DOSEN DINGIN PUJAAN HATIKU

DOSEN DINGIN PUJAAN HATIKU
Episode 53


__ADS_3

"T, t, tapi tunggu dulu dok.! Kalau memang Dinda ini enggak sakit, terus kenapa perut Dinda sering sakit-sakitan.? Bahkan Dinda sampai menangis karena merasakan sakitnya.?" Kata Erik gugup dan panik, karena ia takut kalau ternyata Dinda memiliki riwayat penyakit yang lain, selain penyakit yang ia dan Dinda takut-takutkan selama ini.


"Iya Dok, kalau memang Dinda enggak sakit, terus kenapa perut Dinda ini suka sakit banget dok.? Terus biasanya kalau Dinda sakit kayak gini tuh.! kalau menjelang menstruasi, tapi sampai sekarang Dinda belum juga menstruasi, bahkan sebenarnya sekarang ini Dinda sudah seharusnya menstruasi dok, dan yang bikin anehnya lagi, tadi pagi tuh perut Dinda mual-mual terus, bahkan sampai sekarang sedikit-sedikit perut Dinda ini masih suka mual." Sambung Dinda penasaran dan takut, kalau sampai terjadi sesuatu yang lebih buruk lagi kepada dirinya, apalagi mengingat tadi pagi yang secara tiba-tiba perutnya itu mual-mual, belum lagi dengan keadaannya yang sampai sekarang ini belum juga menstruasi, itu semua pun membuatnya semakin ketakutan.


Melihat Erik dan Dinda ketakutan seperti itu, dengan segera Dokter Tia pun langsung menjelaskan kepada mereka berdua.


"Kenapa perut Dinda sering sakit-sakitan, itu karena memang pada waktu itu Dinda mau menstruasi, dan rasa sakit seperti itu adalah hal yang sangat wajar bagi kalangan wanita disaat menjelang dan selama menstruasi, jika dalam bahasa medisnya itu yang disebut dismenore." Kata Dokter Tia serius.


"M, m, maaf dok, tapi dismenore itu apa yah.? Itu bahaya atau enggak Dok.?" Tanya Dinda semakin ketakutan, karena ia benar-benar tidak tau apa arti dari dismenore itu.


"Iya Dok, dismenore itu apa.? Bahaya apa enggak dok.?" Sambung Erik panik, karena ia pun sangat takut kalau dismenore itu adalah penyakit yang berbahaya.


Mendengar pertanyaan dari Erik dan Dinda, Dokter Tia pun tersenyum, kemudian dengan segera ia pun langsung menjelaskan apa itu arti dari dismenore kepada mereka berdua dengan sejelas-jelasnya.


"Ya udah biar saya jelaskan yah..?


__ADS_1


Kata Dokter Tia.


Mendengar penjelasan dari Dokter Tia, Dinda dan Erik pun langsung tersenyum bahagia karena lega sekarang ini mereka berdua sudah tau, kalau ternyata Dinda tidak memiliki penyakit yang berbahaya seperti apa yang mereka takutkan, begitupun juga dengan dokter Tia, melihat Erik dan Dinda tersenyum sebahagia itu, ia pun ikut tersenyum.


"Oh iya, satu lagi.! Kenapa setelah Dinda sakit perut seperti itu, namun Dinda belum juga kunjung-kunjung menstruasi sampai sekarang, tapi Dinda malah justru merasakan mual-mual di perutnya, itu karena sekarang ini Dinda sedang mengandung." Kata Dokter Tia serius.


"Apa.?" Kata Dinda dan Erik secara bersamaan dengan suara tinggi, karena kaget dan tak percaya mendengar ucapan dari dokter Tia.


"Iya, sekarang ini Dinda sedang mengandung." Kata dokter Tia sambil tersenyum, ia mencoba untuk menyakinkan mereka, kalau semua ucapannya itu benar.


"Hiks,,,, hiks,,, hiks,,,," Suara Dinda menangis, karena sekarang ini ia benar-benar sangat terharu sekaligus senang, akhirnya ia bisa memberikan Erik suaminya itu kebahagiaan, yaitu seorang anak yang sudah lama didamba-dambakannya.


"Sayang, kamu hamil sayang.? Kamu hamil.? Sebentar lagi kita punya anak, kata punya anak sayang, kita punya anaaak ?" Kata Erik tergesa-gesa sambil tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca, karena ia pun sangat terharu sekaligus senang mendengar kabar tersebut, kemudian dengan segera ia pun langsung memeluk Dinda dengan begitu eratnya sambil menciumi rambut dan keningnya tanpa henti-henti, bahkan bukan hanya rambut dan kening, seluruh wajah cantiknya pun habis Erik ciumi karena saking senang dan bersyukurnya.


Melihat Erik memeluk dan menciuminya seperti itu, Dinda hanya terdiam dan pasrah, ia membiarkan Erik suaminya menciumi habis seluruh wajahnya semau dan sesuka hatinya sampai ia puas.


"Mas Erik, sekarang Dinda hamiiil.? Di perut Dinda ada Dede mas Eriiiiiik.?" Kata Dinda dengan sangat manjanya.

__ADS_1


"Iya sayang sekarang kamu hamil, dan di perut kamu ini ada dede mas, ini anak kita sayang, ini anak kita.? Sebentar lagi kita punya anak." Kata Erik sambil tersenyum dengan raut wajah yang sangat bahagia.


"Iya mas, ini anak kita." Kata Dinda sambil tersenyum, kemudian ia pun langsung mengusap-usap perutnya yang masih rata itu dengan sangat pelan.


Melihat Dinda mengusap-usap perutnya seperti itu, Erik pun tersenyum, kemudian ia pun langsung jongkok tepat di hadapan Dinda yang sekarang ini masih duduk diatas sofa, perlahan ia pun memeluk dan menyenderkan kepalanya tepat diatas perut Dinda.


"Sekarang anak papah lagi ngapain di dalam perut mamaaah, hah.?" Kata Erik pelan, sambil tersenyum dan menciumi perut Dinda itu tanpa henti-hentinya.


Melihat tingkah laku Erik seperti itu, Dinda pun tersenyum.


"Mas Erik udah peluknyaaaa.! Entar dedenya engaaap.?" Kata Dinda sambil merengek dengan sangat manjanya.


"Eeeemmm kasihaaan, anak papah engaaap hah.?" Kata Erik sambil tersenyum dan mengusap-usap perut Dinda dengan sangat pelan dan penuh kasih sayang.


"Iyaaa, nanti dedenya engaaap." Kata Dinda lagi sambil tersenyum dan mengusap-usap rambut Erik yang sekarang ini masih berbeda tepat di diatas perutnya.


Melihat tingkah laku Erik dan Dinda seperti itu, Dokter Tia yang dari tadi masih duduk di depan mereka pun tersenyum, karena ia bahagia melihat Erik dan Dinda sebahagia itu.

__ADS_1


__ADS_2