
"Emang pak Erik mau kemana.?" Kata Dinda ketus, sambil menatap sinis kearah perempuan tersebut .
"Emang kamu lupa.? Kan mulai hari ini saya harus ke kantor, bantuin mas Arya." Kata Erik serius.
"Ke kantor, apa ke kantor.?" Kata Dinda sambil terus cemberut, karena ia masih tak percaya dengan alasan Erik, karena menurutnya mana mungkin orang mau kerja sambil membawa-bawa perempuan.
"Maksudnya.?" Kata Erik bingung dengan ucapan Dinda.
"Enggak, enggak papa.! Ya udah sana pergi, enggak usah pulang sekalian.!" Kata Dinda dengan suara sedikit tinggi karena marah.
"Kamu itu kenapa sih.? Bisanya marah-marah terus." Kata Erik dengan suara tinggi, karena sepertinya ia pun ikut terpancing emosinya oleh Dinda, karena kata-katanya yang kasar dan seperti tidak punya sopan santun kepada dirinya sebagai suami.
"Bodo amat.! Udah sanah kalau mau pergi, pergi aja.! Tuh pacarnya udah nungguin." Kata Dinda, sambil menatap sinis kearah perempuan tersebut.
"P, p, pacar.? Maksud,,,,,,," Seketika ucapan Erik terpotong, kemudian ia pun langsung menatap kearah perempuan yang tadi bersamanya.
"Ooohhh jadi istri saya yang manja ini ternyata lagi cemburu.? Hemmm, katanya enggak bakalan jatuh cinta sama saya, baru segini aja udah marah-marah enggak jelas kayak gini.?" Kata Erik dalam hati sambil tersenyum, karena lucu melihat tingkah laku Dinda istrinya yang diam-diam cemburu kepadanya.
__ADS_1
"Pak Erik ngapain masih disini sih.? Udah cepetan pergi ah.!" Kata Dinda semakin kesel, sambil mendorong-dorong tubuh Erik.
"Aw sakit.! Jangan dorong-dorong saya disini.! Malu tuh dilihatin orang." Kata Erik sambil tersenyum dan menatap kearah orang-orang disekitarnya.
"Ya udah makannya sana pergi ah.!" Kata Dinda lagi-lagi menyuruh Erik untuk pergi, karena sepertinya ia sudah tidak mau lagi melihat laki-laki buaya seperti Erik berada dihadapannya.
Melihat Dinda yang lagi-lagi mengusirnya, Erik pun tersenyum.
"Ya udah, saya ke kantor dulu yah.? Sebentar lagi juga taksinya datang, kamu hati-hati yah di jalan.?" Kata Erik penuh perhatian, sambil tersenyum menatap wajah cantik Dinda yang sedang terbakar cemburu, kemudian ia pun langsung melangkah pergi meninggalkannya menuju perempuan yang tadi bersama dengannya dan perempuan tersebut adalah Dessy, Dessy adalah sekertaris Erik yang dipilihkan oleh Arya.
Dessy perempuan yang baik, sopan, cantik, pintar dan sangat dewasa, usianya sekarang ini 30 tahun, akan tetapi ia masih sendiri. Pantas saja ia terlihat lebih dewasa dari Dinda, karena usianya terpaut cukup jauh dengannya.
Dessy adalah sahabat Erik dan Arya waktu mereka masih duduk di bangku SMA, namun diantara mereka dulu sempat terlibat cinta segitiga.
Dulu Erik sempat mencintai Dessy, akan tetapi ia tidak berani mengungkapkannya, hingga akhirnya Arya yang tidak tau kalau Erik mencintai Dessy pun, menembaknya terlebih dahulu, dan Dessy pun menerima cintanya, karena memang Dessy juga sangat mencintai Arya.
__ADS_1
Disaat hubungan mereka sedang bahagia-bahagianya, dengan sangat terpaksa Arya mengakhiri hubungannya itu dengan Dessy, karena Arya mendengar curhatan dari Erik, yang ternyata juga mencintainya.
Arya memutuskan kan Dessy begitu saja tanpa memberi tahu apa alasannya, sehingga pada saat itu Dessy sangat frustasi, dan satu-satunya orang yang bisa membuatnya sedikit tenang adalah Erik sahabat terdekatnya, ia pun akhirnya curhat kepadanya dan menceritakan semua tentang hubungannya dengan Arya, dan ia pun menceritakan kalau ia baru saja diputuskan olehnya begitu saja tanpa alasan,
Mendengar curhatan dari Dessy, Erik yang memang tidak tau dengan semua itu pun kaget bukan main, ia sangat yakin kalau Arya memutuskan hubungannya dengan Dessy demi dirinya, kemudian ia pun langsung meminta Arya suapaya balik lagi dengannya, karena ia sangat tau kalau Arya dan Dessy sama-sama terluka dan sakit hati, akan tetapi Arya tidak mendengarkan kata-kata darinya, Arya tetap memutuskan hubungannya dengan Dessy, alasannya karena ia tidak mau bahagia diatas penderitaan sahabatnya sendiri, namun sampai sekarang pun Arya masih memiliki perasaan kepadanya, itu sebabnya sekarang ini ia menempatkan Dessy di perusahaannya sebagai sekertaris Erik, karena ia berniat mengejar cinta Dessy kembali, akan tetapi Dessy tidak tahu kalau sekarang ini ia bekerja di perusahaan pak Irsyad yang tak lain adalah ayah dari Arya, karena yang ia tau ada seseorang memberikannya pekerjaan di perusahaan tersebut sebagai sekertaris Erik, dan sepertinya orang tersebut adalah orang suruhan Arya.
Arya melakukan semua itu, karena sekarang ini ia benar-benar berniat ingin mengejar cinta Dessy kembali, bahkan ia sampai rela meninggalkan bisnisnya di Korea, hanya demi bisa menjalin hubungan lagi dengannya.
KEMBALI KE ERIK.
Setelah Erik menyuruh Dinda pulang, ia pun langsung berjalan menghampiri Dessy yang dari tadi sedang menunggunya, karena mereka berdua akan pergi ke kantor bersama, kemudian setelah itu Erik pun langsung mengajaknya naik mobil bersama dengannya.
"Rik, itu tadi benar istri kamu.? Enggak salah lihat kan aku Rik ?" Kata Dessy penasaran sambil tersenyum heran, karena ia tidak percaya, kalau Erik sahabat nya mempunyai istri seperti Dinda, yang penampilannya sangatlah seksi, apalagi Dinda terlihat masih sangat kekanak-kanakan, manja dan belum dewasa sama sekali, ia berbicara seperti itu karena tadi ia sempat memperhatikan Erik saat ngobrol dengan Dinda dan ia pun memperhatikan cara berpakaian Dinda yang memanglah sangat seksi dan terbuka, itu sebabnya ia heran, karena ia sangat tau tipe perempuan yang Erik sukai itu seperti apa, karena sebagai sahabat Erik, dulu Erik sering curhat kepadanya mengenai seperti apa tipe-tipe perempuan yang disukainya dan tipe-tipe perempuan seperti Dinda itu sama sekali bukan tipenya.
Mendengar pertanyaan dari Dessy, Erik pun tersenyum.
"Iya dia istri saya, kenapa emang.?" Kata Erik serius.
__ADS_1