak selingkuh itu namanya apa dong.??? Loh jangan diam kaya gini terus dong Dev." Kata Diki kesal, karena ia tau kalau Tania itu perempuan yang tidak pantas dan tidak baik untuk Devano.
__ADS_1
"Udah lah Dik, loh enggak usah ngaco.!!! Tania itu enggak mungkin selingkuh di belakang gu,,,,,,,,,,," Seketika ucapan Devano terpotong karena tiba-tiba ia melihat Tania memasuki pintu gerbang.
"Eehhh bi, itu kayak Tania yah.??? Oh iya bener bi Itu Tania." Kata Devano sambil mentap dan menunjuk ke arah pintu gerbang tempat dimana Tania turun dari mobil.
"Oh iya bener den, itu non Tania.???" Kata bi Inah sambil tersenyum senang karena lega akhirnya majikannya pulang dengan keadaan selamat.
"Eehhh tapi tunggu dulu deh Dev.!!! Itu yang nganterin Tania siapa yah.??? Kok itu mobil, kayak udah enggak asing lagi sih di mata gw.???" Kata Diki penasaran, sambil menatap kearah gerbang dimana mobil tersebut berada.
"Yaelaaah Dik, udah laaah,,, loh itu kenapa sih dari tadi ngaco mulu.???" Kata Devano sedikit kesal karena Diki terus-terusan menuduh Tania yang enggak-enggak.
"Udah Ayo ah, lebih baik sekarang kita samperin Tania.!!!" Kata Devano lagi, kemudian mencoba untuk melangkah menghampiri Tania.
Melihat Devano menghampiri Tania, Diki justru malah terdiam.
"Masa iya sih gw salah lihat.??? Kalau gw salah lihat, tapi kok mobil itu bener-bener mirip mobil,,,,,,, Ahhhhhh udah lah.!!!! Loh lagi mikirin apa sih Dik.?? Lagian mana mungkin juga sih dia tega menusuk sahabat sendiri dari belakang." Kata Diki sambil menatap kearah mobil tersebut, yang sekarang sudah berjalan melaju meninggalkan rumah Tania, kemudian Diki pun langsung lari menyusul Devano, untuk menghampiri Tania.
"Dari mana aja kamu jam segini baru pulang.???" Kata Devano sambil menatap tajam wajah Tania.
"Sa, sa, sayaaaang,,,, ka, ka, kamu ada disini.??? Da, da, dari kapan kamu ada disini.???" Kata Tania gugup dan ketakutan, namun entah apa yang membuat Tania bisa sampai gugup dan ketakutan seperti itu.
"Udah sekarang kamu jawab aja pertanyaan aku.!!! Kamu dari mana jam segini baru pulang.??? Sekarang ini udah hampir jam 12 malam ngerti enggak sih kamu.???" Kata Devano marah
Melihat Devano marah-marah seperti itu kepada Tania, Diki hanya bisa terdiam sambil tersenyum.
"Sukurin loh kena marah Devano, udah Dev loh putusin aja.!!! Cewek matre kaya gini enggak pantes buat loh." Kata Diki dalam hati kesal, karena memang dari dulu ia tidak pernah setuju kalau Devano sahabatnya pacaran dengan cewek matre seperti Tania.
"Sayaaaang, kamu jangan marah-marah dulu dooong.??? Aku bisa jelasin semuanya, aku jam segini baru pulaaang,,, itu karena aku habis ngerjain tugas sekolah dirumah Tari sayaaaang,,, terus tadi pas pulang di jalan itu macet bang,,,,,,,,,,," Seketika ucapan Tania terpotong, karena tiba-tiba ia mendengar seorang pria dari arah belakang yang sedang berjalan menghampirinya sambil berbicara.
"Sayang ini tadi Tas kamu ketinggian di mobil ak,,,,,,,,,,,,,,,," Seketika ucapan pria tersebut terpotong.
"De, De, Devano,,,,,????" Kata pria tersebut gugup dan tak percaya, ia kaget bukan main melihat keberadaan Devano dan Diki yang sekarang sedang berada di rumah Tania, bahkan saking kagetnya sampai-sampai tas Tania yang sedang dipegang olehnya tak sengaja terjatuh,
BRUUUUUUUUG.!!!!!! Seketika keluar semua isi didalam tas tersebut, karena kebetulan tadi Tania lupa untuk mengancingnya.
Melihat tas nya terjatuh bahkan sampai semua isi didalam tas tersebut keluar, Tania dan pria tersebut hanya bisa terdiam karena kaget, bahkan Tania pun terlihat sangat ketakutan, begitupun juga dengan Devano dan Diki, ia hanya bisa terdiam, ia kaget bukan main melihat sebagian isi dari dalam tas tersebut.
"A, a, alat itu.??? Ka, ka, kalian,,,,," Kata Devano gugup dan tak percaya sambil menatap alat kontrasepsi, iya,,, alat kontrasepsi (******) yang keluar dan jatuh berserakan dari dalam tas Tania, karena sepertinya Tania dan Pria tersebut baru saja melakukan hubungan ****.
**********
__ADS_1
Namun siapakah kira-kira pria tersebut.??? Author yakin para pembaca sudah bisa menebaknya 😍😍😍