DOSEN DINGIN PUJAAN HATIKU

DOSEN DINGIN PUJAAN HATIKU
S 2. Episode 45


__ADS_3

MASIH DI RUMAH DEVANO.


Satu Minggu kemudian,,,,,


Waktu menunjukkan pukul 09:00 Malam.


Terlihat Devano yang sedang sibuk mengerjakan semua pekerjaannya, baik pekerjaannya dari kantor maupun pekerjaannya sebagai Dosen.


"Aduuhhh.! Satu minggu gw enggak kerja, banyak juga ini kerjaan. Papah tega banget sih sama anak sendiri, orang mah suruh pegawai lain dulu kek, apa siapa supaya ngerjain kerjaan gw." Ucap Devano sedikit mengeluh, sambil terus mengerjakan semua pekerjaannya, dengan raut wajahnya yang terlihat sangat-sangat lelah dan capek, sehingga Alana yang dari tadi sedang bercermin didekatnya pun sedikit sadar, kalau enggak sepantasnya ia memperlakukan suami pekerjaan keras, baik, dan bertanggung jawab seperti Devano dengan kasar seperti kemaren-kemaren.


"Kasihan kamu mas.! Gara-gara sibuk jagain aku, kerjaan mas jadi numpuk kaya gitu.! Mas juga kelihatan lelah banget malam ini, dan mas juga kelihatan banget kayak enggak ada yang ngurus. Padahal kan sejak menikah sama aku, mas selalu rapi penampilannya."



Ucap Alana dalam hati sedih dan sedikit menyesal, sambil terus menatap kearah Devano suaminya yang memang terlihat sangat lelah dan penampilannya pun terlihat sedikit berantakan.



"Enggak sepantasnya aku memperlakukan mas Devano seperti itu.! Enggak, aku enggak boleh kayak gini terus. Bener apa kata mas Devano, masih ada mas Devano yang selalu sayang sama aku, yang masih butuh aku. Lagian aku juga yakin, sekarang Dede bayi pasti udah bahagia disana.!" Ucapnya lagi dalam hati, akhirnya ia sadar dengan semuanya.


"Eehhhh tapi tunggu dulu.! Itu mas Devano lagi bikin kopi apa lagi ngapain yah.?" Ucapnya lagi sambil menatap kearah Devano suaminya yang sedang sibuk membuat secangkir kopi untuk dirinya sendiri, sehingga Alana sebagai seorang istri pun tersenyum. Karena biasanya selama ada dirinya, Devano mana mau membuat kopi sendiri, ia selalu menyuruhnya.


"Hemmmm.! Ya ampun mas Devanooo, kasihan banget sih kamu mas. Ternyata kayak gini yah.? Kalau suami istrinya sakit, apa-apa jadi enggak keurus. Lihat aja.! Udah bajunya lecek, mukanya pucet, rambutnya juga lecek. Eeemmmm kasihan banget sih kamu mas." Ucapnya lagi sambil terus menatap kearah Devano yang sedang menikmati secangkir kopi buatannya sendiri.


"Eeemmmm nikmaaaat."



Ucap Devano yang sedang menikmati kopi buatannya, ia tidak sadar kalau dari tadi Alana istri tersayangnya sedang memperhatikannya.


"Hemmmm.! Lucu banget sih kamu ini mas.?" Ucap Alana lagi dalam hati sambil tersenyum melihat tingkah laku suaminya.


"Pokoknya sekarang aku harus cepet-cepet ganti baju, ganti baju sama baju yang mas Devano beliin buat aku, terus habis itu aku dandan deh yang cantik.! Biar mas Devano seneng." Ucapnya lagi sambil tersenyum senang, karena sepertinya sekarang ini ia memang sudah pulih kembali dan move on dengan semua kejadian kemarin.

__ADS_1


1 Jam kemudian,,,,,,,,,,


Terlihat Devano yang masih terus sibuk dengan pekerjaannya.


"Kalau kayak gini kapan selesainya ini kerjaan.? Gilaaaa banyak bangeeeet.! Mana udah malam lagi, gw juga udah ngantuk banget kayak gini." Ucap Devano, lagi-lagi ia mengeluh, kemudian ia pun menarik nafas pelan dan membuangnya kasar.


"Emang harus capek kayak gini yah.? Kalau mau bahagiain anak orang.?" Ucapnya lagi bercanda.


"Ah tapi ini mah belum seberapa, kalau buat bahagiain istri secantik Alana, apa aja sanggup gw laku,,,,,," Seketika ucapnya terhenti, karena tiba-tiba Alana menyapanya.


"Mas Devanooo," Ucap Alana yang baru saja selesai Dandan, dengan penampilannya yang sangat-sangat cantik, seksi dan juga menggoda.



Sehingga Devano yang sedang ngantuk pun langsung melotot dan kaget, sebenarnya apa yang sedang terjadi kepada Alana istri tersayangnya itu.


"Alana, sayaaaang.?" Ucap Devano sambil terbengong karena terpesona melihat kecantikannya.


"Ia Mas, ini Alana. Alana cantik enggak pakai baju yang mas beliin ini.?"



"Eeemmmm, kamu cantik banget sih sayang pakai baju ini.! Seksi lagi." Bisik Devano tepat ditelinga Alana dengan penuh nafsu, sambil menciumi telinganya dengan sangat pelan.


"Aw maaaaas,,, awwww.!" Ucap Alana sambil mendesah manja, kenikmatan dengan sentuhan darinya, sehingga Devano dan juniornya pun semakin lemah dan tak berdaya mendengarnya.


"Mas kangen banget sama kamu sayang.? Mas kangen banget sama kamu.?" Bisik Devano lagi dengan suara ngos-ngosan, sambil terus memeluk tubuh Alana dari belakang, kemudian ia pun langsung menggesek-gesekkan juniornya yang sudah bangun dan mengeras itu ke bagian tubuh Alana.


"Eeeemmmmm maaaaas,,," Rengek Alana manja karena nikmat.


"Kenapaaaa, hah.?" Ucap Devano sambil menatap dalam wajah cantik Alana istrinya.


"Mas udah enggak kuat sayang, punya mas udah bangun. Kamu kerasa kan.? Nih.!" Ucapnya lagi dengan suara yang masih ngos-ngosan sambil terus menggesek-gesekkan juniornya ke bagian tubuh Alana agar ia merasakan sensasinya.

__ADS_1


"Iya mas Alana kerasa." Ucap Alana pelan, tak berdaya, dengan tatapan mata kosong, karena saking menikmati permainan dari Devano suaminya yang sangat berpengalaman.


"T, t, tapi mas,,," Ucapnya lagi.


"Tapi kenapa sayang.?" Ucap Devano sambil sibuk menciumi dan menjilati telinga, leher dan pundak Alana yang seksi, putih dan mulus itu.


"Tapi kan kata Dokter Renata, kita enggak boleh bikin Dede dulu sebelum Alana sembuh." Ucap Alana sedikit ketakutan, karena tiba-tiba ia mengingat pesan dari Dokter Renata saat ia dan Devano hendak pulang dari Rumah Sakit.


Melihat Alana istri tersayangnya ketakutan seperti itu, Devano pun tersenyum.


"Hemmmm.! Kalau cuma main-main kayak gini doang mah boleh kali sayaaaang.? Lagian kamu juga seneng kan, hah.? Enak.?" Ucap Devano dengan raut wajah masih penuh dengan nafsu.


"Iya mas enak, tapi,,,,," Ucap Alana lagi.


"Tapi apa lagi sih sayaaaang.? Tapi apaaa.?" Ucap Devano yang masih terus sibuk menciumi telinga, leher dan pundak Alana, sambil terus menggesek-gesekkan juniornya ke bagian tubuh Alana.


"T, t ,tapi badan mas bauuuuu, mas mandi duluuuuuu.!" Rengek Alana dengan manjanya.


Mendengar ucapan Alana, Devano pun lagi-lagi tersenyum, kemudian ia pun malah justru mengeratkan pelukannya.


"Eeemmmm, enggak ah.! Enggak bau, wangi kok.!" Ucap Devano sambil terus tersenyum dan mengeratkan pelukannya ke tubuh Alana.


"Iiiihhh beneran maass, bauuuuu. Mas mandi dulu gih.!" Ucap Alana dengan sangat manjanya, lagi-lagi ia menyuruh Devano suaminya itu untuk mandi, karena seperti yang kita tau ia memang selalu menjaga kebersihan.


"Iya deh iya.! Mas mau mandi. Tapi mas maunya mandi bareng kamu." Ucap Devano sambil tersenyum jahil.


"Iiiihhh tapi kan Alana udah man,,,,,," Seketika ucapan Alana terpotong, karena tiba-tiba asisten rumah tangganya mengetuk pintu kamarnya. Tok.! tok.!.tok.!


"Tuan, non.! Itu di bawah ada temen tuan sama non. Katanya sih mau jenguk non Alana." Ucapnya dari balik pintu kamar Devano.


"Aduuuuuh.! Siapa sih sayang, yang jenguk kamu malam-malam kayak gini.? Ganggu orang lagi seneng aja." Ucap Devano kesel, karena merasa permainannya terganggu.


########

__ADS_1


Ayo atuh.! Jangan lupa like, coment dan fav.


__ADS_2